TAP top app download banner
theAsianparent
theAsianparent
Panduan ProdukKeranjang
  • Kehamilan
  • Anak
  • Perkembangan Otak
  • Cari nama bayi
  • Rangkaian Edukasi
  • TAPpedia
  • TAP Rekomendasi
  • Parenting
  • Kesehatan
  • Gaya Hidup
  • Nutrisi
  • Ayah manTAP!
  • Komunitas
  • VIP
  • Event
Masuk
    • Artikel
  • KehamilanKehamilan
  • AnakAnak
  • Perkembangan OtakPerkembangan Otak
  • Cari nama bayiCari nama bayi
  • Rangkaian EdukasiRangkaian Edukasi
  • TAPpediaTAPpedia
  • TAP RekomendasiTAP Rekomendasi
  • ParentingParenting
  • KesehatanKesehatan
  • Gaya HidupGaya Hidup
  • NutrisiNutrisi
  • Ayah manTAP!Ayah manTAP!
  • KomunitasKomunitas
  • VIPVIP
  • EventEvent
    • Komunitas
  • Jajak
  • Album
  • Makanan
  • Resep
  • Topik
  • Baca Artikel
    • Panduan
  • Pemantau Kehamilan
  • Pemantau Perkembangan Bayi
    • Hadiah
  • HadiahHadiah
  • Kontes
  • VIP ParentsVIP Parents
    • Lebih Banyak
  • Saran

Kebijakan PrivasiPedoman KomunitasPeta situs

Unduh aplikasi gratis kami

google play store
app store

COVID-19 Diprediksi Jadi Endemik, Apa Bedanya dengan Pandemi?

Bacaan 6 menit
COVID-19 Diprediksi Jadi Endemik, Apa Bedanya dengan Pandemi?

Setelah sebelumnya dikategorikan sebagai epidemi, pandemi COVID-19 diprediksi akan menjadi endemik dalam waktu mendatang. Apa perbedaanya?

Pada konferensi pers tahun 2020 lalu, Badan Kesehatan Dunia atau WHO mengungkapkan bahwa ada kemungkinan pandemi COVID-19 akan menjadi endemik COVID-19. Sebenarnya apa perbedaan pandemi dan endemik?

Melansir dari Detik health, Professor David Heymann sebagai Ketua Kelompok Penasihat Strategis dan Teknis WHO untuk Bahaya Penyakit Menular memprediksi bahwa Virus Corona akan bertahan lama di bumi sehingga manusia diharapkan untuk terbiasa hidup bersama dengan penyakit ini.

Mengingat sudah satu tahun berlalu sejak pandemi dimulai di seluruh bagian dunia, kita kini sudah mulai terbiasa beraktivitas seperti biasa dengan segenap protokol kesehatan agar tidak terpapar virus. Berdasarkan penelitian, kasus COVID-19 tidak meningkat atau menurun, tetapi tidak kunjung menghilang.

Artikel Terkait: Perbandingan Jenis Vaksin COVID-19, Manakah yang Terbaik?

Endemik COVID-19, Apa Pengaruhnya pada Kehidupan Sehari-Hari?

COVID-19 Diprediksi Jadi Endemik, Apa Bedanya dengan Pandemi?

Mengutip dari CNBC, Erica Ollmann Saphire, professor dari La Jolla Institute for Immunology mengungkapkan pemikirannya bahwa COVID-19 bisa jadi ‘bagian pemanen dari kehidupan manusia’. Hingga saat ini, lebih dari 500 ribu orang di Amerika telah meninggal karena Virus Corona.

Saphire menjelaskan bahwa ketika virus jenis baru itu pertama kali menyebar, tak ada yang kebal terhadapnya. Jika diibaratkan, virus adalah api sementara orang-orang yang tak memiliki kekebalan adalah kayu bakar kering yang menjadi bahan bakarnya.

