TAP top app download banner
theAsianparent
theAsianparent
Panduan ProdukKeranjang
  • Kehamilan
  • Anak
  • Perkembangan Otak
  • Cari nama bayi
  • Rangkaian Edukasi
  • TAPpedia
  • TAP Rekomendasi
  • Parenting
  • Kesehatan
  • Gaya Hidup
  • Nutrisi
  • Ayah manTAP!
  • Komunitas
  • VIP
  • Event
Masuk
    • Artikel
  • KehamilanKehamilan
  • AnakAnak
  • Perkembangan OtakPerkembangan Otak
  • Cari nama bayiCari nama bayi
  • Rangkaian EdukasiRangkaian Edukasi
  • TAPpediaTAPpedia
  • TAP RekomendasiTAP Rekomendasi
  • ParentingParenting
  • KesehatanKesehatan
  • Gaya HidupGaya Hidup
  • NutrisiNutrisi
  • Ayah manTAP!Ayah manTAP!
  • KomunitasKomunitas
  • VIPVIP
  • EventEvent
    • Komunitas
  • Jajak
  • Album
  • Makanan
  • Resep
  • Topik
  • Baca Artikel
    • Panduan
  • Pemantau Kehamilan
  • Pemantau Perkembangan Bayi
    • Hadiah
  • HadiahHadiah
  • Kontes
  • VIP ParentsVIP Parents
    • Lebih Banyak
  • Saran

Kebijakan PrivasiPedoman KomunitasPeta situs

Unduh aplikasi gratis kami

google play store
app store

Mengenal Cancel Culture, Fenomena yang Menimpa Aktor Johnny Depp

Bacaan 4 menit
Mengenal Cancel Culture, Fenomena yang Menimpa Aktor Johnny Depp

Cancel culture merupakan pemboikotan terhadap seseorang yang dikenal publik.

Belum lama, jagat hiburan dihebohkan dengan kisah aktor Hollywood Johnny Depp yang menjadi korban cancel culture. Hal ini menyebabkan ia terjun bebas dalam industri film yang membesarkan namanya.

Cerita Johnny Depp Alami Cancel Culture

Mengutip berbagai sumber, Johnny berbicara bagaimana kejadian cancel culture menjadi sebab kejatuhannya dalam industri film. 

Cerita Johnny Depp Alami Cancel Culture

“Ini merupakan situasi yang kompleks karena dapat dilihat sebagian peristiwa dalam sejarah yang berlangsung selama ini, cancel culture, atau menilai seseorang dengan terburu-buru pada dasarnya berakibat tidak baik,” singgung Johnny Depp.

Kisah bermula ketika aktor ini mengalami pemboikotan oleh publik berkat tudingannya sebagai pelaku kekerasan seksual terhadap mantan istrinya, Amber Heard. Tuduhan ini muncul bersamaan dengan konflik perceraiannya yang sempat menghebohkan dunia.

Media Inggris, The Sun, bahkan menjulukinya sebagai wife beater alias pemukul istri dalam berbagai pemberitaan. Bintang Pirates of the Caribbean ini sempat mengajukan gugatan pencemaran nama baik atas istilah itu pada November 2020.

Artikel terkait: Apa Itu Cyberstalking? Ini Pengertian dan Cara Menghindarinya

Akan tetapi, ia harus merasakan kepahitan karena hakim memutuskan bahwa kata-kata itu “secara substansial benar.” Akibat sederetan skandal tersebut, popularitasnya menurun drastis dan film terbarunya kala itu, Minamata, sulit rilis di jaringan bioskop Amerika Serikat.

Ayah Lily Rose Depp ini juga kehilangan peran dalam sejumlah proyek mega termasuk franchise Fantastic Beasts, di mana seharusnya ia berperan sebagai Gerald Grindewald. Padahal, Johnny termasuk dalam salah satu aktor terbesar Hollywood saat ini.

Lewat berbagai peran uniknya, filmnya selalu sukses besar di pasaran dan sukses mendulang uang dalam jumlah fantastis. Mirisnya, media sosial membuktikan nama besar dirinya bahkan tidak bisa melindunginya dari fenomena ini.

