TAP top app download banner
theAsianparent
theAsianparent
Panduan ProdukKeranjang
  • Kehamilan
  • Anak
  • Perkembangan Otak
  • Cari nama bayi
  • Rangkaian Edukasi
  • TAPpedia
  • TAP Rekomendasi
  • Parenting
  • Kesehatan
  • Gaya Hidup
  • Nutrisi
  • Ayah manTAP!
  • Komunitas
  • VIP
  • Event
Masuk
    • Artikel
  • KehamilanKehamilan
  • AnakAnak
  • Perkembangan OtakPerkembangan Otak
  • Cari nama bayiCari nama bayi
  • Rangkaian EdukasiRangkaian Edukasi
  • TAPpediaTAPpedia
  • TAP RekomendasiTAP Rekomendasi
  • ParentingParenting
  • KesehatanKesehatan
  • Gaya HidupGaya Hidup
  • NutrisiNutrisi
  • Ayah manTAP!Ayah manTAP!
  • KomunitasKomunitas
  • VIPVIP
  • EventEvent
    • Komunitas
  • Jajak
  • Album
  • Makanan
  • Resep
  • Topik
  • Baca Artikel
    • Panduan
  • Pemantau Kehamilan
  • Pemantau Perkembangan Bayi
    • Hadiah
  • HadiahHadiah
  • Kontes
  • VIP ParentsVIP Parents
    • Lebih Banyak
  • Saran

Kebijakan PrivasiPedoman KomunitasPeta situs

Unduh aplikasi gratis kami

google play store
app store

Rentan Dialami Anak Laki-laki, Kenali Penyebab, Gejala, dan Cara Pengobatan Hipospadia

Bacaan 4 menit
Rentan Dialami Anak Laki-laki, Kenali Penyebab, Gejala, dan Cara Pengobatan Hipospadia

Hipospadia adalah kelainan yang menyebabkan letak lubang kencing (uretra) bayi laki-laki tidak normal. Kondisi tersebut karena bawaan lahir.

Kelainan lahir hipospadia menyebabkan letak lubang kencing (uretra) bayi laki-laki menjadi tidak normal. Kondisi ini merupakan kelainan bawaan sejak lahir.

Pada kondisi normal, uretra terletak tepat di ujung penis. Namun, pada bayi yang mengalami kelainan lahir hipospadia, uretra berada di bagian bawah penis. Jika kondisi ini tidak ditangani, penderitanya bisa kesulitan buang air kecil hingga berhubungan seksual saat dewasa nanti. 

Gejala, Penyebab, Risiko, dan Pengobatan Kelainan Lahir Hipospadia

Gejala Kelainan Lahir Hipospadia

Hipospadia

Setiap penderitanya akan mengalami kondisi yang berbeda. Hanya saja, mayorias penderita akan mengalami lubang kencing terletak pada bagian bawah kepala penis dan sebagian lainnya memiliki lubang kencing di bagian bawah batang penis.

Lubang kencing tersebut bisa berada di area skrotum (buah zakar), tetapi kondisi tersebut sangatlah jarang terjadi. Akibat kondisi letak lubang kencing yang tidak normal, penderita hipospadia akan mengalami gejala berikut ini:

  • Percikan urine tidak normal saat buang air kecil
  • Kulup hanya menutupi bagian atas kepala penis
  • Bentuk penis melengkung ke bawah

Penyebab dan Faktor Risiko Kelainan Lahir Hipospadia

kelainan lahir hipospadia

Penyebab pasti kondisi ini memang masih belum diketahui. Namun, perkembangan saluran kencing dan kulup penis yang tidak berkembang baik pun dapat memicu seseorang mengalami kondisi ini. 

Selain itu, ada sejumlah faktor yang bisa meningkatkan risiko hipospadia. Salah satunya faktor dari sang ibu, misalnya:

  • Mengandung pada saat berusia 35 tahun ke atas
  • Menderita obesitas dan diabetes saat hamil
  • Menjalani terapi hormon untuk merangsang kehamilan
  • Terpapar asap rokok atau pestisida saat hamil

Selain faktor di atas, ada faktor lain yang bisa menimbulkan risiko gangguan tersebut, seperti faktor keluarga. Ada anggota keluarga yang mengalami hipospadia dan anak yang terlahir prematur pun menjadi faktor risiko anak mengalami hipospadia.

