Air ketuban keruh bahaya bagi bayi, ketahui 3 penyebabnya!

Air ketuban keruh bahaya bagi bayi, ketahui 3 penyebabnya!

Pemeriksaan kehamilan sangat penting untuk mengidentifikasi adanya masalah kehamilan, seperti air ketuban keruh yang bisa membahayakan bayi. Kenali penyebabnya berikut!

Kehamilan merupakan momen yang membahagiakan bagi pasangan suami istri. Namun, sering kali kehamilan mengalami masalah, seperti air ketuban keruh.

Masalah air ketuban keruh sering dialami oleh beberapa ibu hamil. Padahal, air ketuban memiliki fungsi penting bagi janin selama di dalam rahim.

Janin berada di dalam kantung ketuban yang terdiri dari dua selaput, yaitu amnion dan chorion. Janin tumbuh dan berkembang di dalam kantung ini dan dikelilingi oleh air ketuban. 

Awalnya, ketuban terdiri dari air yang diproduksi oleh ibu. Tapi sekitar usia kehamilan 20 minggu, air ketuban sepenuhnya digantikan oleh urin janin, saat janin menelan dan mengeluarkan cairan. 

Cairan ketuban juga mengandung komponen vital, seperti nutrisi, hormon, dan antibodi penangkal infeksi. Maka dari itu, Bunda harus waspada jika ada masalah seperti air ketuban keruh. 

Cairan ketuban sekitar 99 persen terdiri dari air, sehingga berwarna jernih dengan sedikit warna merah muda. Namun ketika berwarna kekuningan atau hijau, artinya air ketuban mengalami keruh. 

Umumnya air ketuban keruh akan terdeteksi sebelum persalinan. Jika hal ini terjadi, Bunda harus segera bicarakan dengan dokter untuk mencegah hal-hal berbahaya. Sebab air ketuban yang masih keruh ketika waktunya persalinan, bisa sangat berbahaya jika tertelan janin.

Air ketuban keruh yang tertelan bayi bisa menyebabkan sindrom aspirasi mekonium (SAM) yang memicu gangguan pernapasan, infeksi, hingga kematian. Oleh karena itu, sangat penting bagi ibu hamil untuk rutin melakukan pemeriksaan demi mencegah terjadinya risiko buruk.

Penyebab air ketuban keruh

air ketuban keruh

1. Infeksi

Infeksi yang menyebabkan air ketuban keruh yaitu chorioamnionitis yang terjadi di plasenta. Kondisi ini ditandai dengan demam, nyeri tekanan di rahim, peningkatan denyut nadi pada ibu dan janin, serta perubahan warna dan bau dari air ketuban. 

2. Air ketuban bercampur mekonium

Mekonium merupakan kotoran pertama yang dikeluarkan oleh bayi. Ketika cairan ketuban berwarna hijau atau coklat, berarti menunjukkan jika bayi telah tercemar mekonium sebelum lahir.

Kondisi ini disebabkan oleh beberapa alasan. Misalnya kehamilan yang melebihi batas waktu (overdue), tekanan pada kepala atau plasenta bayi saat persalinan, dan bayi kekurangan oksigen.

3. Kondisi medis tertentu

Apabila air ketuban berwarna kuning, hal itu bisa menunjukkan adanya bilirubin pada air ketuban. Sementara jika air ketuban berwarna merah, hal ini menunjukkan adanya darah ibu atau janin yang tercampur dalam air ketuban. 

 

Nah Bun, mulai sekarang selalu perhatikan lebih detail kesehatan selama hamil ya, termasuk kondisi air ketuban. Dengan begitu, Bunda bisa mencegah terjadinya masalah air ketuban keruh yang dapat membahayakan janin. Juga, selalu rutin memeriksakan kondisi kehamilan Andda kepada dokter kandungan.

Referensi : Medical News Today, Medline Plus

Baca juga :

Waspada air ketuban pecah dini sebelum HPL, ini bahayanya!

Parenting bikin pusing? Yuk tanya langsung dan dapatkan jawabannya dari sesama Parents dan juga expert di app theAsianparent! Tersedia di iOS dan Android.

app info
get app banner