TAP top app download banner
theAsianparent
theAsianparent
Panduan ProdukKeranjang
  • Kehamilan
  • Anak
  • Perkembangan Otak
  • Cari nama bayi
  • Rangkaian Edukasi
  • TAPpedia
  • TAP Rekomendasi
  • Parenting
  • Kesehatan
  • Gaya Hidup
  • Nutrisi
  • Ayah manTAP!
  • Komunitas
  • VIP
  • Event
Masuk
    • Artikel
  • KehamilanKehamilan
  • AnakAnak
  • Perkembangan OtakPerkembangan Otak
  • Cari nama bayiCari nama bayi
  • Rangkaian EdukasiRangkaian Edukasi
  • TAPpediaTAPpedia
  • TAP RekomendasiTAP Rekomendasi
  • ParentingParenting
  • KesehatanKesehatan
  • Gaya HidupGaya Hidup
  • NutrisiNutrisi
  • Ayah manTAP!Ayah manTAP!
  • KomunitasKomunitas
  • VIPVIP
  • EventEvent
    • Komunitas
  • Jajak
  • Album
  • Makanan
  • Resep
  • Topik
  • Baca Artikel
    • Panduan
  • Pemantau Kehamilan
  • Pemantau Perkembangan Bayi
    • Hadiah
  • HadiahHadiah
  • Kontes
  • VIP ParentsVIP Parents
    • Lebih Banyak
  • Saran

Kebijakan PrivasiPedoman KomunitasPeta situs

Unduh aplikasi gratis kami

google play store
app store

Sedih! Perempuan Ini Meninggal karena Janin Membatu, Begini Kronologinya

Bacaan 3 menit
Sedih! Perempuan Ini Meninggal karena Janin Membatu, Begini Kronologinya

Setelah mengandung janin yang membatu selama 9 tahun, ibu ini meninggal dunia. Begini kronologis kejadian lengkapnya, Parents.

Fenomena langka dan tragis dialami oleh seorang ibu berusia 50 tahun di New York. Perempuan asal Kongo tersebut dinyatakan meninggal dunia karena mengandung janin membatu hingga menyebabkan komplikasi, Parents.

Bagaimana kronologis kejadiannya? Berikut TheAsianparent rangkum, melansir dari Daily Mail.

Langka, Janin Membatu Sebabkan Seorang Ibu Meninggal Dunia

 Janin Membantu

Seorang perempuan yang sudah berusia setengah abad mendatangi salah seorang dokter di New York dengan keluhan di perutnya. Ia mengaku pada dokter mengalami berbagai gejala, seperti kram di perut, masalah pencernaan, dan suara gemericik setelah makan.

Pemindaian pun dilakukan dengan hasil yang mengejutkan. Pada hasil screening meninjukkan bahwa perempuan tersebut mengandung janin yang membantu atau terkalsifikasi. Janin tersebutlah yang menekan ususnya.

Artikel Terkait: Catat! Ini Pentingnya Menghitung Tendangan Janin dan Cara Melakukannya

Sudah Mengandung Selama 9 Tahun

Perempuan yang tak diketahui namanya tersebut rupanya ‘mengandung’ janin batu itu selama 9 tahun lamanya, Parents. Hal ini menurut dokter juga berkaitan dengan kejadian keguguran 9 tahun lalu yang dialami perempuan tersebut.

Dokter juga mengatakan bahwa janin itu terlihat sudah berkembang bagian tungkai atas, tulang, dan kuku. Artinya, kemungkinan janin terus tumbuh selama berbulan-bulan saat berada di dalam rahim.

Janin Berhenti Bergerak di 28 Minggu

Sedih! Perempuan Ini Meninggal karena Janin Membatu, Begini Kronologinya

Perempuan yang menjadi pengungsi tersebut sempat memeriksakan kondisi kesehatannya dulu. Ia mengaku bahwa janinnya itu sudah berhenti bergerak sejak di usia 28 minggu.

Janin tersebut seharusnya menjadi anak ke 9 perempuan itu, Parents. Sebelumnya saat ia menetap di Tanzania, dirinya memiliki 8 orang anak yang dilahirkan melalui persalinan normal. Namun, tak lama setelah dilahirkan, 3 anaknya meninggal dunia.

Meninggal Dunia karena Malnutrisi

Saat mengunjungi dokter ketika gejala semakin parah, ia dianjurkan untuk dioperasi. Namun, ia menolak dengan alasan takut dan menganggap bahwa hal yang dialaminya merupakan akibat sihir dari orang yang tak menyukainya.

Akhirnya, ia melakukan rawat jalan. Namun, ia meninggal dunia saat menjalaninya.

Menurut dokter, pada kasus ini degradasi jaringan menyebabkan adanya serangan jantung dan aritmia jantung. Infeksi juga menjadi salah satu penyebab lain yang dialami karena sistem imunitas yang lemah.

Janin yang membantu itu terus menekan usus hingga menyebabkan penyumbatan. Tubuhnya tidak lagi bisa menyerap zat gizi penting. Ia pun dinyatakan meninggal dunia karena malnutrisi parah.

Artikel Terkait: 5 Penyebab Janin Tidak Bergerak dalam Kandungan, Kapan Harus Waspada?

