Makanan untuk diare, ini daftar yang dianjurkan dan perlu dihindari

Makanan untuk diare, ini daftar yang dianjurkan dan perlu dihindari

Berbicara mengenai makanan saat diare, berikut makanan ang boleh dan tidak boleh dikonsumsi saat diare, catat ya, Parents!

Mengonsumsi makanan yang tepat tentu saja bisa membantu meringankan gejala diare, dan memastikan kesehatan tidak bertambah buruk. Berbicara mengenai makanan saat diare, berikut daftar yang boleh dan tidak boleh dikonsumsi saat diare!

Konsumsi larutan garam dan gula

makanan saat diare

Dilansir dari Cleveland Clinic, apabila buang air besar lebih dari tiga kali sehari maka anak berisiko mengalami dehidrasi. Jika tidak segera diatasi, kondisi ini dapat menyebabkan komplikasi serius.

Artikel terkait: Diare saat hamil, berbahayakah bagi janin dan Bumil?

Menurut Donald Kirby, MD, spesialis penyakit pencernaan dan Direktur Pusat Nutrisi Manusia Pusat Klinik Cleveland, cara terbaik untuk mencegah dehidrasi adalah dengan mengonsumsi cairan yang mengandung garam dan gula. Garam dapat memperlambat kehilangan cairan, sementara gula membantu tubuh menyerap garam.

“Ketika Anda mengalami diare yang signifikan, Anda perlu mengonsumsi larutan garam dan gula untuk mencegah dehidrasi. Para ibu telah meresepkan obat ini selama beberapa generasi, dan cara ini masih efektif,” kata Dr. Kirby.

Makanan saat diare

makanan saat diare

Ketika status kesehatan Anda baik, dokter biasanya akan merekomendasikan makanan berserat tinggi, tetapi makanan berserat tinggi juga bisa memperparah diare. Artinya, sayuran hijau dan buah-buahan dengan kandungan ir tinggi merupakan makanan yang kaya serat, dan mungkin harus dihindari saat diare.

Sedangkan BRAT (Banana/pisang, Rice/nasi putih, Apple Sauce/saus apel, and Toast/roti panggang) adalah makanan rendah serat dan dapat membantu membuat feses Anda lebih padat.

Selain BRAT, saat mengalami diare Kirby menyarankan untuk mengonsumsi beberapa jenis makanan lain seperti oatmeal, kentang rebus atau panggang (dikupas), atau ayam panggang tanpa kulit.

Artikel terkait: BAB cair pada bayi tak selalu gejala diare, apa bedanya?

Cara lain untuk membantu usus Anda pulih dari infeksi diare adalah dengan mengonsumsi probiotik. Makanan atau suplemen makanan yang mengandung probiotik, dapat menggantikan atau menambah bakteri baik di saluran pencernaan.

Meskipun penderita diare harus menghindari produk susu, namun Anda boleh saja mengonsumsi yogurt dan minuman susu fermentasi yang mengandung probiotik. Namun, pastikan dulu kalau yogurt atau kefir yang akan konsumsi rendah gula, karena kadar gula yang lebih tinggi berpotensi memperburuk gejala diare.

Jika diare sudah berlangsung selama cukup lama, jangan tunda untuk konsultasi dengan dokter, apalagi kalau sampai  menimbulkan rasa sakit parah, atau tinja Anda mengandung banyak darah atau nanah. Semoga informasi di atas bermanfaat!

Makanan untuk diare, ini daftar yang dianjurkan dan perlu dihindari

Baca juga:

Anak diare, ini hal yang perlu Parents ketahui dan lakukan

Parenting bikin pusing? Yuk tanya langsung dan dapatkan jawabannya dari sesama Parents dan juga expert di app theAsianparent! Tersedia di iOS dan Android.

app info
get app banner