TAP top app download banner
theAsianparent
theAsianparent
Panduan ProdukKeranjang
  • Kehamilan
  • Anak
  • Perkembangan Otak
  • Cari nama bayi
  • Rangkaian Edukasi
  • TAPpedia
  • TAP Rekomendasi
  • Parenting
  • Kesehatan
  • Gaya Hidup
  • Nutrisi
  • Ayah manTAP!
  • Komunitas
  • VIP
  • Event
Masuk
    • Artikel
  • KehamilanKehamilan
  • AnakAnak
  • Perkembangan OtakPerkembangan Otak
  • Cari nama bayiCari nama bayi
  • Rangkaian EdukasiRangkaian Edukasi
  • TAPpediaTAPpedia
  • TAP RekomendasiTAP Rekomendasi
  • ParentingParenting
  • KesehatanKesehatan
  • Gaya HidupGaya Hidup
  • NutrisiNutrisi
  • Ayah manTAP!Ayah manTAP!
  • KomunitasKomunitas
  • VIPVIP
  • EventEvent
    • Komunitas
  • Jajak
  • Album
  • Makanan
  • Resep
  • Topik
  • Baca Artikel
    • Panduan
  • Pemantau Kehamilan
  • Pemantau Perkembangan Bayi
    • Hadiah
  • HadiahHadiah
  • Kontes
  • VIP ParentsVIP Parents
    • Lebih Banyak
  • Saran

Kebijakan PrivasiPedoman KomunitasPeta situs

Unduh aplikasi gratis kami

google play store
app store

6 Tips Mengelola Keuangan setelah Bercerai agar Tetap Stabil

Bacaan 5 menit
6 Tips Mengelola Keuangan setelah Bercerai agar Tetap Stabil

Bagaimana cara mengelola keuangan setelah bercerai agar tak terpuruk? Simak tips pengelolaan keuangan setelah bercerai berikut ini!

Parents perlu tahu cara mengelola keuangan setelah bercerai. 

Selama menikah, pasangan suami istri (pasutri) yang sama-sama bekerja biasanya menerapkan sistem joint income. Namun, setelah bercerai, harus bisa memenuhi kebutuhan sendiri dengan penghasilan yang diterima masing-masing. 

Sementara itu, untuk pasangan yang hanya memiliki satu pendapatan dan tidak memiliki bekal finansial, tentu saja perceraian akan membuatnya harus menanggung hidup dengan bekerja sendiri.

Kondisi tersebut tentu saja harus bisa dihadapi. Salah satunya, dengan menyesuaikan pengelolaan keuangan setelah bercerai. 

Bagaimana caranya? Yuk, cari tahu di bawah ini!

Artikel Terkait: Angka Perceraian Semakin Tinggi, BKKBN: “Gara-Gara Toxic People”

Tips Pengelolaan Keuangan Setelah Bercerai

1. Ketahui Aset yang Anda Miliki

keuangan setelah bercerai (1)

Setelah bercerai dengan pasangan, maka hal yang wajib menjadi concern utama adalah mencari tahu jumlah aset-aset Anda.

Berdasarkan Pasal 35 UU no. 1 Tahun 1974 tentang Perkawinan, dikatakan bahwa “Harta Benda yang diperoleh selama perkawinan menjadi harta bersama.”

Jelas sekali, ketika salah satu pasangan hendak menjual “aset yang mereka dapat semenjak perkawinan,” maka dia wajib meminta izin dari pasangannya.

Harta bersama tersebut seringkali disebut harta gono-gini. Dan bukan tidak mungkin, harta tersebut menjadi potensi masalah yang paling utama muncul ketika pasutri memutuskan bercerai. Terutama, untuk mereka yang tidak memiliki perjanjian pisah harta. 

keuangan setelah bercerai (7)

Meski begitu, Undang-undang Perkawinan Nomor 1 Tahun 1974 juga menyebutkan, ada sebagian harta yang bukan termasuk dalam golongan harta bersama, yaitu:

  1. Harta bawaan yang sudah dimiliki masing-masing pasangan (suami atau istri) sebelum menikah.
  2. Harta perolehan atau harta milik suami maupun istri setelah menikah dan didapatkan dari hibah, wasiat, atau warisan. 

Ketika terjadi perceraian, dua harta tadi tetap menjadi milik pribadi masing-masing. Di luar kategori harta itu, maka termasuk harta gana-gini yang wajib dibagi ketika terjadi perpisahan.

Agar tidak menjadi masalah hukum di kemudian hari, maka buatlah daftar mengenai aset-aset yang Anda miliki lewat sebuah neraca keuangan sebagai pengelolaan keuangan yang bisa dilakukan sejak dini.

Lalu, simpan baik-baik bukti kepemilikan aset tersebut.