Dalam Kondisi Medis Disebut Lithopedion

 Janin Membantu

Kondisi janin membatu ini dalam istilah medis disebut dengan Lithopedion. Istilah Lithopedion berasal dari kata Yunan lithos (batu) dan paedion (anak). Ini digunakan untuk menggambarkan kondisi kehamilan ektopik di perut saat janin mati tapi tidak ada cara untuk meninggalkan tubuh.

Secara alami, tubuh janin terkalsifiasi atau membantu akibat adanya akumulasi garam. Kondisi ini sangat langka dan baru dilaporkan terjadi sekitar 300 kasus sepanjang sejarah.

Biasanya, ibu hamil tidak emmiliki gejala khusus, Parents. Diagnosis umumnya diketahui secara kebetulan pada saat screening melalui pencitraan.

Artikel Terkait: Waspada janin kekurangan oksigen, ini cara Bumil menghindarinya!

Itulah kronologis seorang perempuan meninggal karena janin membatu. Turut berduka cita atas meningganya sang ibu. Semoga kejadian serupa tak terulang di kemudian hari ya, Parents.

****

Baca Juga:

Cerita mitra kami
Perut Sehat, Anak Smart: Ini Manfaat Yogurt untuk Pencernaan dan Tumbuh Kembang Si Kecil!
Perut Sehat, Anak Smart: Ini Manfaat Yogurt untuk Pencernaan dan Tumbuh Kembang Si Kecil!
Anak Aktif, Orang Tua Tenang:  Era Baru Rawat Luka dengan Betadine Bening Antiseptik
Anak Aktif, Orang Tua Tenang: Era Baru Rawat Luka dengan Betadine Bening Antiseptik
“Kumara Holiday Program" Kembali Hadir di Akhir Tahun Ini Program di Alam Terbuka untuk Anak Usia 2-12 Tahun
“Kumara Holiday Program" Kembali Hadir di Akhir Tahun Ini Program di Alam Terbuka untuk Anak Usia 2-12 Tahun
Seminar Edukasi Tenaga Kesehatan dalam Memperingati Hari Prematur Sedunia 2025
Seminar Edukasi Tenaga Kesehatan dalam Memperingati Hari Prematur Sedunia 2025

Kapankah Detak Jantung Janin bisa Terdengar? Ini Penjelasannya!

Gerakan Janin Berkurang Bisa Jadi Tanda Bahaya, Ketahui Penyebabnya!

Janin Merasa Sakit di Dalam Kandungan, Memangnya Bisa?

 

Parenting bikin pusing? Yuk tanya langsung dan dapatkan jawabannya dari sesama Parents dan juga expert di app theAsianparent! Tersedia di iOS dan Android.

img
Penulis

nisya

  • Halaman Depan
  • /
  • Berita Terkini
  • /
  • Sedih! Perempuan Ini Meninggal karena Janin Membatu, Begini Kronologinya
Bagikan:
  • Cara Lapor SPT Tahunan Lewat Coretax, Wajib Catat!

    Cara Lapor SPT Tahunan Lewat Coretax, Wajib Catat!

  • Apa Itu Child Grooming Modus Pelecehan pada Anak? Ini Kata Psikolog!

    Apa Itu Child Grooming Modus Pelecehan pada Anak? Ini Kata Psikolog!

  • Gerakan Ayah Ambil Rapor Anak, Ini Manfaatnya Kata BKKBN!

    Gerakan Ayah Ambil Rapor Anak, Ini Manfaatnya Kata BKKBN!

  • Cara Lapor SPT Tahunan Lewat Coretax, Wajib Catat!

    Cara Lapor SPT Tahunan Lewat Coretax, Wajib Catat!

  • Apa Itu Child Grooming Modus Pelecehan pada Anak? Ini Kata Psikolog!

    Apa Itu Child Grooming Modus Pelecehan pada Anak? Ini Kata Psikolog!

  • Gerakan Ayah Ambil Rapor Anak, Ini Manfaatnya Kata BKKBN!

    Gerakan Ayah Ambil Rapor Anak, Ini Manfaatnya Kata BKKBN!

Beranda

Beranda

Dapatkan artikel seputar parenting, gaya hidup, opini pakar, di ujung jari Anda

Jajak

Jajak

Ikutan isi polling menarik, dan lihat apa yang orangtua lain pikirkan!

Album

Album

Bagikan foto orang-orang tersayang Anda di komunitas yang aman

Topik

Topik

Gabung di komunitas dengan sesama Bunda dan Ayah

Panduan

Panduan

Pantau kehamilan, dan juga perkembangan bayi Anda dari hari ke hari!

theAsianparent

Unduh aplikasi gratis kami

Google PlayApp Store

theAsianparent di seluruh dunia

Singapore flag
Singapore
Thailand flag
Thailand
Indonesia flag
Indonesia
Philippines flag
Philippines
Malaysia flag
Malaysia
Vietnam flag
Vietnam

Partner Brands

Rumah123VIP ParentsMama's ChoiceTAP Awards

© Copyright theAsianparent 2026 . All rights reserved

  • Tentang Kami
  • Kebijakan Privasi
  • Syarat dan Ketentuan
  • Peta situs
  • Fitur
  • Artikel
  • Beranda
  • Jajak

Kami menggunakan cookie agar Anda mendapatkan pengalaman terbaik. Pelajari LagiOke, Mengerti

Kami menggunakan cookie agar Anda mendapatkan pengalaman terbaik. Pelajari LagiOke, Mengerti