Mengenal 4 alat kontrasepsi pria, mana paling ampuh cegah kehamilan?

Mengenal 4 alat kontrasepsi pria, mana paling ampuh cegah kehamilan?

Ada 4 jenis alat kontrasepsi pria yang dapat menjadi pilihan, apa saja?

Beragam alasan membuat pasangan modern memilih menunda kehamilan untuk tatanan keluarga lebih baik. Berbagai pilihan tersedia salah satunya dengan menggunakan alat kontrasepsi. Biasanya identik dengan wanita, lantas bagaimana dengan popularitas alat kontrasepsi pria?

Alat kontrasepsi pria dengan pro kontra di baliknya
1. Kondom

alat kontrasepsi pria

Kondom menjadi jenis alat kontrasepsi yang banyak beredar di pasaran. Bahkan, seiring perkembangan zaman sudah tersedia kondom dengan tekstur dan variasi rasa yang akan menimbulkan sensasi berbeda saat berhubungan intim.

Selain mudah didapat, cara pemakaian yang praktis dan harga terjangkau menjadi nilai plus lain alat kontrasepsi satu ini.

Kendati tidak 100%, penggunaan kondom diklaim efektif mencegah kehamilan. Dengan catatan tentu jika Anda menggunakannya dengan benar.

Di samping itu, kondom juga dapat melindungi penggunanya dari risiko tertular penyakit seksual.

Walaupun begitu, nyatanya banyak pria yang enggan menggunakan kondom karena dinilai menurunkan risiko kenikmatan dalam berhubungan seksual. Beberapa bahan kondom juga ada yang membuat pria tak nyaman dan menimbulkan gatal di kulit.

2. Vasektomi

Vasektomi merupakan metode yang sangat efektif mencegah kehamilan. Saat menjalani prosesur ini, saluran vasdeferens pada testis akan diikat sehingga sperma tidak bercampur dengar air mani. (Lihat Video Prosedur Vasektomi)

Pada kondisi normal, sperma yang keluar akan terserap oleh tubuh sehingga tidak akan membuahi sel telur.

Perlu diingat metode ini bersifat permanen, dengan kata lain pria tak akan bisa membuahi sel telur seumur hidupnya. Untuk itu, metode ini disarankan bagi pasangan yang tidak berencana memiliki anak lagi.

Jangan khawatir karena vasektomi tidak berpengaruh signifikan terhadap gairah seks, kemampuan ereksi, orgasme maupun ejakulasi. Yang membedakan adalah tak akan terjadi kebobolan saat bercinta dengan pasangan.

Mengingat ini adalah prosedur operasi, akan ada efek samping seperti pembengkakan, perdarahan, infeksi dan komplikasi lain. Namun, hal ini tergolong kasus langka yang jarang terjadi.

Anda juga akan diharuskan menggunakan alat kontrasepsi lain selama tiga bulan usai tindakan, dengan tujuan mencegah sisa sperma yang masih tersisa membuahi sel telur.

Artikel terkait: Ayah Tidak Suka Kondom/Bunda Anti Minum Pil? Ini Alternatif KB lainnya

3. Suntik testosteron sebagai alat kontrasepsi pria

Tak banyak yang tahu, selain berperan dalam gairah seksual pria testosteron juga bisa menjadi alat kontrasepsi priapilihan. Injeksi akan disuntikkan di bokong pria untuk meminimalisir hingga menekan produksi sperma.

Namun, metode ini masih diteliti lebih jauh. Riset yang dilakukan di Tiongkok yang melibatkan sejumlah pria menemukan, sebagian besar dari mereka memiliki kadar sperma sedikit dan tidak terjadi kehamilan setelah tindakan ini.

Berbagai efek samping juga dirasakan, antara lain timbulnya jerawat dan perubahan gairah seksual.

4. Pil kontrasepsi

alat kontrasepsi pria

Populer di kalangan wanita, kini pil kontrasepsi juga menjadi pilihan alat kontrasepsi pria.

Penelitian yang dilakukan di Wolverhampton University, Inggris menjadi pelopor pengembangan pil kontrol kehamilan untuk pria.

Saat diminum, senyawa peptida yang ada di dalam pil akan menghentikan gerakan sperma dalam sementara waktu agar tidak berenang mencapai sel telur.

Menurut Profesor John Howl selaku peneliti utama proyek, pil akan bekerja efektif jika diminum beberapa saat sebelum berhubungan seksual. Pil ini tidak meninggalkan efek samping apapun dan jika tidak dikonsumsi maka kesuburan pria akan kembali normal.

Coitus interruptus

Selain 4 hal di atas, ada metode lain mencegah kehamilan, yaitu Coitus Interruptus. Akrab disebut senggama terputus, metode ini dipilih sebagai cara alami bagi pria yang malas menggunakan alat atau melakukan prosedur kontrasepsi medis lainnya.

Saat berhubungan intim, pria akan menarik keluar penis dari vagina sesaat sebelum ejakulasi. Tujuannya tentu saja mencegah sperma memasuki vagina dan terjadi pembuahan.

Kendati banyak menjadi andalan pasangan muda, cara ini bukan berarti menghalangi kehamilan sepenuhnya. Misalnya, saat pria kurang cepat mengeluarkan penis sehingga besar kemungkinannya sperma sudah mengalir memasuki vagina.

Kontak langsung antar alat kelamin juga memungkinkan seseorang untuk terkena infeksi menular seksual.

 

Terlepas dari kelebihan dan kekurangannya, pilihlah alat kontrasepsi sesuai kebutuhan. Efektivitas tentu akan terlihat jika penggunaan dilakukan dengan tepat. Bagaimana dengan Parents?

 

Referensi : WebMD, The Telegraph

Baca juga :

13 Alat Kontrasepsi Kuno yang Digunakan Orang Pada Zaman Dahulu

Parenting bikin pusing? Yuk tanya langsung dan dapatkan jawabannya dari sesama Parents dan juga expert di app theAsianparent! Tersedia di iOS dan Android.

app info
get app banner