TAP top app download banner
theAsianparent
theAsianparent
Panduan ProdukKeranjang
  • Kehamilan
  • Anak
  • Perkembangan Otak
  • Cari nama bayi
  • Rangkaian Edukasi
  • TAPpedia
  • TAP Rekomendasi
  • Parenting
  • Kesehatan
  • Gaya Hidup
  • Nutrisi
  • Ayah manTAP!
  • Komunitas
  • VIP
  • Event
Masuk
    • Artikel
  • KehamilanKehamilan
  • AnakAnak
  • Perkembangan OtakPerkembangan Otak
  • Cari nama bayiCari nama bayi
  • Rangkaian EdukasiRangkaian Edukasi
  • TAPpediaTAPpedia
  • TAP RekomendasiTAP Rekomendasi
  • ParentingParenting
  • KesehatanKesehatan
  • Gaya HidupGaya Hidup
  • NutrisiNutrisi
  • Ayah manTAP!Ayah manTAP!
  • KomunitasKomunitas
  • VIPVIP
  • EventEvent
    • Komunitas
  • Jajak
  • Album
  • Makanan
  • Resep
  • Topik
  • Baca Artikel
    • Panduan
  • Pemantau Kehamilan
  • Pemantau Perkembangan Bayi
    • Hadiah
  • HadiahHadiah
  • Kontes
  • VIP ParentsVIP Parents
    • Lebih Banyak
  • Saran

Kebijakan PrivasiPedoman KomunitasPeta situs

Unduh aplikasi gratis kami

google play store
app store

Asupan Gula untuk Si Buah Hati, Baik atau Buruk?

Bacaan 3 menit
Asupan Gula untuk Si Buah Hati, Baik atau Buruk?

Ini aturan asupan gula Si Buah Hati yang perlu Bunda ketahui.

Banyak orang tua yang sering kali tidak memperhatikan soal batas atau takaran asupan gula untuk Si Buah Hati, termasuk gula dalam susu.

Apakah Bunda sudah mengatur asupan gula yang tepat untuk Si Buah Hati? Bagaimana dampaknya jika Si Buah Hati terlalu banyak konsumsi gula?

Untuk mengetahuinya, Bunda harus memeprhatikan jumlah nutrisi yang dikonsumsi anak usia dini sehari-hari, termasuk kandungan gula dalam susu pertumbuhan untuk Si Buah Hati.

Kenali Jenis Gula yang Dikonsumsi 

gula dalam susu

Gula merupakan salah satu jenis karbohidrat penting dalam nutrisi yang diperlukan Si Buah Hati.

Dalam prosesnya, gula akan digunakan tubuh sebagai sumber energi dalam melakukan berbagai aktivitas.

Ada beberapa jenis gula yang sering ditemui pada makanan yang kita konsumsi, yaitu Glukosa, Sukrosa, Fruktosa, dan Laktosa.

Keempatnya memiliki rasa manis, namun kemanisannya berbeda dan tubuh kita pun memiliki cara yang berbeda dalam mengolah masing-masing jenis gula tersebut.

Makanan dan minuman yang mengandung gula tambahan memiliki kalori ekstra dan memiliki nutrisi yang lebih sedikit. 

Sejumlah ilmuwan percaya bahwa asupan gula tambahan yang terlalu banyak di awal kehidupan seorang anak sangat berkaitan dengan risiko obesitas, tekanan darah tinggi, dan diabetes tipe 2.

Selain itu, risiko terkena penyakit jantung juga sangat tinggi.

Terlalu banyak asupan gula juga dapat menyebabkan gigi berlubang jika Si Buah Hati tidak menyikat gigi secara teratur.

Selain itu, terlalu banyak makanan manis juga membuat Si Buah Hati lebih sedikit mengonsumsi makanan sehat, seperti buah-buahan dan sayuran.

Laktosa dan Sukrosa

Meski kedua jenis gula ini mirip dalam banyak hal, tubuh Si Buah Hati akan mencernanya secara berbeda.

Drs. Reginald Garrett dan Charles Grisham menjelaskan, Laktosa sendiri adalah sejenis gula yang merupakan subtipe karbohidrat.

Biasanya, Laktosa menjadi gula alami yang terdapat dalam susu sapi. Sementara, sukrosa merupakan gula tambahan atau gula pasir.

Perbedaan utama antara keduanya adalah rasa manisnya.

Sukrosa secara signifikan diketahui lebih manis dari laktosa yang bisa menjadi penyebab utama karies gigi.

Takaran Gula Anak Usia Dini

gula dalam susu

Dilansir dari Cleveland Clinic, seorang dokter anak Dr Edward Gaydos, DO, merekomendasikan agar gula tambahan tidak dikonsumsi oleh anak-anak berusia di bawah 2 tahun.

Untuk anak usia 2 hingga 18 tahun, American Heart Association (AHA) menetapkan bahwa asupan gula harus kurang dari 25 gram (6 sendok teh) per harinya. 

Svetlana Pomeranets, MD, dari Cleveland Clinic juga menyarankan para orang tua untuk selalu membaca label makanan dan menghitung takaran gula yang dikonsumsi Si Buah Hati.

Selain itu, Bunda juga perlu mengingat bahwa asupan gula tambahan yang sebaiknya dibatasi adalah sumber gula dari dalam makanan dan minuman olahan, permen, cake, dan jus buah.

Mengatur Nutrisi Anak di Usia Dini 

Pilihan menu makanan sehat dengan gizi seimbang tetap menjadi cara utama untuk membatasi asupan gula Si Buah Hati.

