TAP top app download banner
theAsianparent
theAsianparent
Panduan ProdukKeranjang
  • Kehamilan
  • Anak
  • Perkembangan Otak
  • Cari nama bayi
  • Rangkaian Edukasi
  • TAPpedia
  • TAP Rekomendasi
  • Parenting
  • Kesehatan
  • Gaya Hidup
  • Nutrisi
  • Ayah manTAP!
  • Komunitas
  • VIP
  • Event
Masuk
    • Artikel
  • KehamilanKehamilan
  • AnakAnak
  • Perkembangan OtakPerkembangan Otak
  • Cari nama bayiCari nama bayi
  • Rangkaian EdukasiRangkaian Edukasi
  • TAPpediaTAPpedia
  • TAP RekomendasiTAP Rekomendasi
  • ParentingParenting
  • KesehatanKesehatan
  • Gaya HidupGaya Hidup
  • NutrisiNutrisi
  • Ayah manTAP!Ayah manTAP!
  • KomunitasKomunitas
  • VIPVIP
  • EventEvent
    • Komunitas
  • Jajak
  • Album
  • Makanan
  • Resep
  • Topik
  • Baca Artikel
    • Panduan
  • Pemantau Kehamilan
  • Pemantau Perkembangan Bayi
    • Hadiah
  • HadiahHadiah
  • Kontes
  • VIP ParentsVIP Parents
    • Lebih Banyak
  • Saran

Kebijakan PrivasiPedoman KomunitasPeta situs

Unduh aplikasi gratis kami

google play store
app store

Penelitian Tunjukkan Anak Rentan Alami Long COVID-19, Ini Gejalanya

Bacaan 4 menit
Penelitian Tunjukkan Anak Rentan Alami Long COVID-19, Ini Gejalanya

Waspada gejala long COVID-19 pada anak, apa saja?

Tak semata angka kematian yang tinggi, Indonesia juga harus mewaspadai risiko long covid pada anak. Ya, tidak hanya orang dewasa namun anak juga bisa mengalami COVID-19 dengan variasi gejala mulai dari ringan hingga berat.

Risiko Long Covid pada Anak

Sebagai informasi, long COVID-19 merupakan sebuah kondisi yang mana seseorang mengalami gejala COVID-19 ketika sudah dinyatakan negatif dan sembuh. Kondisi ini bisa dirasakan dalam waktu beragam, mulai dari mingguan bahkan berbulan-bulan lamanya.

Risiko Long Covid pada Anak

Akan tetapi, orang tersebut tidak lagi bisa menginfeksi orang lain. Mengutip BBC, sebuah penelitian yang dipublikasikan dalam Journal of American Medical Association mengobservasi keadaan 143 pasien COVID-19 yang dirawat di rumah sakit terbesar di Roma, Italia.

Hasilnya, sebanyak 87 persen pasien masih memiliki setidaknya satu gejala COVID-19 hampir dua bulan setelah mereka pulang. Bahkan, lebih dari setengah pasien tersebut masih mengalami kelelahan.

Aplikasi pelacak gejala COVID-19 yang digunakan oleh sekitar empat juta orang di Inggris juga menemukan hal yang sama. Sebanyak 12 persen orang dilaporkan masih mengalami gejala COVID-19 setelah 30 hari dinyatakan sembuh.

Lebih lanjut, Prof. Chris Brightling dari Universitas Leicester di Inggris sekaligus kepala penyidik PHOSP-COVID turut memeriksa kondisi kesehatan para penyintas COVID-19. Menurut pengamatannya, orang-orang dengan pneumonia kemungkinan besar memiliki kerusakan paru lebih banyak ketika mereka sembuh dari COVID-19.

Artikel terkait: Pemerintah Bagikan 3 Paket Obat COVID-19 Gratis, Ini Jenis dan Syaratnya

Penelitian lalu mengerucut dengan menyasar pasien anak-anak. Faktanya, banyak orangtua yang melaporkan bahwa anaknya memiliki efek jangka panjang kendati sudah sembuh dari COVID-19.

