TAP top app download banner
theAsianparent
theAsianparent
Panduan ProdukKeranjang
  • Kehamilan
  • Anak
  • Perkembangan Otak
  • Cari nama bayi
  • Rangkaian Edukasi
  • TAPpedia
  • TAP Rekomendasi
  • Parenting
  • Kesehatan
  • Gaya Hidup
  • Nutrisi
  • Ayah manTAP!
  • Komunitas
  • VIP
  • Event
Masuk
    • Artikel
  • KehamilanKehamilan
  • AnakAnak
  • Perkembangan OtakPerkembangan Otak
  • Cari nama bayiCari nama bayi
  • Rangkaian EdukasiRangkaian Edukasi
  • TAPpediaTAPpedia
  • TAP RekomendasiTAP Rekomendasi
  • ParentingParenting
  • KesehatanKesehatan
  • Gaya HidupGaya Hidup
  • NutrisiNutrisi
  • Ayah manTAP!Ayah manTAP!
  • KomunitasKomunitas
  • VIPVIP
  • EventEvent
    • Komunitas
  • Jajak
  • Album
  • Makanan
  • Resep
  • Topik
  • Baca Artikel
    • Panduan
  • Pemantau Kehamilan
  • Pemantau Perkembangan Bayi
    • Hadiah
  • HadiahHadiah
  • Kontes
  • VIP ParentsVIP Parents
    • Lebih Banyak
  • Saran

Kebijakan PrivasiPedoman KomunitasPeta situs

Unduh aplikasi gratis kami

google play store
app store

Anak Dikira Cacar Ternyata Impetigo, Kenali Gejala hingga Pengobatannya!

Ditinjau secara medis
Sebuah tim profesional bersertifikat dan diakui di bidang kesehatan yang meninjau semua informasi yang berkaitan dengan kesehatan kehamilan dan kesehatan dan tumbuh kembang anak di theAsianparent. Tim ini terdiri dari dokter spesialis obstetri dan ginekologi, dokter anak, spesialis penyakit menular, doula, konsultan laktasi, redaktur profesional, dan kontributor dengan lisensi khusus.
Pelajari Lebih Lanjut
oleh
dr. Gita Permatasari

Ditinjau secara medis oleh

dr. Gita Permatasari

dr. Gita Permatasari bertugas di RSPP sebagai Dokter Umum, Medical Check Up Examiner, dan Konsultan Laktasi. Ia juga menjadi Manajer Pelayanan Pasien yang berkoordinasi dengan dokter spesialis dan perawat terkait kondisi pasien, termasuk berkoordinasi dengan asuransi terkait penjaminan pasien. Sebelumnya, dr. Gita melayani pasien di Klinik Ajiwaras, Cilandak KKO.

Temui Dewan Peninjau kami
Bacaan 7 menit
Anak Dikira Cacar Ternyata Impetigo, Kenali Gejala hingga Pengobatannya!

Awas, impetigo mudah menular di kalangan anak-anak! Simak penyebab, gejala, hingga pengobatannya.

Parents, baru-baru ini pengguna TikTok @euniketika membagikan pengalaman ketika anaknya terkena impetigo. Ia menuturkan jika sang anak mengalami kulit berbintik seperti cacar, tetapi lama-lama bintik-bintik itu membesar dan bernanah. 

“Dikira kena cacar ternyata bukan. Awalnya ada bintik merah, terus ada airnya juga. Mirip cacar air, bukan? Tapi anehnya di kulit kepala sampai muncul kerak. Lama-lama semuanya kayak koreng. Tapi masalahnya udah kena cacar, masa kena lagi? Puncaknya, adeknya juga kena. Ternyata dua-duanya kena impetigo.”

“Hati-hati ya, Parents. Soalnya ini penyebarannya cepat dan nular. Bisa sembuh tapi kalau ditangani telat bisa bahaya. Entah sekarang mah penyakit tuh aneh-aneh,” curhatnya. 

Anak Dikira Cacar Ternyata Impetigo, Kenali Gejala hingga Pengobatannya!

Apakah Parents pernah mengalami hal serupa? Lalu, sebenarnya apa sih impetigo itu?

Perlu diketahui, impetigo adalah salah satu jenis infeksi kulit yang mudah menyerang bayi dan anak-anak, Parents.

Selain berupa bercak merah, pun kerap menimbulkan tanda seperti kulit yang melepuh. Hal ini tentu bisa mengganggu kenyamanan buah hati lantaran kerap menimbulkan rasa gatal.

Anak, terutama yang berusia lebih kecil, mungkin akan menjadi lebih rewel karena merasa tidak nyaman dengan kulitnya. 

Itulah sebabnya, identifikasi penyakit ini sangat penting dipahami untuk mendapatkan penanganan yang efektif. Jadi, simak ulasan tentang infeksi kulit berikut ini!

