TAP top app download banner
theAsianparent
theAsianparent
Panduan ProdukKeranjang
  • Kehamilan
  • Anak
  • Perkembangan Otak
  • Cari nama bayi
  • Rangkaian Edukasi
  • TAPpedia
  • TAP Rekomendasi
  • Parenting
  • Kesehatan
  • Gaya Hidup
  • Nutrisi
  • Ayah manTAP!
  • Komunitas
  • VIP
  • Event
Masuk
    • Artikel
  • KehamilanKehamilan
  • AnakAnak
  • Perkembangan OtakPerkembangan Otak
  • Cari nama bayiCari nama bayi
  • Rangkaian EdukasiRangkaian Edukasi
  • TAPpediaTAPpedia
  • TAP RekomendasiTAP Rekomendasi
  • ParentingParenting
  • KesehatanKesehatan
  • Gaya HidupGaya Hidup
  • NutrisiNutrisi
  • Ayah manTAP!Ayah manTAP!
  • KomunitasKomunitas
  • VIPVIP
  • EventEvent
    • Komunitas
  • Jajak
  • Album
  • Makanan
  • Resep
  • Topik
  • Baca Artikel
    • Panduan
  • Pemantau Kehamilan
  • Pemantau Perkembangan Bayi
    • Hadiah
  • HadiahHadiah
  • Kontes
  • VIP ParentsVIP Parents
    • Lebih Banyak
  • Saran

Kebijakan PrivasiPedoman KomunitasPeta situs

Unduh aplikasi gratis kami

google play store
app store

Mengulik Lebih Dalam Sejarah Lenong, Wujud Perlawanan Rakyat Betawi

Bacaan 5 menit
Mengulik Lebih Dalam Sejarah Lenong, Wujud Perlawanan Rakyat Betawi

Tak harus dengan kekerasan, rakyat Betawi memilih melawan kolonial dengan pertunjukan kolosal.

Kesenian merupakan satu aspek yang erat kaitannya dengan masyarakat. Keanekaragaman yang kaya di Indonesia membuat setiap daerah di negeri ini memiliki ciri khas budayanya sendiri, tak terkecuali teater rakyat Betawi yang disebut Lenong.

Sejarah

Lenong merupakan salah satu teater tradisional dari Jakarta, tepatnya sandiwara rakyat Betawi menggunakan bahasa Indonesia dengan dialek betawi. Bermula dari wayang Abdul Muluk yang dijumpai di Riau dan Sumatra Utara pada 1886.

sejarah Lenong

Tontonan tersebut muncul dari rangsangan komedi parsi yang sedang populer di Malaysia dan pengaruh wayang Tiongkok yang saat itu dimainkan di Surabaya, Betawi, dan pesisir timur Sumatera.

Pertunjukan Wayang Abdul Muluk ini lalu dijumpai di Jakarta pada 1914. Merujuk laman Good News From Indonesia, seorang budayawan Betawi Syaiful Amri menuturkan kata lenong berawal dari teater yang bernama Pekyu dari Jawa Timur yang diadakan pada 1920-an.

Keberhasilan teater tersebut tak lepas dari hasil meminjam alias berutang. Berkat kesuksesannya, teater itu akhirnya ditiru oleh seorang Tiongkok bernama Lian Ong. Orang ini membuat sandiwara dengan memadukan pantun dan tari. Lama kelamaan terkenal dengan sandiwara Lian Ong yang berubah menjadi lenong.

Sejak tahun 1930, cerita lenong memperkenalkan lakon jagoan cerita rakyat daerah Jakarta yang dipelopori grup lenong “Si Ronda” dan “Curug”. (Bandem dan Sal Murgiyanto, 1996).

Lenong berkembang sejak akhir abad ke-19 atau awal abad ke-20. Kesenian teatrikal tersebut merupakan adaptasi masyarakat Betawi atas kesenian serupa seperti komedi bangsawan dan teater stambul yang sudah ada saat itu.

Artikel terkait: Kenali Lebih Dekat Rumah Adat Sumatera Utara, Warisan Budaya yang Mendunia

Ciri Khas Lenong

Mengulik Lebih Dalam Sejarah Lenong, Wujud Perlawanan Rakyat Betawi

Mulanya, teater tradisional nan unik ini diiringi alat musik tradisional Betawi seperti gambang kromong, drum, gong, dan kecrekan. Bahasa yang digunakan adalah melayu dialek Betawi.

Namun, berkembangnya zaman mengombinasikan bahasa Indonesia berdialek Betawi. Kini iringan musik gambang kromong semakin diramaikan dengan gendang, kempor, suling, dan kecrekan serta alat musik penuh unsur Tionghoa seperti tehyan, kongahyan, dan sukong.

