7 Tanda Anda memiliki kecerdasan emosional yang rendah

7 Tanda Anda memiliki kecerdasan emosional yang rendah

Kecerdasan emosional bisa diasah asal kita mengenali kelemahan kita. 7 tanda di bawah ini membantu kita untuk mengenali level kecerdasan emosional kita.

Banyak orang hanya fokus di satu kecerdasan saja. Namun, menyeimbangkan berbagai aspek kecerdasan akan membuat seseorang jadi pribadi yang lebih baik. Meningkatkan kecerdasan emosional dapat membantu seseorang menggapai kesuksesan di ranah pekerjaan, rumah tangga, dan lingkungan.

Sepanjang kita masih hidup, selalu ada kesempatan untuk meningkatkan kecerdasan kita. Jika salah satu tanda yang disebutkan di bawah ini cocok dengan kepribadian Anda, maka sekarang saat yang tepat untuk meningkatkannya.

7 Tanda Anda memiliki kecerdasan emosional yang rendah

Perhatikan beberapa tanda berikut ini:

1. Sering merasa orang tak mengerti maksud Kita

kecerdasan emosional 1

Sebelum kesal karena merasa bahwa orang sering tidak memahami kalimat-kalimat Anda, coba instrospeksi diri sendiri terlebih dahulu. Tanya pada diri sendiri apakah bahasa yang digunakan sudah tepat untuk lawan bicara atau belum.

Seseorang dengan kecerdasan emosional yang tinggi akan jujur dan mengenali diri sendiri.

Hal tersebut membuatnya tahu tentang batasan-batasannya. Memaksakan kehendak hanya akan membuat hubungan anda dengan pasangan dan lingkungan Anda semakin buruk.

2. Menyalahkan orang lain atas masalahnya sendiiri

Ketika seseorang mudah menyalahkan orang lain atas masalah yang menimpa dirinya, maka sama saja ia tidak memberikan kesempatan pada diri sendiri untuk berkembang.

Menyalahkan orang lain adalah hal yang mudah. Namun, menyadari kegagalan diri sendiri akan membantu diri kita dalam melatih kecerdasan intelektual.

Belajar dari kegagalan juga akan membuat hidup lebih produktif dan bijak.

3. Tidak dapat “membaca” orang lain

Mengerti bahasa tubuh orang lain di sini adalah kondisi di mana seseorang dapat mengerti maksud orang lain tanpa perlu banyak kata. Jika seseorang sering tak mengerti “kode” dari orang lain, bisa jadi ia termasuk orang dengan kecerdasan emosional yang rendah.

4. Sering kecewa karena orang lain karena tidak mengerti maksud Anda

Jangan berharap bahwa orang akan mengerti maksud kita jika hanya disampaikan dengan metode sesuai bidang kita. Jika sedang bicara dengan orang lain, posisikan bahwa kita sedang berbicara sesuai level pengetahuan orang tersebut.

5. Sering terkejut ketika mengetahui sesuatu tentang orang lain

Bagian dari perkembangan kecerdasan emosional adalah mampu untuk mengenali pola, kata-kata, dan perilaku. Memprediksi pikiran dan gerak seseorang dapat membantu kita untuk mengasah kemampuan sosialisasi.

6. Tidak punya empati

kecerdasan emosional 2

Seseorang yang memiliki empati akan dapat mengerti perasaan orang lain. Dengan itu, ia akan mempertimbangkan efek dari sikap dan ucapannya pada orang lain.

Jika merasa bahwa banyak orang marah pada kita tanpa mengerti sebabnya, maka kita harus segera mempertajam kecerdasan emosional lagi.

7. Sulit untuk menjalin hubungan dekat dengan orang lain

Kebersamaan tidak hanya soal fisik, namun juga emosional. Hal ini akan membuat pasangan merasa bahwa Anda menemaninya dengan sepenuh jiwa dan raga.

Memiliki hubungan pertemanan dan kekerabatan yang dekat dengan orang lain juga jadi tanda bahwa anda memiliki kecerdasan emosional yang baik. Tanpa kecerdasan emosional yang memadai, akan sulit bagi kita untuk dapat menjalin hubungan yang baik dengan sesama.

Artikel terkait: Tak Kalah Penting, Ini Cara Kembangkan Kecerdasan Interpersonal Anak

5 Cara meningkatkan kecerdasan emosional

Jika Anda merasa memiliki beberapa poin kurangnya kecerdasan emosional di atas, tidak perlu merasa bersarah atau putus asa. Ada beberapa cara yang dapat Anda lakukan untuk meningkatkan kecerdasan emosional Anda.

1. Kelola emosi negatif

kecerdasan emosional 3

Ketika Anda dapat mengelola dan mengurangi emosi negatif, Anda mungkin akan cenderung kewalahan. Lebih mudah diucapkan daripada dilakukan, bukan?

Coba ini: Jika seseorang mengecewakan Anda, jangan langsung menyimpulkan. Sebaliknya, biarkan diri Anda melihat situasi dengan berbagai cara.

Cobalah untuk melihat hal-hal secara objektif sehingga Anda tidak mudah gusar. Berlatihlah perhatian di tempat kerja dan perhatikan bagaimana perspektif Anda berubah.

2. Ingat kosakata Anda

Fokus untuk menjadi komunikator yang lebih kuat di tempat kerja. Orang yang cerdas secara emosional cenderung menggunakan kata-kata yang lebih spesifik yang dapat membantu mengkomunikasikan kekurangan, dan kemudian mereka segera bekerja untuk mengatasinya.

Pernah rapat dengan bos Anda? Apa yang membuatnya sangat buruk dan apa yang dapat Anda lakukan untuk memperbaikinya?

Saat Anda dapat menentukan dengan tepat apa yang sedang terjadi, Anda memiliki kemungkinan lebih besar untuk mengatasi masalah tersebut, alih-alih hanya memikirkannya.

3. Berlatih empati

Berpusat pada isyarat verbal dan non-verbal dapat memberi Anda wawasan yang sangat berharga tentang perasaan orang-orang di sekitar Anda. Berlatihlah berfokus pada orang lain dan jangan hanya memikirkan pendapat Anda sendiri.

4. Ketahui stres Anda

Perhatikan apa yang membuat Anda stres dan proaktif untuk mengurangi itu dalam hidup Anda.

5. Bangkit kembali dari kesulitan

Semua orang menghadapi kesulitan atau tantangan dalam hidupnya. Cara Anda bereaksi terhadap tantangan-tantangan ini yang akan membuat Anda siap untuk sukses.

Untuk membantu Anda bangkit kembali dari kesulitan, berlatihlah optimisme alih-alih mengeluh.

Apa yang dapat Anda pelajari dari situasi ini? Ajukan pertanyaan yang membangun untuk melihat apa yang dapat Anda ambil dari tantangan yang ada.

Referensi : inc.com, forbes.com

Baca juga:

5 Topik Diskusi Untuk Menghangatkan Hubungan Suami Istri

 

Parenting bikin pusing? Yuk tanya langsung dan dapatkan jawabannya dari sesama Parents dan juga expert di app theAsianparent! Tersedia di iOS dan Android.

app info
get app banner