Berikan protein, sayuran dan buah pada menu utama makan mereka, selain karbohidrat.

Sebenarnya, Si Buah Hati memiliki kemampuan untuk menyesuaikan pola makan sesuai dengan asupan energi yang mereka butuhkan.

Mereka memiliki ‘sinyal’ yang dapat mengatur sendiri ketika mereka kekurangan dan butuh protein, lemak, atau karbohidrat. Hal ini ditunjukkan melalui ‘rasa lapar’.

Hal yang paling penting diperhatikan Bunda dan Ayah juga adalah kemampuan Si Buah Hati untuk meniru.

Si Buah Hati sudah pasti akan meniru bagaimana kebiasaan dan pola orantuanya, termasuk saat makan. 

Jadi, berikan contoh pada Si Buah Hati untuk membiasakan pola makan sehat dan bernutrisi ya, Bunda.

Cerita mitra kami
Cetaphil Hadirkan Eksfoliasi Lembut untuk Kulit Sensitif Lewat “Smooth From First Serve”
Cetaphil Hadirkan Eksfoliasi Lembut untuk Kulit Sensitif Lewat “Smooth From First Serve”
Tren Parenting 2026: Orang Tua Tak Lagi Cari Murah, tapi Aman & Terpercaya
Tren Parenting 2026: Orang Tua Tak Lagi Cari Murah, tapi Aman & Terpercaya
Kulit Newborn Mudah Ruam? Bisa Jadi Ada yang Salah di Cara Mencuci Bajunya!
Kulit Newborn Mudah Ruam? Bisa Jadi Ada yang Salah di Cara Mencuci Bajunya!
20 Jenis Ruam Kulit pada Bayi, Penyebab dan Cara Mengatasi
20 Jenis Ruam Kulit pada Bayi, Penyebab dan Cara Mengatasi

Misalnya, biasakan untuk mengonsumsi sayuran dan buah setiap harinya.

***

Demikianlah informasi tentang gula dan susu.

Semoga penjelasan ini bermanfaat, Parents.

***

Baca Juga:

10 Rekomendasi Susu Rendah Gula Terbaik untuk Anak

10 Rekomendasi Susu Formula Rendah Gula untuk Anak

10 Rekomendasi Susu UHT Rendah Gula Terbaik untuk Anak

Parenting bikin pusing? Yuk tanya langsung dan dapatkan jawabannya dari sesama Parents dan juga expert di app theAsianparent! Tersedia di iOS dan Android.

img
Penulis

Aulia Trisna

  • Halaman Depan
  • /
  • Makanan & Minuman
  • /
  • Asupan Gula untuk Si Buah Hati, Baik atau Buruk?
Bagikan:
  • 200 Rekomendasi Nama Sunda Kuno, Unik dan Eksotis untuk Si Kecil!

    200 Rekomendasi Nama Sunda Kuno, Unik dan Eksotis untuk Si Kecil!

  • Wajib Baca! Ini Doa agar Pacar Makin Sayang dan Takut Kehilangan

    Wajib Baca! Ini Doa agar Pacar Makin Sayang dan Takut Kehilangan

  • Cetaphil Hadirkan Eksfoliasi Lembut untuk Kulit Sensitif Lewat “Smooth From First Serve”
    Cerita mitra kami

    Cetaphil Hadirkan Eksfoliasi Lembut untuk Kulit Sensitif Lewat “Smooth From First Serve”

  • 200 Rekomendasi Nama Sunda Kuno, Unik dan Eksotis untuk Si Kecil!

    200 Rekomendasi Nama Sunda Kuno, Unik dan Eksotis untuk Si Kecil!

  • Wajib Baca! Ini Doa agar Pacar Makin Sayang dan Takut Kehilangan

    Wajib Baca! Ini Doa agar Pacar Makin Sayang dan Takut Kehilangan

  • Cetaphil Hadirkan Eksfoliasi Lembut untuk Kulit Sensitif Lewat “Smooth From First Serve”
    Cerita mitra kami

    Cetaphil Hadirkan Eksfoliasi Lembut untuk Kulit Sensitif Lewat “Smooth From First Serve”

Beranda

Beranda

Dapatkan artikel seputar parenting, gaya hidup, opini pakar, di ujung jari Anda

Jajak

Jajak

Ikutan isi polling menarik, dan lihat apa yang orangtua lain pikirkan!

Album

Album

Bagikan foto orang-orang tersayang Anda di komunitas yang aman

Topik

Topik

Gabung di komunitas dengan sesama Bunda dan Ayah

Panduan

Panduan

Pantau kehamilan, dan juga perkembangan bayi Anda dari hari ke hari!

theAsianparent

Unduh aplikasi gratis kami

Google PlayApp Store

theAsianparent di seluruh dunia

Singapore flag
Singapore
Thailand flag
Thailand
Indonesia flag
Indonesia
Philippines flag
Philippines
Malaysia flag
Malaysia
Vietnam flag
Vietnam

Partner Brands

Rumah123VIP ParentsMama's ChoiceTAP Awards

© Copyright theAsianparent 2026 . All rights reserved

  • Tentang Kami
  • Kebijakan Privasi
  • Syarat dan Ketentuan
  • Peta situs
  • Fitur
  • Artikel
  • Beranda
  • Jajak

Kami menggunakan cookie agar Anda mendapatkan pengalaman terbaik. Pelajari LagiOke, Mengerti

Kami menggunakan cookie agar Anda mendapatkan pengalaman terbaik. Pelajari LagiOke, Mengerti