Jangan asal, begini panduan beri lemak tambahan MPASI menurut dokter anak

Jangan asal, begini panduan beri lemak tambahan MPASI menurut dokter anak

Sebelum menambahkan lemak tambahan MPASI, pahami dulu panduan lengkapnya berikut ini

Sebagai orangtua tentu Parents ingin mencukupi kebutuhan nutrisi sejak anak memulai MPASI bukan? Parents memerhatikan komposisi makanan dengan cermat, seberapa banyak karbohidrat, protein juga termasuk lemak tambahan MPASI si kecil. Nah, sudahkah Parents tahu apa saja yang termasuk lemak tambahan untuk MPASI buah hati Anda?

Perlu diketahui, lemak tambahan ini berfungsi sebagai pengikat semua nutrisi makanan yang masuk ke dalam tubuh anak. Lemak sangatlah penting bagi tumbuh kembang bayi. Pertumbuhan badan dan otak lebih banyak didukung oleh lemak dalam asupannya. Karena lemak ini membantu membangun selubung myelin di sekitar syaraf di otak dan sumsum tulang belakang anak.

dr. Meta Hanindita SpA, Dokter Anak yang sering membagikan informasi mengenai tumbuh kembang dan kesehatan anak, menjelaskannya di akun instagram pribadinya (@metahanindita). Berikut ulasannya!

Artikel terkait: 4 Panduan MPASI menurut pakar gizi, jangan sampai terlewatkan Bun!

Lemak tambahan MPASI untuk si kecil

Jangan asal, begini panduan beri lemak tambahan MPASI menurut dokter anak

dr. Meta menjelaskan bahwa Air Susu Ibu (ASI) terdiri dari 50-60% lemak. Sehingga komposisi MPASI juga harus mengandung sekitar 50-60% lemak.

“Berbeda dengan orang dewasa yang harus menjaga makanan dari yang berminyak, anak justru butuh lemak dalam makanannya. Kenapa? 85% otak bayi terdiri dari lemak. Jadi jenis makanan boleh sama dengan orang dewasa, tapi komposisinya yang beda, ya,” tulis dr. Meta.

Dokter anak penulis buku Momyclopedia ini merujuk dari Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) yang menyatakan bahwa lemak penting sekali untuk asupan harian anak.

“Lemak penting pada makanan bayi dan anak karena lemak memberikan asam lemak esensial, memfasilitasi penyerapan vitamin larut lemak, dan meningkatkan densitas energi makanan, juga kualitas sensorik,” lanjut dr. Meta.

Bagaimana kalau lemak ini ditambahkan ke dalam MPASI? Apa yang akan terjadi pada anak? Dikatakan dr. Meta jika lemak ditambahkan pada MPASI,

“Tapi di sisi lain menurunkan densitas protein dan zat besi. Hal ini meningkatkan defisiensi mikronutrien kecuali diberikan fortifikasi. Artinya, pemberian lemak PENTING. Tapi protein hewani juga ga kalah pentingnya,” tukas dr. Meta.

lemak tambahan mpasi

Contoh lemak tambahan MPASI

Lemak tambahan MPASI bisa didapatkan dari minyak (seperti minyak kedelai dan minyak kelapa) dan lemak (margarin, butter, ghee) adalah sumber energi. Tambahkan 1 sendok ke MPASI untuk menambah energi dalam volume kecil.

“Pada prinsipnya, yang dianjurkan oleh WHO adalah locally available (dan affordable). Apa yang tersedia di sekitar kita aja boleh kok. Butter yang tertulis bukan unsalted butter. Artinya salted butter juga boleh2 aja kok, selama garam dari sumber lain juga diperhatikan.

Misalnya dalam membuat MPASI sudah pakai garam mungkin biar ga terlalu banyak natriumnya (dan ga keasinan juga rasanya), boleh pakai unsalted butter. Tapi kalau memang bikin MPASI sudah ga pakai garam, salted butter juga boleh kok,” jelas dr. Meta.

