5 Cara aman mengolah makanan yang wajib Bunda praktikkan

5 Cara aman mengolah makanan yang wajib Bunda praktikkan

Tak hanya kandungan nutrisinya saja, Anda juga perlu memerhatikan bagaimana teknik pengolahannya.

Selama ini Bunda sudah mempraktikkan cara mengolah makanan sehat yang banyak beredar di internet. Namun mengapa anak masih mengalami diare ya? Apa jangan-jangan cara yang dilakukan selama ini salah?

Menurut data WHO, 1 dari 10 orang di seluruh dunia jatuh sakit setiap tahun karena mengonsumsi makanan yang terkontaminasi di mana sejumlah 420.000 orang meninggal karenanya. Terlebih, anak berusia di bawah 5 tahun memiliki resiko besar terjangkit penyakit yang berhubungan dengan foodborne diseases.

Makanan yang tidak aman membawa bakteri, virus, parasit berbahaya serta kandungan bahan kimia yang dapat menyebabkan 200 jenis penyakit, di antaranya adalah diare.

Tentunya kita ingin memberi yang terbaik untuk keluarga ya, Bun. Anda sudah menerapkan pola makan sehat pada si kecil? Bagus! Namun perhatikan juga keamanannya.

Keamanan pangan dimulai dari sejak memilih bahan makanan saat berbelanja, penyimpanan bahan makanan mentah, persiapan memasak, proses memasak, hingga penyimpanan makanan yang sudah matang. Berikut cara mengolah makanan sehat dari dr. Juwalita Surapsari, M.Gizi, SpGK, Dokter Spesialis Gizi Klinis, yang disampaikan pada acara Edukasi ‘Menu Aman Pilihan Ibu, Inspirasi Hidup Sehat Keluarga’ dari Danone – Nutricia Sarihusada, Rabu (19/12) lalu.

Cara mengolah makanan sehat #1: Pemilihan bahan pangan segar dan kemasan

Keamanan makanan yang disajikan untuk keluarga dimulai dari awal sekali yaitu ketika Bunda berbelanja ke pasar atau supermarket. Pilih tempat belanja yang terpercaya.

Perhatikan dengan seksama bahan pangan yang akan dibeli, harus masih segar dan tidak berbau. Jika akan membeli bahan makanan atau bumbu dalam kemasan, perhatikan kondisi kemasan dengan baik dan tanggal kadaluarsanya.

Cara mengolah makanan sehat #2: Penyimpanan bahan makanan mentah

5 Cara aman mengolah makanan yang wajib Bunda praktikkan

Jangan membiasakan lemari es penuh sesak dengan bahan makanan ataupun makanan lainnya. Sebisa mungkin masing-masing item memiliki ruang dengan yang lainnya.

Pisahkan bahan makanan mentah dengan makanan yang sudah matang yang Bunda simpan kembali di lemari es. Juga pisahkan antara daging, ikan, buah-buahan, dan sayuran.

Ketahui berapa lama bahan makanan bisa disimpan di lemari es. Hindari menimbun bahan makanan terlalu banyak di lemari es. Kalau bisa, beli bahan makanan hari ini, untuk diproses hari ini, atau setidaknya untuk besok.

Untuk penyimpanan di lemari es, daging atau ayam biasanya tahan 1-2 hari, telur tahan 3-5 minggu, keju (sudah dibuka) tahan 3-4 minggu. Untuk penyimpanan di freezer memang bisa lebih lama, lebih dari 3 bulan. Tetap perhatikan kondisinya, ya, jangan gunakan jika Bunda melihat warna bahan makanan berubah dan timbul bau tak sedap.

Cara mengolah makanan sehat #3: Persiapan memasak

Cara terbaik untuk thawing atau melunakkan daging dari freezer adalah memasukannya ke chiller. Pastikan masih dibungkus rapat dengan plastik.

Merendamnya dalam air dingin rentan mengundang bakteri setelah air dingin berubah temperaturnya sesuai suhu ruang. Jangan biarkan bahan makanan di suhu ruang lebih dari 2 jam.

Tips lainnya adalah miliki talenan yang berbeda-beda untuk bahan makanan yang berbeda pula (daging, sayuran, ikan) untuk menghindari adanya kontaminasi silang. Jangan lupa jaga kebersihan tangan dan alat-alat masak. Sering-seringlah mencuci tangan dan mencuci pisau sebelum mengolah bahan pangan lain.

Cara mengolah makanan sehat #4: Masak sampai benar-benar matang

5 Cara aman mengolah makanan yang wajib Bunda praktikkan

Masak masakan hingga benar-benar matang untuk membunuh organisme penyebab penyakit (patogen). Upayakan temperatur seluruh bagian makanan mencapai 70 derajat Celcius.

Jika repot harus bawa-bawa termometer ke dapur, setidaknya amati dengan cermat kematangan masakan Bunda.

Cara mengolah makanan sehat #5: Menyimpan kembali masakan yang sudah matang

Jangan simpan masakan yang sudah matang bersama bahan makanan yang masih mentah. Jika akan dikonsumsi kembali, panaskan kembali makanan matang dengan sempurna.

Hal ini karena selama penyimpanan, meskipun disimpan dengan benar, tetap akan mengundang mikroba. Terkecuali untuk MPASI, jika makanan anak tersisa, jangan ragu untuk membuangnya!

Bagaimana Bun, sudahkah mempraktekkan keamanan mengolah makanan di atas?

 

Baca juga:

Agar anak suka makanan sehat, ini panduan buat orangtua!

Parenting bikin pusing? Yuk tanya langsung dan dapatkan jawabannya dari sesama Parents dan juga expert di app theAsianparent! Tersedia di iOS dan Android.

app info
get app banner