TAP top app download banner
theAsianparent
theAsianparent
Panduan ProdukKeranjang
  • Kehamilan
  • Anak
  • Perkembangan Otak
  • Cari nama bayi
  • Rangkaian Edukasi
  • TAPpedia
  • TAP Rekomendasi
  • Parenting
  • Kesehatan
  • Gaya Hidup
  • Nutrisi
  • Ayah manTAP!
  • Komunitas
  • VIP
  • Event
Masuk
    • Artikel
  • KehamilanKehamilan
  • AnakAnak
  • Perkembangan OtakPerkembangan Otak
  • Cari nama bayiCari nama bayi
  • Rangkaian EdukasiRangkaian Edukasi
  • TAPpediaTAPpedia
  • TAP RekomendasiTAP Rekomendasi
  • ParentingParenting
  • KesehatanKesehatan
  • Gaya HidupGaya Hidup
  • NutrisiNutrisi
  • Ayah manTAP!Ayah manTAP!
  • KomunitasKomunitas
  • VIPVIP
  • EventEvent
    • Komunitas
  • Jajak
  • Album
  • Makanan
  • Resep
  • Topik
  • Baca Artikel
    • Panduan
  • Pemantau Kehamilan
  • Pemantau Perkembangan Bayi
    • Hadiah
  • HadiahHadiah
  • Kontes
  • VIP ParentsVIP Parents
    • Lebih Banyak
  • Saran

Kebijakan PrivasiPedoman KomunitasPeta situs

Unduh aplikasi gratis kami

google play store
app store

Bubur Kampiun, Panganan Khas Sumatera Barat yang Isinya Ramai

Bacaan 5 menit
Bubur Kampiun, Panganan Khas Sumatera Barat yang Isinya Ramai

Pembuatannya yang spontan justru membawa hidangan ini juara dalam sebuah perlombaan memasak. Yuk, cek resepnya dan bikin bubur kampiun sendiri!

Isi dari bubur kampiun ramai sekali. Ada buah-buahan, biji salak, ketan hitam, pisang, dan masih banyak lagi. Sajian khas Sumatera Barat ini bisa Anda nikmati sebagai camilan sore atau juga sarapan pagi. Yuk, contek resepnya di sini!

Resep Bubur Kampiun, Panganan Sumatera Barat yang Juara Isinya

Sejarah Bubur Kampiun

Bubur Kampiun, Panganan Khas Sumatera Barat yang Isinya Ramai

Image: Bukittinggikota.go.id

Kalau Anda liburan ke Sumatera Barat, Anda wajib makan panganan ini. Ini adalah salah satu jenis menu sarapan khas Sumatera Barat yang patut dicoba. Bubur ini merupakan kuliner yang berasal dari wilayah Minangkabau Daratan (Darek), tepatnya di daerah Bukittinggi.

Konon, seperti yang ditulis dalam laman Media Indonesia, pembuatan bubur kampiun berawal dari ketidaksengajaan. Pascaperang revolusi sekitar tahun 60an, Pemerintahan Revolusioner Republik Indonesia (PRRI) menyelenggarakan Lomba Kreasi Membuat Bubur di Desa Jambuair, Banuhampu, Bukittinggi. Lomba yang diikuti semua lapisan masyarakat itu memunculkan banyak sekali variasi bubur.

Saat lomba sudah berjalan, tibalah seorang nenek bernama Amai Zona. Sudah terlambat, ia mengaku ikut lomba tanpa persiapan. Ia kemudian memutuskan melombakan bubur jualannya yang tak habis dijual pagi sebelumnya. Eh, ternyata kreasi bubur dadakannya menang!

Artikel terkait: Resep Bubur Cina dan Perbedaannya dengan Bubur Indonesia

Arti Nyeleneh pada Nama ‘Kampiun’

bubur kampiun

Pedangan bubur kampiun di Bukit Tinggi. (Image: Liputan6.com)

Yang lebih menarik adalah nama yang diberikan si nenek untuk bubur kreasinya. Ketika panitia bertanya nama buburnya, ia spontan menjawab ‘bubur kampiun’. Maksudnya dengan ‘kampiun’ adalah ‘champion’ yang berarti juara.

Meski namanya terkesan asal, tapi bubur nenek Amai Zona mengandung filosofi yang dalam. Kata si nenek, kolak merujuk pada Al Khaalik, salah satu asmaulhusna (Yang Menciptakan) milik Allah SWT. Ia berharap, orang yang menyantap buburnya bisa lebih dekat kepada Allah SWT. Pisang kepok untuk mengingatkan orang agar kapok berbuat dosa dan segera bertobat. Sedangkan, ubi tanda agar penikmat buburnya tidak mengulang dosanya dan melanjutkan hidup sesuai dengan jalan yang diridhoi Tuhan YME.

