TAP top app download banner
theAsianparent
theAsianparent
Panduan ProdukKeranjang
  • Kehamilan
  • Anak
  • Perkembangan Otak
  • Cari nama bayi
  • Rangkaian Edukasi
  • TAPpedia
  • TAP Rekomendasi
  • Parenting
  • Kesehatan
  • Gaya Hidup
  • Nutrisi
  • Ayah manTAP!
  • Komunitas
  • VIP
  • Event
Masuk / Daftar
    • Artikel
  • KehamilanKehamilan
  • AnakAnak
  • Perkembangan OtakPerkembangan Otak
  • Cari nama bayiCari nama bayi
  • Rangkaian EdukasiRangkaian Edukasi
  • TAPpediaTAPpedia
  • TAP RekomendasiTAP Rekomendasi
  • ParentingParenting
  • KesehatanKesehatan
  • Gaya HidupGaya Hidup
  • NutrisiNutrisi
  • Ayah manTAP!Ayah manTAP!
  • KomunitasKomunitas
  • VIPVIP
  • EventEvent
    • Komunitas
  • Jajak
  • Album
  • Makanan
  • Resep
  • Topik
  • Baca Artikel
    • Panduan
  • Pemantau Kehamilan
  • Pemantau Perkembangan Bayi
    • Hadiah
  • HadiahHadiah
  • Kontes
  • VIP ParentsVIP Parents
    • Lebih Banyak
  • Saran

Kebijakan PrivasiPedoman KomunitasPeta situs

Unduh aplikasi gratis kami

google play store
app store

Bagaimana Menghindari Kerusakan Otak Pada Anak?

Bacaan 4 menit
Bagaimana Menghindari Kerusakan Otak Pada Anak?

Selain penyakit campak, ada beberapa hal lain yang dapat menyebabkan kerusakan otak pada anak. Baca selengkapnya untuk mengetahui cara mencegahnya.

Otak merupakan organ penting yang mempengaruhi metabolisme tubuh manusia secara keseluruhan. Pada seorang anak, adanya gangguan ataupun kerusakan otak akan berdampak luas pada proses tumbuh dan kembangnya di kemudian hari. Hal ini tentu menimbulkan pertanyaan di benak orangtua, bagaimana cara menghindarkan kerusakan otak anak?

mitos ilmiah otak Sel Otak Tak Bisa Regenerasi

Bunda, berikut ini kutipan dari buku Meningkatkan Kecerdasan Anak yang ditulis oleh Joan Beck, mengenai beberapa hal yang penting untuk diketahui orangtua untuk melindungi otak anak, yaitu :

1. Sedapat mungkin hindarkan anak terkena campak

Bunda, penyakit campak umum terjadi di masa kanak-kanak. Kita pun terbiasa menganggap remeh penyakit ini. Faktanya penyakit ini bisa mengakibatkan kematian dan merupakan penyebab utama keterbelakangan mental.

Kerusakan otak yang diakibatkan campak ini paling banyak terdapat di antara anak-anak berumur 3 tahun. Pada usia inilah anak-anak memerlukan perlindungan terhadap campak, yaitu dengan memberikan vaksinasi pada anak.

2. Usahakan agar anak berada di bawah pengawasan dokter yang cakap, yang secara rutin memeriksa keadaan kesehatannya dan memberikan vaksinasi yang diperlukan.

Selain campak, anak-anak juga rentan terhadap penyakit menular lain yang kerap berjangkit di antara anak-anak. Seperti : cacar air dan gondok. Pemberian vaksinasi akan sangat membantu memperkecil resiko-resiko terhadap penyakit.

tantri vokalis kotak

3. Ambillah tindakan pencegahan untuk menghindari kecelakaan-kecelakaan yang bisa melukai otak anak.

Bunda, menjaga selalu lebih mudah daripada mengobati. Maka hindarilah benturan-benturan yang mungkin terjadi pada kepala anak. Hindari kebiasaan meninggalkan anak di tempat tinggi walau hanya sekejap.

