TAP top app download banner
theAsianparent
theAsianparent
Panduan ProdukKeranjang
  • Kehamilan
  • Anak
  • Perkembangan Otak
  • Cari nama bayi
  • Rangkaian Edukasi
  • TAPpedia
  • TAP Rekomendasi
  • Parenting
  • Kesehatan
  • Gaya Hidup
  • Nutrisi
  • Ayah manTAP!
  • Komunitas
  • VIP
  • Event
Masuk
    • Artikel
  • KehamilanKehamilan
  • AnakAnak
  • Perkembangan OtakPerkembangan Otak
  • Cari nama bayiCari nama bayi
  • Rangkaian EdukasiRangkaian Edukasi
  • TAPpediaTAPpedia
  • TAP RekomendasiTAP Rekomendasi
  • ParentingParenting
  • KesehatanKesehatan
  • Gaya HidupGaya Hidup
  • NutrisiNutrisi
  • Ayah manTAP!Ayah manTAP!
  • KomunitasKomunitas
  • VIPVIP
  • EventEvent
    • Komunitas
  • Jajak
  • Album
  • Makanan
  • Resep
  • Topik
  • Baca Artikel
    • Panduan
  • Pemantau Kehamilan
  • Pemantau Perkembangan Bayi
    • Hadiah
  • HadiahHadiah
  • Kontes
  • VIP ParentsVIP Parents
    • Lebih Banyak
  • Saran

Kebijakan PrivasiPedoman KomunitasPeta situs

Unduh aplikasi gratis kami

google play store
app store

6 Kelainan Kelopak Mata, Ketahui Gejala dan Cara Pengobatannya 

Bacaan 5 menit
6 Kelainan Kelopak Mata, Ketahui Gejala dan Cara Pengobatannya 

Kelainan kelopak mata dapat diatasi secara permanen dengan tindakan pembedahan. 

Masalah pada mata terkadang terjadi bukan hanya karena adanya penyakit pada mata, tetapi juga adanya kelainan kelopak mata. Kelopak mata merupakan bagian penting dari mata yang memiliki fungsi penting.

Kelopak mata memiliki fungsi menjaga kebersihan dan kelembapan mata. Lalu, menjaga bola mata, khususnya kornea, dari paparan debu, asap kotoran, benda asing yang mengakibatkan infeksi atau luka. Selain itu, kelopak mata berfungsi juga untuk memproduksi air mata. 

Fungsi utama kelopak mata memang untuk melindungi mata. Namun, ada kalanya kelopak mata juga bisa mengalami kelainan. Dr. Dyah Tjintya Sarika, SpM, yang merupakan dokter subspesialis bedah plastik dan rekonstruksi mata JEC Eye Hospitals & Clinics mengemukakan beberapa kelainan kelopak mata yang paling sering dijumpai.

Di antaranya ada entropion, epiblepharon, ektropion trikiasis, ptosis, dan blefarospasme. Berikut penjelasan selengkapnya! 

Artikel Terkait: Tak Hanya karena Penyakit Kuning, Ini 5 Penyebab Mata Kuning dan Cara Mengobatinya

6 Kelainan Kelopak Mata yang Sering Dijumpai 

1. Entropion

6 Kelainan Kelopak Mata, Ketahui Gejala dan Cara Pengobatannya 

Sumber: healthjade.com

Entropion merupakan kondisi kelopak mata yang berputar ke arah dalam sehingga menyebabkan bulu mata menusuk ke dalam bagian mata dan bergesekan dengan lapisan mata yang terluar (konjungtiva dan kornea). Kelainan tersebut dapat terjadi pada kelopak mata bagian atas maupun bagian bawah.

Beberapa hal yang menyebabkan entropion antara lain: Kongenital (kelainan bawaan sejak dalam kandungan), faktor usia, infeksi, trauma kimia, luka bakar, dan riwayat operasi. 

2. Ektropion

Ektropion merupakan keadaan kelopak mata yang berputar ke arah luar menjauhi bola mata sehingga bola mata tidak terlindungi dengan baik. Penyebabnya juga hampir sama dengan entropion antara lain kongenital, faktor usia, tumor, trauma hingga kelumpuhan saraf ke-7. 

3. Epiblefaron 

Epiblefaron membuat adanya kelebihan kulit dan otot kelopak mata sehingga mendorong bulu mata masuk ke dalam dan bergesekan dengan lapisan bola mata yang (kornea). Bila seseorang mengalami kondisi bulu mata yang sering masuk ke mata karena kelebihan kulit, bisa jadi itu termasuk epiblefaron.

