TAP top app download banner
theAsianparent
theAsianparent
Panduan ProdukKeranjang
  • Kehamilan
  • Anak
  • Ramadan MomTAP
  • Event
  • Perkembangan Otak
  • Cari nama bayi
  • Rangkaian Edukasi
  • TAPpedia
  • TAP Rekomendasi
  • Parenting
  • Kesehatan
  • Gaya Hidup
  • Nutrisi
  • Ayah manTAP!
  • Komunitas
  • VIP
Masuk
    • Artikel
  • KehamilanKehamilan
  • AnakAnak
  • Ramadan MomTAPRamadan MomTAP
  • EventEvent
  • Perkembangan OtakPerkembangan Otak
  • Cari nama bayiCari nama bayi
  • Rangkaian EdukasiRangkaian Edukasi
  • TAPpediaTAPpedia
  • TAP RekomendasiTAP Rekomendasi
  • ParentingParenting
  • KesehatanKesehatan
  • Gaya HidupGaya Hidup
  • NutrisiNutrisi
  • Ayah manTAP!Ayah manTAP!
  • KomunitasKomunitas
  • VIPVIP
    • Komunitas
  • Jajak
  • Album
  • Makanan
  • Resep
  • Topik
  • Baca Artikel
    • Panduan
  • Pemantau Kehamilan
  • Pemantau Perkembangan Bayi
    • Hadiah
  • HadiahHadiah
  • Kontes
  • VIP ParentsVIP Parents
    • Lebih Banyak
  • Saran

Kebijakan PrivasiPedoman KomunitasPeta situs

Unduh aplikasi gratis kami

google play store
app store

Politisi Malaysia: Korban Perkosaan Akan Bahagia Jika Nikahi Pemerkosanya sekalipun Mereka adalah Anak-Anak

Bacaan 4 menit
Politisi Malaysia: Korban Perkosaan Akan Bahagia Jika Nikahi Pemerkosanya sekalipun Mereka adalah Anak-Anak

Seorang politisi Malaysia membuat sebuah peryataan kontroversial yang membuat darah siapapun mendidih: Sebaiknya korban pemerkosaan dinikahi pemerkosa dan menyetujui pernikahan anak.

Sebuah pernyataan kontroversial dan membuat marah banyak orang keluar dari politisi Malaysia, Datuk Shabudin Yahya. Tak cukup mengatakan korban pemerkosaan sebaiknya dinikahi pemerkosanya, Anggota DPR dari Tasek Gelugor Penang ini bahkan juga mengatakan bahwa anak-anak usia 9-12 tahun sebenarnya sudah siap secara fisik maupun spiritual untuk menikah.

“Pada usia 9-12 tahun, seorang anak sudah mencapai pubertas. Penampakan dan kemampuan fisiknya sudah mirip dengan perempuan usia 18 tahun,” ujar Shabudin Yahya pada Dewan Rakyat yang dikutip oleh laman NST.

korban pemerkosaan

Politisi Malaysia berkata jika korban pemerkosaan harus dinikahi oleh si pelakunya.

Sedangkan, seorang wanita korban perkosaan akan jadi seorang istri bahagia tanpa masa depan yang suram jika si pemerkosa menikahi korban pemerkosaan.

“Perempuan yang diperkosa itu kalau dinikahi pemerkosanya, maka setidaknya akan ada yang mau menjadi suaminya. Ini akan menyelesaikan problematika di masyarakat nantinya,” jelasnya saat pembahasan rapat anggaran pelanggaran seksual anak.

Artikel terkait : Menjijikkan! Balita usia 3 tahun mengalami pelecehan seksual oleh pamannya sendiri

Pernikahan antara korban pelecehan seksual dengan pelaku dianggap sebagai solusi terbaik

Tak cukup sampai di sana, Shabudin juga berkata bahwa tak ada jaminan bahwa pelaku pelecehan seksual selamanya akan menjadi orang jahat terus menerus.

Ia berkata, “Mungkin orang tersebut (pemerkosa -red) nantinya akan menyesal dan bertaubat. Lebih baik jika masih ada orang yang mau bertaubat daripada orang yang tidak mau bertaubat sama sekali.”