Studi berjudul “Children with long covid” menunjukkan bahwa lebih dari separuh anak-anak berusia antara 6-16 tahun yang tertular virus memiliki setidaknya satu gejala yang berlangsung lebih dari 120 hari.

Sebuah situs yakni longcovidkids.org membuat support group untuk orangtua yang memiliki anak dengan Long Covid. Long Covid Kids juga melakukan penelitian secara independen. Hasilnya, beberapa anak-anak yang terinfeksi memiliki gejala yang bertahan lama.

Risiko Long Covid pada Anak

Lebih detail, berikut gejala yang dirasakan anak jangka panjang:

  • Sakit tenggorokan
  • Nyeri sendi
  • Kelelahan
  • Sakit kepala
  • Nyeri dada
  • Timbul masalah pencernaan
  • Mual
  • Perubahan suasana hati
  • Pusing
  • Ruam
  • Depresi

Gejala tersebut dapat muncul beberapa minggu setelah infeksi awal, bahkan jika infeksi awal ringan atau tanpa gejala sekalipun. Adapun gejala dapat berubah seiring berjalannya waktu.

Hal ini diperkuat dengan penelitian awal berjudul “Post-COVID-19 Syndrome: The Persistent Symptoms at the Post-viral Stage of the Disease. A Systematic Review of the Current Data” menunjukkan bahwa hal itu juga dapat mempengaruhi anak-anak.

Dalam kasus ini, banyak anak dengan gejala ringan yang mengalami long COVID-19. Hingga kini, para peneliti masih bekerja untuk mengungkap penyebab long COVID-19 dan mengidentifikasi pendekatan pengobatan yang paling efektif pada anak.

Artikel terkait: 5 Jenis Vaksin COVID-19 untuk Ibu Hamil, Ini Aturan Pemberiannya

Melindungi Anak dari COVID-19

Risiko Long Covid pada Anak

Mengingat anak juga menjadi objek rentan tertular COVID-19, Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) menyerukan agar anak-anak tetap di rumah. Adalah hal yang bijak bagi orang dewasa yang baru kembali dari aktivitas di luar rumah untuk membersihkan semua peranti yang ia gunakan sebelum berinteraksi dengan anak.

Setelah itu, orang yang baru beraktivitas di luar rumah wajib mandi dan keramas sebelum mengadakan kontak dengan anak-anak dan bayi. Tak kalah penting, orangtua dianjurkan tidak membawa buah hatinya ke tempat umum seperti taman, pusat rekreasi, pusat perbelanjaan, pasar, tempat penitipan anak, tempat kursus, atau tempat lain yang sarat kerumunan.

Bilamana anak memang harus diajak ke luar rumah karena kepentingan mendesak, berikut protokol kesehatan yang patut dijalankan menurut IDAI:

  • Anak wajib didampingi orangtua atau pengasuhnya
  • Anak harus dijaga jarak fisiknya minimal dua meter dari orang lain
  • Anak usia 2-18 tahun dan orang dewasa wajib menggunakan masker
  • Jika dirasa penggunaan masker kurang optimal, bisa ditambahkan alat perlindungan diri yaitu face shield
  • Anak berusia di bawah 2 tahun perlu diberi barrier atau penghalang jika ada alat yang digunakan saat bepergian, misalkan kereta dorong dengan penutup
  • Jauhkan anak dari orang sakit
  • Mencuci tangan dengan air mengalir dan sabun sesering mungkin. Bila tidak menemukan air, bisa mengganti dengan membersihkan tangan menggunakan hand sanitizer
  • Hindari menyentuh mulut, mata, dan hidung

Parents, semoga informasi ini bermanfaat.

Artikel telah ditinjau oleh:
dr. Gita Permatasari
Dokter Umum dan Konsultan Laktasi

 

Baca juga:

Pandemi COVID-19 di Indonesia Memburuk, Kematian Anak Akibat Corona pun Tertinggi di Dunia!