“Pada akhirnya, cukup banyak dari kita yang akan divaksin atau bertahan sehingga akan penyebaran dapat diperlambat. Biasanya Anda akan mengembangkan respons imun yang lebih kuat dengan setiap infeksi berikutnya,” jelasnya.

Ia berkata bahwa beberapa tahun dari sekarang ada kemungkinan cukup banyak orang dewasa yang telah mengembangkan kekebalan atas virus tersebut dan tersisa anak-anak yang tinggal diberikan vaksin.

Selain itu, ia memaparkan bahwa COVID-19 bisa saja menjadi virus lain yang harus kita jalani, layaknya malaria atau penyakit lainnya. Physical distancing dan memakai masker seperti sekarang juga tidak akan berlangsung untuk selamanya.

Pada akhirnya, masyarakat juga jadi akan lebih siap untuk menangani kasus COVID-19 karena sudah mengetahui cara penularannya dan perilaku apa yang dapat mengurangi penyebaran.

endemik covid-19

Artikel Terkait: Divaksinasi Justru Bikin Positif COVID-19? Ini Penjelasan Dokter!

Ada kemungkinan bahwa vaksin Virus Corona ini akan menjadi hal yang biasa sama seperti vaksin flu yang didapatkan tahunan. Jika virus bermutasi, vaksin perlu diperbarui untuk menangani variannya.

“Mungkin kita akan menjadi lebih baik dan merancang vaksin yang dapat kita buat lebih universal untuk membantu mencegah berbagai gejalanya,” ungkap Saphire.

Menurut dr. Adib Khumaidi, SpOT, ketua tim mitigasi Pengurus Besar Ikatan Dokter Indonesia (PB IDI) prediksi COVID-19 menjadi endemik ini baru sebatas hipotesis atau dugaan saja. Hingga kini belum ada bukti data yang kuat menunjukkan COVID-19 akan menjadi endemik.

“Masih hipotesa, itu hipotesa jadi masih dugaan. Jadi kalau misalnya sekarang bicara endemik, ya, mungkin nanti, tapi sekali lagi kita belum firm untuk menyatakan itu,” ungkap dr. Adib.

Pakar Kesehatan Masyarakat dan Ahli Epidemiologi Universitas Airlangga, Windhu Purnomo sepakat bahwa kasus COVID-19 di Indonesia masih belum bisa dikatakan sebagai endemik.

“Indonesia belum. Kita ini masih di atas 1 RT-nya (bilangan reproduksi efektif), masih wabah,” ungkap Windhu.

Ia menjelaskan bahwa penyakit menular bisa disebut endemik saat nilai bilangan reproduksinya (RT) satu. Artinya, satu orang yang terinfeksi menulari satu orang. Saat ini RT COVID-19 masih di atas satu karena satu orang bisa menulari lebih dari satu orang lainnya.

Menurutnya, strategi yang harus dilakukan di Indonesia sekarang adalah menggencarkan testing dan tracing, serta mengetatkan protokol kesehatan. Ia berpesan agar tidak terlalu bergantung pada vaksin saja.

Perbedaan Epidemi, Pandemi, dan Endemik

endemik covid-19

Pada awal penyebarannya, COVID-19 dikategorikan sebagai epidemi. Dalam istilah epidemiologi, epidemi adalah penyakit yang menyerang sejumlah besar orang dalam suatu komunitas, populasi, atau wilayah.

Terkadang sebuah epidemi tetap bertahan di wilayah tertentu, tetapi bisa juga menjadi menyebar luas ke negara atau benua lain. Namun kini, COVID-19 sudah dikategorikan sebagai pandemi, yaitu epidemi yang menyebar di banyak negara atau benua.

Ada beberapa jenis pandemi yang pernah terjadi, bukan hanya COVID-19. Ada HIV/AIDS, yang awalnya ditemukan pada tahun 1976 dan hingga kini belum ada pengobatannya yang efektif. Kemudian ada pula Flu Asia yang berasal dari influenza A subtype H2N2 di tahun 1956-1958.

