KMS atau Kartu Menuju Sehat adalah kartu yang memuat kurva pertumbuhan normal anak berdasarkan indeks antropometri berat badan menurut umur (BB/U) dan berdasarkan jenis kelamin. Bagaimana dengan KMS bayi perempuan, apa bedanya dengan bayi laki-laki?
Simak penjelasan lengkapnya di bawah ini, Parents.
Apa Saja Isi dari KMS?
Isi dari KMS atau Kartu Menuju Sehat adalah catatan perkembangan berat, tinggi, serta berbagai hal yang bertujuan untuk memantau kesehatan bayi dan anak. Hasil pencatatan di KMS juga bisa digunakan untuk mendeteksi ada tidaknya gangguan pertumbuhan anak, seperti mengarah ke gizi kurang, gizi lebih, hingga obesitas.
Berikut adalah isi catatan data dalam KMS untuk menentukan status pertumbuhan anak:
- Nama dan usia anak
- Tanggal pengukuran berat badan
- Berat badan anak dalam kilogram yang kemudian akan dilihat pola dan grafiknya
- Standar kenaikan berat badan sesuai usia
- Checklist pemberian ASI eksklusif
- Hasil status pertumbuhan, yaitu naik (N) atau tidak naik (T)
Catatan pada KMS, baik itu tentang berat dan tinggi badan anak, sebaiknya diukur langsung oleh kader atau tenaga kesehatan. Dengan adanya pencatatan berkala, tumbuh kembang anak bisa terpantau dengan baik dan gangguan kesehatan bisa dideteksi sedini mungkin.
KMS bisa ditemukan di fasilitas kesehatan atau posyandu. Ada beberapa jenis KMS, yaitu KMS untuk balita, yang bisa ditemukan di buku Kesehatan Ibu dan Anak (KIA), serta KMS anak tingkat sekolah dasar. Selain itu, KMS juga bisa diakses secara online.
Apa Perbedaan KMS Bayi Perempuan dengan Bayi Laki-Laki?
KMS bayi perempuan berwarna merah muda
KMS bayi perempuan berwarna merah muda, sementara untuk laki-laki berwarna biru. Tidak ada perbedaan data yang harus diisi untuk KMS bayi perempuan dan laki-laki, yaitu mencatat empat komponen: umur, berat badan, tinggi badan, dan jenis kelamin.
Pemantauan pertumbuhan balita usia 0–60 bulan dilakukan dengan mencatat berat badan sesuai umur dan jenis kelamin.
Apa Arti Warna Hijau, Kuning, dan Merah pada KMS?
Arti warna hijau, kuning, dan merah pada KMS adalah sebagai berikut:
- Garis hijau, batas garis pertumbuhan normal
- Garis merah, batas garis pertumbuhan yang menandakan gizi kurang
- Garis oranye, batas garis pertumbuhan yang menandakan gizi lebih
Setelah bayi ditimbang berat badannya, tenaga kesehatan akan memberikan titik pada KMS, sesuai dengan hasil timbangan dan usia anak. Titik tersebut dihubungkan dengan titik hasil pengukuran pada bulan sebelumnya dengan menggambar sebuah garis sehingga akan membentuk grafik.
Parents, penilaian bisa dilihat dari grafik, apakah mengikuti garis hijau (garis pertumbuhan normal), memotong garis pertumbuhan dan mengarah ke garis oranye (gizi lebih), atau merah (gizi kurang).
Pada KMS balita, jika hasil grafik menunjukkan kategori tidak naik, di atas garis oranye, atau di bawah garis merah, tenaga kesehatan akan melakukan rujukan ke dokter untuk memastikan apakah ada gangguan pertumbuhan.
Pada anak sekolah dasar, pengukuran juga melibatkan komponen tinggi badan. Pada KMS anak sekolah dasar, pembacaan status gizi akan melihat persentil dan warna. Ini penjelasannya:
- Persentil P3–97 atau rentang hijau hingga kuning, menandakan gizi baik
- Persentil di atas P97 atau di atas garis hijau menandakan gizi lebih
- Persentil di bawah P3 atau di bawah garis merah menandakan gizi kurang.
Pertanyaan Populer tentang KMS Bayi Perempuan
Berapa tinggi ideal anak perempuan?
Tidak ada satu ukuran tinggi badan “ideal”, melainkan pertambahan yang sehat seiring pertambahan usianya. Rata-rata bayi perempuan baru lahir memiliki rata-rata panjang sekitar 49,1 cm. Faktor-faktor seperti genetika dan kesehatan secara keseluruhan memengaruhi tinggi badan akhir bayi, dan dokter anak dapat memberikan pengukuran dan panduan yang akurat, biasanya memakai grafik pertumbuhan Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) atau CDC (untuk di atas 2 tahun).
BB bayi perempuan normalnya berapa?
BB bayi perempuan yang sehat dan cukup biasanya adalah antara 5,5 hingga 8,75 pon (2,5 hingga 4 kg) saat lahir, dengan berat rata-rata sekitar 7 pon 2 ons (3,2 kg). Penting untuk bayi mengalami kenaikan berat badan yang stabil karena menandakan bayi yang sehat dan cukup makan, meskipun pola pertumbuhan setiap individu sangat bervariasi karena faktor genetika dan faktor lainnya.
Parenting bikin pusing? Yuk tanya langsung dan dapatkan jawabannya dari sesama Parents dan juga expert di app theAsianparent! Tersedia di iOS dan Android.