“Saya katakan lagi kepada Anda bahwa tidak ada yang aman (dari cancel culture). Tidak satu pun dari Anda, tidak ada orang di luar pintu itu. Tidak ada yang aman, selama seseorang mampu mengucapkan satu kalimat,” terangnya.

Artikel terkait: Mengenal Basorexia, Keinginan Mendadak untuk Berciuman, Apakah Normal?

Marak di Barat, Bagaimana dengan Indonesia?

Cerita Johnny Depp Alami Cancel Culture

Bagi yang belum tahu, cancel culture merupakan bentuk boikot terhadap seseorang yang dikenal publik. Fenomena ini terjadi ketika tanpa sengaja publik figur tersebut melakukan kesalahan yang tidak bisa diterima, sehingga membuat mereka akhirnya ‘dienyahkan’ dari lingkup media sosial.

Kesalahan yang dimaksud mencakup mengutarakan pendapat yang rasis/seksis/homophobia/transfobik/xenofobik atau yang dianggap bermasalah lainnya oleh penduduk di dunia maya.

Hal ini juga bisa menyasar seseorang ketika tidak sengaja mengunggah sesuatu di media sosial lalu memicu reaksi. Beberapa tahun terakhir, fenomena ini siapa sangka marak menyasar figur publik Amerika Serikat.

Selain Johnny Depp, budaya cancel turut menyerang produser Hollywood kawakan Harvey Weinstein setelah pengungkapan kasus pelecehan seksual. Penulis novel kawakan J.K. Rowling merasakan hal serupa karena salah satu komentarnya yang dinilai transfobia alias menjatuhkan kaum transgender.

Mengutip laman VOA Indonesia, peneliti komunikasi sosial dan budaya Universitas Indonesia Devie Rahmawati beropini sendiri. Cancel culture adalah upaya untuk memotret, mempertontonkan, melabel, dan mempermalukan orang tersebut di hadapan publik melalui medium teknologi media sosial.

Artikel terkait: Mengulik Lebih Dalam Sosiopat dan Perbedaannya dengan Psikopat

Cancel Culture di Indonesia

Cerita Johnny Depp Alami Cancel Culture

Lantas, bagaimana dengan di Indonesia? Nyatanya, budaya ini mulai bermunculan. Sebut saja upaya masyarakat memboikot Ayu Ting Ting karena komentar salah satu haters, juga boikot Saipul Jamil akibat pelecehan seksual yang menimpa dirinya.

Guru Besar Sosiologi Universitas Gadjah Mada Sunyoto Usman, menyebut cancel culture di Indonesia sejauh ini masih merupakan fenomena urban, karena hanya melibatkan masyarakat dengan akses dan literasi digital mumpuni.

Catatan mesin analisa “Google Trends” menggambarkan istilah cancel culture baru mulai populer di Indonesia pada awal Agustus 2019 dan terkonsentrasi di Pulau Jawa. Istilah itu masih kalah populer dibandingkan istilah ‘boikot’ yang sebenarnya memiliki pemahaman serupa.

Lebih lanjut, Devie memaparkan bahwa dampak negatif sejatinya lebih dirasakan oleh masyarakat biasa ketimbang figur yang menjadi sasaran. Pasalnya, ketika fenomena ini menyerang seorang tokoh tidak lantas membuat tokoh tersebut berhenti berkarya.

Bisa jadi, karya sang selebritas semakin dikenal dan dinikmati publik yang sebelumnya tidak mengetahui. Sebaliknya, kalangan biasa yang terkena imbasnya bahkan bisa berurusan dengan hukum.

Parents, semoga informasi terkait cancel culture ini membuka wawasan dan lebih bijaklah dalam bermedia sosial.