Menurutnya, kita tidak boleh berasumsi bahwa seseorang akan menjadi orang jahat terus-terusan. Karena itulah pernikahan adalah salah satu solusi yang bisa dijalankan oleh orang-orang seperti itu.

korban pemerkosaan

Pernikahan antara korban dan pelaku pemerkosaan dianggap sebagai jalan keluar terbaik

Penyataan kontroversial yang mengundang kemarahan banyak orang tersebut adalah untuk merespon pengajuan anggaran anggota parlemen Malaysia asal Kulai bernama Teo Nie Ching yang mengusulkan adanya pembatalan pernikahan di bawah umur.

Di Malaysia, hukum dibolehkan atau tidaknya pernikahan anak sedang digodok. Sedangkan, bagi hukum syariah Malaysia, pernikahan anak di bawah umur dapat disahkan oleh pengadilan syariah jika mendapatkan izin dari orangtua anak maupun walinya. Hal ini menyebabkan adanya banyak peristiwa ‘kawin paksa’ yang menimpa perempuan dan anak.

Artikel terkait : Pelecehan seksual di jalan dengan modus remas payudara, peringatan agar wanita selalu waspada!

Di Indonesia, pernikahan anak sudah diatur oleh hukum yang berlaku

Sedangkan, dalam undang-undang pernikahan Republik Indonesia, pernikahan anak dianggap sah di mata hukum. Karena batas minimal usia lelaki menikah adalah 19 tahun sedangkan batas untuk perempuan minimal adalah 16 tahun. Sedangkan pasal lainnya memuat hal bahwa anak yang menikah di bawah usia 21 tahun harus mendapat izin dari orangtua.

Padahal, di dalam Pasal 1 ayat 1 UU tentang Perlindungan Anak disebutkan, ‘Anak adalah seseorang yang belum berusia 18 (delapan belas) tahun, termasuk anak yang masih dalam kandungan.’

Sudah banyak lembaga seperti Komnas Perempuan, PBNU (Pengurus Besar Nahdlatul Ulama), dan Komnas Anak yang mengajukan revisi UU Pernikahan No. 1 tahun 1974 tentang batasan usia pernikahan tersebut.

korban pemerkosaan

Namun hingga kini pemerintah masih belum membaha hal tersebut lebih jauh. Sehingga pasal tersebut masih berlaku hingga saat ini.

Di beberapa daerah Indonesia pun, masih banyak terjadinya praktek yang memaksa korban pemerkosaan untuk menikahi pemerkosanya sebagai solusi atas rasa malu. Hal ini misalnya terjadi pada Sitok Srengege, sastrawan yang menghamili seorang mahasiswa Universitas Indonesia dan sempat menawarkan pernikahan sebagai ‘jalan damai’ saat mahasiswi tersebut hamil.

Artikel terkait : 7 Tips Melindungi Anak dari Pelecehan Seksual Menurut Dokter Anak yang Juga Seorang Ibu

Padahal, dengan pelaku menikahi korban pelecehan seksual, bisa jadi itu menjadi sebuah solusi buruk, karena korban memang memiliki rasa trauma dengan apa yang telah dialaminya. Selain memang hal itu karena dipaksa pihak lain yang mengatasnamakan jalan damai atau sejenisnya.

Jangan ada lagi korban pemerkosaan yang terpaksa menikahi pemerkosanya. Jangan ada lagi pernikahan anak di bawah umur. Semoga anak-anak kita terhindar dari hal-hal seperti itu.

Selalu lindungi anak kita dari para predator ya, Bun!

Baca juga:

Parents, Cetak Kartu Keamanan Tubuh Anak Ini Sebagai Upaya Mencegah Kekerasan Seksual Terjadi Padanya

Cerita mitra kami
Sahur Jadi Fondasi Kuat Puasa Seharian, Energen Gelar Kajian Ramadan di Masjid Istiqlal
Sahur Jadi Fondasi Kuat Puasa Seharian, Energen Gelar Kajian Ramadan di Masjid Istiqlal
Beeme Indonesia Perkenalkan Bee Gentle Lotion, Inovasi Perawatan Kulit Harian untuk Mendukung Kesejahteraan Ibu dan Anak Indonesia
Beeme Indonesia Perkenalkan Bee Gentle Lotion, Inovasi Perawatan Kulit Harian untuk Mendukung Kesejahteraan Ibu dan Anak Indonesia
Serunya Taisho Travel Tale, Eksplor Jakarta Sambil Belajar dan Bermain!
Serunya Taisho Travel Tale, Eksplor Jakarta Sambil Belajar dan Bermain!
Rahasia Si Kecil Bebas Bergerak dan Tumbuh Kembang Optimal, Cek di Sini!
Rahasia Si Kecil Bebas Bergerak dan Tumbuh Kembang Optimal, Cek di Sini!