Ada beberapa faktor risiko dan penyebab yang menyebabkan kelainan mata ini. 

Penyebabnya: 

  1. Struktur kelopak mata yang berbeda dari rata-rata kelopak mata normal.
  2. Kulit dan otot kelopak mata tidak menempel sempurna dengan tulang kelopak akibatnya terjadi kelebihan kulit dan otot sehingga mendorong bulu mata masuk kedalam mata dan bergesekan dengan lapisan terluarnya.

Sementara faktor risiko epiblefaron antara lain:

  • Ras Asia Timur, Cina, Taiwan, Jepang, Singapura, dan Korea.
  • Riwayat keluarga, anak yang orang tuanya memiliki riwayat epiblepharon memiliki risiko lebih tinggi untuk juga mengalaminya.
  • Obesitas, seseorang yang memiliki indeks massa tubuh yang lebih tinggi juga berisiko untuk mengalami epiblepharon dibandingkan dengan orang yang memiliki indeks massa tubuh lebih rendah. 

4. Kelaianan Kelopak Mata Trikiasis 

kelainan kelopak mata

Sumber: aao.org

Trikiasis merupakan kondisi bulu mata yang tumbuh dengan arah yang salah yaitu masuk ke dalam mata sehingga bergesekan dengan lapisan mata terluar (kornea). Beberapa yang menyebabkan trikiasis antara lain idiopatik (penyakit yang tidak diketahui penyebabnya), peradangan lama, bekas jaringan parut akibat operasi maupun trauma.

5. Kelainan Kelopak Mata Ptosis

Ptosis merupakan kelainan mata yang menyebabkan turunnya kelopak mata atas di bawah kedudukan normal. Kelainan tersebut dapat terjadi pada salah satu maupun kedua mata.

Pada ptosis, kelainan dapat menutupi jalur penglihatan. Penyebab kelainan ini juga mirip dengan jenis kelainan yang lain antara lain, faktor usia (otot kelopak mata yang lemah), trauma (riwayat kecelakaan/operasi) , kongenital atau kelainan sejak lahir, kelumpuhan saraf ke-3, maupun adanya masalah pada otot kelopak. 

Beberapa tanda dan gejala ptosis: 

  • Penglihatan buram 
  • Kelopak mata tidak simetris
  • Tidak ada lipatan 
  • Kelopak kelopak mata dapat menutup sebagian atau seluruh anak mata (pupil).

Kelainan ptosis dapat diatasi dengan operasi atau tindakan bedah. Selain itu, juga bisa dilakukan observasi pada ada kondisi ringan. 

6. Blefarospasme

Blefarospasme merupakan kelainan pada kontraksi otot kelopak mata sehingga mata terus-menerus berkedip tidak dapat terkontrol. Penyebab penyakit ini belum bisa diketahui dengan pasti. Beberapa cara untuk mengatasinya adalah dengan injeksi botox atau tindakan operasi. 

Artikel Terkait: Balita Ini Alami Penyakit Misterius, Mata dan Telinganya Mengeluarkan Darah

Tanda dan Gejala Umum Kelainan Kelopak Mata

kelainan kelopak mata

Sumber: unsplash

Seseorang yang mengalami kelainan kelopak mata biasanya mengalami beberapa gejala dan tanda yang membuat mata terasa tidak nyaman. Berikut tanda dan gejala entropion, ektropion, epiblefaron, dan trikiasis. 

  • Mata perih 
  • Mata merah
  • Rasa tidak nyaman dan mengganjal
  • Mata berair 
  • Iritasi 
  • Nyeri pada kelopak mata
  • Belekan
  • Bila gejala tersebut terjadi dalam waktu lama dapat mengganggu penglihatan

Artikel Terkait: Sindrom Sjogren, Salah Satu Penyakit Autoimun yang Sulit Terdiagnosis

Pengobatan Kelainan Kelopak Mata 

kelainan kelopak mata

Sumber: freepik

Pengobatan dapat dilakukan dengan sementara maupun permanen. 

