TAP top app download banner
theAsianparent
theAsianparent
Panduan ProdukKeranjang
  • Kehamilan
  • Anak
  • Perkembangan Otak
  • Cari nama bayi
  • Rangkaian Edukasi
  • TAPpedia
  • TAP Rekomendasi
  • Parenting
  • Kesehatan
  • Gaya Hidup
  • Nutrisi
  • Ayah manTAP!
  • Komunitas
  • VIP
  • Event
Masuk
    • Artikel
  • KehamilanKehamilan
  • AnakAnak
  • Perkembangan OtakPerkembangan Otak
  • Cari nama bayiCari nama bayi
  • Rangkaian EdukasiRangkaian Edukasi
  • TAPpediaTAPpedia
  • TAP RekomendasiTAP Rekomendasi
  • ParentingParenting
  • KesehatanKesehatan
  • Gaya HidupGaya Hidup
  • NutrisiNutrisi
  • Ayah manTAP!Ayah manTAP!
  • KomunitasKomunitas
  • VIPVIP
  • EventEvent
    • Komunitas
  • Jajak
  • Album
  • Makanan
  • Resep
  • Topik
  • Baca Artikel
    • Panduan
  • Pemantau Kehamilan
  • Pemantau Perkembangan Bayi
    • Hadiah
  • HadiahHadiah
  • Kontes
  • VIP ParentsVIP Parents
    • Lebih Banyak
  • Saran

Kebijakan PrivasiPedoman KomunitasPeta situs

Unduh aplikasi gratis kami

google play store
app store

Wabah PMK Merebak, Bolehkah Makan Daging yang Terkena PMK?

Bacaan 4 menit
Wabah PMK Merebak, Bolehkah Makan Daging yang Terkena PMK?

Ada beberapa bagian daging yang sebaiknya dihindari untuk dikonsumsi.

Setelah sempat dinyatakan bebas penyakit mulut dan kuku (PMK) pada tahun 1990 lalu, tiba-tiba di tahun ini beberapa sapi di Jawa Timur dilaporkan terkena penyakit tersebut. Banyak orang pun bertanya-tanya mengenai keamanan daging sapi kena PMK jika dikonsumsi oleh manusia, apakah berbahaya? Mari kita simak penjelasan berikut.

Artikel terkait: Cara Mengolah Daging yang Tepat bagi Ibu Hamil, Jangan Sampai Salah!

PMK Tidak Menular ke Manusia

Daging sapi kena PMK

Dilansir dari CNBC Indonesia, dalam sebuah pernyataan beberapa waktu lalu, Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo mengatakan bahwa wabah PMK dilaporkan telah melanda dua kabupaten di Aceh dan empat kabupaten di Jawa Timur. Meski demikian, Syahrul menegaskan bahwa penyakit ini tidak bisa menular ke manusia. Oleh karena itu, ia pun mengimbau masyarakat agar tidak panik.

“Kami berharap tidak ada kepanikan berlebihan. Insyaallah kita semua berusaha tangani maksimal. Kami bekerja bersama gubernur dan bupati setempat. Jadi, kepanikan tidak perlu terjadi. Karena seperti apa telah disampaikan berbagai pihak, termasuk Kementerian Kesehatan, PMK ini tidak menular kepada manusia. PMK ini tidak menular kepada manusia, ini yang paling penting,” kata Syahrul.

Artikel terkait: Mengenal 10 Potongan Daging Sapi dan Cara Terbaik Mengolahnya

Daging Sapi Kena PMK Boleh Dikonsumsi

Daging sapi kena PMK

Lebih lanjut, ia menambahkan bahwa daging sapi yang kena PMK pun diperbolehkan untuk dikonsumsi oleh masyarakat luas. Namun, agar tetap aman dikonsumsi, daging tersebut harus melewati beberapa pendekatan teknis dan prosedur tertentu. Ia pun menambahkan, ada beberapa bagian tubuh sapi yang tidak boleh dikonsumsi.