Bila anak mulai merangkak, halangilah setiap anak tangga yang ada di rumah Anda. Dan bila ia sudah bisa berjalan, latihlah ia untuk menaiki dan menuruni tangga sambil dipegang. Bila anak mulai suka memanjat, maka ajarilah untuk memanjat dengan aman.

4. Lindungilah anak dari racun yang merusak otak.

Timah merupakan salah satu logam yang bisa mengakibatkan kerusakan otak pada anak kecil. Biasanya terdapat pada cat yang mengandung timah yang biasanya digunakan pada mainan atau alat rumahtangga yang dicat kembali.

Baca juga: Waspadai Bahaya Timbal pada Peralatan Makan Anak-anak

Keracunan timah ini berlangsung lambat selama beberapa minggu atau bulan. Gejala pertamanya anak menjadi rewel dan mengalami gangguan pencernaan dan kejang-kejang. Keracunan timah ini bisa menyebabkan kematian, ataupun kerusakan otak yang bersifat menetap.

Bagaimana Menghindari Kerusakan Otak Pada Anak?

Gejala Kerusakan Otak pada Anak

Kerusakan otak pada bayi yang disebabkan oleh komplikasi persalinan tidak selalu langsung atau mudah dikenali. Gejalanya mungkin ringan atau tertunda. Dalam beberapa kasus, meskipun, biasanya, dalam kasus-kasus kerusakan otak yang lebih parah, gejalanya lebih mungkin dikenali setelah lahir.

Gejala yang timbul termasuk gejala fisik seperti kepala atau tengkorak kecil, dahi besar, tulang belakang yang cacat, kekakuan di leher, fitur wajah yang tidak biasa atau terdistorsi, dan gerakan mata yang tidak normal, menurut Cerebral Palsy Guidance.

Gejala awal kerusakan otak lainnya termasuk kejang. Bayi juga dapat menunjukkan gejala perilaku tertentu dari kerusakan otak seperti menangis berlebihan, mudah marah atau rewel, sulit tidur atau makan, dan tanda-tanda ketidaknyamanan umum lainnya yang tidak memiliki penjelasan lain atau penyebab yang jelas.

Ketika kerusakan otak tidak parah atau tidak menyebabkan gejala fisik dan perilaku langsung, Parents mungkin mulai memperhatikan tanda-tanda lain dari seorang anak yang menderita kerusakan otak. Ketika bayi dengan kerusakan otak bertambah tua, ia mungkin mengalami gangguan tidur atau sensitivitas terhadap cahaya.

Bayi juga bisa mengalami tremor atau kejang otot. Bahkan dapat menyebabkan kelumpuhan pada bagian tubuh tertentu. Kelelahan yang nampak ekstrem juga bisa menjadi pertanda kerusakan otak.

Ketika bayi tumbuh menjadi balita, kerusakan otak dapat menyebabkan kesulitan perkembangan fisik. Seorang bayi mungkin lambat merangkak, duduk, berdiri, dan berjalan. Makan sendiri mungkin sulit dilakukan seorang anak dengan kerusakan otak. Seiring bertambahnya usia seorang anak, ia mungkin kesulitan belajar dan melakukan tugas-tugas fisik seperti berpakaian, mengikat sepatu, menggunakan alat tulis, dan mungkin mengalami kesulitan untuk mencapai tonggak fisik dan motorik lainnya.

Kerusakan otak pada bayi juga dapat bermanifestasi sebagai masalah atau keterlambatan perkembangan mental, perilaku, dan emosional. Seorang anak mungkin mengalami disorientasi ruang atau memiliki kepekaan yang lebih tinggi terhadap rasa sakit.

Parents, semoga bermanfaat…

 

Referensi : Meningkatkan Kecerdasan Anak; Beck, Joan; Delapratasa Publishing; Jakarta. 2000. Hal 184-189

 

Baca juga artikel menarik lainnya:

Apakah Vaksin MMR Berkaitan dengan Autisme?