Cerita mitra kami
Butuh Penanganan Cepat Saat Anak Terus Muntah dan Lemas? Dokter Spesialis Anak Ada 24 Jam di Mayapada Hospital Jakarta Selatan
Butuh Penanganan Cepat Saat Anak Terus Muntah dan Lemas? Dokter Spesialis Anak Ada 24 Jam di Mayapada Hospital Jakarta Selatan
Si Kecil Mual Muntah Berulang? Tak Perlu Cemas, Dokter Spesialis Anak Selalu Ada 24 Jam di Mayapada Hospital Kuningan
Si Kecil Mual Muntah Berulang? Tak Perlu Cemas, Dokter Spesialis Anak Selalu Ada 24 Jam di Mayapada Hospital Kuningan
Bukan Hanya Gigitan - Biaya Tersembunyi Demam Berdarah untuk Keluarga di Indonesia
Bukan Hanya Gigitan - Biaya Tersembunyi Demam Berdarah untuk Keluarga di Indonesia
Kaum Sweet Tooth, Jangan Sampai Diabetes! Kenali Ciri-Ciri dan Cara Menghindarinya
Kaum Sweet Tooth, Jangan Sampai Diabetes! Kenali Ciri-Ciri dan Cara Menghindarinya

Pengobatan Sementara

  • Obat tetes pelembap
  • Obat tetes antibiotik bila sudah terjadi infeksi
  • Mencabut bulu mata dengan pinset khusus untuk trikiasis

Pengobatan Permanen

  • Operasi atau tindakan bedah
  • Khusus untuk trikiasis dapat dilakukan dengan elektrokauterisasi, yakni tindakan medis yang dilakukan untuk menghilangkan jaringan abnormal di kulit. 

Kelainan kelopak mata memiliki banyak faktor penyebab maupun risiko. Namun intinya untuk mencegah kelainan pada kelompok mata tetap harus menjaga kesehatannya dan segera memeriksakan ke dokter apabila terdapat masalah.

Baca Juga: 

Mata sering belekan, berbahayakah? Ini penjelasannya!

Ukuran mata besar adalah satu gejala kelainan Sindrom Axenfeld Rieger, apa bahayanya?

Parenting bikin pusing? Yuk tanya langsung dan dapatkan jawabannya dari sesama Parents dan juga expert di app theAsianparent! Tersedia di iOS dan Android.

img
Penulis

Faizah Pratama

Diedit oleh:

Finna Prima Handayani

  • Halaman Depan
  • /
  • Penyakit
  • /
  • 6 Kelainan Kelopak Mata, Ketahui Gejala dan Cara Pengobatannya 
Bagikan:
  • 4 Penyebab Bercak Putih pada Kulit Bayi, Tidak Selalu karena Panu!

    4 Penyebab Bercak Putih pada Kulit Bayi, Tidak Selalu karena Panu!

  • 14 Penyakit yang Disebabkan oleh Virus, Ada HMPV hingga Nipah Virus

    14 Penyakit yang Disebabkan oleh Virus, Ada HMPV hingga Nipah Virus

  • Apa Itu Penyakit GERD? Kenali Gejala dan Cara Mengatasinya

    Apa Itu Penyakit GERD? Kenali Gejala dan Cara Mengatasinya

  • 4 Penyebab Bercak Putih pada Kulit Bayi, Tidak Selalu karena Panu!

    4 Penyebab Bercak Putih pada Kulit Bayi, Tidak Selalu karena Panu!

  • 14 Penyakit yang Disebabkan oleh Virus, Ada HMPV hingga Nipah Virus

    14 Penyakit yang Disebabkan oleh Virus, Ada HMPV hingga Nipah Virus

  • Apa Itu Penyakit GERD? Kenali Gejala dan Cara Mengatasinya

    Apa Itu Penyakit GERD? Kenali Gejala dan Cara Mengatasinya

Beranda

Beranda

Dapatkan artikel seputar parenting, gaya hidup, opini pakar, di ujung jari Anda

Jajak

Jajak

Ikutan isi polling menarik, dan lihat apa yang orangtua lain pikirkan!

Album

Album

Bagikan foto orang-orang tersayang Anda di komunitas yang aman

Topik

Topik

Gabung di komunitas dengan sesama Bunda dan Ayah

Panduan

Panduan

Pantau kehamilan, dan juga perkembangan bayi Anda dari hari ke hari!

theAsianparent

Unduh aplikasi gratis kami

Google PlayApp Store

theAsianparent di seluruh dunia

Singapore flag
Singapore
Thailand flag
Thailand
Indonesia flag
Indonesia
Philippines flag
Philippines
Malaysia flag
Malaysia
Vietnam flag
Vietnam

Partner Brands

Rumah123VIP ParentsMama's ChoiceTAP Awards

© Copyright theAsianparent 2026 . All rights reserved

  • Tentang Kami
  • Kebijakan Privasi
  • Syarat dan Ketentuan
  • Peta situs
  • Fitur
  • Artikel
  • Beranda
  • Jajak

Kami menggunakan cookie agar Anda mendapatkan pengalaman terbaik. Pelajari LagiOke, Mengerti

Kami menggunakan cookie agar Anda mendapatkan pengalaman terbaik. Pelajari LagiOke, Mengerti