28 Daftar Penyakit Komorbid yang Boleh Vaksinasi COVID-19, Catat!

Tak Lagi Jadi Standar Obat COVID-19, Ketahui Dosis dan Manfaat Oseltamivir

Cerita mitra kami
Rekomendasi Layanan Profesional yang Membantu Ibu Mengelola Rumah & Anak di 2026
Rekomendasi Layanan Profesional yang Membantu Ibu Mengelola Rumah & Anak di 2026
Wajib Tahu! Ini Mitos dan Fakta Makanan Peningkat Kecerdasan Menurut Dokter Anak
Wajib Tahu! Ini Mitos dan Fakta Makanan Peningkat Kecerdasan Menurut Dokter Anak
Asma Anak Tiba-tiba Kambuh? Ingat, Dokter Spesialis Anak Ada 24 Jam di Mayapada Hospital
Asma Anak Tiba-tiba Kambuh? Ingat, Dokter Spesialis Anak Ada 24 Jam di Mayapada Hospital
Pediatric Emergency Mayapada Hospital Siaga 24 Jam Tangani Kondisi Gawat Darurat Anak
Pediatric Emergency Mayapada Hospital Siaga 24 Jam Tangani Kondisi Gawat Darurat Anak

Parenting bikin pusing? Yuk tanya langsung dan dapatkan jawabannya dari sesama Parents dan juga expert di app theAsianparent! Tersedia di iOS dan Android.

img
Penulis

Erinintyani Shabrina Ramadhini

  • Halaman Depan
  • /
  • Info Sehat
  • /
  • Penelitian Tunjukkan Anak Rentan Alami Long COVID-19, Ini Gejalanya
Bagikan:
  • 8 Titik Pijat Refleksi Kaki dan Manfaatnya untuk Kesehatan

    8 Titik Pijat Refleksi Kaki dan Manfaatnya untuk Kesehatan

  • Cara Memijat Payudara agar Cepat Membesar yang Aman Dilakukan

    Cara Memijat Payudara agar Cepat Membesar yang Aman Dilakukan

  • Apakah Bisa Hamil Jika Sperma Tidak Keluar di Dalam? Ini Penjelasannya!

    Apakah Bisa Hamil Jika Sperma Tidak Keluar di Dalam? Ini Penjelasannya!

  • 8 Titik Pijat Refleksi Kaki dan Manfaatnya untuk Kesehatan

    8 Titik Pijat Refleksi Kaki dan Manfaatnya untuk Kesehatan

  • Cara Memijat Payudara agar Cepat Membesar yang Aman Dilakukan

    Cara Memijat Payudara agar Cepat Membesar yang Aman Dilakukan

  • Apakah Bisa Hamil Jika Sperma Tidak Keluar di Dalam? Ini Penjelasannya!

    Apakah Bisa Hamil Jika Sperma Tidak Keluar di Dalam? Ini Penjelasannya!

Beranda

Beranda

Dapatkan artikel seputar parenting, gaya hidup, opini pakar, di ujung jari Anda

Jajak

Jajak

Ikutan isi polling menarik, dan lihat apa yang orangtua lain pikirkan!

Album

Album

Bagikan foto orang-orang tersayang Anda di komunitas yang aman

Topik

Topik

Gabung di komunitas dengan sesama Bunda dan Ayah

Panduan

Panduan

Pantau kehamilan, dan juga perkembangan bayi Anda dari hari ke hari!

theAsianparent

Unduh aplikasi gratis kami

Google PlayApp Store

theAsianparent di seluruh dunia

Singapore flag
Singapore
Thailand flag
Thailand
Indonesia flag
Indonesia
Philippines flag
Philippines
Malaysia flag
Malaysia
Vietnam flag
Vietnam

Partner Brands

Rumah123VIP ParentsMama's ChoiceTAP Awards

© Copyright theAsianparent 2026 . All rights reserved

  • Tentang Kami
  • Kebijakan Privasi
  • Syarat dan Ketentuan
  • Peta situs
  • Fitur
  • Artikel
  • Beranda
  • Jajak

Kami menggunakan cookie agar Anda mendapatkan pengalaman terbaik. Pelajari LagiOke, Mengerti

Kami menggunakan cookie agar Anda mendapatkan pengalaman terbaik. Pelajari LagiOke, Mengerti