TAP top app download banner
theAsianparent Indonesia Logo
theAsianparent Indonesia Logo
kemendikbud logo
Panduan Produk
Keranjang
Masuk
  • Kehamilan
    • Kalkulator perkiraan kelahiran
    • Tips Kehamilan
    • Trimester Pertama
    • Trimester Kedua
    • Trimester Ketiga
    • Melahirkan
    • Menyusui
    • Kehilangan bayi
    • Project Sidekicks
  • Anak
    • Bayi Baru Lahir
    • Bayi
    • Balita
    • Prasekolah
    • Anak
    • Praremaja & Remaja
  • Perkembangan Otak
  • Cari nama bayi
  • Rangkaian Edukasi
    • Pengasuhan Anak
    • Edukasi Prasekolah
    • Edukasi Sekolah Dasar
    • Edukasi Remaja
  • TAPpedia
  • TAP Rekomendasi
  • Parenting
    • Keluarga
    • Doa Islami
    • Pernikahan
    • Seks
    • Berita Terkini
  • Kesehatan
    • COVID-19
    • Info Sehat
    • Penyakit
    • Vaksinasi
    • Kebugaran
  • Gaya Hidup
    • Korea Update
    • Hiburan
    • Travel
    • Fashion
    • Kebudayaan
    • Kecantikan
    • Keuangan
  • Nutrisi
    • Resep
    • Makanan & Minuman
    • Sarapan Bergizi
  • Ayah manTAP!
    • Kesehatan Ayah
    • Kehidupan Ayah
    • Aktivitas Ayah
    • Hobi
  • VIP
  • Event

Angka Perceraian Semakin Tinggi, BKKBN: "Gara-Gara Toxic People"

Bacaan 2 menit
Angka Perceraian Semakin Tinggi, BKKBN: "Gara-Gara Toxic People"

BKKBN mencatat bahwa di Indonesia angka perceraian semakin tinggi, ternyata penyebabnya bukan karena selingkuhan, melainkan toxic people.

Belakangan ini, semakin banyak orang yang bercerai di Indonesia. Angka perceraian semakin tinggi didorong oleh banyak hal, namun BKKBN menyebut bahwa penyebab utamanya ialah orang yang punya perilaku toksik atau toxic people. 

Benarkah Penyebab Angka Perceraian Semakin Tinggi karena Toxic People?

Angka Perceraian Semakin Tinggi, BKKBN: Gara-Gara Toxic People

Melansir dari CNN, Hasto Wardoyo Kepala BKKBN mengungkapkan bahwa di Indonesia sejak tahun 2015, angka perceraian semakin tinggi. Lebih lanjut, ia juga mengatakan bahwa penyebab utama mengapa semakin banyak orang yang bercerai ialah karena toxic people.

Lebih lanjut, BKKBN juga telah mencatat adanya 581 ribu kasus perceraian di tahuun 2021 dari total 1,9 juta pernikahan yang terjadi di tahun  tersebut. 

Hasto Wardoyo menyatakan bahwa penyebab tinggi terjadinya banyak perceraian adalah toxic people. Menurutnya, banyak pernikahan yang terjadi antara orang toxic dengan orang non toxic, atau orang toxic dengan orang toxic, akhirnya terjadi pertengkaran yang memicu perceraian. 

Pendapat Psikolog tentang Penyebab Perceraian

angka perceraian semakin tinggi 

Sementara itu, dilansir dari lama Republika, seorang psikolog sekaligus seksolog bernama John Gottman asal Amerika pernah melakukan penelitian untuk mencari tahu penyebab utama sebuah perceraian terjadi. 

Hasil penelitian tersebut kemudian dipublikasikan lewat sebuah buku berjudul “What Predicts Divorce?: The Relationship Between Marital Processes and Marital Outcomes”.

Dalam penelitian ini, John Gottman meneliti sebanyak 40 ribu pasangan selama lebih dari 50 tahun. Hasilnya, ia mencatata bahwa ada empat hal utama yang memicu terjadinya perceraian. Yakni penghinaan, kritik, sifat defensif dan stonewalling atau sikap mendiamkan pasangan saat ada konflik.

