TAP top app download banner
theAsianparent Indonesia Logo
theAsianparent Indonesia Logo
kemendikbud logo
Panduan Produk
Keranjang
Masuk
  • Kehamilan
    • Kalkulator perkiraan kelahiran
    • Tips Kehamilan
    • Trimester Pertama
    • Trimester Kedua
    • Trimester Ketiga
    • Melahirkan
    • Menyusui
    • Kehilangan bayi
    • Project Sidekicks
  • Anak
    • Bayi Baru Lahir
    • Bayi
    • Balita
    • Prasekolah
    • Anak
    • Praremaja & Remaja
  • Perkembangan Otak
  • Cari nama bayi
  • Rangkaian Edukasi
    • Pengasuhan Anak
    • Edukasi Prasekolah
    • Edukasi Sekolah Dasar
    • Edukasi Remaja
  • TAPpedia
  • TAP Rekomendasi
  • Parenting
    • Keluarga
    • Doa Islami
    • Pernikahan
    • Seks
    • Berita Terkini
  • Kesehatan
    • COVID-19
    • Info Sehat
    • Penyakit
    • Vaksinasi
    • Kebugaran
  • Gaya Hidup
    • Korea Update
    • Hiburan
    • Travel
    • Fashion
    • Kebudayaan
    • Kecantikan
    • Keuangan
  • Nutrisi
    • Resep
    • Makanan & Minuman
    • Sarapan Bergizi
  • Ayah manTAP!
    • Kesehatan Ayah
    • Kehidupan Ayah
    • Aktivitas Ayah
    • Hobi
  • VIP
  • Event

Kisah Anak Sembuh dari Kanker Stadium 4, Sempat Divonis Tak Bisa Hidup Lama

Bacaan 4 menit
Kisah Anak Sembuh dari Kanker Stadium 4, Sempat Divonis Tak Bisa Hidup Lama

Suntikan semangat membuat Breya pulih dari kanker yang menggerogoti tubuhnya.

Hati orangtua mana yang tidak hancur ketika harus menghadapi kenyataan buah hatinya terserang kanker. Namun, perjuangan tiada henti membuat sang anak sembuh dari kanker stadium 4. Berikut kisahnya.

Kisah Anak Sembuh dari Kanker Stadium 4

Dunia Holly Robinson dan Ollie Ward seolah terbalik ketika mengetahui balita mereka didiagnosis menderita kanker. Adalah Breya Ward, gadis berusia 7 tahun yang divonis dokter menderita kanker stadium 4.

Kisah Anak Sembuh dari Kanker Stadium 4

Breya yang berasal dari Colchester, Essex, didiagnosis menderita neuroblastoma. Kabar ini ibarat petir di siang bolong bagi kedua orangtuanya. Akibat tingkat keparahan kanker yang diderita, dokter memperingatkan bahwa hidup Breya tak lama lagi.

Kemungkinan Breya untuk sembuh hanyalah 30%. Artinya, Holly dan Ollie, kedua orangtua Breya, harus ekstra keras  berjuang untuk mematahkan vonis dokter, dan menggapai kemungkinan 30% itu. 

Holly dan Ollie tidak pernah menyerah memperjuangkan hidup anak mereka. Keduanya berinisiatif mengumpulkan donasi dari komunitas lokal. Kesabaran mereka berbuah manis, sebanyak £250.000 berhasil dikumpulkan untuk biaya pengobatan anak tercintanya.

Sampai akhirnya keajaiban datang, Breya dinyatakan sembuh dari kanker usai 3 tahun lamanya berjuang melawan penyakit ganas tersebut.

Artikel terkait: 10 Tahun Melawan Kanker, Gitaris Legendaris Eddie Van Halen Meninggal Dunia

Ungkapan Syukur dari Orangtua Anak yang Sembuh dari Kanker

Mengutip laman Mirror, Holly mengungkapkan rasa syukurnya.

Kisah Anak Sembuh dari Kanker Stadium 4

“Saya kini bisa meliputi hati ini dengan kebahagiaan, Breya akan hidup panjang dan bahagia! Sebagai seorang ibu dan keluarga, apa yang kami alami ini sulit dijelaskan. Fakta bahwa kesembuhan Breya adalah hal yang tidak mustahil membuat kami bersyukur,” ujar ibu 33 tahun tersebut.

