Garam untuk bayi yang pertamakali MPASI, apakah dibolehkan?

Garam untuk bayi yang pertamakali MPASI, apakah dibolehkan?

Bunda, yuk ketahui berapa takaran pemberian garam yang sesuai untuk bayi berdasarkan usia mereka. Jangan sampai salah ya!

Garam menjadi penyedap rasa yang sering digunakan saat memasak makanan sehari-hari, termasuk untuk makanan si kecil saat ia sudah mulai MPASI. Namun, apakah pemberian garam untuk bayi yang baru pertamakali mencoba MPASi diperbolehkan?

Pada dasarnya untuk bayi yang baru mulai MPASI dia tidak membutuhkan tambahan garam pada makanannya. Biarkan dia menikmati rasa asli dari menu makanan yang diberikan.

Apalagi terkadang beberapa makanan yang disajikan untuk bayi sudah terdapat kandungan garam sejak awal. Misalnya roti, biskuit, dan MPASI instan yang banyak dijual di pasaran.

Artikel terkait : Mengapa Bayi di Bawah 1 Tahun Tidak Boleh Diberi Gula dan Garam?

Garam untuk bayi yang pertamakali MPASI, apakah dibolehkan?

Sementara itu, apabila Bunda memang ingin menambahkan garam pada makanan bayi, maka tidak boleh terlalu banyak. Bayi hanya membutuhkan sedikit garam yaitu sekitar kurang dari 1 gram atau 0,4 gram natrium perhari.

Ginjal bayi tidak bisa menerima asupan garam lebih dari ukuran tersebut. Aturan pemberian garam kurang dari 1 gram berlaku bagi bayi di bawah 12 bulan atau 1 tahun.

Lantas, bagaimana dengan pemberian garam untuk bayi 1 tahun dan anak di usia atasnya? Apakah aturan pemberiannya sama dengan bayi di bawah 1 tahun?

Aturan pemberian garam untuk bayi garam untuk bayi 1 tahun

Takaran pemberian garam untuk bayi usia 6 bulan hingga satu tahun kurang dari 1 gram perhari. Sementara itu, ketika usia anak menginjak 3 tahun, maka pemberian garam sudah boleh ditambahkan.

Untuk lebih jelasnya, dilansir dari laman NHS, berikut ini takaran pemberian garam untuk anak yang wajib orangtua ketahui. Perhatikan ya, Bun.

Jumlah maksimum garam yang disarankan untuk bayi dan anak-anak adalah:

  • Bayi hingga usia 12 bulan yaitu kurang dari 1 gram gram sehari. Sekitar kurang dari 0,4 gram natrium.
  • Usia 1 hingga 3 tahun yaitu kurang dari 2 gram garam sehari (0,8 gram natrium).
  • Lalu, untuk usia 4 sampai 6 tahun yaitu sekitar 3 gram garam sehari (1,2 gram natrium).
  • Kemudian anak yang berusia 7 hingga 10 tahun yaitu sekitar 5 gram garam sehari (2 gram natrium).
  • Usia 11 tahun ke atas yaitu sekitar 6 gram garam sehari (2,4 gram natrium).

Sedangkan untuk bayi yang masih menyusui, asupan garam yang didapat sudah tepat, yang mana ia dapatkan dari ASI. Selain itu, bayi yang minum susu formula juga sudah mendapatkan asupan garam yang sama dengan ASI.

Jangan beri makanan olahan tinggi garam pada bayi dan anak

garam untuk bayi

Selain harus memerhatikan takaran garam yang diberikan pada anak sesuai usianya, orangtua juga harus perhatikan setiap makanan yang dimakan oleh bayi. Jangan sampai bayi memakan makanan olahan yang tinggi garam.

Misalnya yaitu sereal sarapan untuk orang dewasa dan saus pasta. Sebab, kedua jenis makanan itu mengandung banyak garam yang tidak baik untuk kesehatan anak.

Makanan olahan tinggi garam yang tidak baik untuk diberikan kepada anak-anak, seperti junk food, kerupuk, saus, dan keripik. Bunda bisa mengganti makanan tersebut dengan yang lebih baik dan rendah garam, seperti buah, sayuran, daging segar, unggas dan ikan segar, dan telur.

Bun, itulah aturan pemberian garam untuk bayi dan anak dengan usia di atas 1 tahun. Semoga bermanfaat.

 

Referensi : NHS dan babycentre

Baca juga :

Studi: 90 persen garam laut terkontaminasi plastik, peringatan buat Parents!

Parenting bikin pusing? Yuk tanya langsung dan dapatkan jawabannya dari sesama Parents dan juga expert di app theAsianparent! Tersedia di iOS dan Android.

app info
get app banner