Meski demikian, John Gottman menyatakan bahwa penghinaan terhadap pasangan atau sikap merendahkan memiliki persentase paling tinggi sebagai penyebab gagalnya sebuah pernikahan. Penghinaan membuat pasangan merasa rendah diri dan tidak dihargai sehingga memilih untuk mengakhiri rumah tangga. 

angka perceraian semakin tinggi

Hal ini sejalan dengan pernyataan Kepala BKKBN bahwa penyebab perceraian adalah orang toksik. Karena toxic people adalah orang yang selalu menambahkan hal negatif ke dalam hidup Anda baik secara verbal maupun fisik. 

Orang-orang toksik akan membuat lawan bicaranya merasa rendah diri dan tak dihargai, ia akan selalu merasa menjadi korban dan tak pernah mengaku salah. Meski sikapnya terlihat baik, namun orang lain tidak akan merasa nyaman bersamanya. 

Padahal, tujuan pernikahan adalah membangun keluarga yang sarat akan cinta dan kasih sayang. Kalau hal tersebut tidak didapatkan, wajar bila akhirnya banyak yang memilih untuk mengakhiri pernikahan. 

 

 

Baca juga:

Ketahui Hukum Perceraian Karena Istri Selingkuh dan Ancaman Hukumannya

15 Ayat Alkitab Tentang Perceraian yang Penting Jadi Renungan

Aturan Hukum Tentang Hak Asuh Anak dalam Perceraian

Parenting bikin pusing? Yuk tanya langsung dan dapatkan jawabannya dari sesama Parents dan juga expert di app theAsianparent! Tersedia di iOS dan Android.

img
Penulis

Fitriyani

  • Halaman Depan
  • /
  • Pernikahan
  • /
  • Angka Perceraian Semakin Tinggi, BKKBN: "Gara-Gara Toxic People"
Bagikan:
  • 15 Ciri Suami Selingkuh tapi Masih Sayang Istri, Bunda Wajib Tahu!

    15 Ciri Suami Selingkuh tapi Masih Sayang Istri, Bunda Wajib Tahu!

  • 20 'Dirty Talk' agar Hubungan Intim Makin Menggairahkan, Coba Malam Ini!

    20 'Dirty Talk' agar Hubungan Intim Makin Menggairahkan, Coba Malam Ini!

  • 60 Panggilan Sayang Bahasa Inggris untuk Pasangan, Bikin Harmonis!

    60 Panggilan Sayang Bahasa Inggris untuk Pasangan, Bikin Harmonis!

  • 15 Ciri Suami Selingkuh tapi Masih Sayang Istri, Bunda Wajib Tahu!

    15 Ciri Suami Selingkuh tapi Masih Sayang Istri, Bunda Wajib Tahu!

  • 20 'Dirty Talk' agar Hubungan Intim Makin Menggairahkan, Coba Malam Ini!

    20 'Dirty Talk' agar Hubungan Intim Makin Menggairahkan, Coba Malam Ini!

  • 60 Panggilan Sayang Bahasa Inggris untuk Pasangan, Bikin Harmonis!

    60 Panggilan Sayang Bahasa Inggris untuk Pasangan, Bikin Harmonis!

Daftarkan email Anda sekarang untuk tahu apa kata para ahli di artikel kami!
  • Kehamilan
  • Tumbuh Kembang
  • Parenting
  • Kesehatan
  • Gaya Hidup
  • Home
  • TAP Komuniti
  • Beriklan Dengan Kami
  • Hubungi Kami
  • Jadilah Kontributor Kami
  • Tag Kesehatan


  • Singapore flag Singapore
  • Thailand flag Thailand
  • Indonesia flag Indonesia
  • Philippines flag Philippines
  • Malaysia flag Malaysia
  • Vietnam flag Vietnam
© Copyright theAsianparent 2026. All rights reserved
Tentang Kami|Tim Kami|Kebijakan Privasi|Syarat dan Ketentuan |Peta situs
  • Fitur
  • Artikel
  • Beranda
  • Jajak

Kami menggunakan cookie agar Anda mendapatkan pengalaman terbaik. Pelajari LagiOke, Mengerti

Kami menggunakan cookie agar Anda mendapatkan pengalaman terbaik. Pelajari LagiOke, Mengerti