Berbagai Penyebab Bayi Muntah

lead image

Bayi muntah telah menjadi salah satu problema klasik yang mengkhawatirkan. Apa saja kemungkinan penyebabnya?

src=https://id.theasianparent.com/wp content/uploads/2014/09/shutterstock 80511016.jpg Berbagai Penyebab Bayi Muntah

Mengapa bayi muntah?

Betapa sedihnya hati kita ketika si kecil muntah. Apalagi, bila muntah dialami bayi kecil yang baru berusia beberapa minggu. Kita tentu ingin tahu penyebab bayi muntah tersebut. Kali ini kami mengumpulkan beberapa informasi tentang penyebab bayi muntah dari berbagai sumber terpercaya, untuk menjadi pengetahuan bagi kita semua.

1. Jika bayi muntah tanpa penyebab yang jelas:

Kemungkinan penyebabnya adalah sistem pencernaan yang masih terus berkembang dan belum sempurna. Bila warnanya kekuningan seperti keju, Anda tidak perlu khawatir kecuali bayi muntah terlalu sering dan berat badannya tidak meningkat.

2. Reflux atau GERD (Gastroesophageal Reflux Disease)

Jika bayi muntah disertai dengan gejala-gejala :

  • frekuensi dan/atau kuantiti muntah kian memburuk seiring pertumbuhan bayi
  • bayi rewel setelah disusui
  • sering disertai batuk
  • kenaikan berat badannya lambat

maka kemungkinan penyebabnya adalah reflux, yaitu kondisi ketika makanan (ASI maupun sufor) naik kembali dari lambung karena otot esophageal belum cukup kuat menahannya. Periksa ke dokter untuk memastikannya.

Bayi yang terlalu kenyang lebih mudah mengalami reflux. Bila ia menyusu dari botol, pastikan lubang di dotnya tidak kebesaran.

3. Beberapa penyakit umum

Bayi juga bisa muntah bila ia sedang batuk pilek, infeksi telinga, ataupun infeksi saluran kencing.

4. Terlalu banyak udara masuk melalui mulut

Bayi bisa muntah bila terlalu banyak udara yang ikut masuk ke tubuhnya ketika ia menyusu atau makan. Ketika ia menyusu dari botol, pastikan ia tidak menghisap udara.

5. Gerakan ayun/memutar

Bila balita atau bayi muntah dengan gejala : lemas, kehilangan nafsu makan, menguap, berkeringat, pucat, maka kemungkinan penyebabnya adalah gerakan. Misalnya karena naik mobil, ayunan, atau balita yang naik wahana permainan di taman bermain.

6. Alergi makanan atau intoleransi terhadap laktosa

Bila bayi atau balita hampir selalu muntah setelah ia makan sesuatu, dan disertai satu atau beberapa gejala :

  • ruam kulit
  • gatal-gatal
  • bengkak
  • kesulitan bernafas
  • bahkan tidak sadar

Kemungkinan penyebabnya adalah alergi makanan.

7. Infeksi virus

Bila bayi atau balita muntah dan hanya ia di dalam keluarga yang mengalami gejala :

  • diare
  • demam
  • sakit perut

Maka kemungkinan penyebabnya adalah virus, misalnya rotavirus. Baca juga tentang rotavirus dengan mengklik link ini.

8. Keracunan makanan

Bila bayi atau balita muntah dan ada anggota keluarga lainnya yang mengalami diare, demam, dan sakit perut, kemungkinan penyebabnya adalah keracunan makanan, misalnya kontaminasi bakteri salmonela atau e-coli.

9. Penyempitan Usus

Bila bayi muntah keras 15-30 menit setelah makan (menyusu) dan terjadi pada 2 kali makan berturutan, kemungkinan pebyebabnya adalah Hypertrophic pyloric stenosis atau penyempitan intestin (usus kecil).

Ref : Various Type of Vomitting, Vomiting in Children and Babies, Vomiting, What’s Normal and What’s Not

Baca juga artikel menarik lainnya:

Cara Mengatasi Bayi Muntah