TAP top app download banner
theAsianparent
theAsianparent
Panduan ProdukKeranjang
  • Kehamilan
  • Anak
  • Perkembangan Otak
  • Cari nama bayi
  • Rangkaian Edukasi
  • TAPpedia
  • TAP Rekomendasi
  • Parenting
  • Kesehatan
  • Gaya Hidup
  • Nutrisi
  • Ayah manTAP!
  • Komunitas
  • VIP
  • Event
Masuk
    • Artikel
  • KehamilanKehamilan
  • AnakAnak
  • Perkembangan OtakPerkembangan Otak
  • Cari nama bayiCari nama bayi
  • Rangkaian EdukasiRangkaian Edukasi
  • TAPpediaTAPpedia
  • TAP RekomendasiTAP Rekomendasi
  • ParentingParenting
  • KesehatanKesehatan
  • Gaya HidupGaya Hidup
  • NutrisiNutrisi
  • Ayah manTAP!Ayah manTAP!
  • KomunitasKomunitas
  • VIPVIP
  • EventEvent
    • Komunitas
  • Jajak
  • Album
  • Makanan
  • Resep
  • Topik
  • Baca Artikel
    • Panduan
  • Pemantau Kehamilan
  • Pemantau Perkembangan Bayi
    • Hadiah
  • HadiahHadiah
  • Kontes
  • VIP ParentsVIP Parents
    • Lebih Banyak
  • Saran

Kebijakan PrivasiPedoman KomunitasPeta situs

Unduh aplikasi gratis kami

google play store
app store

Zoom Dysmorphia, Keinginan Mengubah Penampilan Karena Terlalu Sering Zoom Meeting

Bacaan 5 menit
Zoom Dysmorphia, Keinginan Mengubah Penampilan Karena Terlalu Sering Zoom Meeting

Zoom dysmorphia karena kelamaan panggilan zoom, apakah itu?

Pandemi COVID-19 yang menjangkiti komunitas global sedikit banyak mengubah seluruh lini kehidupan masyarakat, salah satunya keharusan melakukan segala sesuatunya di rumah saja. Tak terkecuali pekerja yang mengandalkan zoom sebagai media berkomunikasi. Kebiasaan ini nyatanya menimbulkan fenomena baru yaitu zoom dysmorphia.

Fenomena Zoom Dysmorphia

Berjam-jam lamanya mengikuti aneka macam meeting dengan platform zoom kini menjadi makanan sehari-hari, termasuk Anda salah satunya. Rupanya, habit ini membuat sebuah fenomena yaitu zoom dysmorphia meningkat.

Merujuk laman People, Zoom dysmorphia merupakan suatu kondisi ketika seseorang mendadak terobsesi pada kekurangan mereka setelah menghabiskan sekian jam di depan layar zoom. Lama-lama, orang ini akan merasa tidak percaya diri dengan penampilannya, lalu memilih menghindari interaksi sosial.

Fenomena Zoom Dysmorphia

Lebih ekstrim lagi, orang tersebut akan melakukan operasi plastik demi mengubah penampilan mereka. Hal ini nyatanya juga bisa berlaku pada orang yang sering berselancar di Instagram dan jadi fokus pada ketidaksempurnaan yang dimiliki, demikian penuturan Alyssa “Lia” Mancao, LCSW, pekerja sosial klinis berlisensi dan terapis kognitif bersertifikat.

“Kami menginternalisasi pesan-pesan itu, jadi kami akan sangat fokus pada diri sendiri saat melakukan panggilan Zoom. Kebiasaan ini membuat seseorang cenderung percaya bahwa dengan zoom, lawan bicara juga memedulikan bagaimana penampilan kita, padahal tidak demikian,” sambung Alyssa.

Fakta tersebut diamini oleh para ahli bedah plastik yang memaparkan bahwa konferensi video zoom kini menjadi alasan banyak orang ingin mengubah penampilan. Dalam studi yang dipublikasikan dalam jurnal Bedah Plastik Wajah & Pengobatan Estetika terkuak sebanyak 130 dokter kulit di seluruh dunia melakukan operasi plastik kepada 85% pasien mereka berkat zoom!

Artikel terkait: Stres WFH Mulai Melanda, Lakukan 5 Cara Ini Agar Hati Tetap Bahagia

Fenomena Zoom Dysmorphia

“Berbeda dengan media sosial sejenis seperti kamera selfie atau filter Instagram, media zoom menampilkan versi diri seseorang yang sebenarnya. Dalam artian, penampilan kita akan berbeda setiap harinya. Hal ini membuat ada efek drastis sehingga orang jadi tidak puas dengan tubuhnya,” demikian yang tertulis dalam jurnal tersebut.