2. Melunasi Utang sebagai Bagian dari Pengelolaan Keuangan Setelah Bercerai

keuangan setelah bercerai (1)

Utang tentu bisa menjadi masalah besar dalam pernikahan, terutama bila pasutri mengajukan utang untuk membeli aset, seperti mengajukan KPR dan selama proses cicilan, mereka patungan untuk membayarnya.

 Sangat dianjurkan bila utang-utang tersebut “diselesaikan dengan harta bersama yang ada”, sebelum harta bersama dibagikan. 

Mereka bisa saja melunasi rumah tersebut itu dengan harta bersama, lalu menjualnya. Setelah itu, sisa keuntungan dari penjualan rumah tersebut akan dibagi. 

3. Kelola Pengeluaran Keuangan Anda Sebaik Mungkin

6 Tips Mengelola Keuangan setelah Bercerai agar Tetap Stabil

Sebelum bercerai, tentu saja pasutri yang sama-sama bekerja memiliki penghasilan ganda. Namun, setelah berpisah, tentu saja kondisi itu akan berdampak pada keuangan Anda.

Untuk menghindari hal tersebut, Anda harus mengatur baik-baik pengeluaran dengan menyusun laporan arus kas pribadi. 

Pastikan pengeluaran tak melebihi pemasukan, sediakan dana darurat, dan miliki proteksi diri berupa asuransi kesehatan atau asuransi jiwa.

Artikel terkait: 10 Hal yang Harus Diketahui Sebelum Memutuskan untuk Bercerai

4. Miliki Asuransi Jiwa

6 Tips Mengelola Keuangan setelah Bercerai agar Tetap Stabil

Jika Anda dan mantan pasangan telah dikaruniai keturunan, kalian harus mengingat bahwa perceraian tidak akan mengubah status legal seorang anak. Buah hati kalian akan tetap menjadi ahli waris sah dari masing-masing harta yang kalian miliki.

Cerita mitra kami
Parents Wajib Tahu! Ini Cara Atur Strategi Keuangan, Dana Darurat, dan Asuransi di Era Dinamis
Parents Wajib Tahu! Ini Cara Atur Strategi Keuangan, Dana Darurat, dan Asuransi di Era Dinamis
8 Trik Cerdas Mengatur Keuangan Keluarga Agar Keuangan Aman
8 Trik Cerdas Mengatur Keuangan Keluarga Agar Keuangan Aman
Inilah 7 Metode Budgeting untuk Perencanaan Keuangan Anda
Inilah 7 Metode Budgeting untuk Perencanaan Keuangan Anda
Bantu si Kecil Wujudkan Mimpi, Ini 5 Cara Mudah Mengajarkan Anak Menabung di Tabungan BRI Junio
Bantu si Kecil Wujudkan Mimpi, Ini 5 Cara Mudah Mengajarkan Anak Menabung di Tabungan BRI Junio

Karena itu, wajib bagi Anda untuk memiliki asuransi jiwa.  Pasalnya, asuransi jiwa akan menjadi perlindungan terbaik terhadap risiko finansial yang muncul saat pencari nafkah kehilangan kemampuan untuk mencari mendapatkan penghasilan.

Uang pertanggungan dari asuransi jiwa bisa dimanfaatkan anak Anda untuk membiayai hidupnya, atau membayar segala proses balik nama aset yang Anda wariskan di kemudian hari.

5. Jangan Lupa untuk Memenuhi Tunjangan Anak

keuangan setelah bercerai (1)

Sebagai orangtua, tentu saja Anda harus memiliki tujuan finansial. Selain menyediakan dana pensiun, tentu saja tujuan keuangan lainnya adalah melihat buah hati mendapatkan akses pendidikan yang baik dan sukses di kemudian hari.

Meskipun telah memutuskan untuk bercerai, anak tetap menjadi tanggung jawab pasutri. Meski begitu, seringkali dalam kenyataannya, hanya salah satu pihak saja yang menanggung kewajiban tersebut.

Bahkan, ketika undang-undang telah mengatur bahwa kewajiban terkait tunjangan anak di mana seorang suami sebagai kepala keluarga memiliki tanggung jawab lebih besar, kenyataannya tuntutan yang sama besar ini seringkali harus ditanggung pihak istri.

Untuk itu, sudah semestinya menjadi hal penting bagi pasangan yang ingin berpisah membuat perjanjian untuk mempertegas kewajiban mantan pasangan menanggung tunjangan anak.

Sehingga, kewajiban terkait tunjangan anak ini tidak menggugurkan kewajiban sang ayah maupun ibu. 

Bahkan, ketika perjanjian itu menyebutkan bahwa tanggung jawabnya dibagi berdua, harus dirinci apa saja yang menjadi alokasi kewajiban ayah dan ibu.

Artikel terkait: Bercerai tapi tetap tinggal serumah, apa dampaknya bagi anak?