Kendati kedepannya Breya mungkin akan mengalami sedikit hambatan dalam hal fisik karena masa pemulihan, Holly memaparkan putrinya itu sangat kuat secara mental.

“Breya adalah bukti nyata segalanya itu mungkin ketika Anda yakin. Saya yakin pikiran yang positif menjadi kekuatan dalam proses pemulihan. Breya sangat luar biasa, dia inspirasi saya setia hari,” sambung Holly lagi.

Mendirikan Komunitas untuk Merayakan Kesembuhan Breya

Holly lega kini anaknya bisa menjalani kehidupan normal layaknya gadis 7 tahun. Kondisi yang sempat dialami membuat Holly berinisiatif mendirikan The Hormone Hub dengan teman lama dan terapis berkualitas Rachael Anderson.

Selain terapi kelompok, komunitas ini turut mengadakan kelas mindfulness untuk ketenangan jiwa anak-anak yang tengah berjuang melawan kanker dan meminimalisir efek samping yang ditimbulkan kemoterapi.

“Saya melakukan meditasi dan yoga dengan Breya nyaris setiap waktu, dan itu berdampak besar terhadap pemulihannya. Inilah yang kami tawarkan dalam komunitas kami, bermeditasi untuk mengurangi stres dan emosi negatif.

Kami berharap apa yang kami lakukan ini akan mempererat hubungan dalam komunitas, juga membantu meningkatkan kesehatan mental di Colchester.” pungkas Holly.

Artikel terkait: Kabar Baik! Mantan Presiden SBY Sembuh dari Kanker usai Jalani Pengobatan di AS

Apa Itu Neuroblastoma?

Kisah Anak Sembuh dari Kanker Stadium 4

Bagi yang belum tahu, neuroblastoma adalah jenis kanker langka yang berkembang dari neuroblast atau sel-sel saraf yang belum matang. Seorang yang normal neuroblast nya akan tumbuh menjadi saraf. Pada penderita kanker ini, sel justru membentuk benjolan berupa tumor padat.

Neuroblastoma paling sering terjadi pada salah satu kelenjar adrenal yang terdapat di bagian atas ginjal. Namun, kondisi ini juga bisa menyerang jaringan saraf tulang belakang, leher, dada, perut, atau panggul.

Sebagian besar kasus neuroblastoma terjadi pada anak usia 5 tahun ke bawah. Namun, tidak menutup kemungkinan kondisi ini turut dialami oleh orang dewasa. Sama seperti jenis kanker lain, penyebab neuroblastoma belum bisa dipastikan.

Akan tetapi, para ilmuwan menduga mutasi atau perubahan pada gen neuroblast membuat sel tersebut membelah diri tanpa terkendali dan menjadi kanker. Mengutip Mayo Clinic, gejala awal neuroblastoma sulit dikenali. Namun, umumnya pasien akan merasakan sinyal berikut ini:

  • Nyeri perut, punggung, dan tulang
  • Muntah
  • Nafsu makan menurun, bahkan hilang sama sekali
  • Berat badan menurun
  • Tubuh terasa lelah
  • Nyeri tulang
  • Demam
  • Benjolan yang teraba di bawah kulit
  • Bola mata menonjol dari rongganya (proptosis)
  • Lingkaran hitam seperti memar di sekitar mata

Gejala Neuroblastma

Selain gejala umum di atas, gejala lain juga bisa terjadi tergantung anggota tubuh mana yang diserang sel kanker.

Neuroblastoma di perut

  • Nyeri perut
  • Sembelit atau diare
  • Kulit perut terasa keras apabila disentuh
  • Perut membengkak

Neuroblastoma di dada

  • Nyeri dada
  • Sesak napas disertai mengi
  • Perubahan pada mata (perbedaan ukuran pupil dan penurunan kelopak mata)

Neuroblastoma di saraf tulang belakang

  • Tubuh terasa lemah
  • Pincang
  • Kelumpuhan
  • Gangguan buang air kecil dan buang air besar

Semoga informasi ini bermanfaat dan dapat menjadi inspirasi kita semua.

Baca juga:

Kisah Sariyah, Bayi 17 Bulan yang Mengalami Kanker Mata Langka

Peneliti Kembangkan Tes Darah untuk Deteksi Dini Kanker, Tingkat Akurasi Tinggi!

