Cegah kanker serviks, ini alasan mengapa vaksin HPV wajib diberikan anak usia sekolah

Cegah kanker serviks, ini alasan mengapa vaksin HPV wajib diberikan anak usia sekolah

Ini alasan mengapa anak usia sekolah wajib diberikan vaksin HPV.

Kanker serviks. Apa yang terbersit dalam benak Bunda saat mendengarnya? Khawatir? Takut? Wajar saja, namun penting untuk Bunda ketahui jika pemberian vaksin HPV atau vaksin kanker serviks wajib diberikan dalam upaya untuk mencegahnya. 

Sebelum mengulas vaksin HPV, tentu saja sebagai perempuan kita perlu memahami lebih dulu apa itu kanker serviks.

Kanker serviks merupakan kanker yang terjadi di daerah serviks (leher rahim), menurut American Cancer Society. Sebagian besar kanker serviks disebabkan oleh virus yang ditularkan melalui hubungan seksual, yaitu human papillomavirus (HPV).

 85 % penularan HPV bisa terjadi lewat hubungan seksual, namun selebihnya bisa ditularkan lewat media lainnya. Di mana 10-15 % bisa dari tangan, handuk, atau pakaian

HPV sendiri memiliki lebih dari 130 tipe. Empat diantaranya merupakan tipe yang paling sering menginfeksi manusia. Tipe 16 dan 18 yang menyebabkan kanker serviks dan kanker lain terkait HPV. Tipe lainnya adalah tipe 6 dan 11 penyebab kutil kelamin. 

Artikel terkait: [Video] Prosedur menjalani pap smear untuk deteksi dini kanker serviks

Kanker serviks bisa dicegah dengan vaksin HPV

Faktanya di Indonesia sendiri kondisi kanker serviks semakin mengkhawatirkan. Data dari GLOBOCAN 2018 menunjukkan, kematian akibat kanker serviks mencapai 18.279 pertahun.

Artinya sebanyak 50 orang perempuan Indonesia meninggal setiap harinya karena kanker serviks. 

Tingginya angka ini menunjukkan kalau masih kurangnya upaya pencegahan dan kesadaran masyarakat untuk melakukan pencegahan sejak dini. 

Padahal seperti yang dikatakan dr. Venita Eng, MSc, perwakilan dari Yayasan Kanker Indonesia (YKI), pencegahan yang paling efektif bisa melakukan vaksinasi HPV. 

“Banyak masyarakat Indonesia yang belum mengetahui bahwa kanker serviks adalah satu-satunya kanker yang dapat dicegah, yaitu dengan melakukan vaksinasi HPV,” ujar dr. Venita saat ditemui di Jakarta, Rabu (13/3/2019).

vaksin HPV

Efektifitas virus HPV untuk mencegah kanker serviks

Menurut WHO, vaksin HPV memberikan efektifitas perlindungan yang baik sebanyak 93.2% – 98.2% terhadap kanker serviks dan efek samping yang paling ditemui sifatnya ringan seperti nyeri ditempat penyuntikkan. 

Selain itu, vaksin HPV juga dapat melindungi dari berbagai macam penyakit lainnya yang disebabkan oleh virus HPV, seperti kutil kelamin, kanker vulva dan vagina, kanker mulut dan tenggorokan, kanker anus serta pada laki-laki dapat menyebabkan kanker penis.

Bagaimana cara pemberian vaksin HPV?

Dr. Venita mengatakan, pemberian vaksin HPV idelanua dilakukan mulai usia 9 tahun ke atas. Vaksin ini pun berlaku baik peempuan ataupun lelaki.

Sementara bagai perempuan yang sudah menikah, pemeriksaan pap smear dan IVA bisa dilakukan satu tahun sekali.

Pemberian vaksin HPV memang perlu diberikan pada lelaki. Mengapa? Hal ini dikarenakan virus HPV juga dapat menyebabkan kutil kelamin, kanker anus, serta kanker tenggorokan.

Untuk lelaki pun sama, pemberian vaksin dapat dilakukan mulai dari usia 9 tahun, diberikan dua kali, dan setelah dewasa diberikan sebanyak 3 kali.

“Pemberian vaksin untuk usia 9 tahun diberikan cukup dua kali, setelah dewasa saat sudah usia 16-18 tahun ke atas diberikan 3 kali, dengan jarak 1-6 bulan antara masing-masing dosis penyuntikan,” jelas dr. Venita.

Alasan mengapa vaksin HPV perlu diberikan di usia sekolah sebenarnya tidak terlepas karena adanya penelitian menyimpulkan bahwa vaksin HPV memang efektif mencegah infeksi HPV jika diberikan sebelum seseorang terpapar virus.

Selain itu, pada usia ini rupanya kekebalan tubuh juga dinilai dalam kondisi yang baik, sehingga Vaksin HPV akan memberikan pencegahan lebih maksimal.

Artinya, vaksin perlu diberikan sebelum seseorang aktif melakukan hubungan secara seksual. Karena itu vaksinasi idealnya dilakukan pada anak usia 9-26 tahun

Artikel terkait: Kapan Anda Harus Menjalani Pap Smear?

“Kanker serviks banyak ditemukan pada perempuan usia produktif dan dari keseluruhan kasus kanker serviks baru yang ditemukan di Indonesia, diketahui lebih dari 70% sudah pada stadium lanjut.

Pada kondisi ini, pengobatan menjadi lebih sulit, lebih mahal serta tingkat keberhasilan juga menurun. Karena itu, saya sangat menghimbau untuk para perempuan segeralah lindungi diri dari kanker serviks dengan vaksinasi HPV dan deteksi dini karena pencegahan jauh lebih baik serta lebih mudah daripada pengobatan,” tutup dr. Venita.

 

 

Baca juga: 

Kanker serviks mengancam kesehatan wanita Indonesia, waspadai 5 faktor risikonya berikut ini!

Parenting bikin pusing? Yuk tanya langsung dan dapatkan jawabannya dari sesama Parents dan juga expert di app theAsianparent! Tersedia di iOS dan Android.

app info
get app banner