Pandemi lainnya dalah Flu Babi yang berasal dari virus H1N1 di Meksiko tahun 2009 yang menyebar ke seluruh dunia, serta Flu Spanyol yang memakan korban jiwa hingga 500 juta orang pada saat terjadinya Perang Dunia I.

Kebanyakan pandemi yang terjadi berawal dari virus influenza yang dapat berubah dari waktu ke waktu. Mutasi virus dapat menyebabkan timbulnya pandemi dari virus baru.

Lalu apa itu endemik? Endemik sendiri adalah sesuatu (dalam konteks ini adalah penyakit) yang dimiliki oleh orang atau negara tertentu.

Setiap daerah mungkin saja memiliki penyakit endemis yang berbeda-beda karena adanya perbedaan iklim. Di negara berkembang, penyakit endemik ini masih berdampak luas. Indonesia sendiri sebagai negara tropis memiliki beberapa penyakit endemik seperti DBD, malaria, dan tuberculosis.

Cerita mitra kami
Butuh Penanganan Cepat Saat Anak Terus Muntah dan Lemas? Dokter Spesialis Anak Ada 24 Jam di Mayapada Hospital Jakarta Selatan
Butuh Penanganan Cepat Saat Anak Terus Muntah dan Lemas? Dokter Spesialis Anak Ada 24 Jam di Mayapada Hospital Jakarta Selatan
Si Kecil Mual Muntah Berulang? Tak Perlu Cemas, Dokter Spesialis Anak Selalu Ada 24 Jam di Mayapada Hospital Kuningan
Si Kecil Mual Muntah Berulang? Tak Perlu Cemas, Dokter Spesialis Anak Selalu Ada 24 Jam di Mayapada Hospital Kuningan
Bukan Hanya Gigitan - Biaya Tersembunyi Demam Berdarah untuk Keluarga di Indonesia
Bukan Hanya Gigitan - Biaya Tersembunyi Demam Berdarah untuk Keluarga di Indonesia
Kaum Sweet Tooth, Jangan Sampai Diabetes! Kenali Ciri-Ciri dan Cara Menghindarinya
Kaum Sweet Tooth, Jangan Sampai Diabetes! Kenali Ciri-Ciri dan Cara Menghindarinya

endemik covid-19

Artikel Terkait: Lansia Rentan Tertular COVID-19, Ini 4 Penyebabnya!

Seperti melansir dari Health, perbedaan antara pandemi dan endemik adalah kemampuan memprediksi. Graham Medley, PhD, direktur dari Center for the Mathematical Modeling of Infectious Diseases di London School of Hygiene and Tropical Medicine, menjelaskan bahwa ketakutan akan sesuatu hal yang baru atau ketidakpastian sering kali dikatikan dengan epidemi atau pandemi, tetapi belum tentu dengan endemik.

“Bagi kebanyakan orang, perbedaan antara penyakit epidemi dan penyakit endemik adalah tidak diketahui risiko suatu penyakit epidemi. Definisi tersebut benar-benar didasarkan pada bagaimana risiko dianggap oleh individu dan pemerintah,” ungkap Graham.

WHO sendiri dalam konferensi persnya menggunakan contoh virus HIV (Human Immunodeficency Virus) sebagai salah satu jenis virus endemik. Dr. Michael Ryan dari WHO mengatakan bahwa HIV memang belum hilang seluruhnya dari muka bumi dan hingga kini kita hidup berdampingan dengannya.

“Namun kami telah menemukan terapinya dan metode pencegahannya (HIV). Orang-orang tidak merasa takut seperti sebelumnya,” ujarnya.

Perlu diingat bahwa kemungkinan COVID-19 menjadi endemik saat ini masih berupa hipotesis. Masih belum ada yang mengetahui kapan virus ini bisa diberantas secara keseluruhan. Namun, dengan kemajuan teknologi seperti sekarang ini kita sudah mendapatkan banyak sekali kemajuan.