Artikel terkait: Jadi Kanker Kedua Terbanyak Dialami Pria, Ini Gejala Kanker Prostat

Diagnosis Gangguan Hipospadia

Jika Parents ingin mengetahui apakah si kecil menderita hipospadia, pemeriksaan bisa dilakukan setelah bayi dilahirkan. Jenis pemeriksaannya adalah pemeriksaan fisik.

Akan tetapi, bagi penderita hipospadia yang parah, perlu dilakukan pemeriksaan lanjutan. Seperti dibutuhkan pemeriksaan genetik dan uji pencitraan untuk mengetahui kelainan yang terjadi pada kelamin bayi.

Penanganan Hipospadia

Hipospadia

Untuk penanganan hipospadia sendiri adalah dengan tindakan operasi. Namun, tetap perlu dilihat kembali. Apabila posisi lubang kencing sangat dekat dari posisi yang seharusnya dan bentuk penis tidak melengkung, penanganan mungkin tidak diperlukan.

Akan tetapi, jika letak lubang kencing sangat jauh dari posisi normal, operasi adalah tindakan yang harus dilakukan. Idealnya, operasi dilakukan saat bayi berusia 6 sampai 12 bulan.

Tindakan operasi dilakukan dengan tujuan untuk menempatkan lubang kencing ke posisi seharusnya dan memperbaiki kelengkungan penis. Operasi bisa dilakukan lebih dari satu kali, ini pun tergantung pada tingkat keparahannya.

Pada kasus umumnya, fungsi penis anak akan kembali normal pascaoperasi. Namun, perlu dilakukan kontrol rutin setelah operasi untuk memastikan hal ini.

Hal yang perlu menjadi catatan Parents, jangan melakukan sunat pada anak ketika belum dilakukan operasi. Sebab dokter bedah mungkin akan memerlukan cangkok dari kulup untuk membuat lubang kencing baru.

Artikel terkait: 6 Faktor Risiko Seseorang Alami Penumpukan Protein Abnormal, Berakibat Fatal!

Risiko Komplikasi Kelainan Lahir Hipospadia

Jika gangguan penyakit ini tidak segera ditangani maka akan menimbulkan masalah berkemih pada anak dan dapat menganggu aktivitas seksualnya saat dewasa nanti. Anak yang menderita hipospadia yang tidak ditindak lanjuti, akan mengalami beberapa komplikasi berikut:

  • Kesulitan belajar berkemih
  • Kelainan bentuk penis saat ereksi
  • Gangguan ejakulasi

Kelainan bentuk penis saat ereksi dan gangguan ejakulasi ini akan membuat si penderita hipospadia sulit untuk memiliki anak.

Pencegahan Hipospadia

Hipospadia bisa dicegah sejak hamil dengan melakukan beberapa hal berikut ini:

  • Hindari merokok dan mengonsumsi minuman beralkohol
  • Konsumsi suplemen asam folat sesuai anjuran dokter kandungan
  • Hindari pekerjaan yang berhubungan atau kontak langsung dengan pestisida
  • Pertahankan berat badan ideal
  • Rutin ke dokter kandungan untuk memeriksakan kehamilan

Artikel terkait: Ampuh Obati Bakteri, Ini Anjuran Penggunaan dan Efek Samping

Kapan Harus Periksa ke Dokter?

kelainan lahir hipospadia

Ketika gangguan ini tidak segera ditangani dapat menyebabkan komplikasi yang menurunkan kualitas hidup si penderita. Oleh karena itu, segerah datang ke dokter jika Parents melihat sejumlah gejala yang ditunjukkan.

Terutama ketika melihat posisi lubang uretra yang tidak normal. Semakin dini penangannya, semakin baik pula hasil yang bisa dicapai.

Untuk pasangan yang sedang melakukan program kehamilan namun memiliki risiko terjadinya hipospadia sebaiknya melakukan konsultasi perencanaan kehamilan ke dokter kandungan. Agar risiko bisa dikendalikan sedini mungkin.

Nah, Parents, itulah penjelasan mengenai gejala, penyebab dan cara pengobatan kelainan lahir hipospadia. Semoga bermanfaat!

