TAP top app download banner
theAsianparent
theAsianparent
Panduan ProdukKeranjang
  • Kehamilan
  • Anak
  • Perkembangan Otak
  • Cari nama bayi
  • Rangkaian Edukasi
  • TAPpedia
  • TAP Rekomendasi
  • Parenting
  • Kesehatan
  • Gaya Hidup
  • Nutrisi
  • Ayah manTAP!
  • Komunitas
  • VIP
  • Event
Masuk / Daftar
    • Artikel
  • KehamilanKehamilan
  • AnakAnak
  • Perkembangan OtakPerkembangan Otak
  • Cari nama bayiCari nama bayi
  • Rangkaian EdukasiRangkaian Edukasi
  • TAPpediaTAPpedia
  • TAP RekomendasiTAP Rekomendasi
  • ParentingParenting
  • KesehatanKesehatan
  • Gaya HidupGaya Hidup
  • NutrisiNutrisi
  • Ayah manTAP!Ayah manTAP!
  • KomunitasKomunitas
  • VIPVIP
  • EventEvent
    • Komunitas
  • Jajak
  • Album
  • Makanan
  • Resep
  • Topik
  • Baca Artikel
    • Panduan
  • Pemantau Kehamilan
  • Pemantau Perkembangan Bayi
    • Hadiah
  • HadiahHadiah
  • Kontes
  • VIP ParentsVIP Parents
    • Lebih Banyak
  • Saran

Kebijakan PrivasiPedoman KomunitasPeta situs

Unduh aplikasi gratis kami

google play store
app store

Belajar menerima kekalahan, pelajaran berharga yang wajib 'ditanam' sejak dini

Bacaan 3 menit
Belajar menerima kekalahan, pelajaran berharga yang wajib 'ditanam' sejak dini

Meskipun sulit, mengajarkan anak untuk keluar dari rasa kecewa karena kekalahan bisa dilakukan.

Menerima kekalahan memang terasa tidak mudah.  Terlebih lagi jika harus mengajarkan ilmu ini pada anak. Tapi bisa dimulai jika kita mengetahui bagaimana cara meningkatkan kecerdasan emosional anak.

Resmi jadi orangtua selama 9 tahun ini, sudah tidak terhitung lagi berapa puluhan ribu pelajaran yang bisa saya ambil. Sampai detik ini, prosesnya pun masih berlangsung.

Salah satu pelajaran yang saya masih saya pelajari sampai detik ini adalah bagaimana mengajarkan anak untuk memerima kekalahan. Termasuk bagaimana dirinya bisa mengelola emosinya agar rasa sedih dan kekecewaannya tidak terus berlarut hingga memunculkan rasa frustasi.

Kenapa, sih, melatih anak untuk bisa menerima kekalahan ini sangat penting?

cara meningkatkan kecerdasan emosional anak

Ya, setidaknya menurut saya, kekalahan dan kemenangan merupakan dua hal yang terus berjalan beriringan dan akan sering dihadapi dalam hidup ini.

Jadi, anak perlu memahami, kalau ada kalanya ia bisa jadi juara, tapi ada saatnya juga dirinya bisa menerima dan lapang dada ketika kalah. Toh, menerima kekalahan bukan sesuatu yang hina.

Setidaknya, momen masa-masa Pemilihan Umum 2019 untuk menentukan Presiden RI dan wakilnya semakin mengingatkan saya bahwa melatih anak untuk bisa keluar dari rasa kecewa karena kalah sangat penting dilakukan.

Miris rasanya saat melihat pemberitaan yang terkait dengan aksi demo yang berujung ricuh yang baru saja terjadi.

Belum lagi kalau membaca pemberitaan atau timeline kerabat atau teman yang pro pada salah satu pihak, kemudian menuliskan kalimat yang menyudutkan bahkan cenderung brutal karena  menggunakan kata-kata kasar untuk menjatuhkan salah satu pihak.

Belajar menerima kekalahan, pelajaran berharga yang wajib ditanam sejak dini

Padahal, gagal dan kalah itu kan hal yang biasa. Merasa sedih, atau kecewa juga sangat wajar, kok. Namun kekecewaan itu tentu saja perlu dilampiaskan dalam cara yang sehat. Tanpa perlu menyalahkan pihak mana pun.

Saya jadi ingat pernah berbincang dengan Anna Surti Ariani selaku psikolog anak dan remaja, ia mengatakan bahwa agar anak bisa mengelola rasa kecewa akibat kekalahnnya, perlu dimulai dengan melatih kececerdasan emosional. Dan ini harus dikembangkan seiring dengan pertumbuhannya.

Apabila pada usia 2 atau 3 tahun anak sering tantrum jika keinginannya tidak terwujud, apakah kondisi ini bisa dibiarkan terus menerus sampai usianya bertambah besar? Tentu saja tidak.

Bagaimana cara meningkatkan kecerdasan emosional anak?

Sebenarnya ada beberapa cara meningkatkan kecerdasan emosional anak yang bisa dilakukan oleh orangtua.

  • Mengajarkan anak untuk bisa mengenali emosinya sendiri, misalnya saat  anak merasa senang, sedih, kecewa atau  ketika merasa sedang marah.
  • Jangan lupa untuk mengajarkan anak mengelola emosinya, sehingga anak bisa menyesuaikan antara emosi yang disampaikan dengan situasi yang sedang berlangsung
  • Mengajarkan anak untuk bisa memotivasi dirinya sendiri
  • Melatih anak untuk bisa lebih peka dengan perasaan orang lain
  • Jadi pendengar yang baik bagi anak
  • Berikan apresiasi pada anak jika memang anak pantas mendapatkannya
  • Perlihatkan pada anak, kalau kita sebagai orangtua juga memiliki hubungan yang baik dengan lingkungan sekitar.

cara meningkatkan kecerdasan emosional anak

Psikolog yang kerap saya sapa dengan panggilan Mbak Nina Teguh ini juga mengatakan bahwa pada dasarnya cara meningkatkan kecerdasan emosional anak bisa dimulai sejak dini.