Pengertian Impetigo

Impetigo

Sumber: Mayo Clinic

Impetigo merupakan infeksi kulit yang umum terjadi pada anak-anak dan cukup menular. Bakteri seperti Staphylococcus aureus atau Streptococcus pyogenes menginfeksi lapisan luar kulit, yang disebut epidermis. Oleh sebab itu, penyakit ini sering muncul pada wajah, lengan, dan kaki.

Impetigo merupakan penyakit yang telah lama muncul dalam peradaban manusia. Di Inggris pada abad ke-14, penyakit tersebut dikenal berasal dari kata latin impetere yang berarti “menyerang”.

Bakteri tersebut tumbuh dan berkembang dalam kondisi panas dan lembap sehingga penyakit ini cenderung musiman dan memuncak di musim panas dan gugur. Pada negara yang beriklim hangat dan lembap, penyakit ini cenderung muncul sepanjang tahun. 

Siapa pun bisa terkena impetigo, tetapi paling sering menyerang anak-anak, terutama mereka yang berusia 2 hingga 5 tahun. Infeksi pada kulit umumnya dimulai dengan luka kecil, gigitan serangga, ruam yang menyerupai eksim yang muncul pada bagian kulit yang rusak.

Penyakit ini juga cukup menular sehingga apabila ada anak terinfeksi sebaiknya segera jauhkan dari teman-temannya ya, Parents.

Artikel terkait: Impetigo bulosa, penyakit kulit yang banyak menyerang bayi dan anak-anak

Gejala Impetigo

Impetigo ditandai dengan luka kemerahan pada kulit. Luka tersebut sering muncul bergerombol pada area sekitar hidung dan bibir. Luka tersebut bisa berkembang dengan cepat menjadi lecet hingga pecah dan mengeluarkan cairan kemudian membentuk kerak berwarna kekuningan. 

Setelah fase kerak, mereka membentuk tanda merah yang memudar tanpa meninggalkan bekas. Bayi terkadang memiliki jenis impetigo yang kurang umum, dengan lepuh yang lebih besar di sekitar area popok atau di lipatan kulit.

Berikut rincian gejala Impetigo selengkapnya:

  • Luka kemerahan pada kulit
  • Muncul bergerombol di sekitar hidung dan bibir
  • Berkerak
  • Kulit melepuh berisi cairan
  • Disertai rasa gatal 

Penyebab Impetigo

Menurut Centers of Disease Control and Prevention, infeksi kulit ini disebabkan oleh salah satu dari dua jenis bakteri strep, yakni Streptococcus grup A dan Staphylococcus aureus.

Seseorang bisa terpapar bakteri ini melalui sentuhan dengan luka dan barang-barang yang disentuh oleh orang yang terinfeksi, seperti pakaian, sprei, handuk, dan bahkan mainan.

Bakteri ini juga bisa masuk ke dalam kulit melalui luka, goresan, gigitan serangga, dan ruam. 

Faktor Risiko Impetigo 

Penyakit ini bisa menyerang siapapun, tetapi ada beberapa faktor yang meningkatkan risiko seseorang terkena infeksi penyakit ini, yaitu:

  • Usia: Paling sering menyerang anak-anak berusia 2 hingga 5 tahun. 
  • Infeksi atau cedera yang merusak kulit: Orang yang memiliki infeksi kudis berpotensi tinggi mengalami terinfeksi bakteri penyakit ini. 
  • Berada di lingkungan banyak orang: Penyakit ini mudah menular di lokasi berkumpulnya orang banyak seperti sekolah, penitipan anak, bahkan di rumah sekalipun. 
  • Iklim: Infeksi kulit ini sering terjadi di daerah dengan musim panas yang panas dan lembab dan musim dingin yang ringan (subtropis), atau musim hujan dan kering (tropis). 
  • Tidak menjaga kebersihan: Orang yang memiliki kepribadian yang kurang menjaga kebersihan tubuh dan lingkungannya dapat meningkatkan risiko penyakit ini. 
  • Penderita diabetes
  • Orang yang sedang menjalani dialisis
  • Memiliki sistem kekebalan yang terganggu, seperti HIV
  • Memiliki kondisi kulit seperti eksim, dermatitis, atau psoriasis
  • Mengalami sengatan matahari atau luka bakar lainnya
  • Terkena gigitan serangga atau poison ivy (reaksi alergi terhadap sejenis tanaman)

Artikel terkait: Penyakit Autoimun Kulit: Gejala, Penyebab, Jenis, dan Pengobatannya

Diagnosis dan Pengobatan Impetigo

Impetigo

Sumber: CDC

Meski bukan tergolong penyakit yang berbahaya, Impetigo tetap harus mendapat penanganan medis agar tidak menyebar dan menularkan kepada orang lain. 