Yang bisa kita lakukan kini adalah menjaga kesehatan sebaik-baiknya, dengan menerapkan protokol kesehatan. Batasi aktivitas di luar rumah, hindari kerumunan, dan rajin mencuci tangan menggunakan sabun dan air mengalir.

Parents, hipotesis bahwa COVID-19 akan menjadi endemik bukan berarti kita bisa menurunkan kewaspadaan. Semoga dengan mengetahui perbedaan antara pandemi dan endemik ini, pengetahuan kita bisa bertambah. Jaga selalu anggota keluarga kita tercinta dengan disiplin menjaga kebersihan dan kesehatan, ya.

Baca Juga:

id.theasianparent.com/rekomendasi-vitamin-untuk-pasien-covid-19

Perlu Tahu! Ini 8 Perbandingan Vaksin Covid-19 Moderna dan Pfizer-BioNtech

15 Gejala COVID-19 yang Sudah Ditemukan, Jangan Anggap Remeh!

Parenting bikin pusing? Yuk tanya langsung dan dapatkan jawabannya dari sesama Parents dan juga expert di app theAsianparent! Tersedia di iOS dan Android.

img
Penulis

Annisa Pertiwi

  • Halaman Depan
  • /
  • Penyakit
  • /
  • COVID-19 Diprediksi Jadi Endemik, Apa Bedanya dengan Pandemi?
Bagikan:
  • 4 Penyebab Bercak Putih pada Kulit Bayi, Tidak Selalu karena Panu!

    4 Penyebab Bercak Putih pada Kulit Bayi, Tidak Selalu karena Panu!

  • 14 Penyakit yang Disebabkan oleh Virus, Ada HMPV hingga Nipah Virus

    14 Penyakit yang Disebabkan oleh Virus, Ada HMPV hingga Nipah Virus

  • Apa Itu Penyakit GERD? Kenali Gejala dan Cara Mengatasinya

    Apa Itu Penyakit GERD? Kenali Gejala dan Cara Mengatasinya

  • 4 Penyebab Bercak Putih pada Kulit Bayi, Tidak Selalu karena Panu!

    4 Penyebab Bercak Putih pada Kulit Bayi, Tidak Selalu karena Panu!

  • 14 Penyakit yang Disebabkan oleh Virus, Ada HMPV hingga Nipah Virus

    14 Penyakit yang Disebabkan oleh Virus, Ada HMPV hingga Nipah Virus

  • Apa Itu Penyakit GERD? Kenali Gejala dan Cara Mengatasinya

    Apa Itu Penyakit GERD? Kenali Gejala dan Cara Mengatasinya

Beranda

Beranda

Dapatkan artikel seputar parenting, gaya hidup, opini pakar, di ujung jari Anda

Jajak

Jajak

Ikutan isi polling menarik, dan lihat apa yang orangtua lain pikirkan!

Album

Album

Bagikan foto orang-orang tersayang Anda di komunitas yang aman

Topik

Topik

Gabung di komunitas dengan sesama Bunda dan Ayah

Panduan

Panduan

Pantau kehamilan, dan juga perkembangan bayi Anda dari hari ke hari!

theAsianparent

Unduh aplikasi gratis kami

Google PlayApp Store

theAsianparent di seluruh dunia

Singapore flag
Singapore
Thailand flag
Thailand
Indonesia flag
Indonesia
Philippines flag
Philippines
Malaysia flag
Malaysia
Vietnam flag
Vietnam

Partner Brands

Rumah123VIP ParentsMama's ChoiceTAP Awards

© Copyright theAsianparent 2026 . All rights reserved

  • Tentang Kami
  • Kebijakan Privasi
  • Syarat dan Ketentuan
  • Peta situs
  • Fitur
  • Artikel
  • Beranda
  • Jajak

Kami menggunakan cookie agar Anda mendapatkan pengalaman terbaik. Pelajari LagiOke, Mengerti

Kami menggunakan cookie agar Anda mendapatkan pengalaman terbaik. Pelajari LagiOke, Mengerti