TAP top app download banner
theAsianparent
theAsianparent
Panduan ProdukKeranjang
  • Kehamilan
  • Anak
  • Perkembangan Otak
  • Cari nama bayi
  • Rangkaian Edukasi
  • TAPpedia
  • TAP Rekomendasi
  • Parenting
  • Kesehatan
  • Gaya Hidup
  • Nutrisi
  • Ayah manTAP!
  • Komunitas
  • VIP
  • Event
Masuk
    • Artikel
  • KehamilanKehamilan
  • AnakAnak
  • Perkembangan OtakPerkembangan Otak
  • Cari nama bayiCari nama bayi
  • Rangkaian EdukasiRangkaian Edukasi
  • TAPpediaTAPpedia
  • TAP RekomendasiTAP Rekomendasi
  • ParentingParenting
  • KesehatanKesehatan
  • Gaya HidupGaya Hidup
  • NutrisiNutrisi
  • Ayah manTAP!Ayah manTAP!
  • KomunitasKomunitas
  • VIPVIP
  • EventEvent
    • Komunitas
  • Jajak
  • Album
  • Makanan
  • Resep
  • Topik
  • Baca Artikel
    • Panduan
  • Pemantau Kehamilan
  • Pemantau Perkembangan Bayi
    • Hadiah
  • HadiahHadiah
  • Kontes
  • VIP ParentsVIP Parents
    • Lebih Banyak
  • Saran

Kebijakan PrivasiPedoman KomunitasPeta situs

Unduh aplikasi gratis kami

google play store
app store

Marak Beredar, Ini Ciri dan Modus Investasi Bodong yang Wajib Diketahui Pemula

Bacaan 6 menit
Marak Beredar, Ini Ciri dan Modus Investasi Bodong yang Wajib Diketahui Pemula

Banyak mengincar masyarakat awam, seperti apa ciri investasi bodong?

Tahun 2020 ditutup manis oleh pasar modal Indonesia dengan disematkannya julukan tahun kebangkitan investor ritel dalam negeri instrumen pasar modal. Artinya, semakin banyak masyarakat Indonesia yang melek dan mantap menempatkan uangnya di pasar modal semisal saham. Sayangnya, hal ini turut berbanding lurus dengan banyaknya investasi bodong di luar sana.

“Pada tahun 2020 telah tercipta 10 rekor baru yang merupakan pencapaian tertinggi sepanjang sejarah pasar modal Indonesia,” tutur Hasan Fawzi selaku Direktur Pengembangan Bursa Efek Indonesia (BEI).

Salah satunya, penambahan investor mencakup saham, obligasi, reksa dana, dan instrumen investasi lainnya. Kendati menjadi tahun yang cukup menantang, jumlah investor mencatatkan penambahan tertinggi yakni 48,82% atau sebanyak 1.212.930 SID menjadi 3.697.284 SID hingga 10 Desember 2020.

Selain itu, tren memperlihatkan bahwa kepemilikan investor domestik mulai mendominasi dengan rasio 50,44% instrumen merupakan milik investor ritel dan 49,56% dimiliki investor asing.

Adalah kabar gembira melihat fakta yang ada, tetapi masyarakat yang baru mulai investasi harus waspada dengan investasi bodong yang ada. Seperti apa ciri-cirinya dan bagaimana cara mengatasinya?

Artikel terkait: Catat, 5 Instrumen Investasi Ini Bisa Dipilih Saat Resesi Ekonomi

Apa Itu Investasi Bodong?

investasi bodong

Seperti namanya, investasi bodong adalah penanaman modal pada sebuah produk keuangan palsu atau bodong. Masyarakat akan diminta menanamkan modal pada produk yang sebenarnya tidak ada alias fiktif. Ujungnya, oknum akan membawa kabur uang nasabah tersebut dan buntutnya merugikan investor.

Seiring berkembangnya zaman, pelaku investasi bodong kian canggih melancarkan modus utamanya bagi orang awam yang belum mengenal dunia investasi sebelumnya. Analis Ekonomi Policy Center Iluni UI Fadli Hanafi memaparkan bahwa investasi ilegal atau bodong memiliki ciri sebagai berikut:

1. Menawarkan Keuntungan yang Menarik

Pertama, investasi bodong akan menawarkan imbal hasil (return) keuntungan yang sangat tinggi bahkan cenderung tidak masuk akal dan dalam jumlah yang pasti. Bahkan, return bisa mencapai 5% sebulan atau lebih besar dibanding deposito dalam waktu cepat.

Hal ini tentunya berkebalikan dengan hukum ekonomi. Semakin tinggi keuntungan maka risikonya semakin tinggi. Mirisnya, poin pertama ini biasanya berhasil menjaring calon investor yang tergiur dengan tingkat keuntungan lalu lupa akan risikonya. Padahal, mencapai kekayaan membutuhkan proses yang tidak instan.