“Yang ingin saya sampaikan adalah dagingnya masih bisa dikonsumsi oleh manusia, masih aman dimakan. Yang tidak boleh hanya pada tempat langsung terkena PMK. Misalnya organ tertentu, seperti kaki harus diamputasi dulu, jeroan nggak boleh, mulut terkait bibir dan lain-lain, lidah, cuma itu yang memang tidak direkomendasi (untuk dikonsumsi),” jelas Syahrul.

Hal yang sama juga diungkapkan oleh dokter spesialis gizi dan nutrisi di Rumah Sakit Siloam, Inge Permadhi. Seperti dikutip dari CNN Indonesia, Inge menjelaskan bahwa daging sapi yang kena PMK masih boleh dikonsumsi karena tidak memberikan pengaruh apa pun terhadap manusia. Hal ini disebabkan, protein dan gizi yang terdapat di dalamnya masih dikatakan aman.

“Tidak terpengaruh. Gizi dan protein hewani dari hewan yang terkena PMK itu tidak akan berkurang, maka dikeluarkanlah rekomendasi bisa dikonsumsi bagian tertentu saja,” kata Inge.

Meski demikian, Inge pun mengimbau masyarakat agar mengonsumsi daging yang benar-benar matang agar bakteri dan virus yang mungkin mengontaminasi daging bisa mati.

“Kalau dimasak rendang atau dibuat sop yang butuh proses memasak lama, saya pikir masih bagus ya, tidak apa-apa. Namun kalau dibakar, dibuat steak atau sate itu masih khawatir karena tidak tahu penyakit ini penularan ke manusia bagaimana,” lanjutnya.

Oleh karena adanya wabah ini, Syahrul pun mengimbau agar semua rumah pemotongan hewan (RPH) menyediakan tenaga kesehatan. Dengan demikian, pemantauan kesehatan pun bisa terus dilakukan.

“Jadi tidak ada RPH yang tidak dikawal tenaga kesehatan, bersama posko mengawalnya. Karena itu, penjualan liar dan lain-lain, khususnya di daerah suspek kita hindari bersama,” tambahnya. 

Artikel terkait: Busui Tak Boleh Konsumsi Daging Kambing Terlalu Banyak, Ini Alasannya!

Tips Mengolah Daging Terkena PMK

Daging sapi kena PMK

Seperti dijelaskan sebelumnya, ada beberapa hal yang perlu diperhatikan dalam mengolah daging sapi kena PMK. Di samping itu, dilansir dari Kumparan, Dosen Program Studi Kedokteran Hewan Unpad, Dwi Cipto Budinuryanto, memberikan beberapa tips untuk mengolah daging terkena PMK.

Daging harus dipisahkan tulang dan lemaknya. Kemudian, panaskan dalam air mendidih selama 30 menit. Jika daging sudah dikemas dalam bentuk kaleng, daging harus dipanaskan dalam wadah tertutup hingga suhu internal mencapai 70 derajat celcius selama 30 menit.

Sementara itu, tukang daging dari Dean Hart’s BBQ & Co, Yudhistira Hartanto menyarankan agar masyarakat mengetahui secara pasti asal muasal ternak. Pastikan bahwa daging tersebut dikelola oleh RPH yang tepercaya. Selain itu, ia juga mengimbau masyarakat untuk tidak mengonsumsi kikil, lidah, mulut, dan bagian jeroan.

“Hindari bagian kikil, lidah, mulut, jeroan saat ini, atau bagian dalam sapi juga boleh dihindari. Apabila mau, harus diolah dengan sangat sangat baik,” kata Yudhistira.

Demikian penjelasan mengenai keamanan daging sapi kena PMK. Secara umum, masyarakat masih boleh mengonsumsinya asalkan memperhatikan beberapa prosedur kesehatan. Semoga berguna, Parents!

