Bolehkah Mendisiplinkan Anak Orang Lain? Bagaimana Caranya?

Inilah kiat khusus agar kita tak ragu saat hendak mendisiplinkan anak orang lain dan mencegah orangtuanya marah dan memusuhi kita.

Mendisiplinkan anak bukanlah hal yang mudah, apalagi jika anak yang ingin kita disiplinkan bukan anak kandung kita sendiri. Kemungkinan salah paham dan memicu pertengkaran antar orangtua bisa saja terjadi, yang pada akhirnya membuat tali silaturahmi menjadi rusak.

Akan tetapi, seringkali kita dihadapkan pada situasi di mana kita melihat seorang anak berbuat sesuatu yang menurut kita salah. Dan kita pun merasa gemas untuk menasihatinya, tapi kita harus menahan diri karena anak yang membuat ulah tersebut bukan anak kita.

Dilansir dari situs fatherly.com, Alan E.Kazdin seorang ahli parenting dari Universitas Yale memberikan kiat khusus dalam kondisi apa dan bagaimana caranya kita bisa mendisiplinkan anak orang lain.

Kiat mendisiplinkan anak orang lain

Kazdin menyatakan bahwa ada dua situasi di mana kita tak perlu ragu saat hendak mendisiplinkan anak orang lain. Antara lain:

1. Ketika seorang anak melakukan tindakan bahaya dan yang ia lakukan bisa mengancam nyawa

Kita tak perlu ragu untuk menghentikan apapun ulah seorang anak jika kita merasa apa yang ia lakukan akan membahayakan dirinya. Meskipun kita tidak mengenal anak tersebut berikut orangtuanya.

Contohnya, anak ingin bermain di jalanan besar sedangkan saat itu banyak kendaraan yang lalu lalang. Orangtua si anak tentunya tidak akan marah jika kita menjelaskan alasan mengapa kita melarang anaknya main di jalanan.

2. Ketika kita sudah akrab dengan si anak dan juga orang tuanya

Misal saja, anak dari saudara kita, atau anak dari sahabat kita yang sudah sering menghabiskan waktu bersama. Kita tak perlu ragu untuk mendisiplinkan mereka, karena orangtua dari anak-anak tersebut tahu bahwa kita menganggap anak mereka sebagai anak kita sendiri.

Ketika anak teman kita tersebut nakal dan berpotensi menyakiti diri sendiri dan orang lain, jangan ragu untuk menegur dan melarang perbuatannya. Namun perlu diingat, mendisiplinkan dan menghukum anak adalah hal yang berbeda.

Baca artikel ini sebagai panduan: Apakah Perbedaan Menghukum Anak dengan Mendisiplinkan Anak?

Anak yang nakal dan suka menjahili teman-temannya bisa jadi buah dari didikan orang tuanya yang juga suka jahil. Kita harus berhati-hati saat berhadapan dengan anak yang seperti ini.

Tentunya kita tak mau membuat urusan menjadi runyam dengan orang tua si anak yang juga suka menggunakan kekuatannya pada yang lebih lemah kan?

Di sinilah diperlukan komunikasi agar tercapai kesepakatan bagaimana cara mendidik anak. Terutama jika anak Anda dan mereka pergi ke sekolah yang sama, atau sering bermain bersama.

Baca juga:

id-admin.theasianparent.com/8-panduan-mendisiplinkan-anak-sensitif/