TAP top app download banner
theAsianparent
theAsianparent
Panduan ProdukKeranjang
  • Kehamilan
  • Anak
  • Perkembangan Otak
  • Cari nama bayi
  • Rangkaian Edukasi
  • TAPpedia
  • TAP Rekomendasi
  • Parenting
  • Kesehatan
  • Gaya Hidup
  • Nutrisi
  • Ayah manTAP!
  • Komunitas
  • VIP
  • Event
Masuk
    • Artikel
  • KehamilanKehamilan
  • AnakAnak
  • Perkembangan OtakPerkembangan Otak
  • Cari nama bayiCari nama bayi
  • Rangkaian EdukasiRangkaian Edukasi
  • TAPpediaTAPpedia
  • TAP RekomendasiTAP Rekomendasi
  • ParentingParenting
  • KesehatanKesehatan
  • Gaya HidupGaya Hidup
  • NutrisiNutrisi
  • Ayah manTAP!Ayah manTAP!
  • KomunitasKomunitas
  • VIPVIP
  • EventEvent
    • Komunitas
  • Jajak
  • Album
  • Makanan
  • Resep
  • Topik
  • Baca Artikel
    • Panduan
  • Pemantau Kehamilan
  • Pemantau Perkembangan Bayi
    • Hadiah
  • HadiahHadiah
  • Kontes
  • VIP ParentsVIP Parents
    • Lebih Banyak
  • Saran

Kebijakan PrivasiPedoman KomunitasPeta situs

Unduh aplikasi gratis kami

google play store
app store

Berbahayakah Radiasi Ponsel Terhadap Janin?

Bacaan 5 menit
Berbahayakah Radiasi Ponsel Terhadap Janin?

Adakah kaitan antara penggunaan ponsel selama kehamilan dengan kesehatan janin? Simak apa kata para ahli tentang bahaya radiasi ponsel terhadap janin berikut ini.

Ponsel telah digunakan sejak tahun 1990-an. Terdengar cukup lama memang, akan tetapi dalam hal penelitian, rentang waktu tersebut tidak cukup untuk memastikan tentang bahaya radiasi ponsel terhadap janin.

Penelitian yang telah dilakukan selama ini tidak dapat menunjukkan risiko serius bagi kesehatan janin dalam jangka pendek. Meski demikian, ada baiknya kita mempelajari apa kata para ahli berikut ini.

Penelitian terkait bahaya radiasi ponsel

radiasi ponsel

Dalam satu penelitian yang paling sering dikutip media, tim ilmuwan di Yale menempelkan ponsel di atas kandang yang berisi tikus-tikus hamil. Ponsel dibuat dalam keadaan aktif dan menerima panggilan terus-menerus, selama dua minggu.

Ketika bayi tikus lahir, para peneliti mengamati perilaku mereka. Tikus yang lahir dari ibu yang terkena radiasi ponsel terus menerus, cenderung menunjukkan tanda-tanda masalah perilaku seperti hiperaktif.

Namun, penelitian pada tikus tidak selalu berlaku pada manusia, yang mempunyai fisik jauh lebih besar. Juga kecil kemungkinan manusia menghabiskan 24 jam sehari, 7 hari seminggu berbicara di telepon terus-menerus selama kehamilan.

Pada penelitian lainnya, sekelompok peneliti di Denmark melakukan survey terhadap 28,745 perempuan yang memiliki anak berumur 7 tahun. Sebanyak 3,1% anak dari ibu yang mengaku menggunakan ponsel selama kehamilan, memiliki anak dengan gejala emosional, masalah perilaku, hiperaktif, dan kesulitan berinteraksi.

Tapi studi ini tidak mencatat faktor-faktor lainnya, seperti sejarah psikiatri dari pihak ayah. Juga para ibu yang sering menggunakan ponsel selama kehamilan cenderung memiliki kebiasaan yang sama setelah anak lahir, sehingga ibu seringkali mengabaikan waktu bersama anak.

Sedangkan faktanya, ketika bayi atau anak kecil kehilangan perhatian yang mereka butuhkan, mereka akan lebih cenderung memiliki masalah perilaku di kemudian hari.

Baca juga:  3 Dampak Buruk Bila Anda Bermain Smartphone Sambil Mengasuh Anak

Penelitian ini juga tidak dapat membuktikan hubungan sebab-akibat yang pasti antara paparan ponsel dan masalah perilaku pada anak.