Artikel telah ditinjau oleh:
dr. Gita Permatasari
Dokter Umum dan Konsultan Laktasi

Baca juga:

Kenali Hipertermia: Inilah Gejala, Penyebab dan Cara Mengobatinya

Dapat Sebabkan Pembuluh Darah Menyempit, Ini Gejala, Cara Mengobati, dan Mengatasi Hiperkolesterolemia

12 Gejala Gagal Jantung, Jangan Sampai Disepelekan!

Cerita mitra kami
Butuh Penanganan Cepat Saat Anak Terus Muntah dan Lemas? Dokter Spesialis Anak Ada 24 Jam di Mayapada Hospital Jakarta Selatan
Butuh Penanganan Cepat Saat Anak Terus Muntah dan Lemas? Dokter Spesialis Anak Ada 24 Jam di Mayapada Hospital Jakarta Selatan
Si Kecil Mual Muntah Berulang? Tak Perlu Cemas, Dokter Spesialis Anak Selalu Ada 24 Jam di Mayapada Hospital Kuningan
Si Kecil Mual Muntah Berulang? Tak Perlu Cemas, Dokter Spesialis Anak Selalu Ada 24 Jam di Mayapada Hospital Kuningan
Bukan Hanya Gigitan - Biaya Tersembunyi Demam Berdarah untuk Keluarga di Indonesia
Bukan Hanya Gigitan - Biaya Tersembunyi Demam Berdarah untuk Keluarga di Indonesia
Kaum Sweet Tooth, Jangan Sampai Diabetes! Kenali Ciri-Ciri dan Cara Menghindarinya
Kaum Sweet Tooth, Jangan Sampai Diabetes! Kenali Ciri-Ciri dan Cara Menghindarinya

 

Parenting bikin pusing? Yuk tanya langsung dan dapatkan jawabannya dari sesama Parents dan juga expert di app theAsianparent! Tersedia di iOS dan Android.

img
Penulis

Tias Septy Julian

Diedit oleh:

dr.Gita Permatasari

  • Halaman Depan
  • /
  • Penyakit
  • /
  • Rentan Dialami Anak Laki-laki, Kenali Penyebab, Gejala, dan Cara Pengobatan Hipospadia
Bagikan:
  • 4 Penyebab Bercak Putih pada Kulit Bayi, Tidak Selalu karena Panu!

    4 Penyebab Bercak Putih pada Kulit Bayi, Tidak Selalu karena Panu!

  • 14 Penyakit yang Disebabkan oleh Virus, Ada HMPV hingga Nipah Virus

    14 Penyakit yang Disebabkan oleh Virus, Ada HMPV hingga Nipah Virus

  • Apa Itu Penyakit GERD? Kenali Gejala dan Cara Mengatasinya

    Apa Itu Penyakit GERD? Kenali Gejala dan Cara Mengatasinya

  • 4 Penyebab Bercak Putih pada Kulit Bayi, Tidak Selalu karena Panu!

    4 Penyebab Bercak Putih pada Kulit Bayi, Tidak Selalu karena Panu!

  • 14 Penyakit yang Disebabkan oleh Virus, Ada HMPV hingga Nipah Virus

    14 Penyakit yang Disebabkan oleh Virus, Ada HMPV hingga Nipah Virus

  • Apa Itu Penyakit GERD? Kenali Gejala dan Cara Mengatasinya

    Apa Itu Penyakit GERD? Kenali Gejala dan Cara Mengatasinya

Beranda

Beranda

Dapatkan artikel seputar parenting, gaya hidup, opini pakar, di ujung jari Anda

Jajak

Jajak

Ikutan isi polling menarik, dan lihat apa yang orangtua lain pikirkan!

Album

Album

Bagikan foto orang-orang tersayang Anda di komunitas yang aman

Topik

Topik

Gabung di komunitas dengan sesama Bunda dan Ayah

Panduan

Panduan

Pantau kehamilan, dan juga perkembangan bayi Anda dari hari ke hari!

theAsianparent

Unduh aplikasi gratis kami

Google PlayApp Store

theAsianparent di seluruh dunia

Singapore flag
Singapore
Thailand flag
Thailand
Indonesia flag
Indonesia
Philippines flag
Philippines
Malaysia flag
Malaysia
Vietnam flag
Vietnam

Partner Brands

Rumah123VIP ParentsMama's ChoiceTAP Awards

© Copyright theAsianparent 2026 . All rights reserved

  • Tentang Kami
  • Kebijakan Privasi
  • Syarat dan Ketentuan
  • Peta situs
  • Fitur
  • Artikel
  • Beranda
  • Jajak

Kami menggunakan cookie agar Anda mendapatkan pengalaman terbaik. Pelajari LagiOke, Mengerti

Kami menggunakan cookie agar Anda mendapatkan pengalaman terbaik. Pelajari LagiOke, Mengerti