6. Jangan Mengandalkan Tunjangan Perpisahan sebagai Sumber Keuangan setelah Bercerai

keuangan setelah bercerai (1)

Bila masalah tunjangan anak sudah selesai, lain halnya dengan tunjangan untuk Anda sebagai mantan pasangan.

Banyak kasus dialami salah seorang pihak, umumnya perempuan, yang hidupnya terlunta-lunta setelah bercerai. Pasalnya, mereka tidak mempertimbangkan kemungkinan terburuk jika terjadi perpisahan dengan melepas pekerjaan mereka setelah menikah. 

Meski seorang perempuan biasanya mendapat tunjangan dari mantan suaminya, namun tidak bisa menjadi jaminan untuk keuangannya senantiasa aman.

Karena itu, Anda harus mandiri secara finansial dengan segera mendapat pekerjaan, sekalipun itu hanya pekerjaan paruh waktu. 

Selain itu, mulailah untuk menabung untuk mengumpulkan dana darurat dan memulihkan kondisi keuangan yang tidak stabil pascaperceraian.

Artikel Terkait: Cerai Bukan Lagi Aib, Ada Tren Baru Merayakan Perceraian

Itulah pengelolaan keuangan setelah bercerai yang perlu dilakukan seseorang usai berpisah dengan pasangannya. Semoga bermanfaat!

***

Baca juga: 

9 Cara Bahagia Setelah Bercerai, Jangan Berlarut dalam Kesedihan

5 Alasan Mengapa Pasangan Tidak Mau Bercerai Meski Pernikahannya Tak Bahagia

Tips Sukses Menjalin Hubungan Baru Bagi Anda yang Pernah Bercerai Sebelumnya

Parenting bikin pusing? Yuk tanya langsung dan dapatkan jawabannya dari sesama Parents dan juga expert di app theAsianparent! Tersedia di iOS dan Android.

img
Penulis

theAsianparent

Diedit oleh:

Fitriyani

  • Halaman Depan
  • /
  • Keuangan
  • /
  • 6 Tips Mengelola Keuangan setelah Bercerai agar Tetap Stabil
Bagikan:
  • Fakta Harga Emas Antam Terbaru Januari 2026, Cek Parents!

    Fakta Harga Emas Antam Terbaru Januari 2026, Cek Parents!

  • 100 Dolar Berapa Rupiah? Ini Cara Menghitungnya yang Tepat!

    100 Dolar Berapa Rupiah? Ini Cara Menghitungnya yang Tepat!

  • Parents Wajib Tahu! Ini Cara Atur Strategi Keuangan, Dana Darurat, dan Asuransi di Era Dinamis
    Cerita mitra kami

    Parents Wajib Tahu! Ini Cara Atur Strategi Keuangan, Dana Darurat, dan Asuransi di Era Dinamis

  • Fakta Harga Emas Antam Terbaru Januari 2026, Cek Parents!

    Fakta Harga Emas Antam Terbaru Januari 2026, Cek Parents!

  • 100 Dolar Berapa Rupiah? Ini Cara Menghitungnya yang Tepat!

    100 Dolar Berapa Rupiah? Ini Cara Menghitungnya yang Tepat!

  • Parents Wajib Tahu! Ini Cara Atur Strategi Keuangan, Dana Darurat, dan Asuransi di Era Dinamis
    Cerita mitra kami

    Parents Wajib Tahu! Ini Cara Atur Strategi Keuangan, Dana Darurat, dan Asuransi di Era Dinamis

Beranda

Beranda

Dapatkan artikel seputar parenting, gaya hidup, opini pakar, di ujung jari Anda

Jajak

Jajak

Ikutan isi polling menarik, dan lihat apa yang orangtua lain pikirkan!

Album

Album

Bagikan foto orang-orang tersayang Anda di komunitas yang aman

Topik

Topik

Gabung di komunitas dengan sesama Bunda dan Ayah

Panduan

Panduan

Pantau kehamilan, dan juga perkembangan bayi Anda dari hari ke hari!

theAsianparent

Unduh aplikasi gratis kami

Google PlayApp Store

theAsianparent di seluruh dunia

Singapore flag
Singapore
Thailand flag
Thailand
Indonesia flag
Indonesia
Philippines flag
Philippines
Malaysia flag
Malaysia
Vietnam flag
Vietnam

Partner Brands

Rumah123VIP ParentsMama's ChoiceTAP Awards

© Copyright theAsianparent 2026 . All rights reserved

  • Tentang Kami
  • Kebijakan Privasi
  • Syarat dan Ketentuan
  • Peta situs
  • Fitur
  • Artikel
  • Beranda
  • Jajak

Kami menggunakan cookie agar Anda mendapatkan pengalaman terbaik. Pelajari LagiOke, Mengerti

Kami menggunakan cookie agar Anda mendapatkan pengalaman terbaik. Pelajari LagiOke, Mengerti