Ada banyak tabel pertumbuhan anak yang perlu diketahui orang tua, salah satunya tabel berat badan anak usia 1-5 tahun menurut WHO.
Mengapa WHO? Karena Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) adalah badan khusus Perserikatan Bangsa-Bangsa yang bertanggung jawab atas kesehatan masyarakat internasional, termasuk Indonesia. WHO bertugas memandu dan mendukung upaya kesehatan global, merespons keadaan darurat kesehatan, dan meningkatkan kesehatan serta kesejahteraan secara keseluruhan, termasuk berat badan anak.
Selengkapnya, simak tabel berat badan anak usia 1-5 tahun menurut WHO di bawah ini.
Bagaimana Tabel Berat Badan Anak Usia 1-5 Tahun Menurut WHO?
Tabel berat badan anak usia 1- 5 tahun menurut WHO sesuai jenis kelamin bayi adalah sebagai berikut:
Anak Perempuan
Tabel berat badan anak perempuan usia 0 bulan-2,5 tahun menurut WHO
Tabel berat badan anak perempuan usia 2,6 tahun-5 tahun menurut WHO
Anak Laki-Laki
Tabel berat badan anak laki-laki usia 0 bulan-2,5 tahun menurut WHO
Tabel berat badan anak laki-laki usia 2,6 tahu-5 tahun menurut WHO
Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) merilis distribusi statistik standar pertumbuhan internasional ini pada tahun 2006, yang menggambarkan pertumbuhan anak usia 0 hingga 59 bulan yang tinggal di lingkungan yang diyakini mendukung apa yang dipandang oleh para peneliti WHO sebagai pertumbuhan optimal anak-anak di negara di seluruh dunia, termasuk Indonesia.
Tabel atau kurva pertumbuhan ini menunjukkan bagaimana bayi dan anak kecil tumbuh dalam kondisi ini, bukan bagaimana mereka tumbuh di lingkungan yang mungkin tidak mendukung pertumbuhan optimal.
Grafik pertumbuhan bayi membantu Anda dan dokter anak memantau pertumbuhan bayi Anda. Pertumbuhan yang konsisten merupakan tanda bahwa bayi Anda sehat.
Jangan khawatir jika anak Anda tidak berada tepat di tengah grafik pertumbuhan. Ada rentang normal yang luas, dan ukuran bayi Anda saat ini belum tentu mencerminkan ukuran mereka saat dewasa.
Persentil menunjukkan perbandingan berat badan, tinggi badan, dan lingkar kepala anak Anda dengan anak-anak lain yang seusia dan berjenis kelamin sama. Misalnya, jika berat badan anak Anda berada di persentil ke-20, berat badannya lebih dari 20 persen dari anak-anak seusia dan berjenis kelamin sama.
Cara Menghitung Berat Badan Anak menurut WHO?
Tidak ada formula atau cara paling tepat menghitung berat badan anak menurut WHO. Saat Anda membawa anak ke rumah sakit atau puskesmas untuk melakukan cek perkembangan rutin, dokter atau tenaga kesehatan yang akan membantu Anda untuk mendapatkan perhitungan yang tepat.
Ada juga cara menghitung IMT (Indeks Massa Tubuh), yakni ukuran berat badan terhadap tinggi badan. Angka ini membantu dokter memahami apakah berat badan seseorang berada dalam kategori seperti kurang berat badan, kelebihan berat badan, atau obesitas yang mungkin membahayakan kesehatannya.
