TAP top app download banner
theAsianparent
theAsianparent
Panduan ProdukKeranjang
  • Kehamilan
  • Anak
  • Perkembangan Otak
  • Cari nama bayi
  • Rangkaian Edukasi
  • TAPpedia
  • TAP Rekomendasi
  • Parenting
  • Kesehatan
  • Gaya Hidup
  • Nutrisi
  • Ayah manTAP!
  • Komunitas
  • VIP
  • Event
Masuk
    • Artikel
  • KehamilanKehamilan
  • AnakAnak
  • Perkembangan OtakPerkembangan Otak
  • Cari nama bayiCari nama bayi
  • Rangkaian EdukasiRangkaian Edukasi
  • TAPpediaTAPpedia
  • TAP RekomendasiTAP Rekomendasi
  • ParentingParenting
  • KesehatanKesehatan
  • Gaya HidupGaya Hidup
  • NutrisiNutrisi
  • Ayah manTAP!Ayah manTAP!
  • KomunitasKomunitas
  • VIPVIP
  • EventEvent
    • Komunitas
  • Jajak
  • Album
  • Makanan
  • Resep
  • Topik
  • Baca Artikel
    • Panduan
  • Pemantau Kehamilan
  • Pemantau Perkembangan Bayi
    • Hadiah
  • HadiahHadiah
  • Kontes
  • VIP ParentsVIP Parents
    • Lebih Banyak
  • Saran

Kebijakan PrivasiPedoman KomunitasPeta situs

Unduh aplikasi gratis kami

google play store
app store

Fibroadenoma atau Tumor Jinak di Payudara, Kenali Gejala, Penyebab, dan Cara Mengobati

Bacaan 4 menit
Fibroadenoma atau Tumor Jinak di Payudara, Kenali Gejala, Penyebab, dan Cara Mengobati

Pada umumnya, fibroadenoma tidak berbahaya tetapi tetap harus ditangani sesuai dengan gejala yang dirasakan.

Fibroadenoma adalah tumor jinak yang tumbuh di bagian payudara dan sering dijumpai pada perempuan berusia 15-35 tahun. Kondisi ini bersifat tidak berbahaya, tetapi tetap harus ditangani sesuai dengan gejala yang dirasakan.

Penanganan yang tepat akan mencegah tumor berkembang menjadi kanker yang dapat membahayakan pasien. Lalu, seperti apa gejala, penyebab, dan pengobatan fibroadenoma? Simak informasi selengkapnya berikut ini. 

Kenali Gejala dan Penyebab Fibroadenoma

fibroadenoma

Sumber: iStockphoto

Perempuan berusia 15-35 tahun sangat rentan mengalami fibroadenoma, yakni kondisi adanya benjolan di payudara yang berukuran kecil dan bertekstur padat serta bisa digerakkan. Benjolan tersebut berada di jaringan ikat dan dapat ditemukan di salah satu atau kedua sisi payudara.

Dalam beberapa kasus, tumor jinak ini bisa hilang dengan sendirinya. Namun, ada juga yang tumbuh membesar dan harus dioperasi. Itulah sebabnya perlu ada pemantauan dari tenaga medis untuk melihat perkembangan dari tumor tersebut. Jadi, pasien tetap membutuhkan penanganan medis. 

Adapun gejalanya ditandai dengan tumbuhnya benjolan dengan ukuran 1-5 cm bahkan hingga 15 cm di salah satu atau kedua bagian payudara. Benjolan tersebut umumnya tidak terasa sakit, terasa kenyal dan padat ketika disentuh, berbentuk bundar dengan tepi benjolan yang mudah dirasakan, serta mudah digerakkan. 

Selain itu, pada saat menstruasi, biasanya benjolan yang semula tidak sakit menjadi sedikit nyeri apabila dipegang. Pada ibu hamil dan menyusui, benjolan juga bisa berubah ukuran menjadi besar, tetapi bisa mengecil ketika memasuki masa menopause. 