“Ada beberapa teori, tapi kita tidak tahu pasti,” kata Leeka Kheifets, PhD, profesor epidemiologi di UCLA School of Public Health, di dalam website Webmd. “Paparan radiasi telepon seluler terhadap janin sangatlah rendah, sehingga tidak jelas bagaimana hal tersebut dapat memengaruhi perkembangan janin.”

Namun melakukan beberapa tindakan pencegahan sederhana untuk mengurangi paparan radiasi ponsel selama kehamilan tampaknya tetap lebih bijaksana.

“Sementara penelitian terus berkembang, tetap lakukan pencegahan,” terang Kheifets.  “Sangat mudah untuk mengurangi eksposur dengan menjaga jarak ponsel dari tubuh dengan menggunakan perangkat hands-free, jadi kenapa tidak dilakukan?”

Ternyata barang elektronik lain juga punya radiasi serupa

radiasi ponsel

Memang masih dibutuhkan banyak waktu bagi para peneliti untuk menemukan secara jelas kaitan penggunaan ponsel selama kehamilan dengan perilaku anak setelah lahir. Namun sementara itu, ada baiknya Bunda mengetahui fakta tentang bagaimana radiasi ponsel bekerja.

Ponsel memancarkan gelombang radio tingkat rendah, yang disebut radiasi elektromagnetik non-pengion. Banyak barang sehari-hari di sekitar Bunda juga demikian, seperti televisi, komputer, dan microwave.

Radiasi non-pengion ini jauh lebih ringan daripada radiasi pengion, yang dipancarkan oleh sinar X, mesin terapi radiasi, dan CT scan.

Para ahli sepakat bahwa radiasi non-pengion memiliki kemungkinan sangat kecil untuk dapat mengganggu janin. “Untuk saat ini, tidak ada efek kesehatan yang merugikan telah ditetapkan sebagai akibat oleh penggunaan ponsel,” terang WHO dalam situs mereka.

Perhatikan nilai SAR, angka yang menyatakan tingkat radiasi ponsel

Setiap ponsel memiliki peringkat sesuai dengan tingkat radiasi yang dikeluarkan. Peringkat ini disebut nilai specific absorption rate (SAR).

Nilai SAR menjelaskan jumlah maksimum radiasi yang diserap oleh tubuh ketika kita menggunakan ponsel. Semakin tinggi nilai SAR ponsel, semakin tinggi radiasi yang diserap tubuh.

Embed from Getty Images

 

Selain itu pada prakteknya, jumlah radiasi yang dipancarkan ponsel tergantung pada seberapa kuat sinyal. Semakin kuat sinyal, ponsel tidak perlu bekerja terlalu keras, maka semakin rendah nilai radiasi yang dipancarkannya.

Dengan demikian, menggunakan ponsel hanya saat sinyal kuat adalah salah satu cara untuk mengurangi tingkat radiasi terhadap tubuh.

Lalu bagaimana cara lainnya untuk mengurangi paparan radiasi ponsel? Beberapa tips berikut ini bukan hanya baik untuk ibu hamil, tetapi juga untuk kita semua.

Berbagai cara menghindari radiasi ponsel

radiasi ponsel

Jika dalam keseharian Bunda sangat tergantung pada ponsel, jangan terlalu khawatir. Bunda dapat mengurangi paparan radiasi dengan beberapa cara di bawah ini:

  • Gunakan telepon selular sesedikit mungkin, hanya saat Bunda benar-benar membutuhkannya.
  • Kirim SMS, pesan di messager, akan lebih baik daripada melakukan panggilan melalui telepon selular.
  • Jangan menelepon terlalu lama. Selain menghindari radiasi, menelepon juga cukup menghabiskan waktu.
  • Cari tempat dengan sinyal kuat sebelum melakukan panggilan dengan telepon selular. Hal ini berkaitan dengan penjelasan kami sebelumnya.
  • Gunakan perangkat hands-free ketika menelepon. Cara ini jauh lebih nyaman dan Bunda dapat menelepon sambil mengerjakan hal lainnya. Lebih efisien bukan?

Potensi risiko radiasi ponsel dengan kehamilan sebenarnya sangat kecil dibandingkan dengan bahaya lain. Namun jika Bunda tetap menggunakan ponsel setiap saat, Bunda tidak perlu terlalu khawatir.