2. Bermasalah dengan Perizinan

“Karakteristik lain yang patut juga dicurigai dari investasi bodong adalah tidak secara eksplisit menyatakan terdaftar di OJK, tidak ada logo OJK,” sambung Fadli. Demi menutupi, umumnya pelaku investasi bodong akan mengajak calon korban berinvestasi melalui pesan singkat atau aplikasi WhatsApp.

Padahal, izin perihal penghimpunan dan pengelolaan investasi harus dikeluarkan oleh lembaga resmi di Indonesia yakni Bank Indonesia dan Otoritas Jasa Keuangan (d/h Bapepam) atau Bappebti.

Akan tetapi, investasi palsu atau bodong ini tidak akan melampirkan dokumen perizinan resmi. Mereka hanya memiliki dokumen Akta Pendirian/Perubahan Perusahaan, Nomor Pokok Wajib Pajak (NPWP), Keterangan domisili dari Lurah setempat dengan legalitas usaha berupa Surat Izin Usaha Perdagangan (SIUP) dan Tanda Daftar Perusahaan (TDP).

Artikel terkait: Jadi Primadona, Ini 5 Tips Investasi Emas dari Perencana Keuangan

3. Pemasaran Produk Tak Wajar

investasi bodong

Berbicara mengenai investasi resmi seperti reksa dana, cara pembelian dan penjualan telah diatur secara jelas. Namun, dalam investasi bodong tidak ada prosedur rinci terkait hal ini.

Pendaftaran administrasi yang terlampau mudah juga harus diwaspadai sebagai investasi ilegal. Dalam website resmi, Satgas Waspada Investasi OJK memaparkan gambaran produk yang biasanya ditawarkan oleh investasi bodong antara lain:

  • Penyertaan modal investasi, di mana dana yang terkumpul dari masyarakat dijanjikan akan ditempatkan di lebih dari satu instrumen keuangan atau pada sektor riil;
  • Program investasi online melalui internet, yang menjanjikan pengembalian dana investasi secara rutin;
  • Fixed income products, yang mana investasi Anda nantinya diklaim tidak terpengaruh pergerakan pasar;
  • Simpanan yang menyerupai produk perbankan (tabungan atau deposito). Pada beberapa kasus, terdapat klausul bahwa pemegang (holders) akan dibayarkan imbalan berupa bunga sebesar persentase tertentu di atas bunga deposito;
  • Produk investasi ditawarkan dengan janji akan dijamin dengan instrumen tertentu seperti Giro atau dijamin oleh pihak tertentu seperti pemerintah, bank, dan lain-lain. Pelaku tak segan mencatut nama perusahaan besar secara tidak sah untuk meyakinkan calon investor;
  • Dana masyarakat tidak dicatat dalam segregated account. Dengan tiadanya pemisahan akun ini, perusahaan bisa menggunakan dana tanpa perlu izin nasabah. Akibatnya, jika terjadi masalah dengan perusahaan, dana masyarakat ikut terseret;
  • Tenaga marketing secara langsung atau melalui bisnis dengan menggunakan sistem menyerupai Multi Level Marketing (MLM); dan
  • Seminar atau investor gathering, yang pada umumnya sering diikuti oleh para public figure seperti pejabat, artis, tokoh politik dan lainnya. Acara akan dihelat di tempat yang mewah seperti hotel berbintang guna menunjukkan bonafiditas usaha.

Artikel terkait: Jangan Panik, Ini 6 Tips Mengatur Keuangan Keluarga dengan Gaji Kecil

Bagaimana Caranya Terhindar dari Investasi Bodong?

investasi bodong

Mencapai tujuan keuangan tertentu menjadi alasan banyak orang memilih instrumen investasi tertentu. Mengutip berbagai sumber, lakukan kiat berikut agar tidak terjerumus investasi bodong:

  • Terapkan 2L: Legalitas dan Logis. Pastikan produk yang akan Anda beli terdaftar secara legal di badan resmi yaitu OJK, dan menawarkan hal yang wajar.
  • Ketahui jenis penawaran. Entah itu investasi berupa properti, saham, reksa dana, atau logam mulia, pastikan produknya benar-benar ada dan sudah dikenal luas oleh masyarakat.
  • Return yang masuk akal adalah pertimbangan yang tak kalah penting. Perlu diingat bahwa investasi bukanlah jalan cepat menuju kaya, dibutuhkan proses untuk mencapainya. Waspadai jika imbal hasil keuntungan yang ditawarkan tidak masuk akal. Sebagai tolak ukur, pikir ulang jika keuntungan melebihi deposito, tetapi risikonya kecil.
  • Pahami modus penipuan. Kebanyakan orang mudah tergiur dengan janji manis, utamanya apabila investasi menyertai bonus di luar nalar. Pelajari setiap tawaran investasi yang menghampiri.
  • Cari informasi mendetail. Tak kalah penting jangan malas mengulik informasi bila akan mulai investasi. Banyaklah membaca buku mengenai ilmu investasi, atau luangkan waktu untuk mengikuti seminar baik gratis maupun berbayar demi mendapatkan ilmu dan fakta yang relevan.
  • Kenali diri sendiri. Dalam memutuskan pemilihan produk pastikan Anda mengenali profil risiko diri Anda. Tanyakan pada diri Anda: apakah Anda tipe orang yang konservatif atau berani mengambil risiko? Apakah Anda masih bisa beraktivitas tenang ketika terjadi gejolak pasar? Hal mendasar seperti ini akan menentukan instrumen investasi yang cocok untuk Anda nantinya.