Kenali Gejala Hepatitis A pada Anak

 

Cerita mitra kami
Rekomendasi Layanan Profesional yang Membantu Ibu Mengelola Rumah & Anak di 2026
Rekomendasi Layanan Profesional yang Membantu Ibu Mengelola Rumah & Anak di 2026
Wajib Tahu! Ini Mitos dan Fakta Makanan Peningkat Kecerdasan Menurut Dokter Anak
Wajib Tahu! Ini Mitos dan Fakta Makanan Peningkat Kecerdasan Menurut Dokter Anak
Asma Anak Tiba-tiba Kambuh? Ingat, Dokter Spesialis Anak Ada 24 Jam di Mayapada Hospital
Asma Anak Tiba-tiba Kambuh? Ingat, Dokter Spesialis Anak Ada 24 Jam di Mayapada Hospital
Butuh Penanganan Cepat Saat Anak Terus Muntah dan Lemas? Dokter Spesialis Anak Ada 24 Jam di Mayapada Hospital Jakarta Selatan
Butuh Penanganan Cepat Saat Anak Terus Muntah dan Lemas? Dokter Spesialis Anak Ada 24 Jam di Mayapada Hospital Jakarta Selatan

Parenting bikin pusing? Yuk tanya langsung dan dapatkan jawabannya dari sesama Parents dan juga expert di app theAsianparent! Tersedia di iOS dan Android.

img
Penulis

Liza P. Arjanto

  • Halaman Depan
  • /
  • Kesehatan
  • /
  • Bagaimana Menghindari Kerusakan Otak Pada Anak?
Bagikan:
  • 4 Penyebab Bercak Putih pada Kulit Bayi, Tidak Selalu karena Panu!

    4 Penyebab Bercak Putih pada Kulit Bayi, Tidak Selalu karena Panu!

  • 14 Penyakit yang Disebabkan oleh Virus, Ada HMPV hingga Nipah Virus

    14 Penyakit yang Disebabkan oleh Virus, Ada HMPV hingga Nipah Virus

  • Apa Itu Penyakit GERD? Kenali Gejala dan Cara Mengatasinya

    Apa Itu Penyakit GERD? Kenali Gejala dan Cara Mengatasinya

  • 4 Penyebab Bercak Putih pada Kulit Bayi, Tidak Selalu karena Panu!

    4 Penyebab Bercak Putih pada Kulit Bayi, Tidak Selalu karena Panu!

  • 14 Penyakit yang Disebabkan oleh Virus, Ada HMPV hingga Nipah Virus

    14 Penyakit yang Disebabkan oleh Virus, Ada HMPV hingga Nipah Virus

  • Apa Itu Penyakit GERD? Kenali Gejala dan Cara Mengatasinya

    Apa Itu Penyakit GERD? Kenali Gejala dan Cara Mengatasinya

Beranda

Beranda

Dapatkan artikel seputar parenting, gaya hidup, opini pakar, di ujung jari Anda

Jajak

Jajak

Ikutan isi polling menarik, dan lihat apa yang orangtua lain pikirkan!

Album

Album

Bagikan foto orang-orang tersayang Anda di komunitas yang aman

Topik

Topik

Gabung di komunitas dengan sesama Bunda dan Ayah

Panduan

Panduan

Pantau kehamilan, dan juga perkembangan bayi Anda dari hari ke hari!

theAsianparent

Unduh aplikasi gratis kami

Google PlayApp Store

theAsianparent di seluruh dunia

Singapore flag
Singapore
Thailand flag
Thailand
Indonesia flag
Indonesia
Philippines flag
Philippines
Malaysia flag
Malaysia
Vietnam flag
Vietnam

Partner Brands

Rumah123VIP ParentsMama's ChoiceTAP Awards

© Copyright theAsianparent 2026 . All rights reserved

  • Tentang Kami
  • Kebijakan Privasi
  • Syarat dan Ketentuan
  • Peta situs
  • Fitur
  • Artikel
  • Beranda
  • Jajak

Kami menggunakan cookie agar Anda mendapatkan pengalaman terbaik. Pelajari LagiOke, Mengerti

Kami menggunakan cookie agar Anda mendapatkan pengalaman terbaik. Pelajari LagiOke, Mengerti