Cerita mitra kami
6 Cara Meredakan Mual saat Hamil yang Bisa Dicoba Ibu di Rumah
6 Cara Meredakan Mual saat Hamil yang Bisa Dicoba Ibu di Rumah
Skincare Aman untuk Ibu Hamil, Pastikan Tidak Mengandung 4 Bahan Berbahaya Ini!
Skincare Aman untuk Ibu Hamil, Pastikan Tidak Mengandung 4 Bahan Berbahaya Ini!
Ini Skin Care Aman untuk Ibu Hamil, Kulit Wajah Tetap Sehat
Ini Skin Care Aman untuk Ibu Hamil, Kulit Wajah Tetap Sehat
Berikut 4 Mitos Ibu Hamil Seputar Jenis Kelamin Bayi, Mana yang Benar ya?
Berikut 4 Mitos Ibu Hamil Seputar Jenis Kelamin Bayi, Mana yang Benar ya?

Pada akhirnya, mengurangi stres yang tidak perlu jauh lebih penting untuk kesehatan bayi Bunda.

Bunda, semoga ulasan di atas bermanfaat.

 

Bunda, baca juga berbagai artikel menarik lainnya:

Perkembangan Janin Dari Minggu ke Minggu

10 Cara Agar Bayi Cerdas Sejak Dalam Kandungan

7 Hal yang Perlu Dihindari Ibu Selama Hamil Agar si Bayi Menjadi Anak yang Cerdas Cemerlang

12 Mitos dan Fakta Seputar Kehamilan

Berbagai Gejala Melahirkan Prematur yang Perlu Diketahui oleh Setiap Ibu Hamil

Parenting bikin pusing? Yuk tanya langsung dan dapatkan jawabannya dari sesama Parents dan juga expert di app theAsianparent! Tersedia di iOS dan Android.

ddc-calendar
Bersiaplah untuk kelahiran bayi dengan menambahkan HPL Anda
ATAU
Hitung tanggal HPL
img
Penulis

Putri Fitria

  • Halaman Depan
  • /
  • Tips Kehamilan
  • /
  • Berbahayakah Radiasi Ponsel Terhadap Janin?
Bagikan:
  • Apakah Orang Hamil Bisa Haid? Ini Fakta dan Penyebab yang Perlu Diwaspadai

    Apakah Orang Hamil Bisa Haid? Ini Fakta dan Penyebab yang Perlu Diwaspadai

  • 5 Penyebab Keluar Darah saat Hamil Muda dan Cara Mengatasi

    5 Penyebab Keluar Darah saat Hamil Muda dan Cara Mengatasi

  • Ciri-Ciri Orang Hamil dari Bentuk Perut, Apakah Bisa Terlihat?

    Ciri-Ciri Orang Hamil dari Bentuk Perut, Apakah Bisa Terlihat?

  • Apakah Orang Hamil Bisa Haid? Ini Fakta dan Penyebab yang Perlu Diwaspadai

    Apakah Orang Hamil Bisa Haid? Ini Fakta dan Penyebab yang Perlu Diwaspadai

  • 5 Penyebab Keluar Darah saat Hamil Muda dan Cara Mengatasi

    5 Penyebab Keluar Darah saat Hamil Muda dan Cara Mengatasi

  • Ciri-Ciri Orang Hamil dari Bentuk Perut, Apakah Bisa Terlihat?

    Ciri-Ciri Orang Hamil dari Bentuk Perut, Apakah Bisa Terlihat?

Beranda

Beranda

Dapatkan artikel seputar parenting, gaya hidup, opini pakar, di ujung jari Anda

Jajak

Jajak

Ikutan isi polling menarik, dan lihat apa yang orangtua lain pikirkan!

Album

Album

Bagikan foto orang-orang tersayang Anda di komunitas yang aman

Topik

Topik

Gabung di komunitas dengan sesama Bunda dan Ayah

Panduan

Panduan

Pantau kehamilan, dan juga perkembangan bayi Anda dari hari ke hari!

theAsianparent

Unduh aplikasi gratis kami

Google PlayApp Store

theAsianparent di seluruh dunia

Singapore flag
Singapore
Thailand flag
Thailand
Indonesia flag
Indonesia
Philippines flag
Philippines
Malaysia flag
Malaysia
Vietnam flag
Vietnam

Partner Brands

Rumah123VIP ParentsMama's ChoiceTAP Awards

© Copyright theAsianparent 2026 . All rights reserved

  • Tentang Kami
  • Kebijakan Privasi
  • Syarat dan Ketentuan
  • Peta situs
  • Fitur
  • Artikel
  • Beranda
  • Jajak

Kami menggunakan cookie agar Anda mendapatkan pengalaman terbaik. Pelajari LagiOke, Mengerti

Kami menggunakan cookie agar Anda mendapatkan pengalaman terbaik. Pelajari LagiOke, Mengerti