Ibu hamil dipijat untuk meredakan pegal, aman atau tidak?

Ibu hamil dipijat untuk meredakan pegal, aman atau tidak?

Pegal melanda saat hamil kerap menggoda Bunda untuk dipijat, tetapi apakah boleh? Simak panduan ini yuk, Bun

Bolehkah ibu hamil dipijat sering menjadi pertanyaan banyak ibu. Beragam perubahan tubuh selama masa kehamilan akan berimbas pada rasa tak nyaman yang timbul pada ibu hamil, seperti pegal di area perut dan punggung. Jika sudah begini, pijatan ringan terasa menggoda untuk dilakukan.

Bolehkah ibu hamil dipijat, simak panduannya berikut ini:

Untuk menjawab pertanyaan bolehkah ibu hamil dipijat atau tidak, pijat saat hamil tentu tak sama seperti kondisi normal. Pada dasarnya, pijat saat hamil aman dilakukan. Tapi akan lebih baik berkonsultasi dulu ke dokter sebelum pijat. Hal ini karena kondisi kehamilan setiap bumil berbeda-beda.

Selain itu, hal penting yang harus diperhatikan adalah pijat saat hamil harus dilakukan oleh terapis berpengalaman.

Bolehkah ibu hamil dipijat, jika boleh kapan waktu terbaiknya?

Sebelum pijat penting untuk memerhatikan usia kehamilan. Bolehkah ibu hamil dipijat di trimester pertama? Ibu hamil disarankan melakukan pijat setelah usia kehamilan 12 minggu atau memasuki trimester kedua.

Terapis biasanya akan meminta surat keterangan dokter kandungan yang menyatakan bahwa ibu hamil aman untuk dipijat. Ibu hamil biasanya direkomendasikan untuk pijat jika morning sickness telah berkurang, tidak memiliki risiko tinggi keguguran atau kondisi tertentu seperti gangguan plasenta, tekanan darah tinggi, preeklamsia dan risiko komplikasi.

Lantas, masih bolehkah ibu hamil dipijat di trimester ketiga? Sebaiknya hindari pijat saat usia kehamilan Bunda sudah mendekati waktu persalinan atau 32 minggu ke atas.

Bolehkah ibu hamil dipijat di bagian perut?

Ternyata tak semua bagian tubuh aman untuk dipijat. Ketahui dulu area tubuh mana saja yang boleh dan dilarang untuk mendapat tekanan dan relaksasi.  Ini dia anggota tubuh yang aman untuk dipijat:

anggota tubuh yang aman dipijat saat hamil

#1 : Kaki

Kaki menjadi area yang boleh dipijat, mengingat ibu hamil pasti sering mengalami pegal saat melakukan aktivitas sehari-hari.

Pijatan bisa dimulai dari paha hingga telapak kaki, dan pastikan hal ini dilakukan oleh terapis yang berpengalaman. Untuk lebih rileks, Bunda bisa menggunakan aromaterapi dengan minyak esensial yang menenangkan, seperti minyak zaitun atau minyak kelapa sebelum mulai dipijat.

#2 : Punggung

Punggung juga tergolong aman untuk mendapatkan tekanan pijat. Pastikan area ini dipijat dengan lembut sehingga tetap nyaman bagi kehamilan serta kesehatan janin dalam kandungan.

 

bolehkah ibu hamil dipijat

#1 : Perut

Untuk menjawab pertanyaan, bolehkah ibu hamil dipijat di bagian perut, Area perut manapun sebaiknya jangan dipijat sedikit pun, Bun. Perut dapat memicu interaksi langsung dengan janin serta memicu kontraksi. Kontraksi ini memungkinkan ibu untuk mengalami persalinan prematur, karena itulah sebaiknya dihindari.

#2 : Pinggul

Seperti halnya perut, pinggul juga menjadi area terlarang saat Bumil melakukan pijat. Bagian tubuh ini letaknya berdekatan dengan janin sehingga bisa berbahaya bagi janin, bahkan dapat meningkatkan risiko keguguran.

#3 : Pinggang

Hindari memijat punggung saat melakukan pijat hamil. Bukannya merasa rileks dan mood meningkat, memijat area ini dapat membahayakan janin.

#4 : Dada

Area dada memiliki efek yang juga berbahaya jika mendapat tekanan pijat, apalagi jika dilakukan saat usia kehamilan masih muda. Tak hanya memicu kontraksi atau persalinan prematur, memijat dada kala hamil dapat menyebabkan bayi meninggal setelah dilahirkan.

bolehkah ibu hamil dipijat

 

Nah, setelah tahu aturan dan bagian tubuh mana saja yang boleh dipijat saat hamil, berikut ini beragam manfaat yang diperoleh jika melakukan pijat saat hamil:

#1 : Melancarkan sirkulasi darah

Kehamilan menjadi momen menakjubkan untuk wanita, namun aneka macam keluhan akan bermunculan. Leher yang nyeri, postur tubuh berubah, tulang panggul yang kian terdesak dan kram menjadi segelintir keluhan yang akan dirasakan ibu hamil.

Melakukan pijatan ringan dapat meminimalkan keluhan tersebut, selain itu juga efektif membuat sirkulasi darah nyaman sehingga Bunda nyaman beraktivitas.

#2 : Melenturkan otot yang kaku

Pijat saat hamil juga membawa manfaat lain, yakni mengurangi pembengkakan anggota tubuh dan membuat otot yang kaku kembali lentur dan nyaman untuk digerakkan.

#3 : Menurunkan kadar hormon penyebab stres

Hamil menjadi hal yang didambakan setiap wanita. Namun, hal krusial pada tubuh tak pelak membuat hormon penyebab stres turut melonjak. Pijat bisa menjadi solusi efektif untuk membuat Anda rileks sehingga terhindar dari stres dan depresi yang kerap mendera.

#4 : Membuat bumil tidur lebih nyenyak

Studi menunjukkan, stres dan perubahan kadar hormon turut menimbulkan masalah lain pada ibu hamil. Salah satunya insomnia di malam hari. Hal ini bisa diminimalkan dengan cara melakukan pijat, Bun.

Pijat yang nyaman akan menurunkan kadar kortisol penyebab stres dan mudah gelisah, sehingga Bunda pun bisa mendapatkan waktu tidur yang berkualitas di malam hari.

Hanya saja, lakukan pijat hamil dengan memerhatikan usia kehamilan terlebih dahulu. Hindari melakukan pijat untuk Anda yang masih mengalami mual dan muntah yang parah.

 

Referensi : WebMD, Parenting Firstcry

Baca juga :

Sering begadang saat hamil? Waspadai efek buruknya menjelang persalinan

 

 

Parenting bikin pusing? Yuk tanya langsung dan dapatkan jawabannya dari sesama Parents dan juga expert di app theAsianparent! Tersedia di iOS dan Android.

Semua opini & pendapat dalam artikel ini merupakan pandangan pribadi milik penulis, dan sama sekali tidak mewakilkan theAsianparent atau klien tertentu.
app info
get app banner