IMT dihitung dengan mengukur tinggi dan berat badan anak Anda saat tidak memakai sepatu dan pakaian berat, lalu menghitung IMT dengan rumus ini:
Cara menghitung IMT anak menurut Kementerian Kesehatan
Contohnya, bila seorang anak memiliki berat badan 30 kg dengan tinggi 1,30 m (130 cm), perhitungan indeks massa tubuhnya adalah:
- Kalikan tinggi badan anak dalam satuan meter yang dikuadratkan → 1,30 x 1,30 = 1,69
- Selanjutnya, bagi angka berat badan anak dengan hasil kuadrat tinggi badan → 30 : 1,69 = 17,7
- Hasil nilai IMT adalah 17,7
Cara terbaik untuk mengetahui persentil IMT anak Anda adalah dengan meminta dokter anak mengukurnya dan mendiskusikan hasilnya dengan Anda. Dokter anak Anda akan berbicara dengan Anda tentang bagaimana menjaga agar bayi Anda memiliki berat badan yang sehat.
Jika Anda khawatir tentang kenaikan berat badan bayi Anda, hubungi dokter anak Anda. Mereka mungkin akan meminta Anda datang untuk memeriksanya, karena penting untuk menimbang bayi Anda pada timbangan yang konsisten yang dapat mengukur berat badan secara akurat dalam satuan kilogram.
Berapa Tinggi Anak Stunting?
Tinggi anak stunting adalah lebih dari dua standar deviasi (SD) di bawah median Standar Pertumbuhan Anak WHO. Yakni, pendek stunting adalah -3 SD sampai dengan <-2 SD.
Namun, tidak hanya tinggi badan, berikut adalah ciri-ciri anak terkena stunting:
- Postur anak lebih pendek dari anak-anak seusianya.
- Proporsi tubuh mungkin tampak normal, tapi anak terlihat lebih muda atau kecil untuk usianya.
- Berat badan rendah untuk anak seusianya.
- Pertumbuhan tulang terhambat.
Kapan Harus Khawatir tentang Berat Badan Bayi?
Stephanie Byrne, MD, dokter anak di Cedars-Sinai Guerin Children’s, mengatakan bahwa perhitungan skala IMT adalah pengukuran yang tidak sempurna dan harus selalu dipertimbangkan dalam konteksnya. “Perhitungan tersebut tidak memperhitungkan massa otot atau kepadatan tulang, dan orang tua serta dokter tidak boleh menilai berat badan anak hanya berdasarkan angka apa pun. Terlalu fokus pada angka pada grafik dapat memberikan pesan yang salah kepada anak-anak,” ujar Bryne.
Oleh karenanya, Anda harus khawatir tentang berat badan bayi jika disertai dengan ciri atau kondisi seperti ini:
- Anak-anak yang ukuran berat badannya berada pada persentil ke-85-94 karena diklasifikasikan sebagai kelebihan berat badan, dan anak-anak pada persentil ke-95 dan lebih diklasifikasikan sebagai obesitas.
- Memiliki kebiasaan mendengkur karena bisa disebabkan oleh jaringan lemak berlebih di leher yang dapat mengindikasikan masalah kesehatan terkait berat badan.
- Jika anak Anda kesulitan bernapas saat berolahraga.
- Kesulitan mengikuti teman-temannya.
- Sering mengemil.
- Sering kembali untuk porsi kedua atau ketiga saat makan, atau mulai membatasi apa dan kapan mereka makan.
Bryne juga mengingatkan bahwa, “Orang tua seharusnya memandang berat badan anak-anak mereka sebagai usaha positif,” dan memantaunya untuk tujuan kesehatan anak. “Bukan hanya tentang menjadi kurus. Ini tentang berusaha menjadi versi diri kita yang paling sehat agar kita bisa panjang umur dan produktif,” tegasnya.
Jika Anda khawatir tentang berat badan anak Anda—atau bertanya-tanya apakah Anda seharusnya khawatir—mintalah saran dari dokter yang dapat membantu Anda mempertimbangkan pilihan yang mengutamakan keselamatan dan harga diri anak.
Demikianlah informasi tentang tabel berat badan anak usia 1-5 tahun menurut WHO. Semoga membantu, Parents.
Parenting bikin pusing? Yuk tanya langsung dan dapatkan jawabannya dari sesama Parents dan juga expert di app theAsianparent! Tersedia di iOS dan Android.