Sampai saat ini belum diketahui secara pasti apa penyebab dari fibroadenoma. Namun, ada faktor risiko yang meningkatkan munculnya benjolan, yaitu berusia di bawah 30 tahun, menjalani terapi estrogen atau terapi hormon lainnya, menggunakan pil KB sebelum usia 20 tahun, riwayat tumor dalam keluarga, dan obesitas. 

Artikel terkait: Selain muncul benjolan, ini 8 gejala awal kanker payudara yang wajib Bunda tahu!

Bagaimana Cara Mendiagnosis Fibroadenoma?

fibroadenoma

Sumber: iStockphoto

Deteksi fibroadenoma bisa dilakukan sendiri di rumah dengan melakukan pemeriksaan payudara sendiri (SADARI). Namun, untuk hasil yang lebih akurat biasanya dokter akan menyarankan pasien untuk melakukan pengecekan melalui tiga metode berikut:

  1. Mammografi, yakni metode pengecekan dengan menggunakan sinar-X.
  2. USG payudara, yakni metode pengecekan untuk mendeteksi apakah benjolan di payudara bersifat padat atau berisi cairan. Pasien akan diminta berbaring di atas meja, lalu dokter akan menempelkan alat bernama transducer di atas kulit payudara yang hasilnya dapat dilihat di layar. 
  3. Biopsi, yakni metode pengecekan melalui pengambilan sampel jaringan. Dokter akan memasukkan jarum ke dalam payudara lalu mengambil potongan kecil dari tumor untuk dicek di laboratorium.

Artikel terkait: Perbedaan Mastitis dan Kanker Payudara

3 Cara Pengobatan Fibroadenoma untuk Menghilangkan Benjolan

fibroadenoma

Sumber: iStockphoto

Pada umumnya, fibroadenoma tidak membahayakan sehingga tidak memerlukan tindakan operasi. Namun, jika gejala semakin parah seperti nyeri hebat, puting mengeluarkan cairan tidak normal, bentuk payudara berubah, benjolan membesar dengan cepat, dan lain sebagainya maka dokter akan menyarankan operasi pengangkatan yang terdiri dari:

1. Lumpektomi 

Lumpektomi adalah prosedur pengangkatan benjolan untuk mengetahui jenis sel dan jaringan yang tumbuh pada benjolan. Perlu diketahui bahwa ada beberapa jenis fibroadenoma yang bervariasi mulai dari yang tidak berbahaya hingga yang berpotensi menjadi kanker. Dokter akan meneliti sampel jaringan yang telah diangkat untuk mengetahui risikonya. 

2. Cryotherapy

Berbeda dengan lumpektomi, cryotherapy adalah prosedur pengangkatan benjolan dengan cara membekukan dan menghancurkan jaringan fibroadenoma. Metode ini dilakukan dengan menggunakan nitrogen cair, carbon dioxide snow, serta dimethyl ether dan propane (DMEP). 

Artikel terkait: Ketahui Gejala, Penyebab, dan Mengatasi Kolera pada Anak dan Orang Dewasa

3. Pengobatan di Rumah

Pasien juga bisa menjalani pengobatan di rumah apabila benjolan tidak membutuhkan tindakan operasi. Namun, pasien harus menjalani pemeriksaan rutin secara berkala dan menjadwalkan mammogram secara teratur. Selain itu, juga perlu pro aktif melakukan pemeriksaan SADARI di rumah serta meningkatkan kekebalan tubuh dengan olahraga teratur dan diet sehat. 

Nah, Parents, itulah penjelasan fibroadenoma beserta gejala, penyebab, metode diagnosis, dan cara pengobatan. Hampir sebagian besar benjolan ini dapat ditangani tanpa harus operasi karena tidak membahayakan bagi pasien. Namun, tetap perlu dipantau secara berkala, ya, Parents. Semoga informasi di atas bermanfaat!

Artikel telah ditinjau oleh:
dr. Gita Permatasari
Dokter Umum dan Konsultan Laktasi

Baca juga:

Beda dengan Tumor! Kenali Gejala hingga Pengobatan Kista Payudara

Penjelasan Lengkap Seputar Biopsi Payudara: Jenis, Risiko, Prosedur, Hingga Hasilnya

Hati-hati Filler Payudara, Lebih Banyak Dampak Negatifnya!

