Ingin Anak Jadi Pemimpin Perusahaan atau CEO Sukses? Ajari Ia 3 Bahasa Asing Ini

Mari sebarkan artikel ini kepada pembaca lainnya

Banyak cara agar bisa membesarkan agar anak sukses jadi CEO perusahaan saat ia dewasa nanti. Penelitian ini mungkin bisa jadi rujukan Anda.

Siapa yang tak bangga jika anak sukses jadi CEO perusahaan nantinya? CEO adalah Chief Executive Officer atau biasa disebut dengan pemimpin perusahaan/direktur perusahaan.

Agar anak sukses jadi CEO perusahaan sebenarnya bisa dimulai sejak dini. Contohnya dengan mengajarkannya 3 bahasa asing.

Mempelajari bahasa yang berbeda dapat sangat bermanfaat bagi anak-anak dalam hal perkembangan dan pengenalan pada budaya. Apalagi kecerdasan otak anak yang luar biasa dapat menyerap hal yang baru pertama kali dipelajarinya.

Dengan begitu banyak bahasa untuk dipilih, mana yang terbaik untuk anak Anda? Sebuah penelitian telah menjelaskan hal ini.

Pusat Penelitian dan Opini Ekonomi dan Bisnis telah melakukan studi ini, bermitra dengan Bandara Heathrow. Para ahli menganalisis bagaimana bahasa dapat memengaruhi kehidupan anak-anak dan peran yang dimainkannya dalam kehidupan sehari-hari. Mereka juga menentukan mana yang cenderung mengarah pada peluang karir terbaik saat anak dewasa nantinya.

“Kami percaya bahwa pembelajaran bahasa sangat bermanfaat bagi perkembangan anak-anak dan ini merupakan investasi nyata untuk masa depan,” kata Antonella Sorace, profesor linguistik perkembangan dan direktur masalah bilingualisme di Universitas Edinburgh seperti dikutip oleh RD.

Artikel terkait: Kecil-kecil sudah bisa lanjar belajar bahasa Inggris, bagaimana caranya?

Penelitian ini melibatkan survei terhadap 2.001 orang tua dengan anak-anak di bawah usia 18 tahun. Survei ini berlangsung bersama dengan survei lebih dari 500 pemimpin bisnis lainnya.

Jadi bahasa mana yang paling top? Hasil menunjukkan bahwa anak-anak harus belajar bahasa Prancis, Jerman, dan Mandarin jika mereka ingin sukses dalam 10 tahun ke depan dan memaksimalkan kemampuan kerja mereka.

Karena penelitian ini dilakukan di negara yang menggunakan bahasa Inggris, tentunya bagi anak Indonesia juga perlu memasukkan bahasa yang paling banyak digunakan di dunia ini ke dalam kemampuan berkomunikasi.

Kemahiran dalam bahasa kedua membuka pintu bagi pasar baru untuk bisnis dan memungkinkan mereka menciptakan hubungan baru dengan calon mitra. Selain bisa berbicara bahasa lain, kemampuan akademis dan interpersonal yang bisa didapat dari belajar bahasa baru juga tak kalah penting.

“Anak-anak yang mempelajari bahasa berbeda menjadi lebih sadar akan budaya yang berbeda, orang lain, dan sudut pandang lainnya. Mereka juga cenderung lebih baik daripada anak yang menguasai satu bahasa dan seringkali menjadi pembaca yang lebih baik, ” kata Sorace.

Sebagian besar orang tua yang disurvei dalam penelitian ini, sebanyak 85 persen percaya bahwa penting bagi anak-anak mereka untuk belajar bahasa kedua. Sekitar satu dari empat orang percaya bahwa hal itu akan meningkatkan peluang karir anak mereka dan meningkatkan kemampuan kerja di kemudian hari.

Artikel terkait: Bayi akan mengingat bahasa lahirnya hingga ia dewasa.

Mempelajari salah satu dari tiga bahasa tersebut untuk jalan kesuksesan anak memang penting. Namun, metode belajar yang penuh tekanan akan memiliki hasil yang berbeda nantinya. Bisa-bisa, tekanan belajar justru membuatnya depresi.

Di Indonesia, kebanyakan orang mengutamakan kecakapan berbahasa Inggris dan Arab yang diajarkan di berbagai pesantren modern maupun tradisional. Di berbagai sekolah menengah pertama dan atas pun, sudah mulai mengajarkan bahasa Jepang serta Jerman sebagai bahasa asing utama yang harus dipelajari.

Jika ingin memulainya sejak dini, Anda bisa memulainya dengan metode bermain sambil belajar. Misal, lewat dongeng maupun lagu. Stimulasi terbaik adalah dengan orang terdekatnya, bukan dengan gadget terutama jika usianya masih balita.

Kabar baiknya, Indonesia adalah salah satu negara yang mengajarkan anaknya banyak bahasa sejak dini. Karena, biasanya anak lahir dengan penguasaan bahasa daerah dan bahasa Indonesia yang baik.

Misal, jika ibu Jawa dan Ayah Batak, maka anak berkesempatan menguasai 3 bahasa sekaligus. Bahasa Jawa, Batak, dan Indonesia. Jika ditambah dengan bahasa Inggris maupun bahasa asing yang jadi syarat anak sukses jadi CEO perusahaan di atas, maka kemampuan bahasanya jadi luar biasa.

 

 

Baca juga:

Perkenalkan Bella, Anak 4 Tahun yang Fasih Berbicara 7 Bahasa

 

 





Better Parenting