Ketahui gejala Laringomalasia, penyebab bayi sulit bernapas dan susah makan

Ketahui gejala Laringomalasia, penyebab bayi sulit bernapas dan susah makan

Beberapa kondisinya bisa mengganggu tumbuh kembang bayi, waspada gejala dan penanganannya!

“Anakku sakit, dia seringkali mengeluarkan suara grok-grok, tidak hilang-hilang. Setelah dicek ternyata dia mengalami laringomalasia,” ujar salah seorang Bunda M bercerita di Aplikasi TheAsianparent.

Sang Bunda awalnya merasa curiga karena buah hatinya tersebut memiliki berat badan yang sulit naik. Terlebih saat usianya 1 bulan, si kecil sempat dirawat di NICU karena mengalami pneumonia.

“Kira-kira ada yang pernah anaknya terkena laringomalasia tidak? Sampai dadanya masuk kedalam. BB lahir 2.5 sekarang 4 bulan BBnya 4.1 susah naik beratnya.” ujarnya kembali.

Artikel terkait : Kisah Parents, “Saya pikir hanya demam biasa, ternyata anak saya kena bronkopneumonia”

Apa itu Laringomalasia?

laringomalasia

Parents, waspadai berbagai gejala laringomalasia pada bayi

Parents, kondisi ini rupanya merupakan kelainan bawaan yang menyebabkan terganggu atau terlambatnya pertumbuhan jaringan laring. Hal ini bisa berakibat pada jaringan-jaringan sekitar menjadi lemah dan menutup sebagian jalan napas.

Keparahan kondisi ini pada bayi bisa beragam. Pada kebanyakan kasus, ini bukanlah hal yang serius karena biasanya ada kemungkinan laring akan tumbuh seiring berjalannya waktu. Menurut dr. Delvira Parinding dari Alodokter, kurang lebih 90% kasus penyakit ini bisa mengalami perbaikan saat si kecil berusia 20-24 bulan.

Namun pada kondisi lainnya, laringomalasia bisa menyebabkan bayi mengalami kesulitan makan, bernapas, hingga akhirnya menyebabkan si kecil sulit untuk menaikkan berat badan. Seperti pada kasus bayi Bunda M, penanganan yang baik harus segera dilakukan.

Berbagai gejalanya

Bila si kecil mengalami kondisi ini saat ia lahir, gejalanya bisa terlihat lebih jelas dalam beberapa minggu pertama. Di sisi lain, sebagian besar anak akan mengalami kondisi ini saat usianya 18-20 bulan. Beberapa gejala yang bisa diamati, antara lain:

  • Suara napasnya terdengar dan berisik seperti bunyi ‘grok-grok’
  • Bayi mengalami mengi saat menarik napas
  • Suara napas menjadi lebih buruk ketika bayi gelisah, menangis, saat menyusui, maupun ketika tidur telentang
  • Mengalami sleep apnea
  • Sering menarik leher dan dada setiap kali bernapas
  • Kulit membiru atau kondisi sianosis
  • Mengalami kesulitan makan
  • Seringkali tersedak saat makan
  • Penambahan berat badan yang parah
  • Mengalami Gastroesophageal reflux seperti mudah muntah

Artikel terkait : Parents perlu tahu! Ini perbedaan batuk biasa dan pneumonia pada bayi

Kapan Parents perlu khawatir?

Ketahui gejala Laringomalasia, penyebab bayi sulit bernapas dan susah makan

Sebaiknya segera hubungi dokter bila mengalami kondisi yang Bunda M juga pernah alami. Selain itu, beberapa gejala lain yang patut mendapatkan pertolongan medis segera adalah :

  • Bibir berubah menjadi biru dan napasnya terdengar berisik
  • Si kecil berhenti bernapas selama lebih dari 10 detik
  • Leher atau dada nampak tertarik setelah dibangunkan

Beberapa upaya yang disarankan

Pada kondisi Laringomalasia yang normal, biasanya operasi tidak sampai dilakukan. Dr. Delvira mengungkapkan bahwa memang kasus dan pola pertumbuhan anak bisa berbeda-beda sehingga perlu dievaluasi per orangnya.

Namun, ia menuturkan bahwa bayi yang mengalami kondisi ini hendaknya diperhatikan kebutuhan dan cara pemberian ASI. Beberapa upaya yang bisa dilakukan, antara lain:

  • Posisikanlah si kecil tegak saat jeda minum ASI, hal ini dilakukan agar penapasannya bisa lebih sesuai.
  • Setelah si kecil merasa kenyang, sebaiknya jangan langsung membaringkannya agar tidak terjadi refluks ASI.
  • Sebaiknya, tunggu si kecil sampai sendawa atau mengeluarkan gumoh.

Bila sudah mempraktikkan beberapa hal di atas ditambah si kecil menunjukkan gejala berbahaya, sebaiknya segera konsultasikan ke dokter. Saat evaluasi dilakukan dan hasil menunjukkan bahwa kondisinya ini memengaruhi tumbuh kembang, dokter biasanya akan mempertimbangkan untuk melakukan operasi supraglottoplasty.

Untuk mendiagnosis kondisi ini biasanya dokter akan melakukan rontgen leher, fluoroskopi jalan nafas, Microlaryngoscopy and bronchoscopy (MLB), Esophagogastroduodenoscopy (EGD) and pH probe, serta Functional endoscopic evaluation of the swallow (FEES)

Operasi supraglottoplasty

Ketahui gejala Laringomalasia, penyebab bayi sulit bernapas dan susah makan

Menurut dr. Delvira, mekanisme operasi ini ialah dengan melakukan pemotongan sebagian jaringan yang menutup jalan napas. Namun, operasi ini sebetulnya tidak akan menghilangkan sepenuhnya napas bising.

Beberapa kondisi akan dapat terbantu, seperti :

  • Meningkatkan kemampuan menelan pada si kecil
  • Mengurangi kemungkinan  apnea atau pernapasan yang terhenti
  • Membantu menambah berat badan anak
  • Mengurangi keparahan gejala lainnya

Nah Parents, dari kasus yang dialami Bunda M sebaiknya kita waspada dan cepat tanggap. Bila si kecil mengalami berbagai gejala di atas sebaiknya segera periksakan ke dokter, ya.

Sumber : Aplikasi TheAsianparent, Children Hospital of Philadelphia, Alodokter

Baca Juga :

Pneumonia pada bayi bisa berbahaya, waspadai gejalanya berikut!

Parenting bikin pusing? Yuk tanya langsung dan dapatkan jawabannya dari sesama Parents dan juga expert di app theAsianparent! Tersedia di iOS dan Android.

app info
get app banner