4 Tahun Alami Kanker Otak, Ibu Ini Melahirkan Bayi Kembar Selamat

Cerita mitra kami
Perut Sehat, Anak Smart: Ini Manfaat Yogurt untuk Pencernaan dan Tumbuh Kembang Si Kecil!
Perut Sehat, Anak Smart: Ini Manfaat Yogurt untuk Pencernaan dan Tumbuh Kembang Si Kecil!
Anak Aktif, Orang Tua Tenang:  Era Baru Rawat Luka dengan Betadine Bening Antiseptik
Anak Aktif, Orang Tua Tenang: Era Baru Rawat Luka dengan Betadine Bening Antiseptik
“Kumara Holiday Program" Kembali Hadir di Akhir Tahun Ini Program di Alam Terbuka untuk Anak Usia 2-12 Tahun
“Kumara Holiday Program" Kembali Hadir di Akhir Tahun Ini Program di Alam Terbuka untuk Anak Usia 2-12 Tahun
Seminar Edukasi Tenaga Kesehatan dalam Memperingati Hari Prematur Sedunia 2025
Seminar Edukasi Tenaga Kesehatan dalam Memperingati Hari Prematur Sedunia 2025

Parenting bikin pusing? Yuk tanya langsung dan dapatkan jawabannya dari sesama Parents dan juga expert di app theAsianparent! Tersedia di iOS dan Android.

img
Penulis

Erinintyani Shabrina Ramadhini

  • Halaman Depan
  • /
  • Berita Terkini
  • /
  • Kisah Anak Sembuh dari Kanker Stadium 4, Sempat Divonis Tak Bisa Hidup Lama
Bagikan:
  • Apa Itu Child Grooming Modus Pelecehan pada Anak? Ini Kata Psikolog!

    Apa Itu Child Grooming Modus Pelecehan pada Anak? Ini Kata Psikolog!

  • Gerakan Ayah Ambil Rapor Anak, Ini Manfaatnya Kata BKKBN!

    Gerakan Ayah Ambil Rapor Anak, Ini Manfaatnya Kata BKKBN!

  • Perut Sehat, Anak Smart: Ini Manfaat Yogurt untuk Pencernaan dan Tumbuh Kembang Si Kecil!
    Cerita mitra kami

    Perut Sehat, Anak Smart: Ini Manfaat Yogurt untuk Pencernaan dan Tumbuh Kembang Si Kecil!

  • Apa Itu Child Grooming Modus Pelecehan pada Anak? Ini Kata Psikolog!

    Apa Itu Child Grooming Modus Pelecehan pada Anak? Ini Kata Psikolog!

  • Gerakan Ayah Ambil Rapor Anak, Ini Manfaatnya Kata BKKBN!

    Gerakan Ayah Ambil Rapor Anak, Ini Manfaatnya Kata BKKBN!

  • Perut Sehat, Anak Smart: Ini Manfaat Yogurt untuk Pencernaan dan Tumbuh Kembang Si Kecil!
    Cerita mitra kami

    Perut Sehat, Anak Smart: Ini Manfaat Yogurt untuk Pencernaan dan Tumbuh Kembang Si Kecil!

Daftarkan email Anda sekarang untuk tahu apa kata para ahli di artikel kami!
  • Kehamilan
  • Tumbuh Kembang
  • Parenting
  • Kesehatan
  • Gaya Hidup
  • Home
  • TAP Komuniti
  • Beriklan Dengan Kami
  • Hubungi Kami
  • Jadilah Kontributor Kami
  • Tag Kesehatan


  • Singapore flag Singapore
  • Thailand flag Thailand
  • Indonesia flag Indonesia
  • Philippines flag Philippines
  • Malaysia flag Malaysia
  • Vietnam flag Vietnam
© Copyright theAsianparent 2026. All rights reserved
Tentang Kami|Tim Kami|Kebijakan Privasi|Syarat dan Ketentuan |Peta situs
  • Fitur
  • Artikel
  • Beranda
  • Jajak

Kami menggunakan cookie agar Anda mendapatkan pengalaman terbaik. Pelajari LagiOke, Mengerti

Kami menggunakan cookie agar Anda mendapatkan pengalaman terbaik. Pelajari LagiOke, Mengerti