Diagnosis Impetigo

Segera temui dokter apabila mencurigai anak terinfeksi penyakit ini. Dokter biasanya akan langsung bisa mendiagnosis lewat penampilan fisik luka. Umumnya, tes laboratorium tidak diperlukan.

Akan tetapi, apabila luka tidak kunjung sembuh setelah pengobatan, mungkin dokter akan mengambil sampel cairan untuk uji laboratorium untuk menentukan antibiotik yang tepat. Selanjutnya dokter akan memutuskan terapi apa yang tepat untuk pasien.

Cerita mitra kami
Butuh Penanganan Cepat Saat Anak Terus Muntah dan Lemas? Dokter Spesialis Anak Ada 24 Jam di Mayapada Hospital Jakarta Selatan
Butuh Penanganan Cepat Saat Anak Terus Muntah dan Lemas? Dokter Spesialis Anak Ada 24 Jam di Mayapada Hospital Jakarta Selatan
Si Kecil Mual Muntah Berulang? Tak Perlu Cemas, Dokter Spesialis Anak Selalu Ada 24 Jam di Mayapada Hospital Kuningan
Si Kecil Mual Muntah Berulang? Tak Perlu Cemas, Dokter Spesialis Anak Selalu Ada 24 Jam di Mayapada Hospital Kuningan
Bukan Hanya Gigitan - Biaya Tersembunyi Demam Berdarah untuk Keluarga di Indonesia
Bukan Hanya Gigitan - Biaya Tersembunyi Demam Berdarah untuk Keluarga di Indonesia
Kaum Sweet Tooth, Jangan Sampai Diabetes! Kenali Ciri-Ciri dan Cara Menghindarinya
Kaum Sweet Tooth, Jangan Sampai Diabetes! Kenali Ciri-Ciri dan Cara Menghindarinya

Luka yang ditimbulkan umumnya tidak membutuhkan pembedahan. 

Pengobatan Impetigo

Setelah melakukan pemeriksaan, dokter akan menentukan jenis antibiotik yang disesuaikan dengan luas dan seberapa parah luka lepuh yang muncul. Jika memiliki jenis luka di area yang kecil pada kulit, biasanya dokter akan menyarankan antibiotik topikal. 

Pilihan lainnya, krim atau salep mupirocin (Bactroban atau Centany) dan salep retapamulin (Altabax) untuk mempercepat penyembuhan luka. Jika kondisi semakin parah dan meluas, dokter akan meresepkan antibiotik oral.

Misalnya amoksisilin/klavulanat (Augmentin), sefalosporin  atau klindamisin (Cleocin). Obat-obatan tersebut dipilih karena bekerja lebih cepat daripada antibiotik topikal.

Hanya saja, obat tersebut tidak selalu mampu membersihkan infeksi pada kulit. Di sisi lain, antibiotik oral juga dapat menyebabkan lebih banyak efek samping daripada antibiotik topikal, seperti mual.

Dengan perawatan dari dokter, infeksi kulit ini bisa sembuh dalam 7 sampai 10 hari. Namun, bila pasien memiliki infeksi kulit lain, mungkin membutuhkan waktu lebih lama. 

Artikel terkait: Kisah Anak Kupu-Kupu: Tidak Menyerah Meski Menderita Penyakit Kulit Langka

Pencegahan Impetigo

Penyakit ini disebabkan oleh infeksi bakteri pada kulit. Oleh karenanya, menjaga kebersihan dan kesehatan kulit sangat penting dilakukan. Untuk pencegahan, segera rawat luka pada kulit dengan baik agar menghindari kontaminasi bakteri.

Selain itu, beberapa hal juga bisa dilakukan untuk mencegah penularan, antara lain: 

  • Cuci area yang terinfeksi dengan lembut dengan sabun lembut dan air mengalir, lalu tutup dengan kain kasa.
  • Cuci pakaian, seprai, dan handuk orang yang terinfeksi setiap hari dengan air panas. 
  • Jangan bergantian barang, pakaian, handuk dengan orang terinfeksi. 
  • Kenakan sarung tangan saat mengoleskan salep antibiotik ke area luka kemudian cuci tangan sampai bersih sesudahnya.
  • Potong pendek kuku anak yang terinfeksi untuk mencegah kerusakan akibat garukan.
  • Biasakan cuci tangan secara teratur dan menyeluruh serta kebersihan yang baik secara umum.
  • Jauhkan anak yang terinfeksi dari anak-anak yang lain sampai dokter menyatakan penyakit tidak menular.