Jangan asal, begini panduan beri lemak tambahan MPASI menurut dokter anak

Energi juga tak kalah penting harus dimasukkan kedalam asupan MPASi hariannya. Masih merujuk dari WHO, dr. Meta menyarankan beberapa hal untuk membuat MPASI buah hati penuh asupan energi.

“Untuk membuat MPASI dengan sumber energi tinggi, atau mengentalkan bubur yang terlalu cair, bisa dilakukan beberapa cara: 1. Ganti air dengan susu saat membuat bubur. 2. Tambahkan sumber energi ekstra misalnya susu bubuk (formula), gula atau margarin ghee (butter yang sering dipakai di India) atau selai kacang. 3. Tambahkan makanan berminyak (boleh ditumis/digoreng) Jadi bayi boleh makan gorengan? Boleh banget justru dianjurkan,” tulis dr. Meta lagi.

Artikel terkait: Bolehkah menggunakan EVOO untuk MPASI? ini penjelasannya!

Kesimpulan

Jangan asal, begini panduan beri lemak tambahan MPASI menurut dokter anak

Terakhir, dr. Meta menambahkan beberapa kesimpulan, agar Parents dapat mengambil garis besar dari penjelasan lemak tambahan MPASI, berikut diantaranya:

  • Kebutuhan nutrisi anak berbeda dengan dewasa. Jenis makanan yang diberikan boleh sama, tapi komposisinya berbeda.
  • Komposisi MPASI yang baik dibuat menyerupai komposisi makanan terbaik untuk anak yaitu ASI.
  • Lemak sangat penting untuk pertumbuhan dan perkembangan anak, karena 85% otak anak terdiri dari lemak.
  • Bayi sejak 6 bulan boleh diberi MPASI yang mengandung santan atau gorengan seagai sumber lemak.
  • Selain digunakan untuk menggoreng atau menumis, minyak juga bisa langsung ditambahkan pada MPASI sekitar satu sendok teh.
  • Pilihlah sumber lemak yang mudah dicari dan terjangkau. Karena tidak harus membeli yang mahal dan produk import.
  • Kalau dibilang EVOO dan ELOO terbaik karena karena sangat kaya omega-3, ini salah. Bisa dilihat lagi, justru minyak canola dan minyak kedelai lebih tinggi.
  • Salted butter juga boleh digunakan, bukan hanya unsalted butter. Pertimbangkan juga sumber natrium dari makanan lain.
  • Minyak kelapa boleh diguunakan untuk menggoreng MPASI. Sebaiknya jangan menggunakan minyak yang sudah berulang kali dipakai.
  • Ghee juga boleh dipakai, tapi kembali lagi dengan anjuran WHO, yang merekomendasikan bahan yang mudah dicari, tersedia di lokasi lokal dan terjangkau.

“Intinya sih, sebetulnya ga perlu dibuat ribet. Pakai aja apa yang ada. Ingat, yang mahal belum tentu yang terbaik. Tapi kalau sampai memaksakan diri demi yang katanya terbaik (padahal engga), kan sayang banget,” tutup dr. Meta.

Nah, Parents bagimana? apakah sudah tercerahkan dengan penjelasan dr. Meta mengenai lemak tambahan MPASI ini? Parents bisa menggunakan bahan yang mudah didapatkan, bahkan bisa menggunakan minyak kelapa untuk tambahan lemak. Asalkan minyak tersebut tidak dipakai berulang kali ya.

Semoga informasi ini bermanfaat untuk Parents! Semangat menjadi koki terbaik buah hati, ya.

Referensi: Instagram dr. Meta

Baca juga

4 Panduan MPASI menurut pakar gizi, jangan sampai terlewatkan Bun!

Parenting bikin pusing? Yuk tanya langsung dan dapatkan jawabannya dari sesama Parents dan juga expert di app theAsianparent! Tersedia di iOS dan Android.

app info
get app banner