Bun, begini pertolongan pertama anak keracunan makanan

Bun, begini pertolongan pertama anak keracunan makanan

Muntah dan diare berlebihan bisa jadi karena anak keracunan makanan. Hati-hati ia bisa dehidrasi! Segera lakukan pertolongan pertama, Bun.

Musim pancaroba identik dengan musim penyakit, di antaranya diare dan muntah akibat anak keracunan makanan. Bagaimana anak bisa alami keracunan makanan dan seperti apa pertolongan pertamanya?

Jenis-jenis keracunan makanan

Menilik kata keracunan, keracunan terbagi menjadi dua hal. Yaitu keracunan karena ada bahan beracun yang masuk ke dalam tubuh. Yang kedua keracunan akibat mengonsumsi makanan tertentu, lalu tubuh memberikan reaksi penolakan. Pengertian kedua ini dikenal sebagai keracunan makanan.

Keracunan jenis pertama, umumnya terjadi pada anak saat tahap eksplorasi. Pada tahap ini anak sedang asyik-asyiknya mengekplorasi lingkungan sekitarnya.

Anak belum tahu banyak tentang bahaya sesuatu sehingga tanpa sadar ia memasukkan atau bahkan menelan benda  mengandung racun. Misalnya anak menelan kapur semut atau menggigit botol obat nyamuk.

Berbeda dari keracunan jenis kedua. Anak keracunan makanan bisa jadi karena banyak hal, seperti makanan yang dimakan masih mentah, makanan siap saji, makanan dalam kaleng, atau makanan yang tersentuh orang sedang sakit. Umumnya makanan-makanan tersebut tidak disimpan dan diolah dengan baik atau sudah kadaluarsa.

Risiko keracunan makanan akan meningkat pada usia anak-anak, khususnya bayi dan balita. Karena mereka belum memiliki kekebalan tubuh sempurna.

Namun tidak menampik kemungkinan buat anak yang sudah besar atau orang dewasa. Jika Anda dan anak tidak berada dalam kondisi tubuh yang fit, paparan bakteri dan virus akan cepat dirasakan oleh anak dan Anda.

Baca juga: 10 Kandungan berbahaya dalam makanan anak yang sering tidak disadari orang tua

Jika ada gejala anak keracunan makanan

Anak keracunan makanan butuh pertolongan untuk meredakan gejala yang terjadi. Jangan pernah abaikan gejala yang terjadi pada anak Anda, Parents!

Gejala umumnya demam, kram perut, muntah-muntah, sering buang air besar, tubuh sangat lemas, menggigil, dan kehilangan nafsu makan.

Pertolongan pertama yang harus dilakukan:

  1. Periksa suhu tubuh anak. Pastikan demamnya tidak terlalu tinggi. Demam tinggi sangat berbahaya untuk anak-anak.
  2. Catat berapa kali ia sudah muntah dan buang air besar. Cek warna muntah dan air besarnya. Jika warna muntah bercampur warna hijau (berasal dari empedu), ditambah terdapat nyeri perut, dan perut buncit, segera bawa ke dokter. Begitu juga jika BAB-nya bercampur lendir, darah atau nanah.
  3. Agar gejala tidak bertambah buruk, hindari makanan dan minuman yang memacu kerja lambung. Seperti makanan asam, pedas, makanan berlemak, minuman berkafein atau bersoda. Sebaiknya, diawal Anda melihat gejala anak keracunan makanan, hindari memberi makanan yang harus ia kunyah. Sebab umumnya anak keracunan makanan akan kehilangan nafsu makan.
  4. Berikan oralit sedikit demi sedikit sebagai pengganti makanan. Anda bisa buat sendiri menggunakan air yang dicampur garam dan gula. Oralit akan mencegah anak kekurangan cairan atau dehidrasi.
  5. Jika kondisinya tidak membaik dalam jangka waktu 12 jam, segera bawa ke dokter.
Harus lakukan ini!

Biasanya dokter akan meresepkan obat-obatan pada anak keracunan makanan untuk mengatasi muntah, diare, demam, dan gejala lainnya. Tak sedikit juga yang menggunakan cairan infus untuk pasokan nutrisi.

Cairan infus ditujukan agar anak tidak dehidrasi. Jika sampai terjadi dehidrasi, akan lebih memperparah kondisinya.

Namun bila pengobatan tidak kunjung membuat anak sembuh, minta dokter anak Anda melakukan pemeriksaan lanjutan seperti pemeriksaan darah atau pemeriksaan BAB.

Tujuannya agar Anda tahu apakah ada infeksi yang terjadi di dalam tubuh anak. Atau bisa mengidentifikasi organisme apa yang membuat anak keracunan makanan.

Referensi: mayoclinic, emedicinehealth, idai

Baca juga:

7 Tips Penting Untuk Mencegah Anak Keracunan Makanan

Parenting bikin pusing? Yuk tanya langsung dan dapatkan jawabannya dari sesama Parents dan juga expert di app theAsianparent! Tersedia di iOS dan Android.

app info
get app banner