Parenting bikin pusing? Yuk tanya langsung dan dapatkan jawabannya dari sesama Parents dan juga expert di app theAsianparent! Tersedia di iOS dan Android.

img
Penulis

Syahar Banu

  • Halaman Depan
  • /
  • Berita Terkini
  • /
  • Politisi Malaysia: Korban Perkosaan Akan Bahagia Jika Nikahi Pemerkosanya sekalipun Mereka adalah Anak-Anak
Bagikan:
  • Begini Syarat, Prosedur, dan Biaya Pembuatan SKCK Online

    Begini Syarat, Prosedur, dan Biaya Pembuatan SKCK Online

  • Sahur Jadi Fondasi Kuat Puasa Seharian, Energen Gelar Kajian Ramadan di Masjid Istiqlal
    Cerita mitra kami

    Sahur Jadi Fondasi Kuat Puasa Seharian, Energen Gelar Kajian Ramadan di Masjid Istiqlal

  • Beeme Indonesia Perkenalkan Bee Gentle Lotion, Inovasi Perawatan Kulit Harian untuk Mendukung Kesejahteraan Ibu dan Anak Indonesia
    Cerita mitra kami

    Beeme Indonesia Perkenalkan Bee Gentle Lotion, Inovasi Perawatan Kulit Harian untuk Mendukung Kesejahteraan Ibu dan Anak Indonesia

  • Begini Syarat, Prosedur, dan Biaya Pembuatan SKCK Online

    Begini Syarat, Prosedur, dan Biaya Pembuatan SKCK Online

  • Sahur Jadi Fondasi Kuat Puasa Seharian, Energen Gelar Kajian Ramadan di Masjid Istiqlal
    Cerita mitra kami

    Sahur Jadi Fondasi Kuat Puasa Seharian, Energen Gelar Kajian Ramadan di Masjid Istiqlal

  • Beeme Indonesia Perkenalkan Bee Gentle Lotion, Inovasi Perawatan Kulit Harian untuk Mendukung Kesejahteraan Ibu dan Anak Indonesia
    Cerita mitra kami

    Beeme Indonesia Perkenalkan Bee Gentle Lotion, Inovasi Perawatan Kulit Harian untuk Mendukung Kesejahteraan Ibu dan Anak Indonesia

Beranda

Beranda

Dapatkan artikel seputar parenting, gaya hidup, opini pakar, di ujung jari Anda

Jajak

Jajak

Ikutan isi polling menarik, dan lihat apa yang orangtua lain pikirkan!

Album

Album

Bagikan foto orang-orang tersayang Anda di komunitas yang aman

Topik

Topik

Gabung di komunitas dengan sesama Bunda dan Ayah

Panduan

Panduan

Pantau kehamilan, dan juga perkembangan bayi Anda dari hari ke hari!

theAsianparent

Unduh aplikasi gratis kami

Google PlayApp Store

theAsianparent di seluruh dunia

Singapore flag
Singapore
Thailand flag
Thailand
Indonesia flag
Indonesia
Philippines flag
Philippines
Malaysia flag
Malaysia
Vietnam flag
Vietnam

Partner Brands

Rumah123VIP ParentsMama's ChoiceTAP Awards

© Copyright theAsianparent 2026 . All rights reserved

  • Tentang Kami
  • Kebijakan Privasi
  • Syarat dan Ketentuan
  • Peta situs
  • Fitur
  • Artikel
  • Beranda
  • Jajak

Kami menggunakan cookie agar Anda mendapatkan pengalaman terbaik. Pelajari LagiOke, Mengerti

Kami menggunakan cookie agar Anda mendapatkan pengalaman terbaik. Pelajari LagiOke, Mengerti