TAP top app download banner
theAsianparent
theAsianparent
Panduan Produk
  • Kehamilan
  • Anak
  • Event
  • Cari nama bayi
  • Rangkaian Edukasi
  • TAPpedia
  • TAP Rekomendasi
  • Parenting
  • Kesehatan
  • Gaya Hidup
  • Nutrisi
  • Ayah manTAP!
  • Komunitas
  • VIP
Masuk
    • Artikel
  • KehamilanKehamilan
  • AnakAnak
  • EventEvent
  • Cari nama bayiCari nama bayi
  • Rangkaian EdukasiRangkaian Edukasi
  • TAPpediaTAPpedia
  • TAP RekomendasiTAP Rekomendasi
  • ParentingParenting
  • KesehatanKesehatan
  • Gaya HidupGaya Hidup
  • NutrisiNutrisi
  • Ayah manTAP!Ayah manTAP!
  • KomunitasKomunitas
  • VIPVIP
    • Komunitas
  • Jajak
  • Album
  • Makanan
  • Resep
  • Topik
  • Baca Artikel
    • Panduan
  • Pemantau Kehamilan
  • Pemantau Perkembangan Bayi
    • Hadiah
  • HadiahHadiah
  • Kontes
  • VIP ParentsVIP Parents
    • Lebih Banyak
  • Saran

Kebijakan PrivasiPedoman KomunitasPeta situs

Unduh aplikasi gratis kami

google play store
app store

Hati-hati! Ketuban hijau berisiko pada janin, bumil wajib tahu

Bacaan 3 menit
Hati-hati! Ketuban hijau berisiko pada janin, bumil wajib tahu

Ketuban hijau terjadi karena beberapa faktor. Apa saja risiko yang bisa dialami janin?

Kondisi air ketuban hijau tentu saja tidak bisa dianggap sepele oleh semua ibu hamil. Sebab, bila air ketuban tersebut tertelan bayi yang baru lahir, maka akan berisiko terjadinya komplikasi. Hal ini tentu tidak diharapkan, bukan?

Penting untuk digaris bawahi, air ketuban hijau terjadi ketika karena telah tercampur dengan mekonium atau kotoran janin.

Dikutip dari detikHealth, DR. Med. Dr. Calvin Tjong, SpOG, Dokter Spesialis Obstetri Ginekologi, dari Rumah Sakit Pondok Indah mengatakan bahwa janin yang mengeluarkan mekonium diakibatkan karena bayi yang mengalami stres selama proses persalinan.

Artikel terkait: Air ketuban keruh bahaya bagi bayi, ketahui 3 penyebabnya!

ketuban hijau

Kondisi yang menyebabkan air ketuban berubah warna

Ada beberapa kondisi yang bisa menyebabkan air ketuban berubah warna. Berikut di antaranya:

  1. Infeksi atau dikenal sebagai Choriomnitis. Ibu hamil yang mengalami akan mengeluh demam, nyeri pada perut bawah, peningkatan denyut jantung pada ibu dan janin.
  2. Air ketuban berwarna hijau atau kecokelatan. Seperti yang dijelaskan di atas, ini terjadi saat air ketuban bercampur dengan mekonium yaitu kotoran atau tinja dari bayi. Kondisi ini bisa disebabkan karena kehamilan yang sudah melewati waktu, adanya plasenta yang tertekan, dan pada kondisi kekurangan oksigen sehingga membuat bayi menjadi stres dan menyebabkan mekonium keluar dan bercampur dengan air ketuban.
  3. Air ketuban berwarna kuning, yaitu disebabkan oleh bercampurnya bilirubin.
  4. Air ketubah berwarna merah, yaitu jika bercampur dengan darah dari rahim ibu saat proses persalinan.

ketuban hijau

Risiko ketuban hijau bila tertelan oleh janin

Menurut Dr. Calvin, sebenarnya air ketuban tidak akan berdampak apapun pada janin, dengan catatan detak jantung janin selama proses persalinan tetap baik.

“Tapi bila air ketuban berwarna hijau kental, perlu dilakukan pembersihan rongga mulut, rongga hidung dan jalan pernapasan sebelum bayi melakukan gerakan pernapasan yang pertama. Ini supaya air ketuban yang hijau kental ini tidak terhirup ke dalam paru-paru yang bisa mengakibatkan gangguan pernapasan,” ungkap dr. Calvin.

Sementara dr. Pratiwi Rapih Astuti Natsir dari Alodokter mengatakan salah satu yang dapat terjadi bila bayi menghirup air ketuban berwarna hijau yaitu kondisi Meconium Aspiration Syndrome.

“Komplikasi ini muncul beberapa saat setelah kelahiran dan merupakan keadaan gawat darurat pada bayi yang harus segera ditangani. Kondisi ini ditandai dengan adanya beberapa gejala yaitu pernapasan yang cepat, adanya sianosis (biru pada bibir dan wajah bayi), pelebaran dari dada karena penggunaan otot napas tambahan, sulit bernapas. Namun, jika kondisi ini dapat ditangani segera maka pernapasan sang bayi dapat kembali normal,” tulis dr. Tiwi.

