Umur berapa bayi bisa naik pesawat? Pertanyaan ini pasti muncul di kepala para orang tua yang hendak bepergian dan membawa si Kecil yang baru lahir dan pertama kali naik pesawat.
Umur berapa bayi bisa naik pesawat dan apa saja syaratnya? Simak apa kata ahli tentang kapan sebaiknya bayi bisa naik pesawat di artikel ini.
Umur Berapa Bayi Bisa Naik Pesawat?
Pada umumnya dan idealnya, Anda sebaiknya menunggu hingga bayi berumur dua atau tiga bulan untuk naik pesawat. Pasalnya, penerbangan (dan berada di bandara yang ramai) bisa meningkatkan risiko bayi baru lahir terjangkit penyakit menular.
Apa Syarat Bayi Boleh Naik Pesawat?
Meski tidak ada minimal batas usia, maskapai biasanya merekomendasikan bayi sudah berusia setidaknya satu atau dua minggu sebagai syarat utama. Selain itu, setiap bayi harus ditemani oleh orang dewasa, minimal berusia 18 tahun.
Di situsnya, Garuda Indonesia menerangkan beberapa syarat bayi diizinkan naik pesawat, yakni:
- Bayi berumur di bawah 48 jam setelah lahir tidak diperbolehkan melakukan perjalanan udara
- Bayi berumur di bawah 7 hari:
- Diperbolehkan
- Membutuhkan izin medis (MEDIF)
- Bayi berumur antara 7 hari – 2 tahun:
- Diperbolehkan
- Tidak membutuhkan izin medis (MEDIF)
- Bayi prematur diperbolehkan melakukan perjalanan dan dianggap sebagai MEDA (Medical Cases) dan akan ditangani sebagai penumpang yang memerlukan penanganan khusus.
Apakah Bayi Harus Duduk di Pangkuan Orang Tuanya?
Idealnya, tidak. Bayi sebaiknya duduk di kursi sendiri dengan menggunakan car seat, bukan di pangkuan orang tuanya.
“Jika terjadi sesuatu yang tidak diinginkan, bayi akan selalu lebih aman di car seat,” tegas Chandani Patel DeZure, M.D., seorang dokter anak dan Penasihat Medis BabyCenter. “Itulah alasan mengapa orang dewasa harus mengenakan sabuk pengaman meskipun tanda sabuk pengaman dimatikan.”
Federal Aviation Administration (FAA) memang tidak mengharuskan anak di bawah usia 2 tahun untuk membeli tiket. Ini berarti bayi akan duduk di pangkuan Anda. Jika ada turbulens, atau kondisi yang lebih buruk, Anda kemungkinan akan kesulitan melindungi bayi. Sementara turbulens adalah penyebab nomor satu anak mengalami cedera di pesawat.
Jika Anda tidak membeli tiket untuk bayi, American Academy of Pediatrics menyarankan untuk bertanya kepada maskapai apakah boleh menggunakan kursi kosong agar Anda bisa memasang car seat untuk si bayi.
Apabila kebijakan “bayi dipangku” maskapai penerbangan Anda mengizinkan hal ini, hindari hari dan waktu perjalanan tersibuk untuk meningkatkan peluang menemukan kursi kosong di sebelah Anda.
Artikel terkait: Viral Anak Salah Naik Pesawat Sendirian, Mau ke Rumah Nenek Malah Nyasar
Tempat Duduk Mana yang Paling Baik untuk Bayi di dalam Pesawat?
Saat Anda bepergian dengan bayi menggunakan pesawat, cobalah memperhatikan beberapa hal ini saat memilih kursi:
- Carilah baris dengan ruang yang lebih luas, seperti bagian sekat pesawat, misalnya baris yang memisahkan kelas bisnis dan ekonomi.
- Jika memungkinkan pilihlah kursi yang dekat dengan jendela. Pasalnya, kursi di lorong memiliki risiko tersendiri, termasuk saat waktu servis makan (kemungkinan tersenggol atau terkena bahan makanan/minuman yang panas), dan kabin yang terjatuh.
Haruskah Membawa Car Seat Saat Naik Pesawat dengan Bayi?
Jika memungkinkan, bawalah car seat bayi sendiri. Kebijakan maskapai berbeda-beda, sehingga pastikan apakah car seat termasuk dalam bagasi atau tidak.
Pastikan car seat tersebut berlabel: “”Penahan ini disertifikasi untuk digunakan pada kendaraan bermotor dan pesawat terbang.”
Tips Aman dan Nyaman Naik Pesawat Bersama Bayi Baru Lahir
Sebelum melakukan perjalanan dengan pesawat bersama bayi baru lahir, perhatikan dan lakukan tips berikut ini, Parents:
- Susui bayi tepat sebelum naik pesawat. Pastikan juga ia bersendawa dengan baik. Ketika di dalam pesawat, tekanan atmosfer yang rendah dapat meningkatkan gas di dalam usus.
- Pakaikan baju yang hangat. Temperatur di dalam pesawat berbeda-beda, tetapi biasanya lebih dingin dibandingkan di luar ruangan. Pastikan juga baju tersebut mudah dibuka ketika harus mengganti popok. Bawa juga satu-dua baju ganti dan kantong plastik untuk baju kotor.
- Siap-siap dengan sakit telinga saat lepas landas dan mendarat. Menyusu atau mengemut empeng bisa membantu mengurangi sensasi ini.
- Jika memungkinkan, bepergianlah di jam tidur bayi, atau jangan tidurkan bayi sebelum tepat waktu berangkat.
- Sediakan mainan untuk mengalihkan perhatian bayi.
- Jangan patah semangat jika ada banyak mata memandang Anda, terutama saat bayi menangis. Tetaplah tenang karena ini bisa membantu bayi Anda lebih tenang.
- Mintalah bantuan. Jika Anda membutuhkan bantuan untuk bagasi atau saat melakukan connecting flight, mintalah pertolongan kepada staf maskapai.
Semoga informasi ini bermanfaat dan selamat melakukan perjalanan, Parents!
Baca Juga:
Rencana Mudik? Ini 17 Tips Membawa Bayi Perjalanan Jauh dengan Mobil
Hati-Hati Membawa Bayi Naik Motor! Bayi Bisa Terperangkap di Jari-jari Ban
Persiapan Mudik Bersama Bayi, Ini Daftar Barang yang Harus Dibawa!
Parenting bikin pusing? Yuk tanya langsung dan dapatkan jawabannya dari sesama Parents dan juga expert di app theAsianparent! Tersedia di iOS dan Android.