7 Jenis Ruam Kulit Bayi, Mana yang Harus Parents Waspadai?

Mari sebarkan artikel ini kepada pembaca lainnya

Ruam pada bayi bisa disebabkan oleh berbagai faktor, ada yang disebabkan bakteri maupun virus. Kenali perbedaannya untuk tahu cara tepat menanganinya.

Ruam kulit bayi seringkali membuat orangtua khawatir, terutama jika ruam tersebut membuat bayi kesakitan dan menangis. Ada beberapa jenis ruam kulit bayi, tergantung dari faktor penyebabnya.

Dengan mengetahui jenis-jenis ruam kulit bayi, Parents bisa melakukan tindakan yang tepat sesuai gejala yang dialami sehingg persoalan ruam dapat teratasi.

Secara garis besar, ruam kulit bayi biasanya disebabkan oleh 3 hal berikut:

  • Infeksi: disebabkan oleh virus, bakteri, atau jamur
  • Reaksi alergi: disebabkan oleh alergi pada makanan atau obat-obatan
  • Gaya hidup atau perubahan hormon yang membuatnya mengalami ruam

Melansir dari laman Pregnant Chicken, berikut ini adalah jenis-jenis ruam kulit bayi.

1. Jerawat bayi

Ruam kulit bayi: jerawat.

Ruam kulit bayi: jerawat.

Jerawat bayi biasanya muncul di pipi, hidung, atau dahi. Kadang juga bisa muncul di dada dan leher.

Jerawat ini sering muncul pada bayi usia 3-4 minggu dan bertahan hingga sebulan.

Ruam yang satu ini tidak menular, meski keliatannya menganggu pemandnagan. Sebenarnya jerawat bayi tidak membuat anak kesakitan, jadi Parents tidak perlu khawatir.

Jerawat bayi disebabkan oleh hormon yang masuk ke dalam plasenta, membantu perkembangan paru-paru, dan hormon ini juga merangsang kelenjar minyak di wajah bayi hingga menyebabkan munculnya jerawat.

Artikel terkait: Apa itu Jerawat Bayi dan bagaimana cara mengatasinya?

2. HFMD (Hand, Foot, Mouth Disease) atau flu Singapura

Ruam kulit bayi: HMFD atau flu Singapura

Ruam kulit bayi: HMFD atau flu Singapura.

Ruam muncul di sekitar tangan, mulut, dan kaki bayi. Penyakit yang disebabkan oleh virus ini sangat menyakitkan bagi bayi.

Biasanya HFMD muncul disertai demam. Virusnya bisa menular lewat kotoran, jadi pastikan selalu mencuci tangan setelah mengganti popok bayi.

Selengkapnya: Waspada Flu Singapura, Kenali Gejala, Penyebab dan Cara Mengatasinya

3. Penyakit Lyme

Ruam kulit bayi: penyakit Lyme.

Ruam kulit bayi: penyakit Lyme.

Lyme disebabkan oleh infeksi bakteri yang menyebar melalui gigitan kutu yang terinfeksi bakteri. Tapi, hanya sekitar 8-10% orang yang digigit kutu kaki hitam ini yang terserang penyakit lyme.

Dibutuhkan waktu 24-36 jam bagi kutu untuk bisa mentransfer bakteri ke kulit manusia. Ruam yang disebabkan penyakit lyme terlihat seperti mata benteng atau lingkaran target dan muncul 1-2 minggu setelah digigit.

Meski demikian, anak juga bisa terkena penyakit lyme meski tidak menunjukkan ruam. Gejala lainnya yang muncul adalah demam, flu, dan leher kaku.

Hanya melalui pemeriksaan dokter bisa diketahui apakah anak terkena penyakit lyme atau tidak.

Penyakit ini tidak menular. Pastikan selalu memeriksa sekujur tubuh bayi setelah jalan-jalan keluar rumah untuk melihat apakah ada kutu di tubuhnya atau tidak.

4. Campak

Ruam kulit bayi: campak.

Ruam kulit bayi: campak.

Penyebab campak adalah virus yang menyebar melalui udara. Penyakit ini membutuhkan penanganan dokter agar bisa pulih sepenuhnya.

Gejalanya muncul setelah 10 hari terpapar oleh virus. Bayi yang terkena campak akan demam tinggi selama 4 hari.

Setelah tiga hari akan muncul ruam di sekujur tubuh. Pastikan anak menerima vaksin campak agar tidak terkena penyakit ini.

Artikel terkait: Hal penting seputar virus campak yang menyerang bayi hingga orang dewasa

5. Campak Jerman (Rubella)

Ruam kulit bayi: campak Jerman atau Rubella.

Ruam kulit bayi: campak Jerman atau Rubella.

Penyakit yang disebabkan oleh virus ini memiliki gejala seperti hidung meler dan ruam yang merah serta menonjol. Awalnya ruam muncul di sekitar wajah kemudian menyebar ke seluruh tubuh.

Rubella bisa menular dan sangat berbahaya jika ibu hamil terinfeksi virus ini. Jangan lewatkan vaksin rubella gratis dari pemerintah demi melindungi anak Anda.

Artikel terkait: Waspadai Rubella (Campak Jerman) pada ibu hamil dan anak-anak

6. Cacar air

Ruam kulit bayi: cacar air.

Ruam kulit bayi: cacar air.

Bayi yang terkena cacar air akan mengalami demam dan lemas. Kemudian tubuhnya mulai muncul bintik-bintik menonjol berisi air.

Bintik tersebut terasa gatal dan membuat bayi terus garuk-garuk. Bintik-bintik yang melepuh bisa terbuka saat digaruk.

Luka yang terbuka menyebabkan infeksi bakteri, yang membuat cacar airnya mengalami komplikasi dan lebih berbahaya.

Cacar air ini bisa menular lewat udara dan juga melalui cairan dari bintik yang ada di tubuh penderita. Pasien cacar air bisa menularkan penyakit ini selama 24 jam sebelum ruam muncul, hingga bintik melepuhnya berubah menjadi koreng.

Artikel terkait: Yang perlu Anda ketahui tentang cacar air

7. Eksim

Ruam kulit bayi: eksim.

Ruam kulit bayi: eksim.

Ruam kulit bayi ini disebabkan oleh alergi. Eksim muncul di kulit kering hingga menyebabkan gatal.

Eksim bisa muncul karena kulit bayi yang sensitif mengalami iritasi akibat produk sabun bayi atau sabun cuci. Penyakit ini tidak menular.

Yang harus Bunda lakukan adalah menjauhkan bayi dari semua faktor penyebab iritasi tersebut. Jagalah area yang terkena eksim agar selalu lembab, supaya tidak menjadi kering dan gatal.

Mandikan bayi dengan sabun pelembab, lalu berikan krim eksim yang aman untuk bayi. Hindari penggunaan sabun anti bakteri atau mandi busa karena bisa membuat eksimnya tambah parah.

Artikel terkait: Ulasan Dokter tentang Penyakit Eksim

***
Setelah mengetahui 7 jenis ruam kulit bayi ini, tentunya Parents bisa melakukan tindakan yang tepat. Salah satunya adalah dengan melakukan imunisasi agar tubuh bayi kuat menahan serangan virus seperti campak dan rubella.

Semoga bermanfaat.

 

Baca juga:

Muncul Ruam Setelah Demam pada Bayi dan Anak, Bahayakah?

Dapatkan Infomasi Terbaru dan Hadiah Menarik Khusus Member

Terimakasih telah mendaftar

Kunjungi fanpage kami untuk info menarik lainnya

Menuju FB fanpage
theAsianparent Indonesia

Bayi Kesehatan