Komplikasi Impetigo 

Penyakit ini sebenarnya tidak berbahaya, serta luka yang muncul bisa sembuh. Menurut Mayo Clinic, infeksi kulit ini rupanya bisa menimbulkan sejumlah komplikasi tetapi sangat jarang terjadi, seperti:

  • Selulitis: Kondisi ini bisa mengancam jiwa saat bakteri sudah menginfeksi jaringan di bawah kulit dan akhirnya dapat menyebar ke kelenjar getah bening dan aliran darah.
  • Masalah ginjal. Salah satu jenis bakteri penyebab infeksi ini juga dapat merusak ginjal.
  • Jaringan parut: Infeksi penyakit ini sering menimbulkan bekas luka bila tidak ditangani dengan baik. 

Kapan Harus ke Dokter?

Jika anak-anak maupun orang dewasa mengalami gejala yang menuju pada Impetigo, segera konsultasikan dengan dokter keluarga, dokter anak, atau dokter kulit anak. Penanganan yang tepat akan mempercepat penyembuhan dan meminimalkan penularan kepada orang lain.

Itulah penjelasan lengkap tentang Impetigo. Satu-satunya cara untuk terhindar dari penyakit ini adalah dengan menjaga kebersihan diri. Semoga bermanfaat!

Everything You Need to Know About Impetigo
https://www.healthline.com/health/impetigo#treatment

Group A Streptococcal (GAS) Disease
https://www.cdc.gov/groupastrep/diseases-public/impetigo.html

Impetigo
https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/impetigo/symptoms-causes/syc-20352352

Baca juga:

Kulit si kecil timbul bercak putih? Mungkin disebabkan penyakit ini

12 Penyakit Kulit yang Sering Menyerang Anak-Anak

Kulit gatal, merah dan bersisik, waspada penyakit Psoriasis!

Parenting bikin pusing? Yuk tanya langsung dan dapatkan jawabannya dari sesama Parents dan juga expert di app theAsianparent! Tersedia di iOS dan Android.

img
Penulis

Faizah Pratama

Diedit oleh:

dr.Gita Permatasari

  • Halaman Depan
  • /
  • Penyakit
  • /
  • Anak Dikira Cacar Ternyata Impetigo, Kenali Gejala hingga Pengobatannya!
Bagikan:
  • 4 Penyebab Bercak Putih pada Kulit Bayi, Tidak Selalu karena Panu!

    4 Penyebab Bercak Putih pada Kulit Bayi, Tidak Selalu karena Panu!

  • 14 Penyakit yang Disebabkan oleh Virus, Ada HMPV hingga Nipah Virus

    14 Penyakit yang Disebabkan oleh Virus, Ada HMPV hingga Nipah Virus

  • Apa Itu Penyakit GERD? Kenali Gejala dan Cara Mengatasinya

    Apa Itu Penyakit GERD? Kenali Gejala dan Cara Mengatasinya

  • 4 Penyebab Bercak Putih pada Kulit Bayi, Tidak Selalu karena Panu!

    4 Penyebab Bercak Putih pada Kulit Bayi, Tidak Selalu karena Panu!

  • 14 Penyakit yang Disebabkan oleh Virus, Ada HMPV hingga Nipah Virus

    14 Penyakit yang Disebabkan oleh Virus, Ada HMPV hingga Nipah Virus

  • Apa Itu Penyakit GERD? Kenali Gejala dan Cara Mengatasinya

    Apa Itu Penyakit GERD? Kenali Gejala dan Cara Mengatasinya

Beranda

Beranda

Dapatkan artikel seputar parenting, gaya hidup, opini pakar, di ujung jari Anda

Jajak

Jajak

Ikutan isi polling menarik, dan lihat apa yang orangtua lain pikirkan!

Album

Album

Bagikan foto orang-orang tersayang Anda di komunitas yang aman

Topik

Topik

Gabung di komunitas dengan sesama Bunda dan Ayah

Panduan

Panduan

Pantau kehamilan, dan juga perkembangan bayi Anda dari hari ke hari!

theAsianparent

Unduh aplikasi gratis kami

Google PlayApp Store

theAsianparent di seluruh dunia

Singapore flag
Singapore
Thailand flag
Thailand
Indonesia flag
Indonesia
Philippines flag
Philippines
Malaysia flag
Malaysia
Vietnam flag
Vietnam

Partner Brands

Rumah123VIP ParentsMama's ChoiceTAP Awards

© Copyright theAsianparent 2026 . All rights reserved

  • Tentang Kami
  • Kebijakan Privasi
  • Syarat dan Ketentuan
  • Peta situs
  • Fitur
  • Artikel
  • Beranda
  • Jajak

Kami menggunakan cookie agar Anda mendapatkan pengalaman terbaik. Pelajari LagiOke, Mengerti

Kami menggunakan cookie agar Anda mendapatkan pengalaman terbaik. Pelajari LagiOke, Mengerti