TAP top app download banner
theAsianparent
theAsianparent
Panduan ProdukKeranjang
  • Kehamilan
  • Anak
  • Perkembangan Otak
  • Cari nama bayi
  • Rangkaian Edukasi
  • TAPpedia
  • TAP Rekomendasi
  • Parenting
  • Kesehatan
  • Gaya Hidup
  • Nutrisi
  • Ayah manTAP!
  • Komunitas
  • VIP
  • Event
Masuk
    • Artikel
  • KehamilanKehamilan
  • AnakAnak
  • Perkembangan OtakPerkembangan Otak
  • Cari nama bayiCari nama bayi
  • Rangkaian EdukasiRangkaian Edukasi
  • TAPpediaTAPpedia
  • TAP RekomendasiTAP Rekomendasi
  • ParentingParenting
  • KesehatanKesehatan
  • Gaya HidupGaya Hidup
  • NutrisiNutrisi
  • Ayah manTAP!Ayah manTAP!
  • KomunitasKomunitas
  • VIPVIP
  • EventEvent
    • Komunitas
  • Jajak
  • Album
  • Makanan
  • Resep
  • Topik
  • Baca Artikel
    • Panduan
  • Pemantau Kehamilan
  • Pemantau Perkembangan Bayi
    • Hadiah
  • HadiahHadiah
  • Kontes
  • VIP ParentsVIP Parents
    • Lebih Banyak
  • Saran

Kebijakan PrivasiPedoman KomunitasPeta situs

Unduh aplikasi gratis kami

google play store
app store

Kejam! Ibu Ini Meracuni Anaknya dengan Garam Hingga Tewas

Bacaan 4 menit
Kejam! Ibu Ini Meracuni Anaknya dengan Garam Hingga Tewas

Sungguh kejam perlakukan ibu ini. Ia tega meracuni anaknya dengan garam agar suaminya mau kembali ke dalam kehidupan mereka.

Kimberly Martines (23), ditangkap polisi pada Selasa (2/8) lalu setelah dokter menyatakan anak perempuannya yang berusia 17 bulan meninggal karena keracunan garam. Ibu ini diduga meracuni anaknya dengan garam.

Pada senin pagi, sang anak dilarikan ke rumah sakit karena kejang-kejang. Ia sempat koma sampai dinyatakan meninggal karena hypernatremia, kondisi di mana terlalu banyak sodium dalam aliran darahnya.

Peyton (kiri dan kanan), meninggal keracunan garam setelah koma beberapa hari.

Peyton (kiri dan kanan), meninggal keracunan garam setelah koma beberapa hari.

Sodium atau natrium memang penting untuk kesehatan, namun jika dikonsumsi terlalu banyak justru dapat menjadi racun, terutama bagi anak kecil.

Hipernatremia menyebabkan air di dalam sel-sel tubuh keluar secara cepat. Kehilangan cairan dalam jumlah banyak ini dapat menyebabkan kerusakan organ tubuh, terutama sel-sel otak.

Sel yang kekurangan cairan akan menyusut dan terlepas dari lokasi normal mereka. Pembuluh darah juga akan robek sehingga menyebabkan kejang, cairan masuk ke paru-paru hingga kerusakan ginjal.

Keracunan natrium dapat menyebabkan kejang, koma, dan kematian.

Hipernatremia paling sering terjadi ketika orang tidak minum cukup air. Sedangkan bayi sangat rentan karena ginjal mereka terlalu muda untuk bisa memproses garam, bahkan jika ditambahkan dalam makanan mereka.

Baca: Mengapa Bayi di Bawah 1 Tahun Tidak Boleh Diberi Gula dan Garam?

Ibu  meracuni anaknya dengan garam agar suami kembali

Kimberly Martines, Ibu yang meracuni anaknya agar suami kembali.

Kimberly Martines, Ibu yang meracuni anaknya agar suami kembali.

Ketika diwawancara oleh penyidik kasus, Kimberly mengaku memberikan satu sendok teh garam kepada anaknya.

Di pengadilan, pengacara Barry Barnette mengatakan kepada hakim bahwa Kimberly meracuni anaknya dengan garam agar suaminya, ayah sang anak, mau kembali ke kehidupan mereka.

