TAP top app download banner
theAsianparent
theAsianparent
Panduan ProdukKeranjang
  • Kehamilan
  • Anak
  • Ramadan MomTAP
  • Event
  • Perkembangan Otak
  • Cari nama bayi
  • Rangkaian Edukasi
  • TAPpedia
  • TAP Rekomendasi
  • Parenting
  • Kesehatan
  • Gaya Hidup
  • Nutrisi
  • Ayah manTAP!
  • Komunitas
  • VIP
Masuk
    • Artikel
  • KehamilanKehamilan
  • AnakAnak
  • Ramadan MomTAPRamadan MomTAP
  • EventEvent
  • Perkembangan OtakPerkembangan Otak
  • Cari nama bayiCari nama bayi
  • Rangkaian EdukasiRangkaian Edukasi
  • TAPpediaTAPpedia
  • TAP RekomendasiTAP Rekomendasi
  • ParentingParenting
  • KesehatanKesehatan
  • Gaya HidupGaya Hidup
  • NutrisiNutrisi
  • Ayah manTAP!Ayah manTAP!
  • KomunitasKomunitas
  • VIPVIP
    • Komunitas
  • Jajak
  • Album
  • Makanan
  • Resep
  • Topik
  • Baca Artikel
    • Panduan
  • Pemantau Kehamilan
  • Pemantau Perkembangan Bayi
    • Hadiah
  • HadiahHadiah
  • Kontes
  • VIP ParentsVIP Parents
    • Lebih Banyak
  • Saran

Kebijakan PrivasiPedoman KomunitasPeta situs

Unduh aplikasi gratis kami

google play store
app store

5 Jenis Zat Aditif Makanan yang Berbahaya untuk Anak

Bacaan 3 menit
5 Jenis Zat Aditif Makanan yang Berbahaya untuk Anak

Makanan kemasan dan cepat saji banyak mengandung zat aditif makanan yang ternyata berbahaya bagi kesehatan anak. Apa saja zat berbahaya tersebut?

Zat aditif makanan banyak tersembunyi pada jajanan si kecil.

Zat aditif makanan banyak tersembunyi pada jajanan si kecil.

Pernahkah sesekali Parents membaca komposisi jajanan yang si Kecil makan? Biasanya kita lebih peduli pada jumlah gula atau lemak pada jajanan anak-anak kita; namun tahukah Parents, ada yang lebih berbahaya dari kedua zat tersebut? Ada, yaitu zat aditif makanan.

Zat aditif makanan adalah bahan kimia alami atau buatan yang biasanya ditambahkan saat proses/pengolahan makanan dengan tujuan untuk mempertahankan rasa, mengawetkan, atau malah menambah cita rasa makanan tersebut.

Sayangnya, sejak pertama kali digunankan pada tahun 1900-an, zat aditif makanan ini ternyata terbukti menimbulkan efek berbahaya pada tubuh, terlebih pada anak-anak. Seperti perubahan tingkah laku, alergi, hingga kerusakan pada sel-sel tubuh.

Bagaimana pengaruh zat aditif makanan pada tubuh

Setiap zat aditif makanan mempunyai pengaruh yang berbeda-beda pada tubuh. Sebagian menyebabkan perubahan hormon, kerusakan sel atau memicu timbulnya penyakit seperti obesitas, migrain dan lain sebagainya.

TheAsianParent.com telah membahas tentang hal ini di dalam beberapa artikel. Dan berikut kami meringkas sekaligus melengkapi aditif makanan apa saja yang harus kita waspadai agar tidak merusak kesehatan si kecil.

5 Zat aditif makanan yang paling banyak digunakan dan bahayanya

1. Bahan pewarna buatan

Apapun jenis zat aditif makanan ini, apabila dimulai dengan nama FD & C (misal FD&C Blue #1) merupakan pewarna makanan artificial (buatan). Pewarna ini terkadang disebut dengan nama E102 (Tartrazine), E110 (Sunset Yellow), dan E129 (Allura red).

Pewarna ini adalah jenis yang paling banyak digunakan untuk pada permen, sereal, bahkan yoghurt. Konsumsi pewarna buatan dalam jangka waktu lama dapat menyebabkan migrain dan kanker kolon.

2. Bahan pengawet kimia

Butylated hydroxyanisole (BHA/ E320), sodium/ natrium nitrat dan sodium benzoat (natrium bensoat/soda benzoat/E211) banyak ditemukan pada makanan kemasan seperti jelly, margarine, selai dan soft drink. Zat aditif makanan ini dapat menimbulkan rasa pusing, nafas pendek, dan sakit maag.

3. Bahan pemanis buatan

Aspartame, acesulfame-K, sakarin adalah nama-nama bahan pemanis buatan yang banyak ditemukan dalam minuman soda diet dan jus buah. Penelitian menunjukkan konsumsi jangka panjang terhadap zat-zat tersebut dapat menyebabkan kerusakan hati, dan kesulitan bernapas.

Baca juga : Aspartame, Benarkah Pemanis Buatan Ini Berbahaya?