Baca juga:

Mengenal Intermittent Explosive Disorder, Ledakan Amarah yang Bisa Picu Konflik

People Pleaser: Penyebab, Tanda, & Cara Berani Bilang "Tidak"

Mengenal Istilah Phubbing, Saat Seseorang Lebih Fokus pada Ponsel daripada Orang Sekitar

Cerita mitra kami
10 Rekomendasi Susu Rendah Gula Terbaik untuk Anak
10 Rekomendasi Susu Rendah Gula Terbaik untuk Anak
3 Produk Terlaris Mama’s Choice Kembali Menerima Brand Choice Award 2022
3 Produk Terlaris Mama’s Choice Kembali Menerima Brand Choice Award 2022
Jagoan sarapan: Sebaik apa Anda tahu tentang gandum utuh?
Jagoan sarapan: Sebaik apa Anda tahu tentang gandum utuh?
Stimulasi Si Kecil dengan Bermain di Alam
Stimulasi Si Kecil dengan Bermain di Alam

Parenting bikin pusing? Yuk tanya langsung dan dapatkan jawabannya dari sesama Parents dan juga expert di app theAsianparent! Tersedia di iOS dan Android.

img
Penulis

Erinintyani Shabrina Ramadhini

Diedit oleh:

Finna Prima Handayani

  • Halaman Depan
  • /
  • TAPpedia
  • /
  • Mengenal Cancel Culture, Fenomena yang Menimpa Aktor Johnny Depp
Bagikan:
  • 5 Fakta Hormon Kortisol, Hormon Stres yang Memengaruhi Kenaikan Berat Badan

    5 Fakta Hormon Kortisol, Hormon Stres yang Memengaruhi Kenaikan Berat Badan

  • Waspada 8 Ciri Asidosis, Tingginya Kadar Asam di Darah yang Picu Gangguan Organ

    Waspada 8 Ciri Asidosis, Tingginya Kadar Asam di Darah yang Picu Gangguan Organ

  • Obat Ambroxol: Manfaat, Dosis untuk Anak, dan Efek Samping

    Obat Ambroxol: Manfaat, Dosis untuk Anak, dan Efek Samping

  • 5 Fakta Hormon Kortisol, Hormon Stres yang Memengaruhi Kenaikan Berat Badan

    5 Fakta Hormon Kortisol, Hormon Stres yang Memengaruhi Kenaikan Berat Badan

  • Waspada 8 Ciri Asidosis, Tingginya Kadar Asam di Darah yang Picu Gangguan Organ

    Waspada 8 Ciri Asidosis, Tingginya Kadar Asam di Darah yang Picu Gangguan Organ

  • Obat Ambroxol: Manfaat, Dosis untuk Anak, dan Efek Samping

    Obat Ambroxol: Manfaat, Dosis untuk Anak, dan Efek Samping

Beranda

Beranda

Dapatkan artikel seputar parenting, gaya hidup, opini pakar, di ujung jari Anda

Jajak

Jajak

Ikutan isi polling menarik, dan lihat apa yang orangtua lain pikirkan!

Album

Album

Bagikan foto orang-orang tersayang Anda di komunitas yang aman

Topik

Topik

Gabung di komunitas dengan sesama Bunda dan Ayah

Panduan

Panduan

Pantau kehamilan, dan juga perkembangan bayi Anda dari hari ke hari!

theAsianparent

Unduh aplikasi gratis kami

Google PlayApp Store

theAsianparent di seluruh dunia

Singapore flag
Singapore
Thailand flag
Thailand
Indonesia flag
Indonesia
Philippines flag
Philippines
Malaysia flag
Malaysia
Vietnam flag
Vietnam

Partner Brands

Rumah123VIP ParentsMama's ChoiceTAP Awards

© Copyright theAsianparent 2026 . All rights reserved

  • Tentang Kami
  • Kebijakan Privasi
  • Syarat dan Ketentuan
  • Peta situs
  • Fitur
  • Artikel
  • Beranda
  • Jajak

Kami menggunakan cookie agar Anda mendapatkan pengalaman terbaik. Pelajari LagiOke, Mengerti

Kami menggunakan cookie agar Anda mendapatkan pengalaman terbaik. Pelajari LagiOke, Mengerti