“Ada banyak hal yang terjadi dalam hidupnya yang orang-orang tidak mengerti. Tidak ada yang dapat menghakiminya,” kata adik Kimberly, Tiffany Lazar, kepada WYFF News.

Setelah kematian Peyton, anaknya, Kimberly terancam hukuman 20 tahun penjara.

 

Setiap orangtua pastilah mencintai anaknya dan rela untuk memberikan segalanya demi anak. Namun seroang ibu ini justru meracuni anaknya dengan menggunakan garam. Diduga kelakuan sang ibu ini bertujuan supaya suami bisa kembali dan menjalani hari hari bersama sebagaimana mestinya. Mari simak kisah tragis ibu yang meracuni anaknya dengan garam berikut ini.

Kronologi Kejadian Ibu Meracuni Anaknya

Pada hari senin pagi, sang anak yang masih berusia 17 bulan ini meninggal karena keracunan garam. Pada jam yang sama, sang anak kemudian dilarikan ke rumah sakit karena kejang kejang. Ia bahkan sempar koma sampai dinyatakan meninggal karena hypernatremia. Kondisi ini adalah kondisi dimana anak terlalu banyak sodium dalam aliran darahnya.

tau Ibu meracuni anaknya agar suami kembali Meracuni Anaknya dengan Garam

Seperti diketahui jika sodium atau natrium memang sangat penting untuk kesehatan. Namun apabila terlalu banyak dikonsumsi justru bisa meracuni seseorang terutama bagi anak kecil. Hypernatremina sendiri menyebabkan air dalam sel sel tubuh keluar secara cepat. Kehilangan cairan dalam jumlah banyak ini dapat menyebabkan kerusakan organ tubuh, termasuk sel sel otak.

Sel yang kekurangan cairan akan menyusut dan terlepas dari lokasi normal mereka. Selain itu pembuluh darah juga akan robek sehingga akan menyebabkan kejang, cairan masuk ke paru paru hingga kerusakan ginjal. Sementara keracunan natrium juga dapat menyebabkan kerjang, koma dan kematian.

ini Meracuni Anaknya dengan Garam ibu

Hipernatremia paling sering terjadi ketika seseorang tidak minum cukup air. Sedangkan bayi yang sangat rentan karena ginjalnya terlalu muda untuk memproses garam. Untuk itulah seorang bayi tidak diperbolehkan untuk mengkonsumsi garam dalam makanan yang akan diberikan. Pada umumnya bayi hanya akan membutuhkan ASI sebagai sumber nutrisi si kecil.

Meracuni Anaknya Agar Suami Kembali

Ketika diwawancara oleh penyidik kasus, sang ibu yang beranama Kimberley ini mengaku memberikan satu sendok teh garam kepada anaknya. Saat sidang pengadilan, pengacara Barry Barnette mengatakan kepada hakim bahwa Kimberly tega meracuni anaknya dengan menambahkan garam agar suaminya kembali.

tau Meracuni Anaknya dengan Garam ibu ini

Dalam hal ini ayah dari sag anak ini telah meninggalkan mereka dan tidak mengurus kehidupan mereka. Sehingga Kimberly pun sengaja meracuni anaknya dengan garam untuk menarik simpati dari sang ayah dan kembali ke kehidupan mereka. Menurut adiknya Kimberly, Tiffany Lazar ia menuturkan bahwa ada banyak sekali kejadian yang terjadi dalam hidupnya dan tidak ada yang mengerti dan tidak ada yang dapat menghakimi Kimberly.

Apa yang dilakukan oleh Kimberly tentu tidak bisa dibenarkan. Meskipun merasa depresi akan kehidupan yang dijalaninya namun harusnya ia menghubungi kerabat atau saudara untuk meminta bantuan. Sebagaimana diketahui menjaga anak adalah tanggung jawab yang harus dipenuhi oleh orang tua. Jangan jadikan anak sebagai pelampiasan atas kekesalan yang terjadi dalam kehidupan sehari hari karena sejatinya anak tidak mengerti apapun masalah yang dihadapi orangtuanya.

