TAP top app download banner
theAsianparent
theAsianparent
Panduan ProdukKeranjang
  • Kehamilan
  • Anak
  • Ramadan MomTAP
  • Event
  • Perkembangan Otak
  • Cari nama bayi
  • Rangkaian Edukasi
  • TAPpedia
  • TAP Rekomendasi
  • Parenting
  • Kesehatan
  • Gaya Hidup
  • Nutrisi
  • Ayah manTAP!
  • Komunitas
  • VIP
Masuk
    • Artikel
  • KehamilanKehamilan
  • AnakAnak
  • Ramadan MomTAPRamadan MomTAP
  • EventEvent
  • Perkembangan OtakPerkembangan Otak
  • Cari nama bayiCari nama bayi
  • Rangkaian EdukasiRangkaian Edukasi
  • TAPpediaTAPpedia
  • TAP RekomendasiTAP Rekomendasi
  • ParentingParenting
  • KesehatanKesehatan
  • Gaya HidupGaya Hidup
  • NutrisiNutrisi
  • Ayah manTAP!Ayah manTAP!
  • KomunitasKomunitas
  • VIPVIP
    • Komunitas
  • Jajak
  • Album
  • Makanan
  • Resep
  • Topik
  • Baca Artikel
    • Panduan
  • Pemantau Kehamilan
  • Pemantau Perkembangan Bayi
    • Hadiah
  • HadiahHadiah
  • Kontes
  • VIP ParentsVIP Parents
    • Lebih Banyak
  • Saran

Kebijakan PrivasiPedoman KomunitasPeta situs

Unduh aplikasi gratis kami

google play store
app store

5 Bahaya Vape untuk Kesehatan, Tak Beda Jauh dengan Rokok Konvensional

Bacaan 4 menit
5 Bahaya Vape untuk Kesehatan, Tak Beda Jauh dengan Rokok Konvensional

Banyak diminati oleh khalayak masa kini, lantas seberapa bahaya vape atau rokok elektrik untuk kesehatan?

Penggunaan rokok elektrik (vape) di Indonesia semakin diminati oleh pasar. Padahal, bahaya vape atau rokok elektrik ini seharusnya tidak boleh diabaikan masyarakat, khususnya kalangan muda yang kerap menggunakannya.

Rokok elektrik diperkenalkan pada tahun 2007 dan semakin populer sejak saat itu, terutama di kalangan anak muda. National Institutes of Health melaporkan bahwa menggunakan vape (vaping) di kalangan siswa sekolah menengah atas meningkat dua kali lipat dari 11 persen pada tahun 2017 menjadi 21 persen pada tahun 2018.

Akan tetapi, banyak orang dewasa juga melakukan vaping. Sebuah studi tahun 2018 di Annals of Internal Medicine menemukan bahwa 11 juta orang dewasa AS pada tahun 2016 menggunakan rokok elektrik. 

Berbeda dengan rokok konvensional yang menggunakan tembakau sebagai bahan utama, vape memang tidak mengandung zat berbahaya, seperti tar dan karbon monoksida. Namun, bukan berarti vape lebih aman dibandingkan rokok konvensional.

Vape justru memiliki kandungan zat kimia berbahaya, seperti nikotin, asetaldehida, akrolein, propanal, formaldehida, logam berat dan diasetil, yang hampir sama dengan rokok konvensional.

Banyak orang berpikir vaping tidak lebih bahaya dibanding merokok. Meskipun benar aerosol dari rokok elektrik tidak mencakup semua kontaminan dalam asap tembakau, tetapi vape tetap tidak aman.

5 Bahaya Vape atau Rokok Elektrik untuk Kesehatan

1. Meningkatkan Risiko Peradangan Paru-Paru

bahaya vape atau rokok elektrik

Rokok elektrik tetap memiliki kandungan nikotin yang dapat meningkatkan risiko peradangan pada paru-paru dan mengurangi kemampuan jaringan pelindung di paru untuk melindungi organ paru. 

Dilansir dari John Hopkins Medicine, berdasarkan kandungan bahan tambahan pada rokok elektronik juga bisa menimbulkan risiko kesehatan. Diasetil yang terkandung di vape dapat menyebabkan munculnya penyakit bronchiolitis obliterans, atau lebih dikenal sebagai paru-paru popcorn (popcorn lung). Kondisi langka tersebut diakibatkan oleh kerusakan saluran udara kecil di paru-paru.