Bahkan, tidak ada kata terlambat untuk melatih kecerdasan emosional anak. Apalagi kecerdasan emosional ini sebenarnya bisa ‘menular’.

“Dekati saya lingkungan atau orang-orang yang memang memiliki kecerdasan emosional yang baik, karena seiring waktu berjalan, kecerdasan emosional kita bisa ikut berubah setara dengan orang terdekat.  Dari sini juga, mengapa orangtua perlu menjadi contoh bagi anak-anaknya,” tegasnya.

Pertanyaannya, sudahkah kita menjadi contoh yang baik untuk anak-anak? Karena sesungguhnya, bagaimana kita bisa mengajarkan anak untuk bisa makan menggunakan sendok, kalau kita sendiri tidak mau menggunakannya?

Sebagai orangtua, saya tentu saja perlu membantu anak bisa melepaskan rasa kecewanya dengan cara yang tepat. Biar bagaimana pun, anak akan terus bertumbuh dan anak menjadi menjadi individu yang lebih tangguh saat dewasa nanti. Selain itu saya pun perlu melatih anak untuk menghadapi pahitnya hidup.

Baca juga :

7 Tanda Anda memiliki kecerdasan emosional yang rendah

 

 

 

Cerita mitra kami
Memberikan Sogokan untuk Anak, Boleh atau Tidak, Ya?
Memberikan Sogokan untuk Anak, Boleh atau Tidak, Ya?
Serunya theAsianparent on the Go 2025 di Bekasi, Banyak Talk Show Bermanfaat!
Serunya theAsianparent on the Go 2025 di Bekasi, Banyak Talk Show Bermanfaat!
MY BABY dan theAsianparent Indonesia Meriahkan Hari Ibu Lewat Acara Spesial 'Mari Rayakan Ibu'
MY BABY dan theAsianparent Indonesia Meriahkan Hari Ibu Lewat Acara Spesial 'Mari Rayakan Ibu'
Bangga jadi Bunda, Apresiasi Peran Penting untuk Keluarga
Bangga jadi Bunda, Apresiasi Peran Penting untuk Keluarga

Parenting bikin pusing? Yuk tanya langsung dan dapatkan jawabannya dari sesama Parents dan juga expert di app theAsianparent! Tersedia di iOS dan Android.

img
Penulis

Adisty Titania

Diedit oleh:

Tiara Iraqhia

  • Halaman Depan
  • /
  • Keluarga
  • /
  • Belajar menerima kekalahan, pelajaran berharga yang wajib 'ditanam' sejak dini
Bagikan:
  • 11 Bacaan Istighfar Penghapus Dosa Beserta Keutamaannya

    11 Bacaan Istighfar Penghapus Dosa Beserta Keutamaannya

  • Niat Puasa Syaban Lengkap dan Amalan Lain yang Bisa Dilakukan

    Niat Puasa Syaban Lengkap dan Amalan Lain yang Bisa Dilakukan

  • Sering Diucapkan saat Figur Publik Meninggal, Ini Arti Rest in Peace

    Sering Diucapkan saat Figur Publik Meninggal, Ini Arti Rest in Peace

  • 11 Bacaan Istighfar Penghapus Dosa Beserta Keutamaannya

    11 Bacaan Istighfar Penghapus Dosa Beserta Keutamaannya

  • Niat Puasa Syaban Lengkap dan Amalan Lain yang Bisa Dilakukan

    Niat Puasa Syaban Lengkap dan Amalan Lain yang Bisa Dilakukan

  • Sering Diucapkan saat Figur Publik Meninggal, Ini Arti Rest in Peace

    Sering Diucapkan saat Figur Publik Meninggal, Ini Arti Rest in Peace

Beranda

Beranda

Dapatkan artikel seputar parenting, gaya hidup, opini pakar, di ujung jari Anda

Jajak

Jajak

Ikutan isi polling menarik, dan lihat apa yang orangtua lain pikirkan!

Album

Album

Bagikan foto orang-orang tersayang Anda di komunitas yang aman

Topik

Topik

Gabung di komunitas dengan sesama Bunda dan Ayah

Panduan

Panduan

Pantau kehamilan, dan juga perkembangan bayi Anda dari hari ke hari!

theAsianparent

Unduh aplikasi gratis kami

Google PlayApp Store

theAsianparent di seluruh dunia

Singapore flag
Singapore
Thailand flag
Thailand
Indonesia flag
Indonesia
Philippines flag
Philippines
Malaysia flag
Malaysia
Vietnam flag
Vietnam

Partner Brands

Rumah123VIP ParentsMama's ChoiceTAP Awards

© Copyright theAsianparent 2026 . All rights reserved

  • Tentang Kami
  • Kebijakan Privasi
  • Syarat dan Ketentuan
  • Peta situs
  • Fitur
  • Artikel
  • Beranda
  • Jajak

Kami menggunakan cookie agar Anda mendapatkan pengalaman terbaik. Pelajari LagiOke, Mengerti

Kami menggunakan cookie agar Anda mendapatkan pengalaman terbaik. Pelajari LagiOke, Mengerti