Aneka Bahan dalam Satu Mangkok

bubur kampiun

Image: Sajian Sedap

Jika dilihat dari tampilannya yang ramai, bubur kampiun memang terdiri atas campuran banyak komponen yang dipadukan menjadi satu. Tak ayal, rasanya menghasilkan cita rasa yang kaya, dengan dominan manis dan lembut.

Aslinya, menurut Indonesia Kaya, bubur kampiun terdiri dari campuran ketan putih kukus, bubur putih atau bubur sumsum, bubur ketan hitam, kolak pisang/ubi, bubur kacang hijau atau kacang padi dan bubur conde atau candil.

Namun di beberapa daerah, bubur kampiun dinikmati dengan campuran yang sedikit bervariasi. Misalnya nasi ketan diganti lupis ketan, atau bubur candil diganti bubur delima. Mungkin ini disesuaikan dengan karakter daerah masing-masing.

Teknik pembuatan bubur candil terbilang sulit, karena menggunakan banyak bahan dan tiap bahan diolah tersendiri. Tapi oleh mereka yang sudah berhasil membuatnya, itu sebanding dengan hasilnya.

Ayo mulai membuatnya sekarang! Resep berikut ini dilansir dari Primarasa (200).

Artikel terkait: 6 Resep Bubur Ayam Gurih Bikin Nagih, Cocok Disantap saat Cuaca Dingin

Bahan-bahan yang Digunakan

Bubur Kampiun, Panganan Khas Sumatera Barat yang Isinya Ramai

Candil hijau. (Image: YouTube/Shaen Channel)

Bahan utama:

500 gr ketan kukus, siap pakai

Bahan candil hijau:

  • 250 gr tepung ketan
  • 50 ml air daun suji-pandan
  • 1 sdt air kapur sirih
  • ½ sdt garam
  • 1 sdm gula pasir
  • 150 ml air (I)
  • 500 ml air (II)
  • 2 lembar daun pandan, potong-potong

Bahan bubur sumsum:

  • 100 gr tepung beras
  • 250 ml air
  • 800 ml santan, dari 1 butir kelapa
  • ½ sdt garam
  • 2 lembar daun pandan, potong-potong

Bahan kolak kolang-kaling

  • 400 gr manisan kolang-kaling warna-warni, siap pakai
  • 750 ml santan (dari ¾ butir kelapa)
  • 250 gr gula merah
  • 50 gr gula pasir
  • ½ sdt garam
  • 2 lembar daun pandan, potong-potong

Artikel terkait: 4 Resep bubur sumsum lezat untuk berbuka puasa, dijamin bikin ketagihan!

Cara Pembuatan Bubur Kampiun

bubur kampiun
Cerita mitra kami
Parents, Yuk Terapkan Kebiasaan Ini di Rumah Agar Si Kecil Terlatih Berpikir Cepat
Parents, Yuk Terapkan Kebiasaan Ini di Rumah Agar Si Kecil Terlatih Berpikir Cepat
Bantu optimalkan kecerdasan si kecil lewat nutrisi & stimulasi tepat
Bantu optimalkan kecerdasan si kecil lewat nutrisi & stimulasi tepat
8 tips belajar bahasa asing dengan si kecil, Bunda wajib coba!
8 tips belajar bahasa asing dengan si kecil, Bunda wajib coba!
20 Jenis Ruam Kulit pada Bayi, Penyebab dan Cara Mengatasi
20 Jenis Ruam Kulit pada Bayi, Penyebab dan Cara Mengatasi

Image: Okezone

Setelah semua bahan sudah Anda siapkan, berikut ini tahapan pembuatan bubur kampiun. Tahapan dimulai dari membuat candil hijau, bubur sumsum, kolak kolang-kaling, dan terakhir penyajian.

Candil hijau:

  • Campur tepung ketan, air kapur sirih, garam, dan gula, lalu aduk rata.
  • Kemudian tuang air (I) ke dalamnya juga air daun suji-pandan.
  • Aduk rata lalu uleni adonan sampai bisa dipulung dan kalis.
  • Ambil adonan sedikit demi sedikit dan bentuk menjadi bola-bola sebesar kelereng. Sisihkan.
  • Rebus air (II) dengan daun pandan sampai air mendidih.
  • Masukkan bola-bola dan masak hingga mengapung. Angkat dan sisihkan.

