Apakah Yang Harus Dipelajari Oleh Anak Usia Dini Di Sekolah Dan Di Rumah?

Apakah Yang Harus Dipelajari Oleh Anak Usia Dini Di Sekolah Dan Di Rumah?

Simak ulasan berikut tentang apa yang harus dipelajari anak usia dini dan beberapa tips bagi orang tua dalam mendidik anak di rumah.

Pendidikan bagi anak usia dini amatlah penting sebagai dasar perkembangan buah hati Parents. Untuk mengoptimalkan pendidikan balita, orangtua bisa mendaftarkannya ke preschool atau lebih awal dikenal dengan sebutan PAUD.

Walau demikian, pendidikan bukan hanya menjadi tanggung jawab sekolah (preschool atau kelompok bermain). Akan tetapi, orangtua juga memiliki peran sangat penting bagi perkembangan anak, khususnya sebelum ia masuk ke jenjang Taman Kanak-kanak (TK).

Umumnya, anak usia dini atau sekitar usia 2 hingga 4 tahun memang belajar melalui bermain. Namun, sebenarnya ada beberapa konsep utama yang perlu diajarkan bagi anak sesuai dengan usia perkembangannya.

Lantas, apa sajakah itu? Berikut ini kami berikan informasi terkait hal yang harus dipelajari anak usia dini, baik di sekolah maupun di rumah.

Artikel terkait : Parents perlu tahu! Ini 2 faktor penting untuk optimalkan pendidikan anak usia dini

anak usia dini

Apa yang seharusnya dipelajari oleh yang masih berusia di bawah 5 tahun? Berikut ini kami berikan penjelasannya untuk Parents.

Pelajaran-pelajaran berikut ini bisa Parents berikan kepada si kecil sejak usianya masih di bawah lima tahun atau sekitar 2-4 tahun:

1. Huruf dan bunyi

Di sekolah: Anak balita dapat belajar mengenal 26 huruf dimulai dari huruf besar (kapital) lalu huruf kecil. Ia juga belajar mengenali tulisan namanya sendiri dan nama sederhana lain, contohnya ‘mama, papa’. Di samping itu, ia akan belajar untuk menghubungkan antara huruf dan bunyi.

Di rumah: Orangtua dapat bermain bersama anak berusia dini menggunakan huruf dari magnet kulkas dengan cara menebak huruf apakah itu dan menyusunnya menjadi suatu kata sederhana.

Atau dengan menunjukkan huruf pertama di kotak susu atau biskuit dan bertanya huruf depan apa yang tertulis di situ. Orangtua juga dapat menstimulasi anak-anak yang masih berusia di bawah lima tahun dengan mengajak berbicara, membacakan dongeng serta bernyanyi lagu anak-anak.

2. Warna, bentuk, objek

anak usia dini

Di sekolah: Anak di bawah usia lima tahun akan diperkenalkan dengan nama warna (merah, biru, kuning, dll), bentuk (bulat, segi tiga, persegi, dll) serta objek (seperti bagian tubuh: tangan, kaki, mata, dll).

Di rumah: Orangtua dapat mengajukan pertanyaan seputar benda yang ada di sekitar anak, seperti “Apa ini? Apa warnanya? Apa bentuknya?” Selain itu, orangtua juga dapat bermain “Di manakah aku?” bersama anak dengan menanyakan dan tunjuk “Di mana hidungmu? Di mana tanganmu?”

3. Angka dan berhitung

Di sekolah: Anak-anak yang masih berusia di bawah lima tahun atau masih usia dini akan belajar untuk mengenal angka dari 1 hingga 10 dan menghitung objek.

Di rumah: Orangtua dapat bertanya pada anak angka yang tertulis di kalender, buku dan sebagainya. Mengajak anak untuk menghitung benda-benda yang ada di sekitarnya juga bisa menjadi pilihan, seperti menghitung mainan mobil-mobilan atau boneka kesayangan anak.

4. Menggunting dan menggambar

anak usia dini

Di sekolah: Anak akan belajar mengembangkan kemampuan untuk mengkoordinasi tangan dan mata, termasuk kemampuan motorik halus seperti menggunting, mengelem, menggambar, mewarnai dan menggunakan kuas cat.

Di rumah: Orangtua dapat menyediakan crayon dengan ukuran besar dan spidol untuk anak usia dini mewarnai atau menggambar. Play-doh juga sangat baik untuk anak melatih otot tangan ketika meremas dan membuat bentuk sederhana seperti bola.

5. Bersosialisasi

Di sekolah: Anak yang masih usia dini akan belajar untuk berbagi, bekerja sama, mengantri atau menunggu giliran bersama teman-teman seusianya. Anak juga belajar bagaimana berkomunikasi dan mengikuti perintah sederhana yang diberikan untuknya.

Di rumah: Orangtua dapat mengajak anak untuk bermain bersama teman atau saudara sebaya yang tinggal di dekat rumah, juga dalam kelompok bermain. Orangtua juga dapat menerapkan peraturan sederhana di rumah dan harus konsisten menjalankannya, seperti “rapikan mainan setelah bermain, bersikap sopan, dll”

Demikianlah 5 hal yang dapat diajarkan kepada balita atau anak yang masih usia dini. Semoga informasi ini bisa berguna bagi orang tua dalam memberikan stimulasi yang terbaik demi perkembangan kognitif, emosi dan sosial anak sesuai dengan usia perkembangannya.

Referensi : www.parents.com

Baca juga :

Pendidikan Anak Usia Dini = Belajar Calistung Sejak Dini?

Parenting bikin pusing? Yuk tanya langsung dan dapatkan jawabannya dari sesama Parents dan juga expert di app theAsianparent! Tersedia di iOS dan Android.

app info
get app banner