Yuk Kenali 10 Ciri PAUD yang Baik untuk si Buah Hati

Yuk Kenali 10 Ciri PAUD yang Baik untuk si Buah Hati

Bagaimana panduan memilih PAUD yang cocok untuk anak kita? Inilah 10 ciri PAUD yang baik menurut National Association for the Education of Young Children.

Kita perlu mengenal ciri PAUD yang baik

Saat memilihkan preschool atau PAUD yang baik untuk si Kecil, kita akan menghadapi banyak pilihan. Selain jarak ke rumah dan biaya, kurikulum juga menjadi pertimbangan kita. Namun sebenarnya, bagaimana sih ciri PAUD yang baik?

Mengerahui ciri PAUD yang baik adalah gunakan insting Anda sebagai orangtua. Datanglah ke sekolah tersebut pada saat kelas berlangsung. Amati bagaimana para guru menangani murid-muridnya.

Guru PAUD harus memiliki rasa sayang kepada anak-anak dan menjiwai pekerjaan mereka. Anda bisa merasakan hal ini saat mengamati mereka dari jauh selama beberapa saat.

Perhatikan bagaimana cara mereka bicara dengan anak-anak, dan bagaimana mereka menghadapi anak yang sulit diatur.

Selain itu, National Association for the Education of Young Children (NAEYC) menyarankan kita untuk memperhatikan 10 ciri PAUD yang baik berikut:

1, Anak-anak menghabiskan hampir seluruh waktu mereka untuk bermain, baik membuat sesuatu ataupun bermain dengan anak lain.

Bila Anda melihat anak-anak dibiarkan berjalan mondar-mandir seenaknya, atau diminta duduk tenang dalam waktu lama, PAUD tersebut tidaklah ideal.

Sekolah PAUD atau pendidikan pra-sekolah ternyata memiliki manfaat besar dalam mempersiapkan anak untuk ke jenjang pendidikan lebih tinggi.

Sekolah PAUD atau pendidikan pra-sekolah ternyata memiliki manfaat besar dalam mempersiapkan anak untuk ke jenjang pendidikan lebih tinggi.

2. Anak-anak diberikan berbagai aktivitas sepanjang hari

Mintalah jadwal kegiatan kelas sehari-hari. Apakah banyak aktivitas yang dijadwalkan? Apakah terlihat monoton dan akan membosankan untuk anak?

3. Lihat bagaimana guru bekerja

Idealnya, para guru bekerja dengan masing-masing anak, kelompok-kelompok kecil, dan kelompok besar pada saat berbeda sepanjang hari.

Mereka tidak menghabiskan waktu seharian bersama kelompok besar terus. Juga amati perbandingan jumlah guru dengan jumlah anak di kelas.

Ciri keempat, di halaman berikut:


4. Apakah kelas dihiasi dengan karya anak-anak, atau karya para guru? Idealnya, karya anak-anak lah yang dipajang untuk menghias kelas. Anakpun merasa lebih bangga dan bersemangat.

5.  Anak-anak belajar melalui bermain dan pengalaman sehari-hari. Mereka mengenal angka dan huruf melalui proses bermain, belajar menyiapkan makanan sederhana, atau mengenal tumbuhan dan binatang di sekitar.

6. Anak-anak memiliki waktu yang lama (paling tidak satu jam) untuk bermain dan bereksplorasi. Lembar kerja hanya sesekali digunakan.

7. Anak-anak punya kesempatan untuk bermain di luar ruangan setiap hari.

8. Para guru sering membacakan buku untuk anak-anak secara individu atau dalam kelompok-kelompok kecil,  tidak hanya membacakan cerita untuk seluruh murid.

9. Kurikulum bisa diadaptasi untuk anak yang lebih cepat belajar, dan juga untuk anak yang membutuhkan bantuan lebih untuk belajar.

Para guru harus tahu bahwa latar belakang, pengalaman, dan kemampuan setiap anak berbeda, sehingga masing-masing anak adalah unik dan mungkin punya cara belajar yang berbeda satu dengan lainnya.

10. Ciri lainnya adalah anak-anak dan orangtua menyukai sekolah tersebut. Orangtua merasa aman menyekolahkan anak di PAUD tersebut, anak-anakpun tidak menangis melulu atau berpura-pura sakit.

Parents, itulah 10 ciri PAUD yang baik. Semoga ulasan di atas bermanfaat.

PAUD KM "0" percontohan milik Kemendikbud. Foto: Facebook Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan

Mengapa Anak Perlu Ikut PAUD?

Pendidikan anak usia dini adalah istilah yang mengacu pada periode waktu dari kelahiran anak hingga ketika mereka memasuki taman kanak-kanak, menurut Dr. Jessica Alvarado, direktur program akademik dalam Pengembangan Anak Usia Dini di Universitas Nasional.

Menurut Alvarado, ini adalah waktu yang penting dalam kehidupan anak-anak karena mereka pertama kali belajar bagaimana berinteraksi dengan orang lain, termasuk teman sebaya, guru dan orang tua, dan juga mulai mengembangkan minat yang akan tetap bersama mereka sepanjang hidup mereka.

Persepsi yang salah soal PAUD menurut Alvrado adalah bahwa pendidikan anak usia dini hanya tentang mempelajari keterampilan dasar. “Jauh lebih dari itu,” katanya. “Ini adalah waktu ketika anak-anak belajar keterampilan sosial dan emosional yang kritis dan kemitraan terbentuk antara anak, orang tua mereka dan guru.”

Dunia anak adalah dunia bermain. Adilkah jika kita memaksa mereka belajar?

Dunia anak adalah dunia bermain. Adilkah jika kita memaksa mereka belajar?

Negara-negara di seluruh dunia menjadi sadar akan pentingnya pendidikan anak usia dini juga. UNESCO adalah badan pemerintahan internasional yang misinya adalah “berkontribusi pada pembangunan perdamaian, penghapusan kemiskinan, pembangunan berkelanjutan, dan dialog antar budaya melalui pendidikan.”

“Pendidikan dan perawatan anak usia dini (ECCE) lebih dari sekadar persiapan untuk sekolah dasar. Ini bertujuan untuk pengembangan holistik dari kebutuhan sosial, emosional, kognitif dan fisik anak untuk membangun fondasi yang solid dan luas untuk pembelajaran seumur hidup dan kesejahteraan,” tulis UNESCO.

Semoga bermanfaat!

Baca juga artikel menarik lainnya:

10 Manfaat PAUD untuk Anak

Apakah PAUD = Pendidikan Calistung Sejak Dini?

 

 

Parenting bikin pusing? Yuk tanya langsung dan dapatkan jawabannya dari sesama Parents dan juga expert di app theAsianparent! Tersedia di iOS dan Android.

app info
get app banner