Bubur sumsum:

  • Campur tepung beras dengan air, aduk hingga licin lalu sisihkan.
  • Rebus santan, garam, dan daun pandan. Aduk perlahan sambil memasukkan larutan tepung beras sedikit demi sedikit.
  • Aduk terus sampai adonan licin dan matang. Angkat dan sisihkan.

Kolak kolang-kaling:

  • Potong manisan kolang-kaling menjadi 2–3 bagian memanjang. Sisihkan.
  • Didihkan santan, gula merah, gula pasir, dan garam bersama daun pandan.
  • Timba-timba santan dan masak terus sampai agak mengental, kemudian masukkan kolang-kaling.
  • Aduk hingga mendidih, lalu angkat.

Sajikan Bubur Kampiun Sekarang!

bubur kampiun

Image: Travelingyuk.com

Anda bisa menyajikannya dalam mangkuk atau piring lebar. Pertama-tama, masukkan ketan kukus ke dalamnya, lalu tambahkan candil, bubur sumsum dan kolak kolang-kaling. Atau, jika Anda ingin menambahkan potongan pisang kepok atau ubi rebus ke dalamnnya juga tidak masalah. Justru akan menambah kenikmatannya!

Orang Minangkabau seringkali menikmati panganan ini sebagai sarapan. Namun jika Anda ingin menikmatinya di sore hari sebagai camilan, tidak masalah juga.

Selamat menikmati!

Baca juga:

Lezat dan Sehat, 3 Resep Bubur Khas Korea Ini Layak Dicoba

4 Resep bubur sumsum lezat untuk berbuka puasa, dijamin bikin ketagihan!

Klasik dan selalu bikin kangen, 3 kreasi resep bubur candil ini layak dicoba!

 

 

Parenting bikin pusing? Yuk tanya langsung dan dapatkan jawabannya dari sesama Parents dan juga expert di app theAsianparent! Tersedia di iOS dan Android.

img
Penulis

Ester Sondang

Diedit oleh:

Aulia Trisna

  • Halaman Depan
  • /
  • Tradisi Memasak
  • /
  • Bubur Kampiun, Panganan Khas Sumatera Barat yang Isinya Ramai
Bagikan:
  • 3 Fakta Unik dan Resep Colenak, Camilan Khas Bandung yang Lezat!

    3 Fakta Unik dan Resep Colenak, Camilan Khas Bandung yang Lezat!

  • Mengulik Resep Ayam Pop Khas Minang Lengkap dengan Sejarahnya

    Mengulik Resep Ayam Pop Khas Minang Lengkap dengan Sejarahnya

  • Asal Muasal Nasi Tumpeng, Representasi Hubungan Manusia dan Tuhan

    Asal Muasal Nasi Tumpeng, Representasi Hubungan Manusia dan Tuhan

  • 3 Fakta Unik dan Resep Colenak, Camilan Khas Bandung yang Lezat!

    3 Fakta Unik dan Resep Colenak, Camilan Khas Bandung yang Lezat!

  • Mengulik Resep Ayam Pop Khas Minang Lengkap dengan Sejarahnya

    Mengulik Resep Ayam Pop Khas Minang Lengkap dengan Sejarahnya

  • Asal Muasal Nasi Tumpeng, Representasi Hubungan Manusia dan Tuhan

    Asal Muasal Nasi Tumpeng, Representasi Hubungan Manusia dan Tuhan

Beranda

Beranda

Dapatkan artikel seputar parenting, gaya hidup, opini pakar, di ujung jari Anda

Jajak

Jajak

Ikutan isi polling menarik, dan lihat apa yang orangtua lain pikirkan!

Album

Album

Bagikan foto orang-orang tersayang Anda di komunitas yang aman

Topik

Topik

Gabung di komunitas dengan sesama Bunda dan Ayah

Panduan

Panduan

Pantau kehamilan, dan juga perkembangan bayi Anda dari hari ke hari!

theAsianparent

Unduh aplikasi gratis kami

Google PlayApp Store

theAsianparent di seluruh dunia

Singapore flag
Singapore
Thailand flag
Thailand
Indonesia flag
Indonesia
Philippines flag
Philippines
Malaysia flag
Malaysia
Vietnam flag
Vietnam

Partner Brands

Rumah123VIP ParentsMama's ChoiceTAP Awards

© Copyright theAsianparent 2026 . All rights reserved

  • Tentang Kami
  • Kebijakan Privasi
  • Syarat dan Ketentuan
  • Peta situs
  • Fitur
  • Artikel
  • Beranda
  • Jajak

Kami menggunakan cookie agar Anda mendapatkan pengalaman terbaik. Pelajari LagiOke, Mengerti

Kami menggunakan cookie agar Anda mendapatkan pengalaman terbaik. Pelajari LagiOke, Mengerti