Ketika baru berjaya, lenong dipertunjukkan dengan cara mengamen dari kampung ke kampung di udara terbuka tanpa panggung. Saat sandiwara berlangsung, salah seorang pemain akan mengitari penonton sambil meminta sumbangan secara sukarela.

Selanjutnya, barulah acara teater tradisional ini mulai diadakan di panggung hajatan semisal resepsi pernikahan. Memasuki awal Indonesia merdeka, lenong menjelma menjadi tontonan panggung.

Berbeda dengan teater jenis lain, lenong tidak menggunakan naskah atau plot lho. Jadi, jangan heran bila acara ini sering dimainkan semalaman suntuk. Adapun jumlah pemainnya tidak terbatas, tergantung kebutuhan ceritanya. Umumnya, setiap pertunjukkan biasanya bisa sampai melibatkan lebih dari 10 pemain.

Keunikan Panggung Teater Lenong

Dalam praktiknya, lenong memiliki ciri khas nan unik yaitu panggung berbentuk tapal kuda. Panggung ini ditata sedemikian rupa dengan dekorasi yang disebut seben.

Seben terdiri dari beberapa layer selebar 3×5 meter yang menyajikan berbagai macam corak.

Artikel terkait: 5 Fakta dan Sejarah Baju Cheongsam, Warisan Budaya China yang Mendunia

sejarah Lenong

Sumber: Good News From Indonesia

Pemain Lenong disebut panjak untuk pemain laki-laki dan ronggeng untuk pemain perempuan. Dikarenakan berasal dari Betawi, penonton akan digelitik oleh logat asli Betawi yang identik dengan ucapan kata terakhir berimbuhan e.

Sebut saja kenape, ape, atau sering diucapkan nape atau ngapa, siape yang juga lebih sering diucapkan sape, aje, dan lain sebagainya.

Oh ya, Parents jangan membayangkan pertunjukkan ini bakalan kaku ya. Saat sedang bersandiwara, para pemain aktif berinteraksi dengan penonton. Pemain tak sungkan bercanda demi mencairkan suasana. Tujuannya jelas, yaitu agar suasana meriah dan pesan moral tersampaikan kepada penonton.

Jenis Lenong

Sebagai informasi, lenong terbagi menjadi dua jenis yaitu Lenong Denes dan Lenong Preman dengan perbedaan dan ciri khasnya masing-masing.

Lenong Denes diperuntukkan untuk kalangan menengah ke atas dan genre ini biasanya bercerita mengenai kisah bangsawan atau kerajaan, hikayat lama yang berlangsung di istana dengan tokoh raja, putri, dan jin-jin.

Karena itulah, pakaian yang dikenakan para pemain rapi dan bahasa melayu diucapkan dengan intonasi halus. Selain itu, jenis ini biasanya dimainkan di gedung pertunjukan yang mumpuni.

Berbeda dengan Lenong Preman, genre ini ditujukan untuk kelas menengah ke bawah yang ingin menikmati hiburan. Sesuai namanya, genre lenong ini tergolong santai dan menggunakan pakaian sehari-hari masyarakat Betawi. Para pemain menggunakan bahasa Betawi pinggiran dan membawakannya dari kampung ke kampung.

Cerita mitra kami
Unilever Indonesia Ajak Gotong Royong untuk Lewati Masa Pandemi
Unilever Indonesia Ajak Gotong Royong untuk Lewati Masa Pandemi
Perbedaan Margarin VS Mentega
Perbedaan Margarin VS Mentega
5 Tips Menjadi Ibu Rumah Tangga yang Sukses dan Bahagia
5 Tips Menjadi Ibu Rumah Tangga yang Sukses dan Bahagia
Headliners Hadirkan Chaos Lab, Playground Imersif Pertama di Indonesia!
Headliners Hadirkan Chaos Lab, Playground Imersif Pertama di Indonesia!

Artikel terkait: Indahnya Alat Musik Gambus Khas Riau, Akulturasi Budaya Indonesia dan Timur Tengah

Humor Sebagai Kritik Sosial

sejarah Lenong

Sumber: laman Situ Babakan Betawi

Layaknya sebuah acara, Lenong khas Betawi juga memiliki susunan acara tersendiri. Sebelum sandiwara dimulai, dilakukan upacara khusus yang disebut ungkup berisikan pembacaan doa dan sesaji.

Setelah itu, dilakukan upacara sambutan yaitu sepik yang merupakan penjelasan lakon yang akan dipentaskan. Upacara sambutan ini diawali dengan nyanyian tradisional lagu persi untuk memperkenalkan perkumpulan lenong beserta personil yang akan pentas.

Tak lupa, para pemain juga memberikan ungkapan terima kasih kepada tuan rumah yang mengundang mereka. Barulah acara memasuki inti sandiwara yang dimainkan babak demi babak disisipi hal-hal yang bersifat humor dan diiringi musik.