Permasalahan lainnya adalah layar laptop atau komputer berukuran besar dan kamera tidak banyak membantu untuk membuat penampilan kita lebih baik. “Kamera yang ada pada zoom mendistorsi kualitas video dan membuat representasi yang tidak akurat dari penampilan seseorang sebenarnya,” jelas jurnal tersebut.

Sebuah studi bahkan menemukan bahwa layar berukuran 12 inch diklaim meningkatkan kecenderungan seseorang merasa ukuran hidungnya bertambah 30% dibandingkan pengambilan foto dari jarak 5 kaki .

Terlebih dengan webcam yang merekam dengan fokus pendek membuat seseorang merasa wajahnya lebih bulat, serta mata dan hidungnya lebih lebar. Kecenderungan ini yang membuat para ahli bedah plastik mengingatkan keterbatasan webcam dan tahu representasi realitas wajah kita yang sebenarnya.

Kondisi ini mengingatkan kita pada zoom fatigue yang juga melanda saat COVID-19 baru melanda dunia. Dalam sebuah studi yang dipublikasikan dalam jurnal Social Science Research Network yang mana melibatkan lebih dari 10.000 responden menemukan bahwa 1 dari 7 perempuan merasakan kelelahan teramat sangat setelah melakukan panggilan zoom sepanjang Februari hingga Maret.

Uniknya, pria tidak mengalami isu yang sama dengan persentase sebanyak itu. Hanya 1 dari 20 pria melaporkan mengalami hal yang sama dengan level kelelahan serupa. Peneliti memaparkan hal tersebut disebabkan perempuan umumnya menjalani call meeting melalui zoom dengan durasi lebih panjang tetapi jarak istirahat sedikit per meeting-nya.

Artikel terkait: 12 Pilihan Aplikasi Belajar Online Gratis untuk Anak Selama SFH

Cara Berdamai dengan Zoom Dysmorphia

Fenomena Zoom Dysmorphia

Di samping bentuk wajah, zoom dysmorphia turut membuat seseorang fokus pada masalah yang ada di wajah. Sebut saja jerawat, kerutan, dan garis halus. Lebih lanjut, Mancao membagikan tips yang bisa dilakukan agar gejala mental ini tidak berkelanjutan:

  1. Matikan kamera. Mematikan kamera yang ada pada fasilitas zoom menjadi solusi paling praktis yang bisa Anda lakukan. Anda tak harus menyalakan kamera di semua meeting. Nyalakan hanya untuk meeting paling penting saja.
  2. Bisa juga tutupi diri Anda. Jika memang Anda tetap harus menyalakan kamera, siasati dengan menempelkan notes berwarna di layar Anda. Cara ini akan membuat Anda tidak tergoda untuk berkaca setiap saat. Metode ini juga tidak mengharuskan siapa pun untuk melakukan kontak mata dengan lawan bicara di layar zoom
  3. Katakan kalimat motivasi di depan cermin. Cobalah motivasi diri Anda dengan berdiri di hadapan cermin sebelum bekerja.  Katakan statement positif yang membuat Anda percaya diri 10x, sebanyak 2-3x sehari. Sedikit banyak, cara ini membuat Anda mengubah mindset otak tentang penampilan
  4. Buat daftar hal yang negatif. Selain memotivasi diri, Mancao menganjurkan agar Anda berani menuliskan seluruh pikiran negatif yang terbersit dalam benak Anda utamanya setelah mengakhiri zoom call meeting. Pikirkanlah apa yang terlintas untuk kemudian mengubahnya menjadi mindset positif. 
  5. Hindari media sosial. Untuk sementara, Anda bisa memilih menjauh sejenak dari media sosial apapun bentuknya. Aneka filter dan kisah orang lain cenderung membuat seseorang membandingkan dirinya dengan orang lain. Lakukan hal ini sebelum melakukan panggilan zoom. Dengan begitu, Anda tidak semakin memperburuk diri dengan fokus pada kekurangan.

Semoga informasi ini bermanfaat dan Anda bisa mengaplikasikan zoom sebagaimana mestinya tanpa mengubah diri Anda.