Parents, semoga informasi ini bermanfaat dan membuat Anda lebih bijak ketika akan mulai berinvestasi, sehingga tidak masuk dalam jebakan investasi bodong.

Baca juga:

4 Jenis Investasi Tahun 2021, Cocok untuk Capai Tujuan Keuangan Keluarga

Ingin Mulai Investasi Reksadana? Ini Hal yang Perlu Dipahami Lebih Dulu

7 Channel YouTube Tentang Keuangan dan Investasi untuk Pemula

Cerita mitra kami
Parents Wajib Tahu! Ini Cara Atur Strategi Keuangan, Dana Darurat, dan Asuransi di Era Dinamis
Parents Wajib Tahu! Ini Cara Atur Strategi Keuangan, Dana Darurat, dan Asuransi di Era Dinamis
8 Trik Cerdas Mengatur Keuangan Keluarga Agar Keuangan Aman
8 Trik Cerdas Mengatur Keuangan Keluarga Agar Keuangan Aman
Inilah 7 Metode Budgeting untuk Perencanaan Keuangan Anda
Inilah 7 Metode Budgeting untuk Perencanaan Keuangan Anda
Bantu si Kecil Wujudkan Mimpi, Ini 5 Cara Mudah Mengajarkan Anak Menabung di Tabungan BRI Junio
Bantu si Kecil Wujudkan Mimpi, Ini 5 Cara Mudah Mengajarkan Anak Menabung di Tabungan BRI Junio

Parenting bikin pusing? Yuk tanya langsung dan dapatkan jawabannya dari sesama Parents dan juga expert di app theAsianparent! Tersedia di iOS dan Android.

img
Penulis

Erinintyani Shabrina Ramadhini

Diedit oleh:

Finna Prima Handayani

  • Halaman Depan
  • /
  • Keuangan
  • /
  • Marak Beredar, Ini Ciri dan Modus Investasi Bodong yang Wajib Diketahui Pemula
Bagikan:
  • Fakta Harga Emas Antam Terbaru Januari 2026, Cek Parents!

    Fakta Harga Emas Antam Terbaru Januari 2026, Cek Parents!

  • 100 Dolar Berapa Rupiah? Ini Cara Menghitungnya yang Tepat!

    100 Dolar Berapa Rupiah? Ini Cara Menghitungnya yang Tepat!

  • Parents Wajib Tahu! Ini Cara Atur Strategi Keuangan, Dana Darurat, dan Asuransi di Era Dinamis
    Cerita mitra kami

    Parents Wajib Tahu! Ini Cara Atur Strategi Keuangan, Dana Darurat, dan Asuransi di Era Dinamis

  • Fakta Harga Emas Antam Terbaru Januari 2026, Cek Parents!

    Fakta Harga Emas Antam Terbaru Januari 2026, Cek Parents!

  • 100 Dolar Berapa Rupiah? Ini Cara Menghitungnya yang Tepat!

    100 Dolar Berapa Rupiah? Ini Cara Menghitungnya yang Tepat!

  • Parents Wajib Tahu! Ini Cara Atur Strategi Keuangan, Dana Darurat, dan Asuransi di Era Dinamis
    Cerita mitra kami

    Parents Wajib Tahu! Ini Cara Atur Strategi Keuangan, Dana Darurat, dan Asuransi di Era Dinamis

Beranda

Beranda

Dapatkan artikel seputar parenting, gaya hidup, opini pakar, di ujung jari Anda

Jajak

Jajak

Ikutan isi polling menarik, dan lihat apa yang orangtua lain pikirkan!

Album

Album

Bagikan foto orang-orang tersayang Anda di komunitas yang aman

Topik

Topik

Gabung di komunitas dengan sesama Bunda dan Ayah

Panduan

Panduan

Pantau kehamilan, dan juga perkembangan bayi Anda dari hari ke hari!

theAsianparent

Unduh aplikasi gratis kami

Google PlayApp Store

theAsianparent di seluruh dunia

Singapore flag
Singapore
Thailand flag
Thailand
Indonesia flag
Indonesia
Philippines flag
Philippines
Malaysia flag
Malaysia
Vietnam flag
Vietnam

Partner Brands

Rumah123VIP ParentsMama's ChoiceTAP Awards

© Copyright theAsianparent 2026 . All rights reserved

  • Tentang Kami
  • Kebijakan Privasi
  • Syarat dan Ketentuan
  • Peta situs
  • Fitur
  • Artikel
  • Beranda
  • Jajak

Kami menggunakan cookie agar Anda mendapatkan pengalaman terbaik. Pelajari LagiOke, Mengerti

Kami menggunakan cookie agar Anda mendapatkan pengalaman terbaik. Pelajari LagiOke, Mengerti