Nah, Parents itulah bahaya yang bisa terjadi bila bayi menghirup air ketuban berwarna hijau atau keruh. Untuk mencegah terjadinya air ketuban berwarna hijau, selalu periksakan kondisi kehamilan kepada dokter ya, Bunda.

Semoga informasi ini bermanfaat!

Referensi: Alodokter,

Hati-hati! Ketuban hijau berisiko pada janin, bumil wajib tahuBaca juga: 

Air ketuban merembes, waspadai bahayanya pada ibu hamil

Cerita mitra kami
Deretan Pemeriksaan Kehamilan yang Perlu Dilakukan Ibu Hamil di atas 35 Tahun
Deretan Pemeriksaan Kehamilan yang Perlu Dilakukan Ibu Hamil di atas 35 Tahun
Bahaya Plasenta Akreta, Cek Cara Mengatasinya di Sini!
Bahaya Plasenta Akreta, Cek Cara Mengatasinya di Sini!
Keputihan Banyak Saat Hamil 5 Minggu 5 Hari: Normal atau Berbahaya?
Keputihan Banyak Saat Hamil 5 Minggu 5 Hari: Normal atau Berbahaya?
6 Cara Meredakan Mual saat Hamil yang Bisa Dicoba Ibu di Rumah
6 Cara Meredakan Mual saat Hamil yang Bisa Dicoba Ibu di Rumah

Parenting bikin pusing? Yuk tanya langsung dan dapatkan jawabannya dari sesama Parents dan juga expert di app theAsianparent! Tersedia di iOS dan Android.

ddc-calendar
Bersiaplah untuk kelahiran bayi dengan menambahkan HPL Anda
ATAU
Hitung tanggal HPL
img
Penulis

Fadhila Afifah

Diedit oleh:

Adisty Titania

  • Halaman Depan
  • /
  • Tips Kehamilan
  • /
  • Hati-hati! Ketuban hijau berisiko pada janin, bumil wajib tahu
Bagikan:
  • Tidak Ada Flek Selama Kehamilan 12 Minggu, Apakah Kehamilan Sudah Aman?

    Tidak Ada Flek Selama Kehamilan 12 Minggu, Apakah Kehamilan Sudah Aman?

  • Hamil Anak Kedua 15 Minggu Belum Rasakan Gerakan Janin, Apakah Normal?

    Hamil Anak Kedua 15 Minggu Belum Rasakan Gerakan Janin, Apakah Normal?

  • Deretan Pemeriksaan Kehamilan yang Perlu Dilakukan Ibu Hamil di atas 35 Tahun
    Cerita mitra kami

    Deretan Pemeriksaan Kehamilan yang Perlu Dilakukan Ibu Hamil di atas 35 Tahun

  • Tidak Ada Flek Selama Kehamilan 12 Minggu, Apakah Kehamilan Sudah Aman?

    Tidak Ada Flek Selama Kehamilan 12 Minggu, Apakah Kehamilan Sudah Aman?

  • Hamil Anak Kedua 15 Minggu Belum Rasakan Gerakan Janin, Apakah Normal?

    Hamil Anak Kedua 15 Minggu Belum Rasakan Gerakan Janin, Apakah Normal?

  • Deretan Pemeriksaan Kehamilan yang Perlu Dilakukan Ibu Hamil di atas 35 Tahun
    Cerita mitra kami

    Deretan Pemeriksaan Kehamilan yang Perlu Dilakukan Ibu Hamil di atas 35 Tahun

Beranda

Beranda

Dapatkan artikel seputar parenting, gaya hidup, opini pakar, di ujung jari Anda

Jajak

Jajak

Ikutan isi polling menarik, dan lihat apa yang orangtua lain pikirkan!

Album

Album

Bagikan foto orang-orang tersayang Anda di komunitas yang aman

Topik

Topik

Gabung di komunitas dengan sesama Bunda dan Ayah

Panduan

Panduan

Pantau kehamilan, dan juga perkembangan bayi Anda dari hari ke hari!

theAsianparent

Unduh aplikasi gratis kami

Google PlayApp Store

theAsianparent di seluruh dunia

Singapore flag
Singapore
Thailand flag
Thailand
Indonesia flag
Indonesia
Philippines flag
Philippines
Malaysia flag
Malaysia
Vietnam flag
Vietnam
India flag
India

Partner Brands

Rumah123VIP ParentsMama's ChoiceLittle ReiTAP Awards

© Copyright theAsianparent 2026 . All rights reserved

  • Tentang Kami
  • Kebijakan Privasi
  • Syarat dan Ketentuan
  • Peta situs
  • Info Iklan
  • Fitur
  • Artikel
  • Beranda
  • Jajak

Kami menggunakan cookie agar Anda mendapatkan pengalaman terbaik. Pelajari LagiOke, Mengerti

Kami menggunakan cookie agar Anda mendapatkan pengalaman terbaik. Pelajari LagiOke, Mengerti