 

Baca juga:

Waspada Zoom Fatigue, Kondisi Kelelahan Anak Akibat Terlalu Lama Sekolah Online

5 Cara Cegah Stress Akibat Komunikasi Virtual Selama Pandemi, Wajib Tahu!

Pahalanya Sama Besar, Ini Makna dan Manfaat Halal Bihalal Secara Virtual 

 

Cerita mitra kami
Rekomendasi Layanan Profesional yang Membantu Ibu Mengelola Rumah & Anak di 2026
Rekomendasi Layanan Profesional yang Membantu Ibu Mengelola Rumah & Anak di 2026
Wajib Tahu! Ini Mitos dan Fakta Makanan Peningkat Kecerdasan Menurut Dokter Anak
Wajib Tahu! Ini Mitos dan Fakta Makanan Peningkat Kecerdasan Menurut Dokter Anak
Asma Anak Tiba-tiba Kambuh? Ingat, Dokter Spesialis Anak Ada 24 Jam di Mayapada Hospital
Asma Anak Tiba-tiba Kambuh? Ingat, Dokter Spesialis Anak Ada 24 Jam di Mayapada Hospital
Butuh Penanganan Cepat Saat Anak Terus Muntah dan Lemas? Dokter Spesialis Anak Ada 24 Jam di Mayapada Hospital Jakarta Selatan
Butuh Penanganan Cepat Saat Anak Terus Muntah dan Lemas? Dokter Spesialis Anak Ada 24 Jam di Mayapada Hospital Jakarta Selatan

Parenting bikin pusing? Yuk tanya langsung dan dapatkan jawabannya dari sesama Parents dan juga expert di app theAsianparent! Tersedia di iOS dan Android.

img
Penulis

Erinintyani Shabrina Ramadhini

Diedit oleh:

Aulia Trisna

  • Halaman Depan
  • /
  • Kesehatan
  • /
  • Zoom Dysmorphia, Keinginan Mengubah Penampilan Karena Terlalu Sering Zoom Meeting
Bagikan:
  • 10 Jenis Keputihan Normal dan Tidak Normal pada Wanita

    10 Jenis Keputihan Normal dan Tidak Normal pada Wanita

  • Bolehkah Ibu Hamil dan Ibu Menyusui Mendonorkan Darah? Ini Syarat Wajibnya!

    Bolehkah Ibu Hamil dan Ibu Menyusui Mendonorkan Darah? Ini Syarat Wajibnya!

  • 8 Titik Pijat Refleksi Kaki dan Manfaatnya untuk Kesehatan

    8 Titik Pijat Refleksi Kaki dan Manfaatnya untuk Kesehatan

  • 10 Jenis Keputihan Normal dan Tidak Normal pada Wanita

    10 Jenis Keputihan Normal dan Tidak Normal pada Wanita

  • Bolehkah Ibu Hamil dan Ibu Menyusui Mendonorkan Darah? Ini Syarat Wajibnya!

    Bolehkah Ibu Hamil dan Ibu Menyusui Mendonorkan Darah? Ini Syarat Wajibnya!

  • 8 Titik Pijat Refleksi Kaki dan Manfaatnya untuk Kesehatan

    8 Titik Pijat Refleksi Kaki dan Manfaatnya untuk Kesehatan

Beranda

Beranda

Dapatkan artikel seputar parenting, gaya hidup, opini pakar, di ujung jari Anda

Jajak

Jajak

Ikutan isi polling menarik, dan lihat apa yang orangtua lain pikirkan!

Album

Album

Bagikan foto orang-orang tersayang Anda di komunitas yang aman

Topik

Topik

Gabung di komunitas dengan sesama Bunda dan Ayah

Panduan

Panduan

Pantau kehamilan, dan juga perkembangan bayi Anda dari hari ke hari!

theAsianparent

Unduh aplikasi gratis kami

Google PlayApp Store

theAsianparent di seluruh dunia

Singapore flag
Singapore
Thailand flag
Thailand
Indonesia flag
Indonesia
Philippines flag
Philippines
Malaysia flag
Malaysia
Vietnam flag
Vietnam

Partner Brands

Rumah123VIP ParentsMama's ChoiceTAP Awards

© Copyright theAsianparent 2026 . All rights reserved

  • Tentang Kami
  • Kebijakan Privasi
  • Syarat dan Ketentuan
  • Peta situs
  • Fitur
  • Artikel
  • Beranda
  • Jajak

Kami menggunakan cookie agar Anda mendapatkan pengalaman terbaik. Pelajari LagiOke, Mengerti

Kami menggunakan cookie agar Anda mendapatkan pengalaman terbaik. Pelajari LagiOke, Mengerti