TAP top app download banner
theAsianparent
theAsianparent
Panduan ProdukKeranjang
  • Kehamilan
  • Anak
  • Perkembangan Otak
  • Cari nama bayi
  • Rangkaian Edukasi
  • TAPpedia
  • TAP Rekomendasi
  • Parenting
  • Kesehatan
  • Gaya Hidup
  • Nutrisi
  • Ayah manTAP!
  • Komunitas
  • VIP
  • Event
Masuk
    • Artikel
  • KehamilanKehamilan
  • AnakAnak
  • Perkembangan OtakPerkembangan Otak
  • Cari nama bayiCari nama bayi
  • Rangkaian EdukasiRangkaian Edukasi
  • TAPpediaTAPpedia
  • TAP RekomendasiTAP Rekomendasi
  • ParentingParenting
  • KesehatanKesehatan
  • Gaya HidupGaya Hidup
  • NutrisiNutrisi
  • Ayah manTAP!Ayah manTAP!
  • KomunitasKomunitas
  • VIPVIP
  • EventEvent
    • Komunitas
  • Jajak
  • Album
  • Makanan
  • Resep
  • Topik
  • Baca Artikel
    • Panduan
  • Pemantau Kehamilan
  • Pemantau Perkembangan Bayi
    • Hadiah
  • HadiahHadiah
  • Kontes
  • VIP ParentsVIP Parents
    • Lebih Banyak
  • Saran

Kebijakan PrivasiPedoman KomunitasPeta situs

Unduh aplikasi gratis kami

google play store
app store

Alami keputihan setelah berhubungan seks, berbahayakah?

Bacaan 3 menit
Alami keputihan setelah berhubungan seks, berbahayakah?

Keputihan setelah berhubungan intim, normal atau tidak ya? Simak penjelasan lengkapnya berikut ini.

Keputihan setelah berhubungan bisa dialami seorang perempuan, dan menjadi pertanda kondisi kesehatan tubuhnya. Keputihan setelah berhubungan dianggap sebagai cairan vagina yang tidak normal. 

Normalnya, saat berhubungan seksual, vagina akan mengeluarkan beberapa jenis cairan. Di antaranya, cairan pelumas untuk memudahkan penetrasi, lendir serviks, dan cairan orgasme wanita. Bila suami mengalami ejakulasi di dalam tanpa menggunakan kondom, air mani dan sperma suami juga akan keluar dari vagina Bunda.

Artikel terkait: Berbagai Bentuk Cairan Vagina dan Maknanya Bagi Kesehatan Bunda

Keputihan setelah berhubungan apakah  termasuk cairan vagina yang normal?

keputihan setelah berhubungan

Keluar keputihan setelah berhubungan, haruskah merasa khawatir?

Aktivitas seksual membuat proses alami vagina dalam membersihkan diri berlangsung lebih cepat. Sehingga cenderung mengeluarkan lebih banyak cairan. Cairan ini biasanya dikeluarkan untuk melindungi vagina dari kondisi-kondisi berikut: 

  • Bakteri vagina, yang bisa masuk ke tubuh Anda dari tubuh pasangan
  • Radang pelvis yang diakibatkan oleh infeksi di organ reproduksi
  • Infeksi menular seksual, seperti herpes genital, Trichomoniasis, Gonorrhea dan Chlamydia
  • HPV yang bisa memicu kanker serviks

Beberapa jenis cairan vagina tak normal yang keluar setelah berhubungan seksual

1. Cairan vagina berwarna pink

Keluarnya cairan vagina berwarna pink setelah berhubungan seksual bisa disebabkan hal-hal berikut ini: 

  • Menopause yang menyebabkan dinding vagina menipis, bisa mengakibatkan perdarahan ringan saat berhubungan seksual, sehingga keluar cairan vagina berwarna pink.
  • Trauma vagina. Bisa diakibatkan aktivitas seks yang berlebihan, atau pernah mengalami pemerkosaan sebelumnya sehingga menyebabkan kerusakan pada dinding vagina. Gejalanya juga diikuti dengan rasa sakit saat bercinta, gatal pada vagina, bahkan fungsi uretra yang terganggu. 
  • Mendekati periode menstuasi, atau di akhir masa haid juga bisa menyebabkan keluarnya cairan vagina berwarna pink setelah seks.
  • Kehamilan. Saat hamil, serviks cenderung lebih sensitif dan rapuh, sehingga bisa membuat Bunda melihat adanya flek atau cairan vagina berwarna pink setelah bercinta dengan suami. 
  • Penggunaan KB juga bisa membuat dinding rahim menipis, sehingga rentan berdarah saat melakukan hubungan intim.

keputihan setelah berhubungan

2. Cairan berwarna cokelat 

Cairan cokelat yang keluar dari vagina setelah berhubungan seksual cenderung tidak berbahaya. Biasanya disebabkan oleh hal berikut ini: 

  • Sel endometrium. Salah satu penyebab cairna vagina berwarna cokelat adalah karena darah lama yang belum keluar saat haid sebelumnya. 
  • Ovulasi. Bila Anda berhubungan seks saat masa subur, biasanya akan cairan keluar vagina berwarna gelap.
  • Implantasi. Saat embrio menempelkan diri di dinding rahim, seringkali terjadi flek hingga keluar cairan gelap dari vagina. 
  • Stres. memengaruhi tekanan darah dan siklus menstruasi. Hal ini mengakibatkan adanya darah yang terkumpul dan mengering di dalam vagina. Ketika vagina mengalami kontraksi saat berhubungan seks, darah ini bisa keluar sebagai cairan berwarna cokelat.