Cerita mitra kami
Perut Sehat, Anak Smart: Ini Manfaat Yogurt untuk Pencernaan dan Tumbuh Kembang Si Kecil!
Perut Sehat, Anak Smart: Ini Manfaat Yogurt untuk Pencernaan dan Tumbuh Kembang Si Kecil!
Anak Aktif, Orang Tua Tenang:  Era Baru Rawat Luka dengan Betadine Bening Antiseptik
Anak Aktif, Orang Tua Tenang: Era Baru Rawat Luka dengan Betadine Bening Antiseptik
“Kumara Holiday Program" Kembali Hadir di Akhir Tahun Ini Program di Alam Terbuka untuk Anak Usia 2-12 Tahun
“Kumara Holiday Program" Kembali Hadir di Akhir Tahun Ini Program di Alam Terbuka untuk Anak Usia 2-12 Tahun
Seminar Edukasi Tenaga Kesehatan dalam Memperingati Hari Prematur Sedunia 2025
Seminar Edukasi Tenaga Kesehatan dalam Memperingati Hari Prematur Sedunia 2025

Parenting bikin pusing? Yuk tanya langsung dan dapatkan jawabannya dari sesama Parents dan juga expert di app theAsianparent! Tersedia di iOS dan Android.

img
Penulis

Putri Fitria

  • Halaman Depan
  • /
  • Berita Terkini
  • /
  • Kejam! Ibu Ini Meracuni Anaknya dengan Garam Hingga Tewas
Bagikan:
  • Cara Lapor SPT Tahunan Lewat Coretax, Wajib Catat!

    Cara Lapor SPT Tahunan Lewat Coretax, Wajib Catat!

  • Apa Itu Child Grooming Modus Pelecehan pada Anak? Ini Kata Psikolog!

    Apa Itu Child Grooming Modus Pelecehan pada Anak? Ini Kata Psikolog!

  • Gerakan Ayah Ambil Rapor Anak, Ini Manfaatnya Kata BKKBN!

    Gerakan Ayah Ambil Rapor Anak, Ini Manfaatnya Kata BKKBN!

  • Cara Lapor SPT Tahunan Lewat Coretax, Wajib Catat!

    Cara Lapor SPT Tahunan Lewat Coretax, Wajib Catat!

  • Apa Itu Child Grooming Modus Pelecehan pada Anak? Ini Kata Psikolog!

    Apa Itu Child Grooming Modus Pelecehan pada Anak? Ini Kata Psikolog!

  • Gerakan Ayah Ambil Rapor Anak, Ini Manfaatnya Kata BKKBN!

    Gerakan Ayah Ambil Rapor Anak, Ini Manfaatnya Kata BKKBN!

Beranda

Beranda

Dapatkan artikel seputar parenting, gaya hidup, opini pakar, di ujung jari Anda

Jajak

Jajak

Ikutan isi polling menarik, dan lihat apa yang orangtua lain pikirkan!

Album

Album

Bagikan foto orang-orang tersayang Anda di komunitas yang aman

Topik

Topik

Gabung di komunitas dengan sesama Bunda dan Ayah

Panduan

Panduan

Pantau kehamilan, dan juga perkembangan bayi Anda dari hari ke hari!

theAsianparent

Unduh aplikasi gratis kami

Google PlayApp Store

theAsianparent di seluruh dunia

Singapore flag
Singapore
Thailand flag
Thailand
Indonesia flag
Indonesia
Philippines flag
Philippines
Malaysia flag
Malaysia
Vietnam flag
Vietnam

Partner Brands

Rumah123VIP ParentsMama's ChoiceTAP Awards

© Copyright theAsianparent 2026 . All rights reserved

  • Tentang Kami
  • Kebijakan Privasi
  • Syarat dan Ketentuan
  • Peta situs
  • Fitur
  • Artikel
  • Beranda
  • Jajak

Kami menggunakan cookie agar Anda mendapatkan pengalaman terbaik. Pelajari LagiOke, Mengerti

Kami menggunakan cookie agar Anda mendapatkan pengalaman terbaik. Pelajari LagiOke, Mengerti