Bayi 17 bulan meninggal karena Virus HFMD, waspadai bahayanya!

Bayi 17 bulan meninggal karena Virus HFMD, waspadai bahayanya!

Bahaya flu singapura kini tengah mewabah di Malaysia, seorang balita 17 bulan meninggal karena infeksi penyakit yang disebabkan oleh virus EV71 ini.

Bahaya virus HFMD atau flu singapura bukanlah hal yang bisa diremehkan. Baru-baru ini di Malaysia, seorang balita laki-laki berusia 17 bulan meninggal karena terjangkit virus yang menimbulkan ruam di tangan, kaki dan mulut tersebut.

Dr Lee Boon Chye, Menteri Kesehatan Singapura mengatakan, bahwa anak tersebut dirawat di rumah sakit di Penang pada tanggal 3 Juni. Balita itu mengalami kesulitan bernafas, juga memiliki gejala sakit HFMD.

Meskipun sudah diberi penanganan medis, namun kondisinya terus memburuk. Dan 3 hari kemudian, pada tanggal 6 Juni, balita malang itu menghembuskan nafas terakhirnya.

Artikel terkait: Waspada Flu Singapura, Kenali Gejala, Penyebab dan Cara Mengobatinya

Bayi 17 bulan meninggal karena HFMD atau flu singapura
bahaya flu singapura

Bahaya flu singapura tidak bisa diremehkan, penyakit ini telah merenggut nyawa seorang balita di Malaysia.

Setelah dilakukan otopsi, pihak medis mengonfirmasi bahwa kematian balita tersebut disebabkan oleh penyakit flu singapura yang dideritanya. Balita malang itu mengalami komplikasi penyakit HFMD, disebabkan oleh virus EV71 (enterovirus 71) yang membuat paru-parunya mengalami infeksi hingga kesulitan bernafas.

Kasus Flu Singapura telah terjadi sebanyak 2,894 kasus di Penang. Angka ini naik 116% dari tahun lalu. Dr. Lee menegaskan pada media setempat bahwa pihak kementerian kesehatan telah melakukan tindakan untuk mengurangi angka kasus HFMD di Malaysia.

“Para guru telah diberi instruksi, untuk selalu memeriksa murid-muridnya sebelum masuk sekolah. Pihak kementerian juga sudah menyediakan disinfektan untuk membersihkan ruang kelas, peralatan bermain, dan disinfektan untuk troli dan playpen di pusat perbelanjaan,” papar Dr. Lee.

Selain balita 17 bulan ini, seorang anak berusia 2,5 tahun di Mukah, Sarawak juga meninggal karena HFMD. Namun, pihak berwajib masih melakukan pemeriksaan untuk mengonfirmasi hal ini.

Mencegah bahaya flu singapura

Penyakit HFMD sangat mudah menular, lewat air liur, atau cairan dari kulit penderita yang melepuh. Virusnya juga bisa terdapat dalam feses penderita beberapa minggu setelah terinfeksi. Itulah sebabnya, tempat penitipan anak harus memiliki regulasi untuk mencegah penyebaran flu singapura.

Masa inkubasi virus HFMD biasanya 3-5 hari, dan penderita akan mulai menunjukkan gejala penyakit ini di hari ketiga atau hari ketujuh setelah terinfeksi virus tersebut.

Gejalanya bisa berlangsung hingga 10 hari, dan pasien harus dijauhkan dari orang lain, karena masa-masa ini dia bisa menularkan HFMD pada orang lain.

Pencegahan flu singapura di daycare 
bahaya flu singapura

Pencegahan penyebaran bahaya flu singapura dilakukan dengan tidak berbagi alat makan.

Bahaya flu singapura tentunya juga harus diwaspadai oleh orangtua, dengan cara menerapkan standar tinggi pada kebersihan dan higienitas lingkungan. Sehingga bisa mengurangi risiko tertular virus HFMD.

  • Kesehatan si kecil harus diperiksa setiap hari sebelum dia pergi ke daycare atau sebelum masuk daycare. Bila dia menunjukkan gejala HFMD atau perilakunya menunjukkan dia tidak sehat, maka dia harus dibawa ke rumah sakit untuk pemeriksaan lebih lanjut.
  • Anak yang terkena HFMD harus tetap di rumah, tidak boleh ke sekolah maupuan tempat umum lain sebelum semua bintik melepuh di kulitnya mengering.
  • Anak-anak dan karyawan daycare harus selalu mencuci tangan dengan sabun dan air mengalir sebelum dan sesudah makan, serta setelah dari toilet. Juga mengeringkan tangan dengan handuk pribadi, tidak boleh satu handuk dipakai lebih dari satu orang.
  • Tidak berbagi makanan, alat makan, gelas, atau barang pribadi lainnya.
  • Menyemprotkan disinfektan pada mainan, alat makan, dan benda lain jika ada kasus infeksi HFMD.
  • Mainan harus dipisahkan antara satu kelompok bermain dengan kelompok lainnya, untuk mengurangi paparan virus jika wabah sedang terjadi.
  • Mainan berbulu seperti boneka harus dikurangi, karena lebih sulit dibersihkan.

***

Semoga keluarga kita terhindar dari bahaya flu singapura.

 

Disadur dari artikal Rosanna Chio di theAsianparent Singapura

Baca juga:

Waspada! Flu Singapura pada Bayi bisa menular melalui benda di sekitar kita

Parenting bikin pusing? Yuk tanya langsung dan dapatkan jawabannya dari sesama Parents dan juga expert di app theAsianparent! Tersedia di iOS dan Android.

Penulis

Fitriyani

app info
get app banner