Balita Berebut Mainan? Inilah Cara Mendidik Anak Agar Mau Berbagi

Bila si Kecil menangis karena berebut mainan, mungkin karena ia memang belum siap untuk berbagi. Pahami cara mendidik anak untuk berbagi melalui ulasan ini.

Adakah cara mendidik anak agar tidak rebutan mainan?

Kita tentu mengalami betapa sulitnya membuat si balita berbagi mainan.

Playdate yang seharusnya menyenangkan, malah membuat si balita menangis karena berebut mainan. Atau sebaliknya, ia menangis karena mainannya dirampas oleh temannya.

Parents, jangan emosi dulu kepada mereka. Mari kita ketahui apa penyebab mereka sulit berbagi, lalu kita coba cara mendidik mereka sejak dini.

Balita 1-2 tahun

Balita sedang berada pada fase mengeksplorasi lingkungan sekitarnya. Apapun yang ia temukan adalah miliknya, dan ia tidak mau berbagi. Mereka masih egosentris.

Itulah sebabnya kata-kata yang selalu keluar dari mulut mungil balita 2 tahun adalah, "Ini punyaku!" dan "Tidak!"

Bahkan anak yang lebih kecil, misalnya 18 bulan, umumnya merampas apapun yang ia inginkan, termasuk mainan yang sedang dimainkan anak lain.

Jadi jangan berharap anak di bawah 2 atau 2 1/2 tahun berbagi mainan. Mereka bisa bermain bersama-sama, tetapi 'paralel' atau bermain sendiri-sendiri, bukan bermain bersama-sama.

Kalaupun Anda berhasil membuatnya berbagi, itu karena mereka merasa 'wajib' melakukan perintah Anda, bukan karena mereka ingin berbagi.

Anak 2 tahun belum benar-benar memahami konsep waktu. Saat kita mengatakan, "Pinjam dulu ya mainannya, nanti dikembalikan," ia tidak benar-benar memahaminya.

Lalu bagaimana cara mendidik anak agar mau berbagi dan bermain bersama-sama? Pada usia berapa mereka sudah bisa mulai berbagi?

Umumnya, anak 3 tahun sudah lebih bisa memahami apa itu berbagi. Mereka sudah lebih paham dengan konsep waktu dan perkembangan bahasanya pun membuat mereka mengerti penuh apa yang kita katakan kepadanya.

Walupun demikian, kita harus tahu cara mendidik mereka untuk berbagi sejak usia dini. Melatih mereka benar-benar butuh kesabaran, dan berlapang dadalah bila belum juga berhasil.

Cara mendidik anak berbagi di usia 3-5 tahun

Cara mendidik anak berbagi di usia 3-5 tahun

1, Gunakan kata "pinjam" dan "gantian", atau "giliran"

Tekankan ketiga kata ini kepada mereka. "Pinjamkan boneka ini kepadanya ya, nanti Adik bisa gantian bermainnya."

"Kini giliran Adik memainkannya. Nanti giliran Donna untuk memainkannya."

2, Jadilah contoh bagi mereka

Setiap anak adalah peniru ulung. Jadi cara mendidik anak yang jitu adalah dengan menjadi contoh baginya.

Tunjukkan sikap berbagi kepada orang lain, termasuk berbagi makanan kepada anggota keluarga lainnya. Lakukan sambil berkata dengan jelas, misalnya, "Bunda bagi kue ini untuk Adik dan juga untuk ayah. Ayo kita makan sama-sama."

3. Jelaskan siapa pemilik mainan

Balita harus dijelaskan bahwa mainan "A" adalah miliknya, sedangkan mainan "B" milik temannya. Saat mereka ingin memainkan mainan "B", mereka harus meminjam dan mengembalikannya.

4. Ajak ia mengalah

Cara mendidik anak lainnya agar mereka mau berbagi adalah mengajaknya untuk mengalah, terutama kepada anak yang lebih kecil.

5. Menyediakan 2 mainan

Sebagai langkah awal, akan lebih baik kita menyiapkan 2 mainan untuk mengajar mereka berbagi. Mintalah ia meminjamkan salah satu mainan kepada temannya, dan biarkan mereka bermain secara paralel.

6. Bicara tentang perasaannya

Mengajak anak memahami perasaannya, adalah salah satu cara mendidik anak yang baik. Saat ia tidak mau berbagi mainan, tanyakan kepadanya, apakah ia takut mainannya tidak dikembalikan?

Lalu yakinkan ia bahwa mainan itu hanya dipinjam sebentar dan pasti akan dikembalikan kepadanya.

7. Games yang mengajar anak berbagi

Saat bermain dengan gadget, pilihkan film dan games edukatif untuknya. Salah satu games yang mengajar anak untuk saling berbagi adalah Babybus Sharing Adventure

8. Puji keberhasilannya

Saat ia berhasil berbagi mainan, jangan lupa puji keberhasilannya. Ia akan merasa sukses dan dihargai.

Parents, semoga cara mendidik anak untuk saling berbagi di atas bermanfaat.

 

Baca juga artikel menarik lainnya:

15 Benda yang Bukan Mainan Tapi Jadi Kesukaan Balita

Cara Mendidik Anak 2 Tahun yang Sering Berulah