Selain itu, vitamin E asetat yang ada pada beberapa jenis rokok elektronik juga diduga kuat dapat menyebabkan kerusakan paru-paru yang disebut dengan e-cigarette, or vaping, product use-associated lung injury (EVALI). Kondisi ini menyebabkan nyeri dada dan sesak napas yang bisa berakhir dengan gagal napas.  

Artikel terkait: Lagi, dua ibu bagikan kisah anak meninggal dan sakit karena asap rokok

2. Meningkatkan Risiko Penyakit Jantung

bahaya vape atau rokok elektrik

Nikotin menyebabkan peningkatan tekanan darah, detak jantung, aliran darah ke jantung, dan penyempitan arteri. Ini juga dapat berkontribusi pada pengerasan dinding arteri atau arteriosclerosis, yang dapat berperan dalam serangan jantung. Lantaran banyak perangkat vaping digunakan untuk nikotin, masuk akal bahwa vaping juga dapat meningkatkan risiko penyakit jantung. 

Robert Goldberg, MD, ahli paru di Mission Community Hospital, Mission Viejo, California mengatakan, penelitian awal menunjukkan bahwa vaping dapat dikaitkan dengan risiko stroke, serangan jantung, dan penyakit jantung yang lebih tinggi.

3. Rokok Elektrik atau Vape Sama Adiktifnya dengan Rokok Konvensional

bahaya vape atau rokok elektrik

“Nikotin adalah bahan kimia yang sangat adiktif,” kata Dr. Goldberg. Dan meskipun dapat bervariasi, vaping dapat memberikan lebih banyak nikotin per inhalasi daripada rokok konvensional. “Jumlah dalam satu isapan dari perangkat vaping lebih besar daripada dalam satu isapan dari sebatang rokok,” ucap Dr. Goldberg. 

Banyak perusahaan vaping menggunakan nama yang menyenangkan dan menciptakan rasa buah seperti Fruity Freeze dan So Berry Good untuk menarik anak-anak dan membuat mereka bergantung pada perangkat. Sering kali pengguna muda tidak menyadari bahwa perangkat tersebut bahkan mengirimkan nikotin.

“Perusahaan melihat tambang emas. Jika mereka dapat mengaitkan populasi baru dengan nikotin, mereka akan memiliki pelanggan seumur hidup,” kata Dr. Goldberg.

Artikel terkait: Dampak Asap dan Residu Rokok Pada Anak; Memicu Perilaku Agresif dan Anti Sosial

4. Berpotensi Meningkatkan Risiko Terkena Kanker

5 Bahaya Vape untuk Kesehatan, Tak Beda Jauh dengan Rokok Konvensional

Kanker jelas menjadi perhatian, mengingat vaping tetap memasukkan sejumlah bahan kimia ke dalam paru-paru. Kandungan formaldehida yang terdapat dalam vape bersifat karsinogenik, sehingga bila dihirup dalam jangka waktu lama, dapat memicu munculnya sel-sel kanker.

Akan tetapi, para pakar mengatakan bahwa masih perlu waktu lebih lama untuk mempelajari lebih lanjut mengenai apakah vape benar dapat menyebabkan kanker atau tidak. 

Artikel terkait: Kisah Pilu: Bayi Meninggal karena Asap Rokok di Acara Aqiqah, Peringatan bagi Semua Perokok

5. Dapat Menunda Perkembangan Otak pada Janin, Anak-Anak, dan Remaja

5 Bahaya Vape untuk Kesehatan, Tak Beda Jauh dengan Rokok Konvensional

Pada ibu hamil, penggunaan vape secara aktif maupun pasif (terpapar asap vape dari orang lain) dapat membahayakan janin di dalam kandungannya. Pasalnya, paparan nikotin dan zat berbahaya lain di dalam vape dapat mengganggu perkembangan janin.

Sedangkan pada anak-anak, paparan nikotin dari vape dapat mengganggu perkembangan otaknya serta memengaruhi daya ingatnya sehingga dapat membuat lebih sulit untuk belajar dan berkonsentrasi.

Nah, Parents, demikian 5 bahaya vape atau rokok elektrik yang dapat merugikan kesehatan, baik diri sendiri maupun untuk keluarga tercinta di sekitar kita. Walau masih belum banyak penelitian mengenai penggunaan vape ini, tetapi alangkah baiknya jika kita dapat bijak dalam menggunakannya demi kesehatan dan kesejahteraan kita semua.