Lawakan dan musik ini penanda pentas resmi dimulai. Para pemain masuk ke arena pertunjukan dari sebelah kiri lalu keluar dari sebelah kanan, sementara penonton melihat hanya dari bagian depan.

Humor Sindiran pada Penjajah

Adapun humor merupakan ciri khas yang sebenarnya sarat makna mendalam. Konon, kala itu masyarakat Betawi merasa sangat tertekan dengan penerapan sistem tanah partikelir yang berlaku pada masa pemerintahan Hindia Belanda.

Keberadaan tanah partikelir berawal tahun 1620 saat VOC menghadiahkan tanah di pedalaman Jakarta kepada para abdi, sahabat, dan peran pendukungnya. Namun, pada 1942 Jepang masuk dan tanah itu masih saja dicengkeram saudagar Eropa dan Tiongkok. Hal ini membuat masyarakat Betawi berang.

Pemberontakan pun muncul dan tetap tidak mengubah kondisi menjadi lebih baik. Masyarakat mulai tertekan, sehingga mereka melampiaskannya dalam wujud humor atau sindiran terhadap kondisi ekonomi dan sosial politik yang ada.

Apakah Parents pernah menyaksikan pertunjukkan lenong? Semoga informasi ini semakin menumbuhkan kecintaan Anda terhadap budaya Nusantara.

Baca juga:

Mengenal Gambang Kromong, Seni Orkes Betawi yang Dipengaruhi Budaya Tionghoa

7 Fakta Pulau Samosir dan Danau Toba, Pesona Alam dan Budayanya yang Memukau!

Sejarah, Filosofi hingga Makna Gerakan Tari Kecak Khas Bali

Parenting bikin pusing? Yuk tanya langsung dan dapatkan jawabannya dari sesama Parents dan juga expert di app theAsianparent! Tersedia di iOS dan Android.

img
Penulis

Erinintyani Shabrina Ramadhini

  • Halaman Depan
  • /
  • Warisan Budaya
  • /
  • Mengulik Lebih Dalam Sejarah Lenong, Wujud Perlawanan Rakyat Betawi
Bagikan:
  • 17 Jenis Alat Musik Tradisional Kalimantan yang Unik, Cek di Sini!

    17 Jenis Alat Musik Tradisional Kalimantan yang Unik, Cek di Sini!

  • 20 Ucapan Perayaan Hari Raya Galungan 2025, Lengkap dengan Maknanya

    20 Ucapan Perayaan Hari Raya Galungan 2025, Lengkap dengan Maknanya

  • 26 Contoh Cerita Rakyat Singkat dari Berbagai Daerah Indonesia

    26 Contoh Cerita Rakyat Singkat dari Berbagai Daerah Indonesia

  • 17 Jenis Alat Musik Tradisional Kalimantan yang Unik, Cek di Sini!

    17 Jenis Alat Musik Tradisional Kalimantan yang Unik, Cek di Sini!

  • 20 Ucapan Perayaan Hari Raya Galungan 2025, Lengkap dengan Maknanya

    20 Ucapan Perayaan Hari Raya Galungan 2025, Lengkap dengan Maknanya

  • 26 Contoh Cerita Rakyat Singkat dari Berbagai Daerah Indonesia

    26 Contoh Cerita Rakyat Singkat dari Berbagai Daerah Indonesia

Beranda

Beranda

Dapatkan artikel seputar parenting, gaya hidup, opini pakar, di ujung jari Anda

Jajak

Jajak

Ikutan isi polling menarik, dan lihat apa yang orangtua lain pikirkan!

Album

Album

Bagikan foto orang-orang tersayang Anda di komunitas yang aman

Topik

Topik

Gabung di komunitas dengan sesama Bunda dan Ayah

Panduan

Panduan

Pantau kehamilan, dan juga perkembangan bayi Anda dari hari ke hari!

theAsianparent

Unduh aplikasi gratis kami

Google PlayApp Store

theAsianparent di seluruh dunia

Singapore flag
Singapore
Thailand flag
Thailand
Indonesia flag
Indonesia
Philippines flag
Philippines
Malaysia flag
Malaysia
Vietnam flag
Vietnam

Partner Brands

Rumah123VIP ParentsMama's ChoiceTAP Awards

© Copyright theAsianparent 2026 . All rights reserved

  • Tentang Kami
  • Kebijakan Privasi
  • Syarat dan Ketentuan
  • Peta situs
  • Fitur
  • Artikel
  • Beranda
  • Jajak

Kami menggunakan cookie agar Anda mendapatkan pengalaman terbaik. Pelajari LagiOke, Mengerti

Kami menggunakan cookie agar Anda mendapatkan pengalaman terbaik. Pelajari LagiOke, Mengerti