Berkat Rutin Menghitung Gerakan Janin, Pasutri ini Berhasil Selamatkan Buah Hati Mereka

Berkat Rutin Menghitung Gerakan Janin, Pasutri ini Berhasil Selamatkan Buah Hati Mereka

Sepasang suami istri berhasil menyelamatkan buah hati mereka karena rutin hitung gerakan janin. Berikut kisah selengkapnya yang begitu inspiratif.

Kegiatan hitung gerakan janin menjadi sangat penting untuk mendeteksi kejadian buruk yang mungkin saja terjadi. Kisah penyelamatan yang sangat menginspirasi ini dialami oleh seorang laki-laki yang ketika itu baru saja resmi menjadi ayah.

Kala itu, ketika laki-laki tersebut baru saja pulang dari tugas dinas, ia mendapat pesan singkat dari istrinya. Sesampainya di bandara, ia bergegas pulang untuk mengambil baju istrinya dan langsung menuju rumah sakit.

Artikel Terkait : Bumil, lakukan 5 stimulasi ini agar janin lebih aktif dalam kandungan

Rasa takut dan was-was menyergapnya di sepanjang perjalanan. Saat sampai di rumah sakit dan melihat istrinya yang terbaring lemah, ia sudah mengetahui bahwa ini adalah awal kehidupan baru dengan status sebagai seorang ayah.

Sebelum melahirkan, ternyata sang istri sempat mengalami kondisi kehamilan yang tidak stabil. Lantas, bagaimana cerita lengkapnya?

Kisah Pasutri Menjaga Kehamilan Agar Tetap Sehat

menghitung gerakan janin

Kram perut yang belakangan dialami istrinya memang menjadi gejala awal kehamilan yang tidak stabil. Namun, ia rajin minum vitamin prenatal, memerhatikan makanan yang dikonsumsi dengan sangat cermat, tak pernah mengonsumsi alkohol dan kafein, serta berhenti dari segala kegiatan berat yang berisiko membahayakan janin dalam kandungannya.

Bukan itu saja, demi menjaga kehamilannya agar tetap sehat, suaminya pun menyadari jika istri sangat membutuhkan dukungannya. Oleh karena itu, ia ingin terlibat dalam segala hal pemeriksaan terkait kehamilan istrinya.

Akan tetapi, karena pekerjaan yang menumpuk, ia sering tidak bisa menemani istrinya melakukan pemeriksaan rutin ke dokter kandungan. Namun, istrinya selalu mengabarkan segala hasil pemeriksaan dokter kepadanya. Hasilnya pun masih terasa baik-baik saja saat itu.

Lalu, ketika umur kandungan sang istri sudah mencapai 18 minggu, jenis kelamian buah hati mereka sudah bisa diketahui. Mereka akan memiliki bayi laki-laki. 

Sekitar waktu itu, istrinya juga mulai merasakan tendangan dari dalam kandungan. Awalnya, sang suami tak percaya, tapi pada suatu malam ia berhasil merasakan adanya tendangan yang sangat keras dari dalam perut istrinya. Momen itu sungguh menjadi sesuatu yang sangat spesial untuk mereka berdua.

Artikel Terkait : Janin aktif dalam kandungan tanda anak hiperaktif? Ini faktanya!

Mereka Rutin Hitung Gerakan Janin

hitung gerakan janin

Kegiatan hitung gerakan janin menjadi aktivitas favorit mereka berdua selama masa kehamilan. Biasanya, buah hati dalam kandungan justru mulai sangat aktif menendang ketika sang istri hendak tidur sekitar pukul 10 malam. 

Seiring berjalannya waktu, intensitas tendangannya semakin sering dan semakin kuat. Hingga pada suatu ketika, sang suami mendapat kabar yang tidak mengenakkan tentang gerakan janin mereka yang tiba-tiba saja berkurang drastis.

Awalnya, ia tidak merasa khawatir sama sekali. Banyak kemungkinan positif yang bisa menjelaskan peristiwa menurunnya intensitas tendangan bayi dalam perut, seperti sedang tertidur dan sebagainya.

Akan tetapi, semakin hari rasa kekhawatiran itu semakin berkembang. Ada begitu banyak informasi yang menjelaskan tentang gerakan normal bayi dalam kandungan. Dia mulai menduga adanya indikasi buruk yang mungkin terjadi pada buah hatinya dalam kandungan sang istri.

Untungnya, buah hati mereka kembali menendang keesokan harinya, meskipun dengan intensitas yang jauh lebih rendah dibandingkan biasanya. Sang istri berusaha tenang dan melakukan aktivitas seperti biasa.

Segera setelah sang istri selesai mandi, mereka tak ingin lagi menunda pemeriksaan buah hati. Waktu itu, umur kandungan istrinya 25 minggu. 

Kecurigaan yang Terbukti Benar

menghitung gerakan janin

Setelah waktu pemeriksaan berlalu, dokter segera keluar ruangan dan mengabari laki-laki itu bahwa istri dan anaknya dalam kondisi yang baik. Mereka akan melakukan beberapa tes yang hasilnya baru akan keluar besok pagi.

Lalu sang istri dipasang alat pendeteksi monitor jantung yang bisa menunjukkan detak jantung janin dalam kandungan. Setelah merasa tenang, laki-laki itu pulang ke rumah untuk membersihkan diri dan istirahat, kemudian kembali ke rumah sakit setelah pagi hari tiba.

Hasil pemeriksaan dari dokter menunjukan bahwa sang istri menderita infeksi jamur dan saluran kemih. Akibat dari penyakit ini adalah buah hati mereka yang ikut terdampak, sehingga aktivitas menendangnya jadi berkurang secara drastis. 

Lantas, istrinya harus dirawat di rumah sakit selama enam hari. Setelah itu, gerakan bayi mereka kembali normal. 

Artikel Terkait : Gerakan janin berkurang bisa jadi tanda bahaya, ketahui penyebabnya!

Motivasi Suami untuk Lebih Terlibat di Proses Kehamilan Istri, Termasuk Rajin Ikut Hitung Gerakan Janin

Berkat Rutin Menghitung Gerakan Janin, Pasutri ini Berhasil Selamatkan Buah Hati Mereka

Para suami sering kali tidak mendapat banyak nasihat seputar kehamilan. Mereka malahan sering melempar candaan seperti anjuran untuk tidur sebanyak-banyaknya selagi buah hati belum dilahirkan karena nanti pasti akan sibuk sekali. 

Akan tetapi, kegiatan hitung gerakan janin rasanya pas sebagai nasihat untuk para orangtua, baik istri maupun suaminya. Berkurangnya intensitas gerakan bayi bisa menunjukkan adanya kejadian buruk yang mungkin menimpanya di dalam kandungan. 

Hal ini terbukti dari kisah pasangan suami istri yang berhasil menyelamatkan buah hati mereka karena memerhatikan jumlah gerakan janin dari hari ke hari. 

Oleh karena itu, saran untuk para calon ayah di seluruh dunia adalah mari terlibat dengan segala proses kehamilan istri, termasuk rajin hitung gerakan janin. Tujuannya tentu saja untuk menghindari risiko buruk yang tidak diinginkan.

Baca Juga:

Jangan sampai salah, ini langkah menghitung gerakan janin yang tepat

Parenting bikin pusing? Yuk tanya langsung dan dapatkan jawabannya dari sesama Parents dan juga expert di app theAsianparent! Tersedia di iOS dan Android.

app info
get app banner