Baca juga:

id.theasianparent.com/daging-beku

id.theasianparent.com/makan-kambing

5 Cara Memilih Daging Berkualitas Baik, Jangan Sampai Salah

Cerita mitra kami
Rekomendasi Layanan Profesional yang Membantu Ibu Mengelola Rumah & Anak di 2026
Rekomendasi Layanan Profesional yang Membantu Ibu Mengelola Rumah & Anak di 2026
Wajib Tahu! Ini Mitos dan Fakta Makanan Peningkat Kecerdasan Menurut Dokter Anak
Wajib Tahu! Ini Mitos dan Fakta Makanan Peningkat Kecerdasan Menurut Dokter Anak
Asma Anak Tiba-tiba Kambuh? Ingat, Dokter Spesialis Anak Ada 24 Jam di Mayapada Hospital
Asma Anak Tiba-tiba Kambuh? Ingat, Dokter Spesialis Anak Ada 24 Jam di Mayapada Hospital
Pediatric Emergency Mayapada Hospital Siaga 24 Jam Tangani Kondisi Gawat Darurat Anak
Pediatric Emergency Mayapada Hospital Siaga 24 Jam Tangani Kondisi Gawat Darurat Anak

Parenting bikin pusing? Yuk tanya langsung dan dapatkan jawabannya dari sesama Parents dan juga expert di app theAsianparent! Tersedia di iOS dan Android.

img
Penulis

Galih Pangestu Jati

  • Halaman Depan
  • /
  • Info Sehat
  • /
  • Wabah PMK Merebak, Bolehkah Makan Daging yang Terkena PMK?
Bagikan:
  • 7 Penyebab Pria Ereksi, Tak Melulu karena Rangsangan Seksual

    7 Penyebab Pria Ereksi, Tak Melulu karena Rangsangan Seksual

  • 10 Jenis Keputihan Normal dan Tidak Normal pada Wanita

    10 Jenis Keputihan Normal dan Tidak Normal pada Wanita

  • 8 Titik Pijat Refleksi Kaki dan Manfaatnya untuk Kesehatan

    8 Titik Pijat Refleksi Kaki dan Manfaatnya untuk Kesehatan

  • 7 Penyebab Pria Ereksi, Tak Melulu karena Rangsangan Seksual

    7 Penyebab Pria Ereksi, Tak Melulu karena Rangsangan Seksual

  • 10 Jenis Keputihan Normal dan Tidak Normal pada Wanita

    10 Jenis Keputihan Normal dan Tidak Normal pada Wanita

  • 8 Titik Pijat Refleksi Kaki dan Manfaatnya untuk Kesehatan

    8 Titik Pijat Refleksi Kaki dan Manfaatnya untuk Kesehatan

Beranda

Beranda

Dapatkan artikel seputar parenting, gaya hidup, opini pakar, di ujung jari Anda

Jajak

Jajak

Ikutan isi polling menarik, dan lihat apa yang orangtua lain pikirkan!

Album

Album

Bagikan foto orang-orang tersayang Anda di komunitas yang aman

Topik

Topik

Gabung di komunitas dengan sesama Bunda dan Ayah

Panduan

Panduan

Pantau kehamilan, dan juga perkembangan bayi Anda dari hari ke hari!

theAsianparent

Unduh aplikasi gratis kami

Google PlayApp Store

theAsianparent di seluruh dunia

Singapore flag
Singapore
Thailand flag
Thailand
Indonesia flag
Indonesia
Philippines flag
Philippines
Malaysia flag
Malaysia
Vietnam flag
Vietnam

Partner Brands

Rumah123VIP ParentsMama's ChoiceTAP Awards

© Copyright theAsianparent 2026 . All rights reserved

  • Tentang Kami
  • Kebijakan Privasi
  • Syarat dan Ketentuan
  • Peta situs
  • Fitur
  • Artikel
  • Beranda
  • Jajak

Kami menggunakan cookie agar Anda mendapatkan pengalaman terbaik. Pelajari LagiOke, Mengerti

Kami menggunakan cookie agar Anda mendapatkan pengalaman terbaik. Pelajari LagiOke, Mengerti