Penanganan mengatasi keputihan setelah berhubungan seksual

keputihan setelah berhubungan

Berikut adalah cara yang bisa Anda lakukan bila mengalami masalah keputihan setelah berhubungan seksual:

  • Memakai celana dalam dari bahan katun
  • Mengeringkan vagina dengan tisu setelah buang air, agar tidak ada kelembaban di area tersebut, yang bisa membuat bakteri berkembang subur
  • Memakai kondom saat berhubungan untuk mencegah penyakit menular seksual
  • Konsumsi yogurt secara rutin untuk menghindari infeksi jamur vagina
  • Hindari pemakaian produk mengandung bahan kimia di vagina

Selama keputihannya tidak disertai dengan gejala seperti vagina sakit, atau perut bawah terasa nyeri, Bunda tak perlu khawatir. Namun, apabila terjadi perdarahan setelah berhubungan intim, terutama di masa kehamilan, sebaiknya segera menghubungi dokter. 

***

Semoga informasi ini bermanfaat.

 

Sumber: Check Pregnancy

Baca juga: 

Vagina Berdarah Usai Melakukan Seks, Apa Sajakah Penyebabnya?

Cerita mitra kami
Rekomendasi Layanan Profesional yang Membantu Ibu Mengelola Rumah & Anak di 2026
Rekomendasi Layanan Profesional yang Membantu Ibu Mengelola Rumah & Anak di 2026
Wajib Tahu! Ini Mitos dan Fakta Makanan Peningkat Kecerdasan Menurut Dokter Anak
Wajib Tahu! Ini Mitos dan Fakta Makanan Peningkat Kecerdasan Menurut Dokter Anak
Asma Anak Tiba-tiba Kambuh? Ingat, Dokter Spesialis Anak Ada 24 Jam di Mayapada Hospital
Asma Anak Tiba-tiba Kambuh? Ingat, Dokter Spesialis Anak Ada 24 Jam di Mayapada Hospital
Butuh Penanganan Cepat Saat Anak Terus Muntah dan Lemas? Dokter Spesialis Anak Ada 24 Jam di Mayapada Hospital Jakarta Selatan
Butuh Penanganan Cepat Saat Anak Terus Muntah dan Lemas? Dokter Spesialis Anak Ada 24 Jam di Mayapada Hospital Jakarta Selatan

Parenting bikin pusing? Yuk tanya langsung dan dapatkan jawabannya dari sesama Parents dan juga expert di app theAsianparent! Tersedia di iOS dan Android.

img
Penulis

Fitriyani

  • Halaman Depan
  • /
  • Kesehatan
  • /
  • Alami keputihan setelah berhubungan seks, berbahayakah?
Bagikan:
  • 4 Penyebab Bercak Putih pada Kulit Bayi, Tidak Selalu karena Panu!

    4 Penyebab Bercak Putih pada Kulit Bayi, Tidak Selalu karena Panu!

  • 14 Penyakit yang Disebabkan oleh Virus, Ada HMPV hingga Nipah Virus

    14 Penyakit yang Disebabkan oleh Virus, Ada HMPV hingga Nipah Virus

  • Apa Itu Penyakit GERD? Kenali Gejala dan Cara Mengatasinya

    Apa Itu Penyakit GERD? Kenali Gejala dan Cara Mengatasinya

  • 4 Penyebab Bercak Putih pada Kulit Bayi, Tidak Selalu karena Panu!

    4 Penyebab Bercak Putih pada Kulit Bayi, Tidak Selalu karena Panu!

  • 14 Penyakit yang Disebabkan oleh Virus, Ada HMPV hingga Nipah Virus

    14 Penyakit yang Disebabkan oleh Virus, Ada HMPV hingga Nipah Virus

  • Apa Itu Penyakit GERD? Kenali Gejala dan Cara Mengatasinya

    Apa Itu Penyakit GERD? Kenali Gejala dan Cara Mengatasinya

Beranda

Beranda

Dapatkan artikel seputar parenting, gaya hidup, opini pakar, di ujung jari Anda

Jajak

Jajak

Ikutan isi polling menarik, dan lihat apa yang orangtua lain pikirkan!

Album

Album

Bagikan foto orang-orang tersayang Anda di komunitas yang aman

Topik

Topik

Gabung di komunitas dengan sesama Bunda dan Ayah

Panduan

Panduan

Pantau kehamilan, dan juga perkembangan bayi Anda dari hari ke hari!

theAsianparent

Unduh aplikasi gratis kami

Google PlayApp Store

theAsianparent di seluruh dunia

Singapore flag
Singapore
Thailand flag
Thailand
Indonesia flag
Indonesia
Philippines flag
Philippines
Malaysia flag
Malaysia
Vietnam flag
Vietnam

Partner Brands

Rumah123VIP ParentsMama's ChoiceTAP Awards

© Copyright theAsianparent 2026 . All rights reserved

  • Tentang Kami
  • Kebijakan Privasi
  • Syarat dan Ketentuan
  • Peta situs
  • Fitur
  • Artikel
  • Beranda
  • Jajak

Kami menggunakan cookie agar Anda mendapatkan pengalaman terbaik. Pelajari LagiOke, Mengerti

Kami menggunakan cookie agar Anda mendapatkan pengalaman terbaik. Pelajari LagiOke, Mengerti