4. Gula Tambahan

High fructose corn syrup (HFCS), corn syrup (gula jagung) dan dekstrose adalah beberapa nama turunan dari pemanis yang banyak digunakan dalam soft drinks, biskuit, saus tomat dan bahkan, yang sering disebut “makanan sehat” seperti salad dressing. Konsumsi tinggi HFCS bisa mengakibatkan obesitas, kerusakan hati dan meningkatkan kemungkinan diabetes kelak di kemudian hari.

5. Garam tambahan

Saat garam ditambahkan pada banyak makanan, resiko menurunnya kesehatan pun meningkat. Hal ini terjadi karena konsumsi garam berlebih yang banyak terdapat makanan cepat saji dan kemasan.

Anak-anak yang menyukai makanan dengan kadar garam tinggi memiliki kecenderungan kerusakan hati dan penyakit jantung. Jadi, perhatikanlah kandungan garam yang tertera pada kemasan makanan dan pilihlah makanan dengan kadar garam terendah.

Cara yang paling tepat menjauhkan anak-anak dari makanan dengan aditif makanan adalah dengan membaca komposisi dan label nutrisi yang biasanya terdapat dalam kemasan. Ajari dan jelaskan juga kepada si Kecil alasan mengapa ia harus menghindarinya.

Ref: Food That Can Kill Your Kids, Food Additives

Baca juga artikel menarik lainnya:

Tips Mengatasi Anak yang Hobi Jajan

Cemilan Sehat Teman Belajar Anak

 

Cerita mitra kami
Tak Selalu Sama, Ini Cara Mendidik Anak Sesuai Umur
Tak Selalu Sama, Ini Cara Mendidik Anak Sesuai Umur
Kenali 5 Sifat dan Karakter Anak, Si Kecil Termasuk yang Mana?
Kenali 5 Sifat dan Karakter Anak, Si Kecil Termasuk yang Mana?
Mengenal Susu Protein Terhidrolisis Parsial untuk Menurunkan Risiko Alergi Sejak Dini
Mengenal Susu Protein Terhidrolisis Parsial untuk Menurunkan Risiko Alergi Sejak Dini
7 Faktor yang Memengaruhi Perkembangan Otak Anak, Waspada Dampak Gula Berlebihan!
7 Faktor yang Memengaruhi Perkembangan Otak Anak, Waspada Dampak Gula Berlebihan!

 

Parenting bikin pusing? Yuk tanya langsung dan dapatkan jawabannya dari sesama Parents dan juga expert di app theAsianparent! Tersedia di iOS dan Android.

img
Penulis

Rahayu Pawitri

  • Halaman Depan
  • /
  • Balita
  • /
  • 5 Jenis Zat Aditif Makanan yang Berbahaya untuk Anak
Bagikan:
  • Panduan Menu MPASI Lengkap Kemenkes, Cek di Sini!

    Panduan Menu MPASI Lengkap Kemenkes, Cek di Sini!

  • 60 Kumpulan Hadis Pendek yang Mudah Dihafal untuk Anak

    60 Kumpulan Hadis Pendek yang Mudah Dihafal untuk Anak

  • 61 Lagu Anak-anak Bahasa Indonesia dan Inggris, Lengkap dengan Lirik!

    61 Lagu Anak-anak Bahasa Indonesia dan Inggris, Lengkap dengan Lirik!

  • Panduan Menu MPASI Lengkap Kemenkes, Cek di Sini!

    Panduan Menu MPASI Lengkap Kemenkes, Cek di Sini!

  • 60 Kumpulan Hadis Pendek yang Mudah Dihafal untuk Anak

    60 Kumpulan Hadis Pendek yang Mudah Dihafal untuk Anak

  • 61 Lagu Anak-anak Bahasa Indonesia dan Inggris, Lengkap dengan Lirik!

    61 Lagu Anak-anak Bahasa Indonesia dan Inggris, Lengkap dengan Lirik!

Beranda

Beranda

Dapatkan artikel seputar parenting, gaya hidup, opini pakar, di ujung jari Anda

Jajak

Jajak

Ikutan isi polling menarik, dan lihat apa yang orangtua lain pikirkan!

Album

Album

Bagikan foto orang-orang tersayang Anda di komunitas yang aman

Topik

Topik

Gabung di komunitas dengan sesama Bunda dan Ayah

Panduan

Panduan

Pantau kehamilan, dan juga perkembangan bayi Anda dari hari ke hari!

theAsianparent

Unduh aplikasi gratis kami

Google PlayApp Store

theAsianparent di seluruh dunia

Singapore flag
Singapore
Thailand flag
Thailand
Indonesia flag
Indonesia
Philippines flag
Philippines
Malaysia flag
Malaysia
Vietnam flag
Vietnam

Partner Brands

Rumah123VIP ParentsMama's ChoiceTAP Awards

© Copyright theAsianparent 2026 . All rights reserved

  • Tentang Kami
  • Kebijakan Privasi
  • Syarat dan Ketentuan
  • Peta situs
  • Fitur
  • Artikel
  • Beranda
  • Jajak

Kami menggunakan cookie agar Anda mendapatkan pengalaman terbaik. Pelajari LagiOke, Mengerti

Kami menggunakan cookie agar Anda mendapatkan pengalaman terbaik. Pelajari LagiOke, Mengerti