Cek sekarang juga, ini tanda kelainan darah pada anak yang wajib Parents waspadai

Cek sekarang juga, ini tanda kelainan darah pada anak yang wajib Parents waspadai

Sering tak disadari, tanda-tanda hemofilia ini wajib diwaspadai!

Pernah mendengar istilah penyakit hemofilia, Parents? Suatu penyakit langka yang bisa terjadi pada darah. Bahaya penyakit hemofilia ini rupanya tak hanya bisa menyerang pada orang dewasa saja, anak-anak pun bisa mengalaminya.

Lebih jelasnya, hemofilia merupakan kelainan darah yang disebabkan kekurangan faktor pembekuan darah. Darah tidak bisa menggumpal secara normal, akibatnya penderita pun akan mengalami perdarahan lebih lama setelah terkena luka atau cidera.

Kondisi ini biasanya terjadi secara genetik dan bisa membahayakan jiwa. Oleh karena itulah, mengetahui apa saja gejalanya serta berbagai komplikasi  perlu diperhatikan.

Bahaya penyakit hemofilia
Bahaya penyakit hemofilia

Bahaya penyakit hemofilia

Parents, ada beberapa bahaya penyakit hemofilia yang sebaiknya diwaspadai, komplikasi yang bisa terjadi antara lain :

1.Infeksi

Anak yang mengalami kondisi ini akan lebih mudah mengalami infeksi atau terpapar virus maupun bakteri. Kemungkinannya akan menjadi lebih tinggi bila ia menerima transfusi darah yang terkontaminasi.

2. Pendarahan internal yang dalam

Penderita hemofilia akan menjadi lebih rentan mengalami pendarahan dalam yang membahayakan. Beberapa angota tubuh yang rawan misalnya saja di lutut, pergelangan kaki dan siku.

Pendarahan yang terjadi pada otot dalam dapat menyebabkan anggota badan membengkak. Kondisi ini bisa menekan saraf dan menyebabkan mati rasa atau sakit.

Pendarahan internal ini pun bisa merusak organ dan jaringan bahkan mungkin bisa mengancam jiwa.

3. Kerusakan sendi

Pendarahan internal juga dapat menekan sendi sehingga menyebabkan rasa sakit yang hebat. Jika tidak diobati, perdarahan internal yang sering dapat menyebabkan radang sendi atau kerusakan sendi.

4. Pendarahan di otak

Ini adalah penyebab kematian paling umum pada anak-anak dengan hemofilia dan komplikasi pendarahan yang paling serius. Pendarahan otak dapat terjadi bahkan dari benjolan kecil di kepala atau jatuh.

Pendarahan kecil di otak dapat menyebabkan kebutaan, keterbelakangan mental, dan berbagai defisit neurologis, serta dapat menyebabkan kematian jika tidak dikenali dan diobati dengan segera.

Jenis hemofilia

Dua dari banyak faktor dalam darah yang memengaruhi pembekuan adalah faktor VIII dan faktor IX. Hemofilia dapat diklasifikasikan sebagai kondisi yang ringan, sedang, atau berat. Semua ini memang tergantung pada tingkat faktor pembekuan dalam darah.

Dua bentuk utama hemofilia adalah:

  • Hemofilia A, yang disebabkan oleh kurangnya faktor pembekuan VIII. Sekitar 85 % penderita hemofilia memiliki penyakit tipe A.
  • Hemofilia B, yang disebabkan oleh defisiensi faktor IX.
Gejala hemofilia pada anak
Bahaya penyakit hemofilia

Bahaya penyakit hemofilia

1. Memar

Ini dapat terjadi karena kecelakaan kecil yang dapat menyebabkan hematoma besar atau kumpulan darah di bawah kulit yang menyebabkan pembengkakan. Untuk gejala ini, biasanya bisa dideteksi saat anak berusia 12 hingga 18 bulan atau ketika anak menjadi lebih aktif.

2. Mudah berdarah

Penderita hemofilia juga bisa lebih mudah merasakan pendarahan seperti dari hidung, mulut dan gusi karena trauma ringan, menyikat gigi, atau perawatan gigi lainnya.

Selain itu biasanya penderita juga mengalami pendarahan ke dalam sendi yang disebut hemarthrosis. Kondisi ini dapat menyebabkan rasa sakit, imobilitas, dan akhirnya cacat jika tidak ditangani dengan benar. Ini adalah penyebab paling umum komplikasi akibat perdarahan hemofilia.

3. Pembengkakkan

Pendarahan ke dalam otot dapat menyebabkan pembengkakan, rasa sakit, dan kemerahan. Pembengkakan karena darah berlebihan di area ini dapat meningkatkan tekanan pada jaringan dan saraf di area tersebut yang mengakibatkan kerusakan permanen atau kondisi lainnya.

4. Darah di urin

Hemofilia bisa juga menyebabkan adanya pendarahan di bagian tubuh lainnya. Kondisi perdarahan lain, seperti darah yang ditemukan dalam urin atau feses juga mungkin merupakan gejala hemofilia.

Bila Parents curiga dan melihat ada gejala di atas yang dialami si kecil, jangan tunda untuk segera konsultasikan dengan dokter. Terlebih lagi jika ada riwayat keluarga yang mengalami hemofilia.

 

Sumber : childrensnational.org, Mayo Clinic


Baca Juga :

Kasihan! Bayi baru lahir terjangkit kanker sejak masih dalam kandungan

 

Parenting bikin pusing? Yuk tanya langsung dan dapatkan jawabannya dari sesama Parents dan juga expert di app theAsianparent! Tersedia di iOS dan Android.

Penulis

nisya

app info
get app banner