Cerita mitra kami
Si Kecil Intoleransi Laktosa? Coba Ganti Susunya dengan Alternatif Ini
Si Kecil Intoleransi Laktosa? Coba Ganti Susunya dengan Alternatif Ini
Poptoe Kids X Aubry Beer Presents A New Shoe Collection “Aluna Series”
Poptoe Kids X Aubry Beer Presents A New Shoe Collection “Aluna Series”
Inilah 7 Metode Budgeting untuk Perencanaan Keuangan Anda
Inilah 7 Metode Budgeting untuk Perencanaan Keuangan Anda
Bunda, ini 5 alasan pentingnya asisten belanja untuk Anda!
Bunda, ini 5 alasan pentingnya asisten belanja untuk Anda!

Parenting bikin pusing? Yuk tanya langsung dan dapatkan jawabannya dari sesama Parents dan juga expert di app theAsianparent! Tersedia di iOS dan Android.

img
Penulis

Ruhaeni Intan

Diedit oleh:

dr.Gita Permatasari

  • Halaman Depan
  • /
  • TAPpedia
  • /
  • Fibroadenoma atau Tumor Jinak di Payudara, Kenali Gejala, Penyebab, dan Cara Mengobati
Bagikan:
  • 5 Fakta Hormon Kortisol, Hormon Stres yang Memengaruhi Kenaikan Berat Badan

    5 Fakta Hormon Kortisol, Hormon Stres yang Memengaruhi Kenaikan Berat Badan

  • Waspada 8 Ciri Asidosis, Tingginya Kadar Asam di Darah yang Picu Gangguan Organ

    Waspada 8 Ciri Asidosis, Tingginya Kadar Asam di Darah yang Picu Gangguan Organ

  • Obat Ambroxol: Manfaat, Dosis untuk Anak, dan Efek Samping

    Obat Ambroxol: Manfaat, Dosis untuk Anak, dan Efek Samping

  • 5 Fakta Hormon Kortisol, Hormon Stres yang Memengaruhi Kenaikan Berat Badan

    5 Fakta Hormon Kortisol, Hormon Stres yang Memengaruhi Kenaikan Berat Badan

  • Waspada 8 Ciri Asidosis, Tingginya Kadar Asam di Darah yang Picu Gangguan Organ

    Waspada 8 Ciri Asidosis, Tingginya Kadar Asam di Darah yang Picu Gangguan Organ

  • Obat Ambroxol: Manfaat, Dosis untuk Anak, dan Efek Samping

    Obat Ambroxol: Manfaat, Dosis untuk Anak, dan Efek Samping

Beranda

Beranda

Dapatkan artikel seputar parenting, gaya hidup, opini pakar, di ujung jari Anda

Jajak

Jajak

Ikutan isi polling menarik, dan lihat apa yang orangtua lain pikirkan!

Album

Album

Bagikan foto orang-orang tersayang Anda di komunitas yang aman

Topik

Topik

Gabung di komunitas dengan sesama Bunda dan Ayah

Panduan

Panduan

Pantau kehamilan, dan juga perkembangan bayi Anda dari hari ke hari!

theAsianparent

Unduh aplikasi gratis kami

Google PlayApp Store

theAsianparent di seluruh dunia

Singapore flag
Singapore
Thailand flag
Thailand
Indonesia flag
Indonesia
Philippines flag
Philippines
Malaysia flag
Malaysia
Vietnam flag
Vietnam

Partner Brands

Rumah123VIP ParentsMama's ChoiceTAP Awards

© Copyright theAsianparent 2026 . All rights reserved

  • Tentang Kami
  • Kebijakan Privasi
  • Syarat dan Ketentuan
  • Peta situs
  • Fitur
  • Artikel
  • Beranda
  • Jajak

Kami menggunakan cookie agar Anda mendapatkan pengalaman terbaik. Pelajari LagiOke, Mengerti

Kami menggunakan cookie agar Anda mendapatkan pengalaman terbaik. Pelajari LagiOke, Mengerti