Baca juga:

Rokok Elektrik Bisa Sebabkan Kematian Mendadak pada Bayi, Waspada!

Ajak Anak Main Asap Rokok Elektrik, Raffi Ahmad dan Nagita Banjir Kritik

Tingkatkan Risiko Stillbirth, Ini Bahaya Rokok Bagi Janin yang Harus Diwaspadai

Cerita mitra kami
Cara Memastikan Air Minum Aman Dikonsumsi, Perhatikan Hal Ini!
Cara Memastikan Air Minum Aman Dikonsumsi, Perhatikan Hal Ini!
Rekomendasi Layanan Profesional yang Membantu Ibu Mengelola Rumah & Anak di 2026
Rekomendasi Layanan Profesional yang Membantu Ibu Mengelola Rumah & Anak di 2026
Wajib Tahu! Ini Mitos dan Fakta Makanan Peningkat Kecerdasan Menurut Dokter Anak
Wajib Tahu! Ini Mitos dan Fakta Makanan Peningkat Kecerdasan Menurut Dokter Anak
Asma Anak Tiba-tiba Kambuh? Ingat, Dokter Spesialis Anak Ada 24 Jam di Mayapada Hospital
Asma Anak Tiba-tiba Kambuh? Ingat, Dokter Spesialis Anak Ada 24 Jam di Mayapada Hospital

Parenting bikin pusing? Yuk tanya langsung dan dapatkan jawabannya dari sesama Parents dan juga expert di app theAsianparent! Tersedia di iOS dan Android.

img
Penulis

theAsianparent

Diedit oleh:

Finna Prima Handayani

  • Halaman Depan
  • /
  • Info Sehat
  • /
  • 5 Bahaya Vape untuk Kesehatan, Tak Beda Jauh dengan Rokok Konvensional
Bagikan:
  • Cara Mengatasi Anak Demam di Malam Hari, Parents Perlu Tahu!

    Cara Mengatasi Anak Demam di Malam Hari, Parents Perlu Tahu!

  • Cara Memastikan Air Minum Aman Dikonsumsi, Perhatikan Hal Ini!
    Cerita mitra kami

    Cara Memastikan Air Minum Aman Dikonsumsi, Perhatikan Hal Ini!

  • 7 Penyebab Pria Ereksi, Tak Melulu karena Rangsangan Seksual

    7 Penyebab Pria Ereksi, Tak Melulu karena Rangsangan Seksual

  • Cara Mengatasi Anak Demam di Malam Hari, Parents Perlu Tahu!

    Cara Mengatasi Anak Demam di Malam Hari, Parents Perlu Tahu!

  • Cara Memastikan Air Minum Aman Dikonsumsi, Perhatikan Hal Ini!
    Cerita mitra kami

    Cara Memastikan Air Minum Aman Dikonsumsi, Perhatikan Hal Ini!

  • 7 Penyebab Pria Ereksi, Tak Melulu karena Rangsangan Seksual

    7 Penyebab Pria Ereksi, Tak Melulu karena Rangsangan Seksual

Beranda

Beranda

Dapatkan artikel seputar parenting, gaya hidup, opini pakar, di ujung jari Anda

Jajak

Jajak

Ikutan isi polling menarik, dan lihat apa yang orangtua lain pikirkan!

Album

Album

Bagikan foto orang-orang tersayang Anda di komunitas yang aman

Topik

Topik

Gabung di komunitas dengan sesama Bunda dan Ayah

Panduan

Panduan

Pantau kehamilan, dan juga perkembangan bayi Anda dari hari ke hari!

theAsianparent

Unduh aplikasi gratis kami

Google PlayApp Store

theAsianparent di seluruh dunia

Singapore flag
Singapore
Thailand flag
Thailand
Indonesia flag
Indonesia
Philippines flag
Philippines
Malaysia flag
Malaysia
Vietnam flag
Vietnam

Partner Brands

Rumah123VIP ParentsMama's ChoiceTAP Awards

© Copyright theAsianparent 2026 . All rights reserved

  • Tentang Kami
  • Kebijakan Privasi
  • Syarat dan Ketentuan
  • Peta situs
  • Fitur
  • Artikel
  • Beranda
  • Jajak

Kami menggunakan cookie agar Anda mendapatkan pengalaman terbaik. Pelajari LagiOke, Mengerti

Kami menggunakan cookie agar Anda mendapatkan pengalaman terbaik. Pelajari LagiOke, Mengerti